Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

RESPON PEMBERIAN PUPUK BOKASHI AMPAS TEBU DAN PUPUK BOKASHI ECENG GONDOK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L) Merril) Syafrizal Hasibuan; Rita Mawarni; Rizky Hendriandy
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 13, No 2 (2017): Bernas Juli 2017
Publisher : Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.854 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di jalan Durian, Lingkungan I Kelurahan Kisaran Naga, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai bulan Juli 2016. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari pupuk bokashi ampas tebu dengan 3 taraf perlakuan yaitu: T0 = 0 kg/plot, T1 = 1 kg/plot, T2 = 2 kg/plot dan pupuk bokashi eceng gondok dengan 4 taraf perlakuan yaitu : G0 = 0 kg/plot, G1 = 1 kg/plot, G2 =2 kg/plot, G3 = 3 Kg/plot. Hasil penelitian bahwa pemberian pupuk bokashi ampas tebu menunjukan respon nyata pada tinggi tanaman umur 6 MST, total berat 100 butir per sample,total berat per tanaman sempel dan total berat buah per plot. Untuk respon tidak nyata di tunjukan pada tinggi tanaman umur 2 MST, 4 MST. Pemberian pupuk bokashi eceng gondok menunjukan respon sangat nyata pada total produksi per plot. Untuk respon tidak nyata di tunjukan pada tinggi tanaman umur 2 MST, 4 MST, 6 MST, total berat 100 butir dan produksi per tanaman sempel . Sedangkan intraksi antara pupuk bokashi ampastebu dan pupuk bokashi eceng gondok menunjukan respon tidak nyata terhadap seluruh parameter yang diamati.
PENGARUH BERBAGAI MEDIA DAN TIAMIN TERHADAP PERTUMBUHAN STEK PUCUK KENTANG (Solanum tuberosum L.) Koko Billklinton Sitorus; Sri Susanti Ningsih; Syafrizal Hasibuan
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 16, No 1 (2020): Bernas February 2020
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.654 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Dusun I, Desa Ujung Teran, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Tanah Karo, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2018 dan berakhir pada bulan Februari 2019. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pemberian media tanam di bagi atas 5 taraf yaitu : M0 : Cocopeat (100%), M1 : Arang Sekam (100%), M2 : Cocopeat (50%) + Arang Sekam (50%), M3 : Cocopeat (25%) + Arang Sekam (75%), dan M4 : Cocopeat (75%) + Arang Sekam (25%). Faktor kedua adalah pemberian tiamin atas 4 taraf yaitu : T0 : 0,0 ppm, T1 : 0,5 ppm, T2 : 1,0 ppm, dan T3 : 1,5 ppm. Parameter yang diamati adalah jumlah pucuk hidup, jumlah pucuk mati, jumlah pucuk berakar, panjang pucuk (cm), panjang akar (cm), jumlah daun. Hasil penelitian pemberian media tanam menunjukkan berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah pucuk hidup pada semua umur amatan, jumlah pucuk mati pada semua umur amatan, jumlah pucuk berakar pada parameter amatan, panjang pucuk (cm) pada semua umur amatan, panjang akar (cm) pada parameter amatan, jumlah daun pada semua umur amatan dan pemberian tiamin menunjukkan berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah pucuk hidup pada semua umur amatan, jumlah pucuk mati pada semua umur amatan, jumlah pucuk berakar pada parameter amatan, panjang pucuk (cm) pada semua umur amatan, panjang akar (cm) pada parameter amatan, jumlah daun pada semua umur amatan. Sedangkan interaksi antara pemberian media tanam dan pemberian tiamin menunjukkan berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah pucuk hidup pada semua umur amatan, jumlah pucuk mati pada semua umur amatan, jumlah pucuk berakar pada parameter amatan, panjang pucuk (cm) pada semua umur amatan, panjang akar (cm) pada parameter amatan, jumlah daun pada semua umur amatan.
EFEK KOMBINASI BAP DAN NAA TERHADAP MORFOGENENSIS EKSPLAN PELEPAH GANDUM (Triticum aestivum) SECARA IN VITRO Robi Kurniawan; Syafrizal Hasibuan; Rita Mawarni CH
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 1 (2019): Bernas February 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.897 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian BAP (6- Benzyl Amino Purine) dan NAA (Napthalene Amino Acid) berserta interaksinya terhadap morfogenensis eksplan pelepah gandum secara in vitro. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Fakultas Pertanian Universitas Asahan, Kisaran. Pelaksanaan Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Maret 2018. Rancangan penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 12 kombinasi perlakuan. Faktor I pemberian ZPT BAP (6- Benzyl Amino Purine) (B) terdiri dari 4 taraf yaitu : B0 = 0 ppm, B0,5 = 0,5 ppm, B1 = 1 ppm, B1,5 = 1,5 ppm. Faktor II pemberian ZPT NAA (Napthalene Amino Acid) (N) terdiri dari 3 taraf yaitu : N0 = 0 ppm, N1 = 1 ppm, N2 = 2 ppm. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian ZPT BAP menunjukan pengaruh sangat nyata pada jumlah kalus,tunas,akar pada umur 8 MST. Dan Pemberian ZPT NAA menunjukan pengaruh sangat nyata pada jumlah kalus,tunas,akar pada umur 8 MST. Interaksi pemberian ZPT BAP dan NAA (B/N) menunjukan pengaruh sangat nyata terhadap semua parameter yang diamati.
ANALISIS KESEGARAN JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) PADA PERLAKUAN TEKNOLOGI OZON Syafrizal Hasibuan; Intan Zahar; Sri Susanti Ningsih
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3626

Abstract

White oyster mushrooms (Pleurotus ostreatus) have nutritional content, are high in protein and low in fat. Oyster mushroom storage depends on physical factors such as temperature, humidity, light, pH of the growing medium, and air. Fresh harvested mushrooms contain a fairly high water content, making it easy for the mushrooms to rot quickly and not last long. This research was structured based on a factorial randomized block design (RAK) with 3 replications. Ozone is flowed to the mushrooms with varying concentrations of 0 ppm and 150 ppm within 10 minutes, 20 minutes and 30 minutes. The results of the research show that administering ozone at a concentration of 150 ppm for 30 minutes can break down the H2O molecule so that the metabolic process is hampered or even stopped so that the water content in the mushrooms is reduced and can reduce the activity of microorganisms in the mushrooms so that the mushrooms can survive for 6 days after harvest in this condition. fresh. Key-words: White Oyster Mushroom (Pleurotus Ostreatus), Ozone, Plasma Technology INTISARIJamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) memiliki kandungan nutrisi, tinggi protein, dan rendah lemak.  Penyimpanan jamur tiram tergantung pada faktor fisik seperti suhu, kelembaban, cahaya, pH media tanam, dan udara. Jamur segar hasil panen mengandung kadar air yang cukup tinggi sehingga memudahkan jamur cepat busuk dan tidak dapat bertahan lama. Penelitian ini dilakukan berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 3 ulangan. Ozon dialiri ke jamur dengan variasi kosentrasi 0 ppm dan 150 ppm dalam waktu 10 menit, 20 menit dan 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Ozon dengan konsentrasi  150 ppm selama 30 menit dapat memecahkan molekul H2O sehingga proses metabolisme menjadi terhambat bahkan berhenti karena kadar air pada jamur menjadi lebih berkurang dan dapat mengurangi kegiatan mikroorganisme pada jamur sehingga jamur dapat bertahan selama 6 hari setelah panen dalam keadaan segar.  Kata kunci: Jamur Tiram Putih (Pleurotus Ostreatus), Ozone, Teknologi Plasma 
OPTIMASI VITAMIN B1 PADA SETEK PUCUK JAMBU MADU DELI (Syzygium samarangense Hilda Yanti Br Torus Pane; Deddy Wahyudin Purba; Ansoruddin, Ansoruddin; Syafrizal Hasibuan; Tari Anggun Prasasti
Journal of Scientech Research and Development Vol 5 No 2 (2023): JSRD, December 2023
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v5i2.305

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kasa Fakultas Pertanian Universitas Asahan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial dengan satu faktor dan lima ulangan. Faktor konsentrasi pemberian Vitamin B1 terdiri dari 5 taraf yaitu B1 = 0 ppm, B2 = 250 ppm, B3 = 500 ppm, B4 = 750 ppm, B5 = 1000 ppm. Keberhasilan stek pucuk dipengaruhi oleh ZPT (zat pengatur tumbuh) dalam hal ini Vitamin B1 dan hormon termasuk ke dalam ZPT, Vitamin B1 (Thiamin) merupakan ZPT yang banyak digunakan untuk stek, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mendapatkan konsentrasi Vitamin B1 yang tepat untuk meningakatkan keberhasilan stek pucuk pada Jambu Madu Deli. Vitamin B1 juga bersifat merangsang aktivitas hormon yang terdapat dalam jaringan tanaman yang mendorong pembelahan dan pembelahan sel serta membentuk sel-sel baru. Analisis keragaman menunjukkan bahwa penggunaan Vitamin B1 berpengaruh terhadap Pertambahan panjang pucuk, Jumlah pucuk mati, dan Jumlah akar pada Stek Pucuk Jambu Madu Deli
Teknik Menentukan Dosis Tepat Dengan Menggunakan Alat Watt Meter Untuk Aplikasi Pupuk Organik Cair Pada Tanaman Sayuran Di Desa Perk. Sei Bejangkar: Pengabdian Syafrizal Hasibuan; Sri Susanti Ningsih; Armaniar; Dermawan; Cik Zulia
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.1549

Abstract

Pupuk organik cair merupakan pupuk yang terbuat dari bahan organik yang berbentuk cairan yang dipergunakan tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangan. Hampir 80 % seluruh petani kurang percaya akan khasiat pupuk organik cair yang dibuatnya karena tidak mengetahui cara aplikasi pupuk organik cair dengan tepat dan belum menampakan hasil yang optimal pada tanaman yang dibudidayakan. Umumnya para petani hanya disuruh buat tetapi sewaktu aplikasi ke tanaman jarang mau mengaplikasikan ketanaman sehingga tetap membeli pupuk kimia karena takut terjadinya gagal panen. Dengan menggunakan alat watt meter dapat mengetahui dosis yang tepat untuk dapat mengaplikasikan pupuk organik cair secara tepat dan benar dengan menunjukan dilayar pada tulisan power 35 – 41 watt dapat menunjukan hasil panen yang optimal.
Pelatihan Dan Pendampingan Pendaurulangan Limbah Tanaman Padi Melalui Proses Pengomposan Di Desa Mekar Baru Kabupaten Batubara Syafrizal Hasibuan; Cik Zulia; Tengku Syarifah; Dermawan; Sri Susanti Ningsih; Hilda Yanti Br Torus Pane
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3824

Abstract

Desa Mekar Baru merupakan salah satu desa yang ada di kabupaten Batubara Kecamatan Sei balai. Terletak ± 25 km dari kampus Universitas Asaahan. Potensi wilayah Desa Mekar Baru adalah pada sektor pertanian. Sebagain besar mata pencaharian masyarakat yaitu pertanaman padi sebagai komoditas utama. Desa Mekar Baru di dominasi oleh lahan sawah dan yang menjadi permasalahan Masyarakat adalah menumpuknya limbah pertanian padi yang berupa jerami padi. Limbah ini biasanya mereka bakar dan tidak dimanfaatkan sebagai kompos untuk mengurangi kebutuhan pupuk dalam budidaya tanaman padi berikutnya. Dengan kegiatan pengabdian yang dilakukan yaitu pelatihan dan pendampingan pendaurulangan limbah tanaman padi melalui proses pengomposan untuk dapat menghasilkan pupuk organik yang dapat membantu kekurangan pupuk pada tanaman padi menuju pertanaian berkelanjutan. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan peserta dapat membuat pupuk organik dari limbah jerami secara mandiri serta dapat mengaplikasikannya pada tanaman padi mereka, dan juga dapat peningkatan pemahaman pengetahuan peserta tentang cara pengomposan jerami padi yang dibuktikan dengan kemampuan petani membuat pupuk organik dari limbah yang belum maksimal dimanfaatkan menjadi pupuk kompos.
Sosialisasi dan Solusi Cerdas Dalam Teknik Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) Yang Berkualitas di Desa Hessa Air Genting Syafrizal Hasibuan; Sri Susanti Ningsih; Ahmad Nabih Hasibuan; Antika Lutfi Hulwana; Putri Pristika Sari; Dermawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3826

Abstract

Pupuk organik cair (POC) merupakan pupuk yang terbuat dari bahan organik yang berbentuk cairan yang dipergunakan tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangan. Hampir 80 % seluruh petani kurang percaya akan khasiat pupuk organik cair yang dibuatnya karena tidak mengetahui cara pembuatan pupuk dan aplikasi pupuk organik cair dengan tepat dan belum menampakan hasil yang optimal pada tanaman yang dibudidayakan. Umumnya para petani hanya disuruh buat tetapi sewaktu aplikasi ke tanaman jarang mau mengaplikasikan ketanaman sehingga tetap membeli pupuk kimia karena takut terjadinya gagal panen. Dengan menggunakan teknik pembuatan pupuk organik cair dan setelah jadi dilanjutkan di uji dengan alat watt meter sehingga pupuk organik cair tersebut memiliki kualitas dan tidak kalah dengan pupuk kimia sehingga dapat menghasilkan panen yang optimal.