Andri Suprayogi
Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Published : 133 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 124 Documents
Search
Journal : Jurnal Geodesi Undip

APLIKASI FOTOGRAMMETRI JARAK DEKAT UNTUK PEMODELAN 3D WAJAH MANUSIA Ananingtyas, Fadlila; Prasetyo, Yudo; Suprayogi, Andri
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (932.023 KB)

Abstract

ABSTRAKWajah adalah bagian frontal kepala manusia, membentang dari dahi ke dagu dan termasuk mulut, hidung, pipi, dan mata. Identitas seseorang dapat dibangun berdasarkan  wajah. Oleh karena itu, wajah banyak digunakan diberbagai token otentikasi seperti KTP, paspor dan SIM. Fotogrametri jarak dekat merupakan salah satu bidang penerapan fotogrametri yang dapat digunakan untuk perekaman objek dengan jarak kurang dari 100 meter. Fotogrametri jarak dekat dapat dimanfaatkan dalam pemodelan 3D bangunan, kendaraan, jembatan maupun forensik.Pada penelitian ini, metode fotogrametri jarak dekat digunakan untuk pemodelan 3D wajah manusia dengan kamera digital non metrik. Kamera yang digunakan harus melalui proses kalibrasi untuk mengetahui parameter internal kamera. Proses kalibrasi dan pengolahan data dalam tugas akhir ini menggunakan perangkat lunak PhotoModeler Scanner v.7 2013. Tahap pemodelan bangunan terdiri dari marking dan referencing, proses hitungan dan pembuatan model 3D, dan visualisasi model 3D. Data yang digunakan adalah data foto yang diambil secara keseluruhan mengelilingi wajah objek manusia.Hasil akhir dalam penelitian ini adalah model 3 dimensi wajah manusia. Pengujian hasil pengolahan model 3D dilakukan dengan analisis perbandingan selisih jarak dan analisis visual oleh dokter ahli forensik. Dari hasil pengolahan data, didapat nilai RMS foto terbesar adalah 1,275 piksel. Hasil statistik menunjukkan bahwa hubungan variabel hasil Photomodeler memiliki korelasi/keterkaitan secara positif dengan variabel hasil ukuran forensik dengan hasil nilai sig 0,000000513922 memenuhi tingkat signifikansi 5%. Potensial akurasi pemrosesan model 3D masih rendah yaitu nilai 2 (Low). Berdasarkan hasil perbandingan jarak 3D, menunjukkan bahwa pemodelan memiliki nilai rata-rata selisih sebesar 1,066 mm, dengan nilai deviasi sebesar ±1,323 mm. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pengukuran hasil model dan hasil pengukuran meteran.Kata Kunci : Fotogrametri Jarak Dekat, Kamera Digital Non Metrik, Wajah Manusia, Antropologi, PhotoModeler Scanner  ABSTRACTThe face is the frontal part of the human head, stretching from the forehead to the chin including the mouth, nose, cheeks and eyes. A person's identity can be recognized based on the face. Therefore, the face is widely used in various authentication tokens such as ID cards, passports and driver's license. Fotogrametri close range is one of the areas of application of photogrammetry. Close range photogrammetry can be used for recording the object within less than 100 meters. Close range photogrammetry is typically used in 3D modeling of buildings, vehicles, bridges and forensics. In this study, close-range photogrammetry method used for 3D modeling of human faces with non-metric digital camera. The camera is used to go through the calibration process to determine the internal parameters of the camera. The Process calibration and data processing in this study use software PhotoModeler Scanner v.7 2013. The building modeling stage consists of marking and referencing, the count process and 3D model creation and visualization of 3D models. The data used is the data of photos taken as a whole around the face of a human object .The final result in this study is three-dimensional model of a human face. The test results of the processing of 3D models performed by a comparative analysis of distances and visual analysis by forensic specialists. From the data processing, obtained the RMS value of the largest photo was 1.275 pixels. The statistical results showed that the relationship Photomodeler outcome variables have a correlation / relationship positively with variable results with the results of forensic size sig .000000513922 meet the 5% significance level. Potential accuracy of processing the 3D model still lower that the value of 2 (Low). Based on the comparison results within the 3D modeling has showed that the average value of a difference is 1.066 mm, with a deviation of ± 1.323 mm. This shows that there is no significant difference between the measurement results of the model and meter measurement results.Keywords: Close Range Photogrammetry, Digital Camera Non Metrics, Human Face, Anthropology, PhotoModeler Scanner  *) Penulis Penanggung Jawab
ANALISIS EFEKTIVITAS RUANGAN KULIAH DI KAMPUS TEKNIK GEODESI UNIVERSITAS DIPONEGORO BERDASARKAN PARAMETER KAPASITAS, SUARA DAN PENCAHAYAAN RUANGAN Ryadi, Michael Vashni Immanuel; Wijaya, Arwan Putra; Suprayogi, Andri
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.685 KB)

Abstract

ABSTRAK Dalam lingkungan kampus Departemen Teknik Geodesi Universitas Diponegoro, sivitas akademika sering menggunakan ruangan untuk berbagai keperluan, khususnya untuk kegiatan kuliah. Faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan ruangan untuk perkuliahan adalah kapasitas, kebisingan, kejelasan percakapan dan pencahayaan ruangan. Dengan jumlah mahasiswa yang banyak dibandingkan dengan jumlah ruangan yang tersedia untuk kegiatan kuliah perlu dilakukan suatu studi untuk menganalisa efektivitas dari penggunaan ruang kuliah tersebut.Perkembangan teknologi pemetaan kini semakin mendukung untuk melakukan pemodelan objek secara tiga dimensi. Metode pemodelan objek secara tiga dimensi yang dapat dikembangkan adalah metode Close Range Photogrammetry atau fotogrametri rentang dekat. Model tiga dimensi ruangan yang telah terbentuk akan disederhanakan menjadi batas ruangan yang akan digunakan dalam penilaian ruangan. Pada penelitian ini, penilaian efektivitas ruangan didasarkan pada hasil pengukuran antropometri untuk analisis kapasitas, pengukuran akustik untuk analisis kebisingan dan kejelasan percakapan serta pengukuran pencahayaan ruangan untuk analisis pencahayaan ruangan.Hasil dari penelitian ini adalah penilaian tingkat efektivitas ruangan pada lima ruangan kuliah di kampus Teknik Geodesi Universitas Diponegoro. Tingkat efektivitas yang diperoleh adalah sedang dan kurang efektif. Ruangan dengan tingkat efektivitas sedang terbesar adalah ruang C.102 dengan presentase 85,3% sedangkan ruang dengan tingkat efektivitas kurang efektif terbesar adalah ruang B.301 dengan presentase 100%. Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis menyarankan untuk untuk melakukan penambahan daya lampu pada seluruh ruangan dan penambahan pengeras suara di ruangan B.301.
ANALISIS KESEHATAN HUTAN MANGROVE BERDASARKAN METODE KLASIFIKASI NDVI PADA CITRA SENTINEL-2 (Studi Kasus : Teluk Pangpang Kabupaten Banyuwangi) Kawamuna, Arizal; Suprayogi, Andri; Wijaya, Arwan Putra
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.496 KB)

Abstract

ABSTRAK Teluk Pangpang terletak di kecamatan Muncar dan kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi. Kedua kecamatan ini berlahan basah dan memiliki keanekaragaman ekosistem, baik ekosistem pasir, ekosistem rawa, ekosistem payau, dan ekosistem mangrove. Ekosistem mangrove adalah salah satu obyek yang bisa diindentifikasi dengan menggunakan teknologi penginderaan jauh. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah citra satelit Sentinel-2 tahun 2016. Dalam menentukan luasan mangrove di daerah penelitian, penulis menggunakan metode Supervised Classification sementara untuk menentukan tingkat kesehatan vegetasi mangrove di daerah penelitian, penulis menggunakan algoritma Normalized Difference Vegetation Index (NDVI).Berdasarkan penelitian, hasil konfusi matrik dengan Overall Accuration 99,189% dan koefisien kappa 0,987. Nilai NDVI mangrove di Teluk Pangpang dengan data tertinggi 0,811 dan terendah -0,119. Korelasi antara NDVI dengan nilai kerapatan jenis yaitu 0,91. Hasil korelasi tersebut termasuk korelasi sangat kuat (0,75–1,00). Koefisien korelasi bertanda positif menunjukkan hubungan nilai NDVI pada citra dengan nilai kerapatan jenis adalah satu arah. Semakin tinggi nilai NDVI (kesehatan vegetasi sangat baik), maka semakin tinggi pula nilai kerapatan jenis. Hasil luasan mangrove sebesar 1039,21 ha. Dari total luas tersebut, 246,62 ha atau 23,73% daerah luasan mangrove memiliki kondisi yang sangat baik dan 409,31 ha atau 39,39% daerah luasan mangrove memiliki kondisi yang baik. Kedua kondisi tersebut didominasi di kecamatan Tegaldlimo. Selain itu, luas 148,77 ha atau 14,32% merupakan daerah mangrove dengan kondisi normal, 19,62 ha atau 1,89% merupakan daerah mangrove dengan kondisi buruk dan 214,89 ha atau 20,6% merupakan daerah mangrove dengan kondisi sangat buruk, ketiga kondisi tersebut didominasi di kecamatan Muncar. Kata Kunci: Mangrove, NDVI, Sentinel-2, Supervised Classification ABSTRACTPangpang bay is located in Muncar and Tegaldlimo districts, Banyuwangi. Both districts are wetlands and have a diversity of ecosystems such as sand ecosystem, coastal ecosystem, brackish ecosystem, and mangrove ecosystem. The mangrove ecosystem is one of the objects that can be identified using remote sensing technology. The data used in this research is Sentinel-2 year 2016 satellite image. In determining the extent of mangroves in the research area, the writer uses Supervised Classification method, while in determining the level of mangrove vegetation health in the research area, the writer uses Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) algorithm.According to the research, the result of matrix confusion with Overall Accuration is 99,189% and kappa coefficient is 0,987. The NDVI value of mangrove in Pangpang bay reaches 0,811 as the highest value and 0,119 as the lowest value. The correlation between NDVI and the value of density of type is 0,91. The result of the correlation is included to a very strong correlation 0,75-1,00). The positive correlation coefficient shows that the relationship between NDVI value on the image with the density of type is one direction. The higher NDVI value (vegetation health is very good), the higher density of type value. The result of the mangrove extent is 1039,21 ha. From the total extent, 246,62 ha or 23,73% of the area has a very good condition and 409,32 ha or 39,39% of the area has a good condition. Both conditions are dominated in Tegaldlimo district. Furthermore, 148,77 ha or 14,32% of mangroves area has normal condition, 19,62 ha or 1,89% of the area has poor condition, and 214,89 ha or 20,6% of the area has very poor condition. The three conditions are dominated in Muncar district. Keywords:  Mangrove, NDVI, Sentinel-2, Supervised Classification
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) UNTUK INVENTARISASI SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN MENGGUNAKAN GOOGLE MAPS API (STUDI KASUS: KEC. KALIWUNGU KAB. KENDAL) Ahyani, Ikhlasul Amal; Suprayogi, Andri; Awaluddin, Moehammad
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.689 KB)

Abstract

Kecamatan Kaliwungu sebagai salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Kendal merupakan wilayah yang padat penduduk dan berkembang. Aspek pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah tatanan masyarakat yang mana dengan pendidikan tersebut tingkat sumber daya masyarakat dapat berkembang dan mengalami kemajuan. Dinas Pendidikan Kecamatan Kaliwungu mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bidang pendidikan di wilayah Kecamatan Kaliwungu. Penyediaan informasi kepada masyarakat mengenai pendidikan, khususnya sekolah, menjadi hal yang sangat penting guna mendukung kegiatan pelayanan Dinas Pendidikan Kecamatan Kaliwungu. Aplikasi informasi sarana dan prasarana pendidikan berbasis WebGIS dipilih karena dalam penyampaian dan tampilan sebuah sistem informasi geografis lebih menarik dan sangat merepresentasikan kondisi sebenarnya yang ditampilkan dalam sebuah peta, baik peta garis, citra satelit, maupun model permukaan digital. Aplikasi ini dikembangkan dengan menggunakan kerangka website HTML, bahasa pemrograman (JavaScript dan PHP), MySQL sebagai basis data, dan Google Maps API. Hasil akhir dari penelitian ini adalah berupa aplikasi WebGIS yang menyajikan informasi sarana dan prasarana pendidikan berdasarkan posisi, kemudian dilengkapi dengan peta, penunjuk arah, dan fitur lainnya. Kata Kunci : Kaliwungu, Sarana, Prasarana, Pendidikan, Aplikasi, GIS, Web, Google Maps
ANALISIS PERUBAHAN LAHAN DAN ZONA NILAI TANAH DI KECAMATAN UNGARAN TIMUR AKIBAT PEMBANGUNAN JALAN TOL SEMARANG - SOLO (TAHUN 2008 – 2017) Nathania, Jessica; Subiyanto, Sawitri; Suprayogi, Andri
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.229 KB)

Abstract

ABSTRAK Kecamatan Ungaran Timur memiliki luas wilayah seluas 61,715 km² dan terdiri dari 10 desa yang berada di Kabupaten Semarang. Kecamatan Ungaran Timur memiliki berbagai bentuk pemanfaatan lahan, dari banyaknya penggunaan lahan penting mulai dari permukiman, industri, jalan dan fasilitas umum lainya. Seiring berjalannya waktu, penggunaan lahan akan mengalami perubahan seiring dengan pembangunan yang ada. Pembangunan jalan tol Semarang – Solo pada tahun 2009 yang dilakukan oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk merupakan salah satu faktor yang mengakibatkan perubahan penggunaan lahan di Kecamatan Ungaran Timur. Seiring dengan bertambahnya waktu, Ungaran Timur menjadi kecamatan yang cukup padat. Semakin tingginya aktivitas manusia menyebabkan perubahan penggunaan lahan yang berpengaruh terhadap perubahan nilai tanah di wilayah tersebut.Penelitian ini menggunakan citra resolusi tinggi tahun 2008 dan 2016, dan peta penggunaan lahan tahun 2008 dan 2017. Data tersebut digunakan untuk menganalisis perubahan penggunaan lahan. Sedangkan, analisis perubahan nilai tanah menggunakan peta zona nilai tanah tahun 2008 dan peta zona nilai tanah tahun 2017 yang didapatkan dari hasil survei lapangan. Dari hasil tersebut, dilakukan analisis pengaruh perubahan penggunaan lahan terhadap perubahan nilai tanah di Kecamatan Ungaran Timur sebagai akibat dari pembangunan jalan tol Semarang – Solo.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi perubahan penggunaan lahan pada tahun 2008 – 2017. Kenaikan penggunaan lahan tertinggi terdapat pada permukiman sebesar 2,93% dan kenaikan terendah terdapat pada rest area tol sebesar 0,14%. Sedangkan penurunan penggunaan lahan tertinggi terdapat pada semak belukar yaitu sebesar 1,20% dan penurunan terendah terdapat pada lahan kosong sebesar 0,03%. Kenaikan dan penurunan tersebut mengacu terhadap luas Kecamatan Ungaran Timur. Perubahan zona nilai tanah akibat adanya pembangunan jalan tol dilihat dari radius 1 km dari pintu exit tol menunjukkan bahwa kenaikan harga rata-rata tanah tertinggi adalah sebesar Rp 5.039.000  terjadi karena adanya perubahan penggunaan lahan dari Tegalan menjadi Permukiman dan Perkebunan menjadi Permukiman. Sedangkan, kenaikan harga rata-rata terendah yaitu sebesar Rp 530.000 yang terjadi karena adanya perubahan penggunaan lahan dari Tegalan menjadi Permukiman dan Perkebunan menjadi Permukiman. 
ANALISIS IDENTIFIKASI KAWASAN KARST MENGGUNAKAN METODE POLARIMETRIK SAR (SYNTHETIC APERTURE RADAR) DAN KLASIFIKASI SUPERVISED Shiska, Pran; Prasetyo, Yudo; Suprayogi, Andri
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1473.849 KB)

Abstract

ABSTRAKIndonesia mempunyai bentang alam yang sangat beragam, salah satunya adalah bentang alam karst.Di Kecamatan Cipatat terdapat bentang alam karst yang berada pada batu gamping formasi Rajamandala. Topografi kawasan karst Cipatat berbentuk bukit dantelah mengalami perubahan akibat penambangan karst. Dengan memanfaatkan pengindraan jauh aktif atau sistem RADAR dilakukan identifikasi kawasan karst. Saat ini masih sedikit yang mengembangkan metode klasifikasi citra berbasis RADAR untuk identifikasi geologi, khususnya di negara Indonesia yang beriklim tropis.Penelitian ini menggunakan citra ALOS PALSAR 1.1 dual polarisasi (HH, HV) tahun 2007-2008. Identifikasi karst menggunakan tiga parameter (Anisotropy, Entropy dan Alpha) dari metode dekomposisi polarimetrik H/α/A dimana masing-masing parameter merepresentasikan sifat fisik objek. Karst biasanya berada di bawah penutup lahan maka dilakukan klasifikasi dengan algoritma supervised wishart untuk klasifikasi tutupan lahan (non karst). Tutupan lahan ini digunakan untuk melihat keterkaitan hasil identifikasi kawasan karst dengan penutup lahan.  Validasi dilakukan dengan membandingkan koordinat geografis citra hasil identifikasi karst dengan koordinat citra pada Google Earth dan dibantu data geologi karst.Kawasan karst teridentifikasi seluas 533 Ha (2007) dan 1165 Ha (2008) dengan perubahan luas 632 Ha.  Diketahui karst termasuk tipe surface scattering, keacakan hamburan sedang dan kekasaran permukaan sedang. Kemudian kawasan karst paling banyak teridentifikasi pada tutupan lahan vegetasi jarang. Untuk kawasan non karst (tutupan lahan) diperoleh  nilai overall accuracy 53,83% dan kappa 46,13% (2007). Kemudian overlay accuracy 53,41% dan kappa 45,65%(2008). Hal ini mengindikasikan nilai akurasi kelas tutupan lahan tidak sesuai dengan kondisi lapangan yang sebenarnya. Namun hasil klasifikasi tersebut sudah bisa membedakan dengan baik antara lahan terbangun, perairan, dan vegetasi.Validasi spasial hasil identifikasi karst tidak menunjukan hasil yang baik. Hal ini dikarenakan banyak objek lain yang memiliki tipe scatter yang sama dengan karst.Kata Kunci : ALOS PALSAR, Dekomposisi H/α/A, Karst, Polarimetrik SAR, Wishart Supervised.ABSTRACTIndonesia has a very diverse landscape, one of them is karst landscape. In sub Cipatat karst landscapes are located on limestone formations Rajamandala. Cipatat shaped karst topography of the region and the hill has undergone changes due to mining karst. By utilizing remote sensing active or RADAR system to identify karst region. Currently there are still a few who develop RADAR based image classification method for the identification of geology, particularly in countries tropical Indonesia.This study uses ALOS PALSAR 1.1 dual polarization (HH, HV) in 2007-2008. for the identification of the karst region. Identification of karst uses three parameters (Anisotropy, Entropy and Alpha) of the decomposition method polarimetric H/α A which each parameters represents the physical properties of the object. Karst usually exist below land cover so classification is carried out by wishart supervised algorithm for land cover classification (non karst). Land cover is used to see how the results of the identification of karst area related with land cover. Validation is done by comparing the geographical coordinates of the image of the karst identification with the imagery in Google Earth coordinates and assisted karst geological data.Karst areas identified an area of 533 Ha (2007) and 1165 Ha (2008) with 632 ha area changes. Known karst include the type of surface scattering, the randomness of the medium scattering and moderate surface roughness. Then most of karst areas identified in land cover sparse vegetation. For non-karst area (land cover) values obtained overall accuracy 53.83% and kappa 46.13% (2007). Then overlay accuracy 53.41% and kappa 45.65% for 2008. This indicates the value of the accuracy of land cover classes do not correspond to actual field conditions. But the results of these classifications have been able to distinguish well between developed and undeveloped land, water, and vegetation. Validation karst spatial identification results did not show good results. This is because many other objects that have the same type of scatter with karst. Keywords: ALOS PALSAR, Karst, H/α/A Decomposition, SAR Polarimetric, Wishart SupervisedABSTRAKIndonesia mempunyai bentang alam yang sangat beragam, salah satunya adalah bentang alam karst.Di Kecamatan Cipatat terdapat bentang alam karst yang berada pada batu gamping formasi Rajamandala. Topografi kawasan karst Cipatat berbentuk bukit dantelah mengalami perubahan akibat penambangan karst. Dengan memanfaatkan pengindraan jauh aktif atau sistem RADAR dilakukan identifikasi kawasan karst. Saat ini masih sedikit yang mengembangkan metode klasifikasi citra berbasis RADAR untuk identifikasi geologi, khususnya di negara Indonesia yang beriklim tropis.Penelitian ini menggunakan citra ALOS PALSAR 1.1 dual polarisasi (HH, HV) tahun 2007-2008. Identifikasi karst menggunakan tiga parameter (Anisotropy, Entropy dan Alpha) dari metode dekomposisi polarimetrik H/α/A dimana masing-masing parameter merepresentasikan sifat fisik objek. Karst biasanya berada di bawah penutup lahan maka dilakukan klasifikasi dengan algoritma supervised wishart untuk klasifikasi tutupan lahan (non karst). Tutupan lahan ini digunakan untuk melihat keterkaitan hasil identifikasi kawasan karst dengan penutup lahan.  Validasi dilakukan dengan membandingkan koordinat geografis citra hasil identifikasi karst dengan koordinat citra pada Google Earth dan dibantu data geologi karst.Kawasan karst teridentifikasi seluas 533 Ha (2007) dan 1165 Ha (2008) dengan perubahan luas 632 Ha.  Diketahui karst termasuk tipe surface scattering, keacakan hamburan sedang dan kekasaran permukaan sedang. Kemudian kawasan karst paling banyak teridentifikasi pada tutupan lahan vegetasi jarang. Untuk kawasan non karst (tutupan lahan) diperoleh  nilai overall accuracy 53,83% dan kappa 46,13% (2007). Kemudian overlay accuracy 53,41% dan kappa 45,65%(2008). Hal ini mengindikasikan nilai akurasi kelas tutupan lahan tidak sesuai dengan kondisi lapangan yang sebenarnya. Namun hasil klasifikasi tersebut sudah bisa membedakan dengan baik antara lahan terbangun, perairan, dan vegetasi.Validasi spasial hasil identifikasi karst tidak menunjukan hasil yang baik. Hal ini dikarenakan banyak objek lain yang memiliki tipe scatter yang sama dengan karst.Kata Kunci : ALOS PALSAR, Dekomposisi H/α/A, Karst, Polarimetrik SAR, Wishart Supervised.ABSTRACTIndonesia has a very diverse landscape, one of them is karst landscape. In sub Cipatat karst landscapes are located on limestone formations Rajamandala. Cipatat shaped karst topography of the region and the hill has undergone changes due to mining karst. By utilizing remote sensing active or RADAR system to identify karst region. Currently there are still a few who develop RADAR based image classification method for the identification of geology, particularly in countries tropical Indonesia.This study uses ALOS PALSAR 1.1 dual polarization (HH, HV) in 2007-2008. for the identification of the karst region. Identification of karst uses three parameters (Anisotropy, Entropy and Alpha) of the decomposition method polarimetric H/α A which each parameters represents the physical properties of the object. Karst usually exist below land cover so classification is carried out by wishart supervised algorithm for land cover classification (non karst). Land cover is used to see how the results of the identification of karst area related with land cover. Validation is done by comparing the geographical coordinates of the image of the karst identification with the imagery in Google Earth coordinates and assisted karst geological data.Karst areas identified an area of 533 Ha (2007) and 1165 Ha (2008) with 632 ha area changes. Known karst include the type of surface scattering, the randomness of the medium scattering and moderate surface roughness. Then most of karst areas identified in land cover sparse vegetation. For non-karst area (land cover) values obtained overall accuracy 53.83% and kappa 46.13% (2007). Then overlay accuracy 53.41% and kappa 45.65% for 2008. This indicates the value of the accuracy of land cover classes do not correspond to actual field conditions. But the results of these classifications have been able to distinguish well between developed and undeveloped land, water, and vegetation. Validation karst spatial identification results did not show good results. This is because many other objects that have the same type of scatter with karst. *)  Penulis, Penanggung Jawab Keywords: ALOS PALSAR, Karst, H/α/A Decomposition, SAR Polarimetric, Wishart Supervised I.      PendahuluanI.1.          Latar Belakang Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan yang mempunyai potensi sumber daya alam yang melimpah baik di darat maupun di laut. Tidak hanya hasil dari alam dan kandungan didalamnya, namun negara Indonesia juga mempunyai bentang alam yang sangat beragam, salah satunyaadalah bentang alam karst. Karst adalah suatu daerah yang mempunyai karakteristik relief dan drainase yang khas, terutama disebabkan oleh derajat pelarutan batu-batuannya yang intensif (Ford dan Williams, 1996).Salah satu daerah di Indonesia yang mempunyai bentang alam karst adalah kawasan karst Cipatat yang berada pada batu gamping formasi Rajamandala. Berdasarkan cacatan Badan Pengelolaah Lingkungan Hidup (BPLHD) Jawa Barat (2004), kawasan karst Cipatat merupakan kawasan dengan laju kerusakan signifikan. Topografi kawasan karst Cipatat berupa sebaran bukit karst dan sudah banyak mengalami perubahan. Sehingga kawasan ini cocok dijadikan sebagai bahan kajian, yaitu dengan memanfaatkan penginderaan jauh aktif atau Synthetic Aperture RADAR (SAR) untuk identifikasi kawasan karst.Data RADAR yang digunakan adalah ALOS PALSAR frekuensi L-band dengan panjang gelombang 15-30 cm sehingga dapat menembus atau penetrasi objek lebih dalam. Pada penelitian sebelumnya, data ini efektif untuk mengklasifikasi tutupan lahan dan terrain (Lee, J. dkk., 2004).  Data pada frekuensi L-band dengan metode OPCE lebih kuat dalam pemetaan daerah tertutup salju dari pada data dengan frekuensi C-band (Martini, A. dkk., 2004). Kemudian data dengan frekuensi L-band polarisasi penuh bisa mengidentifikasi sebaran mineral besi di dataran tinggi wilayah Amazon Brazil (Arnaldo, dkk., 2013). Penelitian-penelitian terebut menjadi landasan untuk melakukan penelitian terkait identifikasi kawasan karst menggunakan data ALOS PALSAR.Data ALOS PALSAR tidak hanya mempunyai frekuensi L-band tetapi juga berbagai polarisasi. Polarisasi tersebut berkaitan dengan intensitas backscatter objek. Penelitian ini menggunakan citra ALOS PALSAR 1.1 dual polarisasi (HH, HV) tahun 2007 dan 2008. Data diolah dengan metode polarimetrik H/α/A sehingga menghasilkan tiga parameter Entropy (H), Alpha (α), Anisotropy (A). Parameter tersebut merepresentasikan sifat fisik objek berdasarkan nilai eigen value dan vector matrik covariance. Sehingga parameter tersebut dijadikan sebagai parameter untuk identifikasi kawasan karst. Karst bukanlah penutup lahan maka dilakukan klasifikasi dengan algoritma supervised wishart untuk klasifikasi tutupan lahan (non karst). Tutupan lahan tersebut digunakan untuk mengetahui keterkaitan sebaran karst yang teridentifikasi dengan penutupan lahan.Oleh karena itu digunakan juga data ALOS PALSAR yang sama untuk mengahasi
STUDI PENGARUH KERAMBA JARING APUNG (KJA) TERHADAP KUALITAS AIR DI WADUK KEDUNG OMBO DENGAN CITRA LANDSAT-8 MULTITEMPORAL SILALAHI, ERTHA; Suprayogi, Andri; Sukmono, Abdi
Jurnal Geodesi Undip Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Jurusan Teknik Geodesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.675 KB)

Abstract

Waduk Kedung Ombo merupakan sebuah bendungan raksasa terletak di Provinsi Jawa Tengah dimana dikelilingi oleh tiga kabupaten yaitu Kapupaten Grobogan, Kabupaten Sragen, dan Kabupaten Boyolali tepatnya di Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan. Keberadaan Waduk Kedung Ombo dengan area yang begitu luas menjadikannya memiliki peranan yang sangat penting bagi masyarakat sekitar yaitu sebagai penyedia sumber air utama. Selain sebagai sumber air utama, Waduk Kedung Ombo juga memiliki peranan penting dalam sektor perikanan yaitu kegiatan budidaya ikan dengan menggunakan Keramba Jaring Apung (KJA) yang dimana jika berkembang pesat akan menimbulkan dampak negatif yaitu penurunkan kualitas perairan waduk. Pada penelitian ini pengambilan titik sampel dilakukan pada bulan April 2018 yang diambil secara acak pada perairan Waduk Kedung Ombo. Hasil sampling akan diuji di laboratorium dimana hasilnya akan digunakan dalam pengolahan algoritma masing-masing pada citra Landsat-8 dan pada KJA diperoleh perubahan jumlah untuk setiap tahunnya. Konsentrasi TSS dan kandungan klorofil-a yang diperoleh digunakan untuk mengetahui distribusi pencemaran dan kesuburan air yang nantinya dikaitkan dengan perubahan jumlah KJA. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan luas KJA dari tahun 2013, 2014, 2016 dan 2018 mengalami kenaikan setiap tahunnya. Kualitas air waduk untuk tahun 2013, 2014, 2016 dan 2018, berada dalam keadaan memenuhi baku mutu dan berstatus trofik oligotrof. Berdasarkan rentang nilai klasifikasi pencemaran air, konsentrasi TSS tertinggi tahun 2013 berada pada rentang 0 – 100 mg/l, untuk tahun 2014 dengan rentang 100 – 500 mg/l, untuk tahun 2016 dan 2018 memiliki rentang sebesar  >1000 mg/l . Sedangkan berdasarkan rentang nilai klasifikasi kesuburan air, kandungan klorofil-a tertinggi dari tahun 2013, 2014, 2016 tetap berada pada rentang 2,6 – 7,3 mg/l dan pada tahun 2018 naik hingga berada pada rentang 7,3 – 56 mg/l. Dengan demikian konsentrasi TSS lebih menunjukkan kenaikan lebih signifikan dari pada kandungan klorofil-a yang artinya KJA lebih mempengaruhi secara signifikan terhadap konsentrasi TSS.
ANALISIS PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN DAS BLORONG TERHADAP PENINGKATAN DEBIT MAKSIMUM SUNGAI BLORONG KENDAL Saraswati, Galuh Febriana; Suprayogi, Andri; Amarrohman, Fauzi Janu
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.763 KB)

Abstract

ABSTRAK            DAS Blorong merupakan Daerah Aliran Sungai yang melintasi 2 kabupaten di Jawa Tengah yaitu Kabupaten Kendal dan Kabupaten Kota Semarang. Perubahan penggunaan DAS Blorong, dimana adanya perluasan kawasan dan perubahan lahan menjadi kawasan permukiman yang akan mengurangi kawasan peresapan air hujan dan mengakibatkan terjadinya peningkatan debit aliran Sungai Blorong di Kabupaten Kendal khususnya di bagian hilir DAS. Dalam beberapa tahun terakhir ini banjir yang diakibatkan oleh meluapnya sungai Blorong Kabupaten Kendal disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan meningkatnya besar debit maksimum yang melebihi kapasitas sungai, dikarenakan banyaknya perubahan lahan yang terjadi di kawasan tersebut.            Penelitian ini dilakukan dengan metode penginderaan jauh yaitu dengan interpretasi dan klasifikasi citra Landsat untuk memperoleh peta tutupan lahan, selanjutnya dilakukan perhitungan nilai koefisien run off berdasarkan kelas tutupan lahannya, kemudian dengan data intensitas hujan maksimum, dan luas daerah tangkapan air hujan dilakukan perhitungan debit maksimum dengan Metode Rasional.            Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahun 2003–tahun 2013 peningkatan luas lahan terbesar terjadi pada kelas lahan permukiman yaitu sebesar 118,022 ha, dan lahan ladang mengalami penurunan luasan paling besar yaitu sebesar 52,539 ha. Pada tahun 2003–tahun 2013 nilai koefisien run off meningkat sebesar 0,029. Peningkatan nilai koefisien run off ini diikuti dengan peningkatan besarnya debit puncak atau debit maksimum sebesar 0,228 m³/dt. Kata Kunci : Tutupan Lahan, DAS, Koefisien run off, Debit Maksimum  ABSTRACTBlorong wateshed is across two districts in Central Java are Kendal and Semarang. Blorong watershed land cover changes, where the regional expansion and land cover changes into a resident areas that will reduce the water infiltration of rain and resulting in an increase in the river flow of blorong in the district of Kendal, especially in the downstream part of the watershed. In recent years the flood caused by the overflow of the river blorong of kendal caused by high rainfall and increasing the maximum discharge that exceeds the capacity of the river, due to a lot of land cover changes in the region.The research was carried out by remote sensing method is by interpretation and classificatio of Landsat imagery to obtain the land cover map, then was calculated of the run-off coefficient based on land cover classes, then with the maximum rainfall intensity data, and the wide catchment area was calculated the maximum discharge with Rasional method.The result of this research show that the largest increases occured in the area of settlement land class that is equal to 118,022 ha, and field class land area experienced the greatest decline in the amount of5 2,539 ha in 2003 to 2013. In 2003 – 2013 the run-off coefficient increased by 0,29. Increased run-off coefficient is followed by an increase of the peak discharge / maximum discharge of 0,228 m³/dt. Keyword : Land cover, Watershed, Run off coefficient, Maximum discharge
PEMODELAN POTENSI BENCANA TANAH LONGSOR MENGGUNAKAN ANALISIS SIG DI KABUPATEN SEMARANG Ramadhan, Taufik Eka; Suprayogi, Andri; Nugraha, Arief Laila
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1165.483 KB)

Abstract

ABSTRAK Kabupaten Semarang merupakan salah satu daerah di Indonesia yang termasuk daerah yang rawan terjadi bencana. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang, bencana yang sering terjadi di Kabupaten Semarang yakni tanah longsor, kekeringan, puting beliung, dan banjir.Dalam penelitian ini, telah dilakukan pembuatan pemodelan potensi bencana tanah longsor di Kabupaten Semarang dengan menggunakan metode analisis SIG dan metode skoring dan pembobotan dengan mengacu pada Permen PU No. 22/PRT/M/2007 tentang Pedoman Penataan Ruang Kawasan Rawan Bencana Longsor dan metode Analytical Hierarchy Proccess (AHP) dengan narasumber Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Semarang.Dari Penelitian ini didapatkan hasil berupa, terdapat enam faktor penyebab potensi bencana tanah longsor di Kabupaten Semarang, yaitu tata guna lahan dengan bobot 20% untuk Permen PU dan 0,250 untuk AHP, curah hujan dengan bobot 20% untuk Permen PU dan 0,304 untuk AHP, kelerengan dengan bobot 25% untuk Permen PU dan 0,161 untuk AHP, Jenis Tanah dengan bobot 15% untuk Permen PU dan 0,131 untuk AHP, Keberadaan Sesar dengan bobot 10% untuk Permen PU dan 0,102 untuk AHP, dan Infrastruktur dengan bobot 10% untuk Permen PU dan 0,053 untuk AHP. Selanjutnya dari analisis Overlay peta potensi tanah longsor didapatkan tiga kelas potensi yaitu Tinggi dengan luas 18,641% untuk Permen PU dan  6,635% untuk AHP, Sedang dengan luas 51,455% untuk Permen PU dan 47,167% untuk AHP dan Rendah dengan luas 30,084% untuk Permen PU dan 46,199% untuk AHP. Kata Kunci : AHP, Permen PU, Skoring dan Pembobotan, SIG, Tanah Longsor.  ABSTRACT Semarang District is one of region in Indonesia which included in disaster prone-areas. Data from BPBD Semarang District’s mention that the most frequent disaster in Semarang District are Landslides, Droughts, Waterspouts, and Floods.This research has been conducted to create a modeling of potential landslides in Semarang District using GIS analysis method and Scoring and Weighting Method which refers to Permen PU No. 22/PRT/M/2007 on Guidelines Spatial Landslides Prone Areas and Analytical Hierarchy Proccess (AHP) method with the speaker is Section Chief of Prevention and Preparadness BPBD Semarang District.From this research showed there were six potential factors causing Landslides in Semarang District, that were Land Use with a weight of 20% for Permen PU and 0,250 for AHP, Precipitation with a weight of 20% for Permen PU and 0,304 for AHP, Slope with a weight of 25% for Permen PU and 0,161 for AHP, Soil Types with a weight of 15% for Permen PU and 0,131 for AHP, Presence Fault with a weight of 10% for Permen PU and 0,102 for AHP, and Infrastructure with a weight of 10% for Permen PU and 0,053 for AHP. Furthermore, from the Overlay analysis of potential landslides map obtained three classes of potential that were, High Potency with an area of 18,641% for Permen PU and 6,635% for AHP, Medium Potency with an area of 51,455% for Permen PU and 47,167% for AHP, and Low Potency with an area of 30,084% for Permen PU and 46,199% for AHP. Keywords : AHP, Permen PU, Scoring and Weighting, GIS, Landslides
SEMARANG CHARITY MAP, PENYAJIAN PETA DONASI SOSIAL KOTA SEMARANG BERBASIS BLOGGER JAVASCRIPT Rohim, Wahyu Nur; Awaluddin, Moehammad; Suprayogi, Andri
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1364.049 KB)

Abstract

AbstrakKebingungan seringkali dialami oleh para pegiat sosial, soal keterbatasan informasi mengenai kegiatan sosial, panti sosial, komunitas sosial dan data penyandang masalah kesejahteraan sosial yang selanjutnya kami sebut donasi sosial di Kota Semarang sedikit banyak menghambat mereka dalam melakukan manajemen donasi. Hingga akhirnya muncul pertanyaan-pertanyaan seperti berapa jumlah panti sosial di Kota Semarang, panti sosial mana yang paling dekat dari rumah, petunjuk jalan dari suatu tempat menuju lokasi kegiatan sosial, panti sosial dan komunitas sosial tertentu,berapa estimasi waktu tempuhnya dan berapa pulaestimasi jarak tempuhnya.Dalam penelitian tugas akhir ini dilakukan penyajian data donasi sosial ke dalam sebuah sistem informasi geografis online dengan menggunakan platform blogger dalam membangun situs dengan bahasa pemrograman Javascript dan HTML.Dalam pembuatan peta utama, peta panti sosial dan peta komunitas sosial, peneliti menggunakan software ArcGIS Desktop 10.sp1untuk mengelola basis data agar menjadi sebuah data vektor spasial.Data vektor spasial tersebut selanjutnya dikelola di ArcGIS Developer untuk menampilkanya ke dalam sebuah peta online dasar atau Web Map di situs ArcGIS Online.Beberapa fitur Web Map Application tersedia di dalam situs ArcGIS Online, salah satunya adalah fitur Directions. Sebuah fitur yang mampu memberikan informasi petunjuk jalan secara terperinci, estimasi jarak dan estimasi waktu kepada  pengguna dengan menggunakan nilai koordinat lintang bujur sebagai parameternya. Maka fitur Directions peneliti pilih untuk menyajikan peta online dasar donasi sosial. Setelah memastikan bahwa fitur Directionspada peta dasar online donasi sosial bekerja dengan baik, kemudian menampilkannya ke dalam situs dengan menggunakan bahasa pemrograman HTML memanfaatkan fungsi i frame. Sebelum situs di terbitkan, alamat situs dengan ekstensi .blogspot.com diubahke alamat pantisemarang.info. Kata Kunci: Peta Donasi Sosial, Semarang, ArcGIS Developer, Blogger, Javascript AbstractSocial workers often get stuck in confusion, limited information about social events, social house, social community and the data about social prosperity matter later named social donation in Semarang alittle bit more dragging them in conducting the donation management. Therefore, a number of questions come up such as how many social houses in semarang, which social house is closer to the housing, the path sign from a certain place to the events location, social houses, and certain social community, and also how much the time estimation and how many the distance estimation.In this final assignment research, the social donation data is presented in an online geographical information system by using the blogging platform in working out a site using the JavaScript and HTML programming system. In the process of making the main map, the social houses map, and the social community map, the researcher uses ArcGIS Desktop 10.sp1 software to manage the basis data to be a spatial vector data. The spatial vector data is processed by ArcGIS Developer to show it in the basic online map or Web Map in ArcGIS Online site.Some Web Map Application features is available in the ArcGIS Online site, one is the direction feature. A feature gives the path sign information in detail, the distance estimation and time estimation to the user by using the number of longitude-latitude coordinate as the parameter. After ensuring that the direction feature of the social donation basic online map works well, later it is showed in the site using the HTML programming system of frame function. Before the site is published, the site address of .blogspot.com extension is changed into pantisemarang.info. Keywords: Social Donation Mapping, Semarang, ArcGIS Developer, Blogger, Javascript
Co-Authors ., Hani'ah Abdi Sukmono, Abdi Adinda Thana A. Pertiwi ADYVICTURA TINAMBUNAN Agung Setiawan Ahmad Syauqani Akhmad Didik Prastyo Albertus Indra Bagus Cahyadi Amran Nur Utomo Andreas Ardianto Prodjo Koesoemo Angga Sapto Aji, Angga Sapto Anggoro Wahyu Utomo Anisa Isna Yesiana Antoneta Yuanita Arief Laila Nugraha Arief Waskito Aji Arif Witoko Arizal Kawamuna, Arizal Arlina . Arwan Putra Wijaya Ary Nurhidayati Sugianto ATIKA MARWATI Aufan Niam Aulia Rizky Auliannisa Auliannisa Bagas Arif Widyagdo Bagas Setia Aji Bambang Darmo Yuwono Bambang Darmo Yuwono Bambang Septiana Bambang Sudarsono Bambang Sudarsono Bandi Sasmito Bashit, Nurhadi Bodro Sisvinta hayu Briandana Januar Aji Gunadi Bunga Roliesta Sari Dafid Januar Damar Ismoyo Danang Budi Susetyo Daud Panji Permana David Beta Putra Demi Stevany Diah Ratna Setianingrum DONY AGIL PRASETYO Dwi Arini Edi Ikhsan Emeralda Amirul Ariefa Endang Purwati EVAN BRILLIANTO Fadhlan Hamdi Fadlila Ananingtyas, Fadlila Fahrunnisa Wulandari Adininggar Fajar Dwi Hernawan Fajar Rusdyanto Fauzi Janu Amarrohman, Fauzi Janu Febrina Mutiara Rosita Pane Galuh Fitriarestu Santoso Gigih Pradana Gilang Andhika Surya J. Gilang Diva Pradana Giustia Puspa Geoda Grivina Yuliantika Gunita Mustika Hati Hana Sugiastu Firdaus Hana Sugiastu Firdaus, Hana Sugiastu Handaru Aryo Suni Hani'ah . Hani'ah . . Hani'ah Hani'ah Hani'ah, Hani'ah Haniah Haniah Hasan Basyri Henndry . Hot Parningotan Banjarnahor Ibrohim Shiddiq Ika Rahayu Wulansari Ikhlasul Amal Ahyani INNEKE ASTRID PITALOKA Johan Irawan Kemala Medika Putri Kurnia Darmawan Laode M Sabri Lea Kristi Agustina LM. Sabri Lukman Maulana Lydia Fadilla M Khoirul Baihaqi Maulvi Surya Gustavianto Mega Dwijayanti Meilina Fika Mayangsari Moehammad Awaluddin Moehammad Awwaluddin Moehammad Awwaluddin Muhamad Arif Debalano Muhamad Salahuddin Muhammad Alimsuardi Muhammad Annis Wichi Luthfina Muhammad Fitrianto Muhammad Hakqi Muhammad Iqbal Akhsin Muhammad Rifqi Andikasani Muhammad Ulya Muhammad, Rido Mutiaraning Pertiwi Narendra Sava Hanung Nasytha Nur Farah Nathania, Jessica Nia Rahmadhani Nurhadi Bashit Nurhadi Bashit Nyoman Winda Novitasari Olivia Sinaga Paundra Ksatrio Wahyutomo Pran Shiska, Pran Raden Putra Raihan Virgatama Ramadhan Susilo Utomo Randy Alihusni Wardana Ratih Kumala Dewi Rian Yudhi Prasetyo Ridwan Ageng Ashari Ridwan Aminullah Rifky Satrio Utomo Rifqi Najib Muzaka Rizal Adhi Pratama Rizki Putra Agrarian Rizqi Umi Rahmawati Rizqie Irfan Ryadi, Michael Vashni Immanuel Ryandana Adhiwuryan Bayuaji Saraswati, Galuh Febriana Sawitri Subiyanto Septian Dewi Cahyani SILALAHI, ERTHA Singgih Wahyu Nugroho Suardi Lubis Sulaiman Hakim Sinaga Sutomo Kahar Sutomo Kahar Taufik Eka Ramadhan, Taufik Eka TAUFIQ FITRIANSYAH ADI PRADANA Tri Afiebbawa Exactanaya Tsana’a Alifia Nauthika Tyas Arni Putri Ulifatus Sa'diyah Veri Pramesto Wahyu Darmawan Wahyu Nur Rohim Wicke Widyanti Santosa Wisnu Hanggoro Yonanda Simarsoit Yudo Prasetyo Yudo Prasetyo