Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengenalan budaya di wilayah IKN dan sekitarnya untuk mahasiswa asing melalui kegiatan cultural camp Musyarofah, Musyarofah; Susantiningdyah, Healty; Pratama, Maryo Inri; Rahendraputri, Chandra Suryani; Putri, Hesti Rosita Dwi; Arisalwadi, Meidi; Sholihah, Ni’matus; Ngabito, Olivia Febrianty; Prayitno, Budi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27243

Abstract

Abstrak Cultural Camp merupakan salah satu program pengabdian masyarakat yang dijalankan di Institut Teknologi Kalimantan (ITK), yang bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang kekayaan budaya Indonesia kepada mahasiswa asing dan lokal. Dengan tema "Ibu Kota Nusantara (IKN): A City for All," program ini menargetkan pembentukan generasi mahasiswa yang menghargai perbedaan budaya dan mampu berkontribusi dalam melestarikan warisan budaya Indonesia. Sejumlah 30 peserta dari Perancis, Denmark, Jerman, China, Malaysia, dan mahasiswa lokal mengikuti kegiatan ini. Peserta mengikuti rangkaian aktivitas mulai dari short course tentang IKN, pelatihan membatik, mencicipi santapan khas daerah, hingga campus tour, jalan santai ke Kebun Raya Balikpapan, dan kunjungan ke kampung adat Dayak. Metode deskriptif kualitatif digunakan dalam kegiatan ini, dengan pengumpulan informasi melalui pengamatan, dokumentasi, dan wawancara untuk memahami pengalaman peserta selama Cultural Camp. Interaksi antara peserta dari berbagai latar belakang budaya menguatkan keterlibatan dan pemahaman antarbudaya, menciptakan ikatan peserta dan masyarakat lokal, meningkatkan komitmen bersama dalam mendukung dan memperkaya satu sama lain dalam perjalanan lintas budaya. Kata kunci: cultural camp; budaya; ibu kota nusantara; kalimantan; dayak. Abstract Cultural Camp is one of the community service programs run at Institut Teknologi Kalimantan (ITK), which aims to provide an in-depth understanding of the richness of Indonesian culture to foreign and local students. With the theme " Ibu Kota Nusantara (IKN): A City for All," this program targets the formation of a generation of students who respect cultural differences and are able to contribute to preserving Indonesia's cultural heritage. 30 participants from France, Denmark, Germany, China, Malaysia and local students took part in this activity. They took part in a series of activities ranging from a short course on IKN, batik training, tasting regional specialties, to a campus tour, a leisurely walk to the Balikpapan Botanical Gardens, and a visit to a Dayak traditional village. A qualitative descriptive method was used in this activity, by collecting information through observation, documentation and interviews to understand the participants' experiences during the Cultural Camp. Interaction between participants from various cultural backgrounds strengthens intercultural engagement and understanding, creates bonds between participants and local communities, increasing mutual commitment in supporting and enriching each other in cross-cultural travel. Keywords: cultural camp; culture; ibu kota nusantara; kalimantan; dayak.
RANCANGAN TAMPILAN HOLOGRAFIK MUSEUM MENGGUNAKAN TEKNOLOGI 3D HOLOGRAM : STUDI KASUS PEMBANGUNAN IKN TAHAP I Yendra, Sasferi; Ngabito, olivia Febrianty; M, Fulkha Tajri
Journal of Animation and Games Studies Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jags.v10i1.11167

Abstract

Hasil dari penelitian ini salah satu bentuk Teknik interaksi yang menjadi alat penting dalam desain pameran untuk meningkatkan partisipasi pengunjung melalui visual yang menarik. Target khusus ialah hadirnya display system menggunakan alat 3D holografik LED dengan sudut pandang 360 derajat,.  untuk virtual artefak 3D dikemas dengan menggunakan metode kipas LED hologram yang dapat menvisualisasikan sebuah produk atau material melalui rotasi cahaya lampu LED, yang dihasilkan dari kumpulan kisi cahaya dan melalui proses di sebuah software (Perangkat Lunak) yang dapat di akses PC maupun iOS, serta terkoneksi langsung pada kipas LED dengan teknologi wifi. Melelui software ini, pengguna dapat menampilkan konten yang akan ditampilkan pada alat hologram. Setiap LED pada setiap sisi kipas akan segera membuat kisi cahaya sesuai dengan konten yang di unggah. Kemudian, setiap titik- titik dari kisi tersebut berubah menjadi video/ gambar yang terlihat melalui rotasi LED, sehingga terlihat efek holografik di udara. Setiap materi atau konten kreatif yang akan diputar, disimpan di ruang penyimpanan alat melalui jalur dan metode tranmisi yang berbeda-beda. Museum selayaknya menjadi ruang yang interaktif dan muncul dalam berbagai aliran dengan menggabungkan karya seni collaborasi dengan digital adalah masalah yang patut dipertimbangkan saat ini.