Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengaruh Marketing MIX 7P Terhadap Minat Kunjungan Ulang Pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Mamuju Polda Sulbar Wattimena, Jans Goldman; Latu, Saparuddin; Basir, Muhammad; Syamsuriyati, Syamsuriyati; Amir, Arfenti; Patarai, Muhammad Idris
INHEALTH : INDONESIAN HEALTH JOURNAL Vol. 3 No. 1 (2024): INHEALTH JOURNAL
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/inhealth.v3i1.353

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh marketing mix 7P (product, price, place, promotion, people, process, dan physical evidence) terhadap minat kunjungan ulang pasien Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Bhayangkara Mamuju Polda Sulawesi Barat. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 97 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki persepsi positif terhadap variabel 7P. Variabel yang memiliki pengaruh signifikan terhadap minat kunjungan ulang pasien adalah product, price, place, promotion, people, process, dan physical evidence (p<0,05). Sebanyak 89,7% responden menyatakan berminat melakukan kunjungan ulang. Kesimpulan: marketing mix 7P secara bersama-sama berpengaruh terhadap minat kunjungan ulang pasien IGD. Penelitian ini merekomendasikan pihak rumah sakit untuk meningkatkan kualitas layanan, strategi promosi aktif, dan fasilitas pendukung guna memperkuat loyalitas pasien.
Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Komitmen Afektif dengan Mediasi Stres Kerja pada Tenaga Kesehatan di RS Bhayangkara Mamuju Djuraedjo, Sri Rizky Y; Latu, Saparuddin; Syamsuriyati, Syamsuriyati
AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Ekonomi & Bisnis Vol. 6 No. 2 (2026): AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Ekonomi & Bisnis
Publisher : Perhimpunan Sarjana Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37481/jmeb.v6i2.1855

Abstract

Low employee retention and high workloads among healthcare workers in hospitals can lead to decreased affective commitment to the organization. Work stress is a critical factor that weakens healthcare workers’ emotional attachment to their workplace, while work motivation is often considered essential for improving performance and employee loyalty. This study aims to analyze the effect of work motivation on affective commitment mediated by work stress among healthcare workers at Bhayangkara Hospital, Mamuju. This research employed a quantitative approach using an associative research design. The study was conducted at Bhayangkara Hospital Mamuju, with healthcare workers as the research respondents. A total of 97 respondents were selected using a total sampling technique. Data were collected through Likert-scale questionnaires and analyzed using SmartPLS software with the Structural Equation Modeling (SEM) method. The results indicate that work motivation does not have a direct effect on affective commitment. However, work motivation has a significant effect on reducing work stress, and lower work stress significantly increases affective commitment. Furthermore, work stress fully mediates the relationship between work motivation and affective commitment, indicating that improvements in motivation will only enhance affective commitment when accompanied by reduced work stress. These findings imply that hospital management should integrate motivational strategies with effective work stress management to strengthen healthcare workers’ affective commitment to the organization.
DETERMINAN FAKTOR RISIKO YANG MEMPENGARUHI PERDARAHAN POST PARTUM DI WILAYAH MAKASSAR Syamsuriyati Syamsuriyati; Siti Maimunah; Heru Subaris Kasjono; Sunartono Sunartono; Juda Julia Kristiarini
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda
Publisher : Program Studi S1 & DIII-Kebidanan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikebi.v10i2.1737

Abstract

Secara global, perdarahan post partum adalah salah satu penyebab utama kematian ibu. Di negara berkembang, ini menyumbang lebih dari 30% dari semua kematian ibu. Penilaian faktor risiko perdarahan post partum harus dilakukan selama periode antenatal, intrapartum dan post partum untuk pencegahan tepat waktu morbiditas dan mortalitas ibu terkait dengan perdarahan post partum. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis determinan faktor risiko yang mempengaruhi anemia Terhadap perdarahan post partum. Metode Penelitian menggunakan desain case control study dengan menggunakan pendekatan retrospectif. Populasi dalam penelitian ibu post partum dan sampel adalah ibuyang mengalami perdarahan post partum, Teknik pengambilan sampel secara total sampling dengan jumlah sampel 77 kasus dan 77 kontrol sehingga total sampel 154 responden. Uji statistic dengn Odds Ratio dan uji Mann Whitney. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa perdarahan post Partum lebih banyak ditemukan pada kelompok kasus dengan anemia 67 (87,0%) dibandingkan pada kelompok kontrol 51 (66,2%). menunjukkan bahwa dari 121 (78,57%) orang yang mempunyai risiko anemia, responden yang mengalami perdarahan lebih banyak pada kelompok kasus sebanyak 70 responden, di bandingkan kelompok kontrol yaitu 51 orang (37,5%). Berdasarkan hasil uji statistic odds Ratio dengan nilai 5,09 dengan Tingkat kepercayaan (CI) 0,05 dan Lower limit =2.054 dan upper limit =12,656, oleh karena itu ibu hamil yang anemia berisiko 5,09 kali lebih besar mengalami perdarahan post partum jika di bandingkan dengan ibu hamil yang tidak anemia, sedangkan dalam uji statistic Mann Whitney dengan nila p 0,000, berarti ada perbedaan yang signifikan antara kelompok kasus dan kelompok control. Dapat di simpulkan bahwa anemia merupakan faktor risiko terhadap perdarahan post partum.