Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Evaluasi Kandungan Formalin Pada Ikan Asin Di Lampung Mahrus Ali; Suparmono Suparmono; Siti Hudaidah
AQUASAINS Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Perikanan dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.238 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan formalin pada ikan asin yang beredar di provinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik purposive sampling. Identifikasi formalin dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan teskit formalin antilin® yang dilanjutkan dengan analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk ikan asin yang terdapat di Lampung sangat beragam baik ditinjau jenis ikan, karakteristik maupun bentuk olahan. Ikan asin yang mengandung formalin sebanyak 25,92% dari sampel yang diteliti dengan kadar formalin berada pada level yang membahayakan, terutama sampel ikan layur dari Lampung Timur, ikan sebelah dari Bandar Lampung dan ikan nila dari Lampung Selatan.
ARTIFICIAL SUBSTRATES INCREASED SURVIVAL AND GROWTH OF HYBRID CATFISH (Clarias gariepinus >< C. macrocephalus) Abimanyu Pramudya Putra; Yudha Trinoegraha Adiputra; Suparmono Suparmono
AQUASAINS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Perikanan dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.873 KB)

Abstract

Artificial substrates on fish cultured applied to distinguish benefit on growth dan survival of hybrid catfish (Clarias gariepinus >< C. macrocephalus). Catfish has been cultured in intensive method and limited pond bottom. This study used completely random design with treatments consists of normal pond bottom; 1.5 folds; 2 folds and  2.5 folds of pond bottom. Results showed artificial substrates 1.5  dan 2 folds receive abundant fish for rest compare to normal pond bottom (P>0.05). Applied 2 folds of artificial subsrates showed better growth parameters (body weight and total length) of hybrid catfish compared to other treatment (P<0.05). Population and survival of hybrid catfish on 1.5 folds; 2 folds and 2.5 folds of artificial substrates significanlt different compared to normal pond bottom (P<0.05). Biomass of hybrid catfish has maximum gain while used 1.5 folds and 2 folds of artificial substrates (P<0.05). This study prove  that artificial pond bottom benefit to aquaculture in term use of energy for growth effectively.
KAJIAN PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG TAPIOKA SEBAGAI BINDER DALAM PAKAN BUATAN TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA GIFT (Oreochromis sp.) Ike Yunita Sari; Limin Santoso; Suparmono Suparmono
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.722 KB)

Abstract

Ikan nila (Oreohromis sp.) merupakan ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi sehingga banyak dibudidayakan. Faktor penting dalam budidayaikan adalah ketersediaan pakan. Harga bahan baku pakan yang semakin tinggimenyebabkan harga pakan meningkat, sehingga untuk menekan harga pakan perlu dicari bahan baku lokal yang mudah didapat dan harga terjangkau. Salah satunya dengan memanfaatkan tepung tapioka sebagai bahan perekat untuk pakan buatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan tepung tapioka sebagai bahan perekat pada pakan ikan nila. Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga Mei 2016 di Laboratorium Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan tiga ulangan yaitu A (pakan ikan dengan perekat carboxy methyl cellulose 2,5%), B (pakan ikan dengan perekat tepung tapioka 5%), C (pakan ikan dengan perekat tepung tapioka 7,5%), dan D (pakan ikan dengan perekat tepung tapioka 10%). Data yang diperoleh dianalisis dengan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan D (pakan ikan dengan perekat tepung tapioka 10%) memberikan pengaruh nyata terhadap ketahanan pakan dalam air, laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila. Perlakuan D menghasilakan pertumbuhan berat mutlak 3,68 gram, daya tahanpakan dalam air paling lama 83 menit 26 detik, rasio konversi pakan 1,17 dankelangsungan hidup 100%. 
STUDI GANGGUAN TRANSFORMATOR DISTRIBUSI PADA JARINGAN DISTRIBUSI 20 KV DI PT PLN (PERSERO) RAYON MEDAN BARU Suparmono Suparmono
MEDIA ELEKTRIKA Vol 15, No 1 (2022): MEDIA ELEKTRIKA
Publisher : PSTE UNIMUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/me.v15i1.9977

Abstract

Penggunaan trafo distribusi mempunyai peranan yang sangat penting dalam pendistribusian energi listrik pada suatu sistem distribusi. Trafo yang digunakan harus dijaga dengan baik agar keandalannya terjaga stabil, sehingga terhindar dari bentuk gangguan. Apabila terjadi gangguan maka akan mengakibatkan terputusnya kontinuitas penyaluran tenaga listrik ke konsumen dan juga kerugian bagi konsumen dan PLN itu sendiri. Beberapa gangguan yang sering terjadi adalah karena beban lebih, beban tidak seimbang, sambaran petir dan gangguan internal pada trafo (gangguan yang berasal dari trafo itu sendiri). Melalui penelitian ini akan diambil studi kasus pada jaringan distribusi 20 kV di PT. PLN (Persero) Rayon Medan Baru.
ANALISA EKONOMI USAHA PETERNAKAN AYAM PETELUR PADA UMUR PULLET BERBEDA DI BERLIAN FARM KABUPATEN BLITAR Suparmono Suparmono; Camal Adhi Maskur; David Kurniawan
Jurnal Agriovet Vol. 1 No. 2 (2019): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisa usaha peternakan ayam petelur di peternakan Berlian Farm Kabupaten Blitar pada umur pullet berbeda yaitu umur pullet 13 minggu dan 16 minggu ditinjau dari aspek ekonomi dan keuangan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus (case study). Materi yang digunakan adalah ayam petelur dengan jumlah rata–rata 3000 ribu ekor per flok dengan umur 13 minggu dan 16 minggu dengan semua aspek yang mencakup semua bagian dari analisis ekonomi ayam petelur seperti hasil produksi telur, kandang, pakan, peralatan dan lain-lain. Variabel yang diamati adalah biaya produksi, penerimaan. pendapatan dan R/C ratio. Analisis data yang dilakukan dengan analisis deskriptif dan analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Usaha peternakan ayam petelur dengan menggunakan pullet umur 16 minggu menunjukan hasil analisa ekomoni yang lebih baik dibandingkan dengan pullet umur 13 minggu. Ayam petelur dengan umur pullet 16 minggu menunjukkan biaya produksi yang lebih rendah dibandingkan dengan umur pullet 13 minggu. Pendapatan ayam petelur dengan umur pullet 16 minggu lebih tinggi dibandingkan dengan umur pullet 13 minggu.
Analisis Instalasi Kelistrikan Pada Wisata Sawah Pematang Johar Rimbawati, Rimbawati; Afiza, Defri; Cholish, Cholish; Suparmono, Suparmono; Kusuma, Budhi Santri
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1171.537 KB) | DOI: 10.30596/rele.v4i2.9563

Abstract

Energi listrik merupakan salah satu energi yang sangat vital perannya dalam kehidupan sehari-hari. Kenyataan ini memicu permintaan akan energi listrik dari tahun ke tahun semakin meningkat, dengan berkembangnya sektor perumahan, hotel, mall, sekolah, kantor, industri dan lain sebagainya. Akibat dari bertambahnya jumlah penduduk maka kebutuhan masyarakat akan semakin bertambah. Pada penelitian ini terdapat dua supply energi yaitu PLN dan PLTS dalam proses distribusi akan banyak permasalahan baik faktor internal dan eksternal, seperti luas penampang, kapasitas proteksi dll. Dampak dari masalah di atas dapat berakibat sangat fatal mulai dari terjadinya kebakaran sampai bisa membunuh orang yang terkena dampaknya. Pada penelitian ini di lakukan analisis kelistrikan disana untuk mengetahui apakah sesuai dengan standart PUIL atau tidak yang akan membahayakan orang sekitar. Dalam metode perhitungan ini akan mengetahui detail permasalahan yang ada disana mulai dari penghantar, beban, proteksi, dll. Analisa ini mendapatkan hasil total beban sebesar 5295 watt dengan daya input 5500 watt atau 25 A pada jalur PLN. Dan 1505 watt dengan daya input 2200 watt atau 10 A pada jalur PLTS. Nilai rata-rata KHA pada jalur PLN sebesar 0,99 ohm, pada jalur PLTS sebesar 1,51 ohm. Nilai rata-rata losses pada jalur PLN sebesar 5,07 watt pada jalur PLTS 0,39 watt.
Edukasi Mitigasi Bencana Banjir Rob di Pesisir Kota Bandar Lampung Muhammad Reza; Suparmono Suparmono; David Julian; Rizha Bery Putriani
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 3 No. 1 (2024): Februari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v3i1.3467

Abstract

Wilayah pesisir merupakan wilayah yang memiliki kekayaan alam yang berlimpah baik dari sumberdaya alam maupun dari jasa-jasa lingkungan. Sumberdaya alam yang ada di wilayah pesisir yaitu perikanan, pertambangan, jasa ekowisata dan lain-lain. Selain memiliki kekayaan alam yang berlimpah wilayah pesisir ini merupakan wilayah yang rawan bencana alam dibandingkan dengan sungai atau daratan. Mitigasi bencana dibutuhkan pemahaman masyarakat terhadap langkah-langkah apa saja yang perlu dilakukan dalam melaksanakan mitigasi, agar tujuan mitigasi sebagai upaya mengurangi resiko bencana dapat berjalan dengan baik dengan semestinya. Penyampaian materi dilakukan dengan ceramah dan diskusi antara pemateri dan masyarakat yang berlangsung di kantor kelurahan Bumi Waras. Hasil yang diperoleh sebelum dilakukan mitigasi yaitu sekitar 21 responden belum mengetahui dan sekitar 14 sudah mengetahui tentang mitigasi bencana alam di wilayah pesisir. Setelah dilakukan sosialisasi mtiigasi bencana berdasarkan hasil post test diperoleh sekitar 34 responden sudah mengerti mengenai mitigasi bencana alam di wilayah pesisir.
Development of a Quality Evaluation Model for Village Government Financial Reporting in Boyolali Regency, Center Java, Indonesia Mahsun, Mohamad; Junaidi , Junaidi; Sumiyana, Sumiyana; Nurdiono, Nurdiono; Suparmono, Suparmono
Studi Akuntansi, Keuangan, dan Manajemen Vol. 4 No. 2 (2025): Januari
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/sakman.v4i2.3614

Abstract

Purpose: This study aims to evaluate the quality of financial reporting in village administrations, which is crucial for effectively managing village funds in Indonesia. Methodology: In 2020, this study involved 164 participants and employed a mixed-methods approach combining quantitative and qualitative techniques. The financial reporting quality model classifies data into three categories: Cluster A (audit-ready), Cluster B (needing oversight), and Cluster C (requiring intervention). Results: The quality assessment model for village financial reporting can be categorized into three clusters: Cluster A, readiness for audit (51%); Cluster B, need for supervision (33%); and Cluster C, need for assistance (16%). Conclusions: This study highlights the importance of good governance in village financial reporting, emphasizing the need for accountability and transparency. The research proposes a quality assessment model that categorizes villages into three clusters: audit-ready (51%), requiring supervision (33%), and needing assistance (16%). Adequate human resources and adherence to regulatory standards are key factors in improving the quality and reliability of village financial reports. Limitations: This research was conducted during a period when standardized accounting principles for village finances have not yet been established, which represents a key limitation. High-quality financial statements are characterized by compliance with applicable accounting standards. The suboptimal quality observed in the financial statements of many villages is likely attributable to the absence of specific accounting standards governing village financial reporting. Contribution: Theoretically, this study seeks to identify practical concepts for managing village finances. The proposed financial reporting quality model offers a framework for improving the quality of village financial reports while enhancing the understanding of financial reporting practices in village governments, particularly in Boyolali Regency.
Hotel Tax Optimization Strategy Through Regulatory and Root Cause Approach Suparmono, Suparmono
Telaah Bisnis Vol 25, No 2 (2024): December 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35917/tb.v25i2.538

Abstract

This study aims to analyze the root causes of suboptimal regional tax revenues, especially from hotel taxes. The research location is in Klaten Regency, Central Java Province. The analysis tool used is root cause analysis (RCA). Data collection was carried out using interview techniques, observation, regulatory analysis, and other possible primary data collection techniques. Primary data was obtained from interviews and FGDs with hotel managers and other stakeholders, while data collection techniques were carried out using stratified cluster sampling for each class of star and non-star hotels. From the results of the analysis, it was concluded that there were four root causes. First, the transition period for the implementation of Law Number 1 of 2021 concerning financial relations between the central and regional governments (HKPD) which makes it difficult for regions to collect. Second, the implementation of an information technology-based tax collection system has not been carried out. Third, the location of Klaten Regency is flanked by the cities of Solo and Yogyakarta. Fourth, there are no objects that are the main attractions for tourists to visit Klaten Regency which require a visit time of more than one day. Improvement and updating of the taxpayer database and potential revenue from each hotel, implementation of the tapping box system through cooperation between local governments and banks, digitalization of the hotel tax recording system, and cooperation in pricing strategies between hotels are the four main strategies for increasing hotel taxes in Klaten Regency.
PKM PENERAPAN TEKNOLOGI MESIN OTOMATIS PENCACAH RUMPUT BERBASIS MOTOR LISTRIK PADA PETERNAKAN PAK YASIR DI DESA SEI MENCIRIM SUNGGAL DELI SERDANG SUMATERA UTARA Sitepu, Trahman; Suparmono, Suparmono; Pardede, Sutan; Sitorus, Nobert; Cholish, Cholish; Abdullah, Abdullah
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v4i3.2804

Abstract

ABSTRAKPengabdian masyarakat ini merupakan salah satu program fakultas kampus Politeknik Negeri Medan. Dengan adanya kegiatan nirlaba ini bertujuan untuk menjadi semacam kepedulian civitas akademika terhadap permasalahan masyarakat dan lembaga nirlaba yang menyalurkan tugas-tugas sosial untuk secara efektif meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sebagai tim pengabdian kepada masyarakat, kami berupaya memberikan kontribusi ilmiah dengan melaksanakan kegiatan pengabdian ini tentang penerapan teknologi mesin otomatis pencacah rumput berbasis motor listrik pada peternakan pak yasir di sunggal. Adapun kegiatan pengabdian masyarakat ini memiliki fokus penelitian terhadap penggunaan alat pencacah rumput manual maupun otomatis tetapi masih mempunyai kekurangan fungsi serta masih banyak masalah terhadap alat yang digunakan, terutama untuk yang alat mesin (otomatis) sangat boros terhadap bahan bakarnya. Alat yang biasa digunakan juga memiliki harga yang sangat mahal dan suara mesin yang cukup bising sehingga tidak kondusif dalam menggunakannya. Dengan demikian, melalui program kegiatan masyarakat ini akan memberikan alat yang sudah dirancang secara efektif kepada kelompok petani yang biasa berada di area persawahan maupun rerumputan guna dalam mengambil hasil rumput untuk hewan ternak nya maupun bisa di olah ke fungsi pangan yang lain. Alat mesin pencacah rumput ini juga sudah teruji sangat layak digunakan dan menghasilkan pemotongan rumput yang cepat serta ramah untuk lingkungan sekitar.  Kata Kunci : Penerapan, Mesin Pencacah Rumput, Motor Listrik