Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : Bernas

RESPON PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) BONGGOL PISANG DAN SISTEM JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG HIJAU (Vigna radiata L. Willczek) Noverina Chaniago; Deddy Wahyudin Purba; Algi Utama
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 13, No 2 (2017): Bernas Juli 2017
Publisher : Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.345 KB)

Abstract

Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pemberian pupuk Organik Cair (POC) Bonggol Pisang (B) terdiri dari 3 taraf yaitu : B0 : (kontrol), B1 : 10 ml/1 liter air, dan B2 : 20 ml/ 1liter air. Faktor kedua adalah Sistem Jarak Tanamn (J) terdiri dari 4 taraf yaitu : J1: 20 cm × 20 cm, J2. 20 cm × 25 cm, J3: 25 cm × 25 cm, J4: 30 cm × 30 cm. Hasil penelitian pemberian Pupuk Organik Cair (POC) Bonggol Pisang menunjukkan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, produksi per plot, berat 100 biji, dan berpengaruh nyata teradap jumlah polong per tanaman, dan produksi per tanaman denganperlakuan Pupuk Organik Cair (POC) Bonggol Pisang terbaik pada dosis 20 ml/ 1 liter air. sistem Jarak Tanam menunjukan berpengaruh tidak nyata terhadap seluruh parameter pengamatan dengan sistem Jarak Tanam terbaik pada J4: 30 cm × 30 cm. Interaksi antara pengaplikasian Pupuk Organik Cair (POC) Bonggol Pisang dan sistem Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanamn Kacng Hijau (Vigna radiata L. Willczek) menunjukkan pengaruh tidak nyata terhadap parameter yang diamati.
PENGARUH PERLAKUAN JARAK TANAM DAN PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) BATANG PISANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogea L) Muchli Muchli; Sri Susanti Ningsih; Deddy Wahyudin Purba
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 1 (2019): Bernas February 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1034.203 KB)

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Asahan Kecamatan Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan Propinsi Sumatera Utara, dengan tofografi datar berada pada ketinggian ± 35 m diatas permukaan laut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2018 hingga April 2018. Bahan penelitian yang digunakan antara lain benih kacang tanah varietas gajah, pupuk oranik cair batang pisang, air, pestona (bahan aktif Azadiracthin) untukmengendalikan hama dan penyakit pada tanaman kacang tanah secara pestisida organik. Alat penelitian yang digunakan adalah parang babat, cangkul, garu dan parang bacok digunakan untuk membersihkan areal penelitian, gergaji, tang, papan, kuas, cat, paku dan palu digunakan untuk membuat plank dan papan plot penelitian. Ember untuk membuat larutan pestisida, Gembor dan Hand Sprayer sebagai alat penyiram, meteran untuk mengukur areal penelitian, ukuran plot dan tinggi tanaman dan alat tulis dan alat-alat yang kebutuhannya disesuaikan.Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah perlakuan jarak tanam (J) dengan 4 taraf yaitu J1 = 30 cm x 10 cm, J2 = 30 cm x 20 cm, J3 = 30 cm x 25 cm dan J4 = 30 cm x 33 cm. Hasil penelitian Perlakuan jarak tanam menunjukkan adanya pengaruh nyata terhadap pertumbuhandan hasil produksi tanaman kacang tanah. Dengan perlakuan terbaik menggunakan jarak tanam 30 cm x 33 cm menghasilkan 1,29 kg. Perlakuan pupuk organik cair batang pisang terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang tanah terbaik dengan dosis 500/ml air per plot. Interaksi antara perlakuan jarak tanam dan pemberian pupuk organik cair batang pisang terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang tanah menunjukan pengaruh yang tidak nyata terhadap seluruh parameter yang diamati.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KELOR DAN NUTRISI AB-MIX TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SELEDRI (Apium graveolens L.) SECARA HIDROPONIK DENGAN SISTEM WICK Suci Wahidma Sari; Safruddin Safruddin; Deddy Wahyudin Purba
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 3 (2019): Bernas October 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.758 KB)

Abstract

Penelitian dilaksanakan di rumah hidroponik fakultas pertanian Universitas Asahan Jl. Ahmad Yani Kec. Kisaran Timur Kab. Asahan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai bulan Maret 2019  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun kelor dan nutrisi AB Mix terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman seledri (Apium graveolens L.) secara hidroponik dengan sistem wick. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), Faktorial, yang terdiri dari 2 taraf dengan 3 level perlakuan untuk faktor pertama, yaitu : K1 = 15ml/liter air, K2 = 30ml/liter air, K3 = 45 ml/liter air. 3 level perlakuan untuk faktor kedua, yaitu : A1= 400 ppm, A2= 600 ppm, A3= 800 ppm. dengan 3 ulangan. Peubah pengamatan yang diamati yaitu Tinggi Tanaman (cm), Jumlah daun (helai), Jumlah Cabang (cabang), pH Awal Air dalam plot, pH Akhir Air dalam plot, Produksi Tanaman Sampel (g), dan Produksi Tanaman Per Plot (g). Pemberian ekstrak daun kelor tidak berpengaruh pada semua parameter amatan, Nutrisi AB Mix berpengaruh pada tinggi tanaman umur 6 MST, jumlah daun 4 MST, produksi per sampel dan produksi per plot dengan pemberian AB Mix Terbaik yaitu A2 (600 ppm/plot). Interaksi pemberian ekstrak daun kelor dan nutrisi AB Mix tidak berpengaruh terhadap semua parameter pengamatan.
PENGARUH PEMBERIAN KOTORAN BURUNG PUYUH DAN LAMA PERENDAMAN ZPT AUKSIN TERHADAP PERTUMBUHAN STEK SIRIH MERAH (Piper crocatum) Syuhada Damanik; Lanna Reni Gustianty; Deddy Wahyudin Purba
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 2 (2019): Bernas July 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.886 KB)

Abstract

Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Asahan Kisaran, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara dengan topografi datar dengan ketinggian tempat ± 17 m di atas permukaan laut Penelitian dilaksanakan pada Tanggal 01 Juli 2018 s/d 30 Agustus 2018. Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa stek sirih merah, kotoran burung puyuh, Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Auksin (Bahan Aktif Asam asetat naftalena 3,0 % dan Asetamida 1-Nafalena 0,75 %).Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah cangkul, dan parang/babat, meter/penggaris, bambu tipis, plastik sungkup tanaman, polibag, alat tulis, timbangan dan kalkulator, plat triplek, cat, papan plot, patok sample dan tali plastik. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pemberian kotoran burung puyuh, faktor kotoran burung puyuh (P) yang terdiri 3 taraf yaitu : P0 =(control), P1 = 0,3 kg/polibeg dan P2 =0,6 kg/polibeg. Faktor kedua adalah pemberian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Auksin, faktor lama perendaman Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Auksin (A) dengan Kosentrasi 2 cc/liter air yang terdiri dari 3 taraf yaitu : A1 = lama perendaman 10 menit, A2 = lama perendaman 20 menit dan A3 = lama perendaman 30 menit. Hasil penelitian pengaruh pemberian kotoran burung puyuh dan lama perendaman Zat Pengatur Tumbuh Auksin (ZPT) Auksin menunjukkan tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan stek sirih merah  pada semua parameter amatan tanaman yaitu : Persentase Keberhasilan Tumbuh (%), Jumlah Tunas (tunas), Panjang Tunas (cm), Jumlah Daun (helai). Pengaruh interaksi antara pemberian kotoran burung puyuh dan lama perendaman Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Auksin terhadap pertumbuhan stek sirih merah menunjukkan  berpengaruh tidak nyata terhadap seluruh parameter amatan tanaman sirih merah.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK UREA DAN PUPUK ORGANIK CAIR SAMPAH KOTA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) Cik Zulia; Deddy Wahyudin Purba; Harmi Dedi Hirawan
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 13, No 3 (2017): Bernas Oktober 2017
Publisher : Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.333 KB)

Abstract

The research plan was conducted at the Experimental Garden of the University of Asahan Faculty of Agriculture, with flat topography and high place ± 15 m asl. The research plan is carried out from February to April 2017. The materials used in this research are General varieties of lettuce seeds, urea fertilizer, liquid organic fertilizer of urban trash, water, envelopes, label paper, coconut bark as roof shade nursery, insecticide materials Active Deltamethrin 25 g / l (Decis 2.5 EC 0.25 - 0.5 ml / l), Mankozed 80 WP (Dithane M-45) active material fungicide, scales and other materials supporting the conduct of this study, The tool used in this research is hoe, gembor, meter, handsprayer, calculator, scales, planimeter, wire as bamboo bamboo binder and other supporting tools in the implementation of this research. This research was arranged based on Factorial Randomized Block Design (RAK) with 2 treatment factors and 3 replications. The first factor was Urea fertilizer with 4 levels: U0 = 0 g/plot, U1 = 5 g/plot and U2 = 10 g/plot and U3 = 15 g/plot. The second factor is the provision of liquid organic fertilizer of municipal solid waste consisting of 3 levels ie K0 = 0 ml/plot, K1 = 0,15 ml/plot and K2 = 0,30 ml/ plot. The results showed that urea fertilizer gave significant effect on the parameters of plant height, number of leaves, production per plant and production per plot, with best dose of U3 treatment (15 g/plot). Provision of liquid organic fertilizers of urban solid waste showed a significant effect on the parameters of plant height, number of leaves, production per production plant per plot, with the best dose on K2 treatment (0.30 ml / plot). The interaction between treatment of urea fertilizer and liquid organic fertilizer of urban solid waste did not show any significant effect on growth and production of lettuce.
RESPON PEMBERIAN PUPUK KANDANG KAMBING DAN PUPUK NPK MUTIARA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN GAHARU (Aquilaria crassna) DI POLIBAG Ansoruddin .; Deddy Wahyudin Purba; Dian Kusuma
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 13, No 1 (2017): Bernas Februari 2017
Publisher : Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.635 KB)

Abstract

Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pemberian pupuk Kandang Kambing (K) terdiri dari 3 taraf yaitu : K0 : 0 kg/tanaman (kontrol), K1 : 0,5 kg/tanaman, dan K2 : 1 kg/tanaman. Faktor kedua adalah pemberian Pupuk NPK Mutiara (N) terdiri dari 3 taraf yaitu : N0: 0 g/tanaman, N1: 75 g/tanaman, K2: 150 g/tanaman. Hasil penelitian pemberian pupuk Kandang Kambing menunjukkan berpengaruh nyata terhadap pertambahan jumlah daun tanaman gaharu, dengan perlakuan pupuk Pupuk KandangKambing terbaik pada dosis 1 kg/tanaman Pemberian Pupuk NPK Mutiara menunjukan berpengaruh nyata terhadap Pertumbuhan tanaman, dengan dosis perlakuan terbaik pada dosis 150 g/tanaman. Interaksi antara pengaplikasian pupuk Kandang Kambing dan Pupuk NPK Mutiara terhadap pertumbuhan bibit Tanaman Gaharu (Aquilaria malaccensis) menunjukkan pengaruh tidak nyata terhadap parameter yang diamati.
PENGARUH JARAK TANAM DAN PEMBERIAN DOSIS LIMBAH CAIR TAHU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogea L.) Mey Sanjaya; Safruddin Safruddin; Deddy Wahyudin Purba
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 1 (2019): Bernas February 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1128.72 KB)

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Asahan Kecamatan Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan Propinsi Sumatera Utara, dengan tofografi datar berada pada ketinggian ± 35 m diatas permukaan laut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2018 hingga April 2018. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah perlakuan jarak tanam (J) dengan 4 taraf yaitu J1 = 30 cm x 10 cm, J2  = 30 cm x 20 cm, J3 = 30 cm x 25 cm dan J4 = 30 cm x 33 cm. Hasil penelitian Perlakuan jarak tanam menunjukkan adanya pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil produksi tanaman kacang tanah. Dengan perlakuan terbaik menggunakan jarak tanam 30 cm x 33 cm menghasilkan 1,04 kg. Perlakuan limbah cair tahu terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang tanah terbaik dengan dosis 400/ml air per plot menghasilkan prroduksi per plot sebesar 0,99 kg dan Interaksi antara perlakuan perlakuan jarak tanam dan dosis limbah cair tahu pupuk terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang tanah menunjukan pengaruh yang tidak nyata terhadap seluruh parameter yang diamati. Tujuan dari penelitian ini adalah Pengaruh Jarak Tanam dan Pemberian Dosis Limbah Cair Tahu Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogea L.).
PENGARUH TEKNIK PEMBERIAN AIR CUCIAN BERAS DAN WAKTU PENYEMPROTAN AIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum L.) Yuli Suwardani; Ansoruddin Ansoruddin; Deddy Wahyudin Purba
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 15, No 3 (2019): Bernas October 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.425 KB)

Abstract

This research was conducted at the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture, Asahan University, Kisaran Timur District, Asahan Regency, North Sumatra Province from March to May 2018. The design used in this study was Factorial Randomized Block Design with two factors and four replications. The first factor is the technique of giving rice washing water with a concentration of 250 ml / liter of water consisting of 2 levels: B1 = watered, B2 = sprayed. The second factor when spraying consists of 3 levels: W1 = morning, W2 = daytime, W3 = afternoon. Parameters observed were plant height (cm), number of fruit per plant (fruit), production per plant (g) and production per plot (kg). The results showed that the technique of giving rice washing water affected plant height up to 72.83 cm, number of fruit per plant 55.38 fruit, production per plant 3.88 kg and production per plot 12.86 kg. Watering time affects plant height at 2 MST, up to 10.85 cm and production per plot 12.49 kg but does not affect the number of fruit per plant and production per plant. The interaction of water-giving techniques and watering time did not affect plant height at all ages, number of fruit per plant, production per plant and production per plot.
EFFECT OF ORGANIC NPK FERTILIZER AND HANTU PLANT GROWTH REGULATOR (PGR) APPLICATION ON GROWTH AND YIELD OF CELERY (Apium graveolus L.) Indra Kurniawan; Elfin Efendi; Deddy Wahyudin Purba
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 14, No 3 (2018): Bernas October 2018
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.875 KB)

Abstract

This research was conducted on Durian street, Kisaran Timur, Asahan Regency of North Sumatera Province with flat topography and is at an altitude of 15 m above sea level. The study was conducted from March to May 2017. This research was arranged based on Factorial Randomized Block Design with 2 treatment factors and 3 replications. The first factor is organic NPK with 3 levels: N0 = 0 g/plot, N1 = 25 g/plot, N2 = 50 g/plot. Second factor with PGR Hantuwith 4 levels ie Z0 = 0 ml/l water, Z1 = 1 ml/l water, Z2 = 2 ml/l water, and Z3 = 3 ml/l water. The results showed that organic NPK fertilizer was the best treatment that produced 32,34 cm height, 21,58 pieces of leaves, 65,53 g per plant and 1.75 kg per plot production. The best treatment of PGR Hantu was obtained at a dose of 2 ml/l of water yielding a plant height of 30.99 cm, thenumber of leaves was 21.86 pieces, the production per plant was 67.15 g and the production per plot was 1.78 kg. The interaction between organic NPK fertilizer and PGR Hantu had no significant effect on all observed variables.
RESPON PEMBERIAN PUPUK NPK MUTIARA DAN BOKASHI JERAMI PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L) Elfin Efendi; Deddy Wahyudin Purba; Nida UlHusna Nasution
Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 13, No 3 (2017): Bernas Oktober 2017
Publisher : Bernas : Jurnal Penelitian Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.069 KB)

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Penelitian ini dilakukan di Dusun Nusa Indah Desa Benteng Jaya Kecamatan Sei Balai Kabupaten Batu Bara Propinsi Sumatera Utara dengan ketinggian tempat 5 m dpl, topografi datar dan iklim tipe C. Penelitian ini dilakukan pada bulan Pebruari 2017 dan berakhir pada bulan Maret 2017. Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benihbawang merah varietas Bima Brebes, bokashi jerrami padi, pupuk NPK Mutiara, Herbisida TiGold (Bahan aktif Etil pirazosulfuron 10%), Insektisida Raydent 200 EC (Bahan aktif Triazofos), Fungisida Dithane M.45 80 WP (Bahan aktif Mankozeb) dan air Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah cangkul, gembor, meteran, handsprayer, kalkulator, timbangan, planimeter, kawat sebagai pengikat bambu persemaian dan alat-alat lain yang mendukung dalam pelaksanaan penelitian ini. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pemberian dosis pupuk NPK Mutiara (M) dengan 3 taraf yaitu : M0 0 g/plot, M1 = 125 g/plot, M2 = 250 g/plot. Faktor kedua adalah pemberian pupuk bokashi jerami padi (B), dengan 4 taraf yaitu B0 = 0 kg/plot, B1 = 1 kg/plot, B2 = 2 kg/plot dan B3 = 3 kg/plot. Hasil penelitian Perlakuan pemberian pupuk NPK Mutiara berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah. Perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan M2 menghasilkan tinggi tanaman tertinggi 35,28 cm, jumlah daun perumpun 11,67 helai, jumlah anakan perumpun 8,08 anakan, produksi per tanaman 46,35 g dan produksi per plot 1,17 kg. Perlakuan pupuk bokashi jerami padi berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah. Perlakuan terbaikterdapat pada perlakuan B3 menghasilkan tinggi tanaman tertinggi 35,11 cm, jumlah daun perumpun 10,44 helai, jumlah anakan perumpun 6,67 anakan, produksi per tanaman 43,39 g dan produksi per plot 1,09 kg. Interaksi pemberian pupuk NPK Mutiara dan pupuk bokashi jerami paditidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan tanaman bawang merah.