Surijadi Supardjo
Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik UNSRAT Manado

Published : 27 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Dampak Industri Kelapa Sawit Terhadap Lingkungan Perumahan dan Permukiman di Kecamatan Budong-Budong Kabupaten Mamuju Tengah Diniati, Wiwid; Warouw, Fela; Supardjo, Surijadi
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 12 No. 1 (2023): SABUA : JURNAL LINGKUNGAN BINAAN DAN ARSITEKTUR
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v12i1.48815

Abstract

Lokasi industri kelapa sawit di Kecamatan Budong-Budong berada pada kawasan industri yang berdekatan dengan lingkungan perumahan permukiman, dalam RTRW Kabupaten Mamuju Tengah 2017-2037 peruntukan lahan di Kecamatan Budong-Budong terdiri dari kawasan lindung dan kawasan budidaya termasuk didalamnya kawasan industri dan kawasan permukiman. Kondisi Lingkungan Perumahan dan Permukiman serta Infastruktur khususnya sangat terpengaruh oleh kawasan industri karena berada di sekitar kawasan industri, untuk menjawab rumusan masalah yang ada maka analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Analisis kondisi eksisting menggunakan teknis analisis overlay untuk mengetahui perubahan spasial, skoring pembobotan dengan skala likert guna mengetahui kondisi ketersediaan Prasarana sarana dan utilitas di lingkungan perumahan permukiman serta analisis deskriptif berdasarkan persepsi masyarakat menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengetahui dampak industri terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Dari hasil analisis dampak keberadaan industri kelapa sawit terhadap penggunaan lahan sekitar kawasan industri di Kecamatan Budong-Budong memperlihatkan bahwa terjadi perubahan yang signifikan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, hasil analisis terhadap kondisi fisik lingkungan perumahan dan permukiman menunjukkan bahwa indikator jalan dan MCK berdampak positif. Sedangkan pada kondisi limbah, drainase dan persampahan berdampak negatif. Dampak industri pada kondisi sosial-ekonomi membawa dampak sangat positif dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat, status sosial-ekonomi serta berkembangnya sarana penunjang pada lingkungan permukiman. Kata kunci: dampak industri; analisis spasial; PKP Abstract The location of the palm oil industry in Budong-Budong District is in an industrial area adjacent to a residential housing environment, in the 2017-2037 Mamuju Tengah Regency Spatial Plan land allotment in Budong-Budong District consists of protected areas and cultivation areas including industrial areas and residential areas. Housing and Settlement Environmental Conditions and Infrastructure in particular are very much affected by industrial areas because they are located around industrial areas. likert in order to determine the condition of the availability of infrastructure and utilities in residential areas as well as descriptive analysis based on public perceptions using a qualitative approach to determine the impact of industry on the social and economic conditions of the community. From the results of an analysis of the impact of the existence of the palm oil industry on land use around the industrial area in the Budong-Budong District, it shows that there have been significant changes in the last ten years. Meanwhile, the condition of waste, drainage and solid waste has a negative impact. The impact of industry on socio-economic conditions has had a very positive impact by increasing people's living standards, socio-economic status and the development of supporting facilities in residential areas. Keyword : industri impact; spatial analysis; PKP
Potensi Pengembangan Kawasan Wisata Pantai Desa Holtekamp Kecamatan Muara Tami Kota Jayapura Provinsi Papua Gwijangge, Lipen; Tilaar, Sonny; Supardjo, Surijadi
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2023): SABUA : JURNAL LINGKUNGAN BINAAN DAN ARSITEKTUR
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v12i2.52608

Abstract

AbstrakKecamatan Muara Tami tepatnya Desa Holtekamp merupakan destinasi wisata yang pengembangannya diprakarsai oleh Peraturan Daerah Kota Jayapura No. 9 Tahun 2002 tentang Kepariwisataan dan Rencana Wilayah Kota Jayapura (RTRW) 2013-2033. maka dari itu perlu penelitian bagaimana mengembangkan potensi wisata yang ada di Kecamtan Muara Tami ini. Tujuan penelitian ini yaitu Mengindentifikasi Potensi Kawasan Wisata Pantai Desa Holtekamp di Kecamatan Muara Tami Kota Jayapura dan Menganalisis Pengembangan Potensi Kawasan Wisata Pantai Desa Holtekamp di Kecamatan Muara Tami Kota Jayapura.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan kualitatif, dengan menggunakan teknik analisis SWOT. Dari hasil kajian bermakna bahwa potensi wisata yang dikembangkan di kawasan ini adalah Pantai Pasir Putih, Panorama Alam dan Batuan Unik. Selain itu, proyek pengembangan yang layak dilakukan antara lain pengembangan wisata yang menarik khususnya pariwisata dan wisata pariwisata, membuat website khusus untuk destinasi pariwisata di sub wilayah Muara Tami, serta peningkatan kerjasama promosi pariwisata, kemudahan akses. antara berbagai tujuan dan meningkatkan kesadaran tentang tujuan wisata. manajemen tujuan yang berkelanjutan.Kata Kunci: Potensi Pengembangan, Kawasan Wisata, Holtekamp.Abstract (10 pt)Muara Tami District, precisely Holtekamp Village, is a tourist destination whose development was initiated by Jayapura City Regional Regulation No. 9 of 2002 concerning Tourism and the Jayapura City Regional Plan (RTRW) 2013-2033. therefore it is necessary to research how to develop the existing tourism potential in Muara Tami District. The purpose of this study is to identify the potential for beach tourism in Holtekamp village in Muara Tami sub-district, Jayapura city and to analyze the development of potential for beach tourism in Holtekamp village in Muara Tami sub-district, Jayapura city. The method used in this research is descriptive and qualitative, using SWOT analysis techniques. From the results of the study it means that the tourism potential developed in this area is White Sand Beach, Natural Panorama and Unique Rocks. In addition, development projects that are feasible include developing attractive tourism, especially tourism and tourism, creating a special website for tourism destinations in the Muara Tami sub-region, as well as increasing cooperation in tourism promotion, ease of access. between various destinations and raise awareness about tourist destinations. sustainable goal management.Keyword: Development Potential, Tourism Area, Holtekamp
CREATIVE COWORKING CENTER (CCC) DI MANADO: Arsitekur Biofilik Haans, Christ I.; Prijadi, Rahmat; Supardjo, Surijadi
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Utara pada tahun 2022 mencapai 5,42%, menunjukkan kinerja ekonomi yang menjanjikan dan melampaui rata-rata nasional. Sektor-sektor utama seperti Pertanian, Kehutanan, Perikanan, Perdagangan, dan Transportasi serta Pergudangan menjadi pilar penting dalam mengembangkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) wilayah. Di tengah transformasi digital global, terjadi pergeseran model pekerjaan tradisional dengan meningkatnya jumlah pekerja Freelance dan Perusahaan Start-Up di Kota Manado, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara. Data statistik menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah Freelancer dan Perusahaan Start-Up di kota ini, dengan perkiraan pertumbuhan sekitar 10-15% setiap tahunnya. Feomena ini mendorong kebutuhan akan ruang kerja yang fleksibel, menghasilkan munculnya konsep coworking space yang menawarkan lingkungan kerja kolaboratif, fleksibel, dan inspiratif. Sebagai jawaban atas kebutuhan ini, muncul konsep Creative Coworking Center (CCC) di Kota Manado, bertujuan menyediakan ruang kerja inovatif, fleksibel, dan ramah lingkungan. Konsep ini mengakomodasi berbagai kebutuhan pengguna, dari area kerja pribadi hingga ruang kolaboratif yang luas. Dengan penerapan konsep Arsitektur Biofilik, Creative Coworking Center (CCC) diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang sehat, nyaman, dan inspiratif, yang mempromosikan kesejahteraan fisik dan mental bagi penggunanya, menjadikannya pusat kolaborasi, inovasi, dan pertumbuhan bagi perekonomian dan komunitas kreatif di Kota Manado. Kata Kunci : Creative Coworking Center (CCC), Kota Manado, Arsitektur Biofilik
CREATIVE SPACE DI MANADO: Flexibilitas Ruang Pada Arsitektur Kolondam, Annisa P. P. L.; Prijadi, Rahmat; Supardjo, Surijadi
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan Creative Space di Manado dengan Tema Flexibilitas Ruang pada Arsitektur bertujuan untuk menciptakan sebuah wadah untuk menampung berbagai kegiatan bagi komunitas-komunitas di kota Manado khususnya yang berada bidang kreatif. Creative Space ini dirancang untuk menarik komunitas kreatif dengan berbagai macam fasilitas yang dapat mendukung kegiatan kreatif. Industri kreatif di Indonesia terus berkembang, dengan kontribusi Rp1.211 triliun terhadap PDB nasional pada 2020. Di Manado, subsektor ekonomi kreatif yang signifikan meliputi kuliner, fesyen, musik, dan fotografi/media visual. Melalui pendekatan fleksibilitas ruang,desain bangunan mempunyai sifat-sifat fleksibel seperti ruangan pada bangunan memiliki ukuran yang luas, memiliki bentuk dan furnitur ruang yang fleksibel sehingga dapat dialih fungsikan untuk berbagai kegiatan yang akan di selenggarakan. Creative Space diharapkan menjadi pusat kolaborasi, bertukar pikiran, dan promosi karya bagi komunitas kreatif di Manado. Kata Kunci : Creative Space, Kota Manado, Fleksibilitas Ruang
SAMPAH DAN WISATA KEC. MAPANGET KOTA MANADO: Ekologi Arsitektur Alma’mun, Alfitrah H.; Supardjo, Surijadi; Prijadi, Rahmat
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah merupakan salah satu material sisa yang sudah tidak di butuhkan, namun beberapa sampah bisa di gunakan kembali untuk di daur ulang tergantung keinginan dan kegunaan sampah itu sendiri. Perencanaan pengolahan sampah merupakan Langkah awal dalam melaksanakan pembangunan bidang persampahan sebagai dasar pengelolaan adalah melakukan praparasi atau persiapan. Pengurangan jumlah sampah bisa dicapai melalui pendekatan 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle), yang kemudian dikenal sebagai konsep Tempat Pengelolaan Sampah 3R atau TPS 3R. Kunjungan wisata edukasi menjadi salah satu program yang menggabungkan kegiatan wisata dengan muatan pendidikan sehingga tercipta pembelajaran rekreatif. Di Kota Manado tepatnya kecamatan mapanget sudah di dirikan TPS 3R yang di kelola oleh masyarakat dalam perhaian pemerintah dan bantuan dari swasta. Kata Kunci: Tempat Pengolahan Sampah Terpadu, Wisata Edukasi
SCIENCE AND TECHNOLOGY PARK DI KOTA MANADO PROVINSI SULAWESI UTARA: Design For Greater Efficiency (DFGE) Asis, Muhammad Rafly; Sangkertadi; Supardjo, Surijadi
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manado Science and Technology Park adalah pusat pengetahuan dan hiburan yang berfokus pada sains dan teknologi. Pembangunan objek ini di Kota Manado diharapkan menjadi ikon baru yang merepresentasikan kota tersebut. Sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Utara, Manado memiliki banyak fasilitas hiburan, tetapi masih minim fasilitas yang berorientasi pada edukasi. Dengan hadirnya Manado Science and Technology Park, diharapkan dapat mendukung perkembangan sektor-sektor penting, seperti pendidikan, ekonomi, dan pariwisata, khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Konsep "Logika Design for Greater Efficiency" diterapkan untuk memastikan efisiensi energi pada bangunan. Terdapat berbagai cara untuk mengurangi kebutuhan energi, sehingga penggunaan energi pada bangunan menjadi lebih hemat dan berkelanjutan. Lokasi yang dipilih untuk pembangunan berada di Jl. Dr. Sh Sarundajang, Paniki Bawah, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara. Meskipun tidak berada di pusat kota, lokasi ini tetap strategis dan mudah diakses. Kata Kunci : Science, Technology, Park, Design, Efficiency, Manado, Sulawesi Utara.
Understanding The Consequences of a City’s Spatial Structure through its Density Profile as Indicator. A Case Study in Manado Municipal, North Sulawesi, Indonesia H.A. Rogi, Octavianus; O. Waani, Judy; Supardjo, Surijadi
Devotion : Journal of Research and Community Service Vol. 5 No. 2 (2024): Devotion: Journal of Research and Community Service
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/devotion.v5i2.688

Abstract

This paper aims to identify the spatial structure of Manado municipal, capital of North Sulawesi Province in Indonesia, through its density profile as indicator, which is the trend of density level according to the spatial units distance to the city center. This paper also tries to elaborate on the potential problems in the city as well as the urban planning policy which are associated with the spatial structure identified. The data used are the maps of administrative and built-up area and the distribution of population and service center by spatial units in Manado. The parameters of density profile examined are the administrative and built up density and the accessibility distance to the city center from the service center of the spatial units. By interpreting the existing density profile based on some relevant theoretical premises, the spatial structure type and its associative problems and policy can be identified. The result shows that the spatial structure of Manado municipal tends to be monocentric in certain boundary from the city center, but start shifting to polycentric pattern in the peri-urban zone. This characteristic is associated with some potential problems such as acute traffic congestion, air pollution, emerging of slum and squatter and the increased risk of disasters, specifically on downtown area. In the peri-urban zone, the potential significant problems is the phenomenon of sprawling and all its associated impacts such as fragmentation of green open space, increased dependence on private vehicles and increased investment and maintenance costs for infrastructure.