Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Integrating Islamic STEM Education in Elementary Science Learning: A Systematic Literature Review of Character Building and Scientific Literacy Romi Kurniawan; Hendrizal Hendrizal; Firsty Sofila
Tarbiyah Al-Awlad: Jurnal Kependidikan Islam Tingkat Dasar Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/alawlad.v15i2.12986

Abstract

This study identified effective models of Islamic STEM integration in elementary science learning, evaluated their impact on character building and scientific literacy, and formulated implementation recommendations. The separation between science content and Islamic values hindered holistic character development in Indonesian primary schools. The researcher conducted a systematic literature review following PRISMA protocol by analysing 28 indexed articles from 2018 to 2024 sourced from Scopus, Web of Science, and Sinta databases. Three effective integration models emerged: thematic-Quranic verses, ethics-project, and Islamic science history, yielding significant improvements in religious character (28.1%) and scientific literacy (26.5%). Project-Based Learning proved most effective (82.1%) by creating authentic learning experiences. Major barriers included lack of integrated curriculum, teachers' multidisciplinary competence, and combined learning resources. The research successfully developed the Islamic-Character and Science-Literacy Integration (IKILS) conceptual framework that positions Islamic values as the foundation of STEM education. Islamic STEM integration demonstrates feasibility and effectiveness in resolving religion-science dichotomy while shaping khalifah-character generation
Pengaruh Iklim Sekolah dan Supervisi Akademik Terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar di Kecamatan Panti Efrita Roni; Hendrizal Hendrizal; Wahyuni Mulia Helmi
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 10, No. 1 (Januari 2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v10i1.5808

Abstract

Berdasarkan pengamatan awal di lapangan terlihat fenomena terkait rendahnya kinerja yang dihasilkan oleh guru di Kecamatan Panti Kabupaten Pasaman, selain itu iklim sekolah yang kurang kondusif. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis (1) Pengaruh iklim sekolah terhadap kinerja guru sekolah dasar di Kecamatan Panti. (2) Pengaruh Supervisi Akademik terhadap kinerja guru sekolah dasar di Kecamatan Panti. (3) Pengaruh iklim sekolah dan supervisi Akademik secara bersama-sama terhadap kinerja guru sekolah dasar di Kecamatan Panti. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dijelaskan secara deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah guiruiSeikolah Dasar di Keicamatan Panti berstatus sebagai ASN yang beirjuimlah 71 orang. Teknik pengambilan sampel mengunakan Total Sampling dengan jumlah sampel 71 orang. Instrumen penelitian menggunakan angket dengan skala liker yang memiliki 5 alternatif jawaban. Sebelum angket tersebut digunakan sudah dilakukan uji coba untuk mengetahui validitas dan reliabilitas. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan uji regresi linear sederhana dan berganda yang diolah dengan menggunakan SPSS versi 26. Hasil analisis data penelitian memperlihatkan bahwa: (1) Pelaksanaan iklim sekolahberpengaruh secara signifikan terhadap kinerja guru sebesar 14,8%. (2) Supervisi pembelajaranberpengaruh secara signifikan terhadap kinerja guru sebesar 11,6% dan (3) Pelaksanaan iklim sekolah dan supervisi pembelajaran secara bersama-sama pengaruh terhadap kinerja guru sebesar 31,8%. Secara umum tingkat pencapaian skor pelaksanaan iklim sekolahadalah 87,88 % kategori baik dantingkat pencapaian skor supervisi pembelajaran adalah 86,78% kategori baik. Temuan di atas mengimplikasikan bahwa pelaksanaan iklim sekolah dan supervisi pembelajaran adalah dua faktor yang dapat meningkatkan kinerja guru, disamping melalui faktor-faktor lain.
Pengembangan Modul Ajar IPAS Menggunakan Aplikasi Canva Berbasis Model Problem Based Learning (PBL) Untuk Kelas V Sekolah Dasar Sugiono Sugiono; Hendrizal Hendrizal; Ismira Ismira
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 10, No. 1 (Januari 2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v10i1.5472

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan sebagai respons terhadap minimnya ketersediaan modul ajar yang lengkap, interaktif, dan menarik bagi siswa sekolah dasar. Selama ini, proses pembelajaran hanya mengandalkan buku pegangan guru dan lembar kerja siswa yang terbatas pada penyampaian materi dasar. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul ajar IPAS berbasis model Problem-Based Learning (PBL) menggunakan aplikasi Canva untuk siswa kelas V SD, serta mengkaji tingkat validitas, kepraktisan, dan keefektifannya. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahap, yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Proses awal dimulai dengan analisis kebutuhan, kurikulum, serta karakteristik siswa. Selanjutnya, modul dirancang menggunakan Canva dengan pendekatan PBL, lalu divalidasi oleh ahli materi, ahli bahasa, dan ahli media. Uji kepraktisan dilakukan berdasarkan tanggapan guru dan siswa, sedangkan efektivitas modul diukur dari peningkatan hasil belajar melalui pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul memiliki tingkat validitas sangat tinggi (95,69%), kepraktisan sangat baik (guru: 94,75%, siswa: 94,05%), dan efektivitas yang signifikan dengan kenaikan nilai dari 54,59 menjadi 89,32.
Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Project Based Learning (PjBL) Untuk Meningkatkan Creativity Thinking Skill pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V Sekolah Dasar Se-Gugus 8 Bukittinggi Tuti Susanti; Hendrizal Hendrizal; Hafiz Hidayat
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 10, No. 1 (Januari 2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v10i1.5920

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan modul pembelajaran berbasis Project Based Learning (PjBL) guna meningkatkan keterampilan berpikir kreatif (creativity thinking skill) siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas V Sekolah Dasar se-Gugus 8 Bukittinggi. Modul ini dikembangkan sebagai solusi atas rendahnya keterampilan berpikir kreatif siswa yang disebabkan oleh pendekatan pembelajaran yang konvensional dan berpusat pada guru. Penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Tahap Analysis dilakukan dengan menganalisis kebutuhan guru dan siswa terkait bahan ajar yang inovatif. Tahap Design merancang kerangka modul yang memuat tahapan PjBL, meliputi penentuan pertanyaan mendasar, perancangan proyek, penyusunan jadwal, pemantauan, penilaian, dan evaluasi pengalaman. Tahap Development menghasilkan produk berupa modul pembelajaran PjBL yang divalidasi oleh para ahli (ahli materi, ahli media, dan praktisi). Selanjutnya, tahap Implementation dilakukan melalui uji coba terbatas pada siswa kelas V. Tahap Evaluation dilakukan untuk mengukur efektivitas modul dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran berbasis PjBL ini sangat layak dan efektif untuk digunakan. Penilaian dari para validator menunjukkan kategori "sangat baik" dengan persentase rata-rata kelayakan di atas 90%. Uji coba pada siswa juga menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan berpikir kreatif mereka, yang ditunjukkan melalui hasil pre-test dan post-test. Modul ini terbukti mampu menstimulasi siswa untuk menghasilkan ide-ide baru, memecahkan masalah secara kreatif, dan berkolaborasi dalam menyelesaikan proyek. Dengan demikian, modul pembelajaran PjBL ini direkomendasikan sebagai salah satu alternatif bahan ajar yang inovatif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa.
Peningkatan Hasil Belajar Tematik Terpadu Menggunakan Model CIRC Berbantuan Media Gambar di Kelas IV SDN 29 Kabupaten Pesisir Selatan: Improving Integrated Thematic Learning Outcomes Using the CIRC Model Assisted by Picture Media in Grade IV SDN 29 Pesisir Selatan District Wiwil Arnita; Hendrizal Hendrizal; Khairul Azmi
Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 8 No. 2 (2023): Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/tunas.v8i2.4299

Abstract

This research is motivated by integrated thematic learning in grade IV SDN 29  South Coastal District, this study aims to determine the improvement of the integrated thematic learning process for theme 9 using the CIRC model for class IV SDN 29 Pesisir Selatan Regency.  This research is a classroom action research (PTK) which consists of four stages, namely planning, implementation, observation, and reflection. This research was carried out in two cycles consisting of three meetings.  This study uses a qualitative and quantitative approach, the subject of this research is the fourth grade educators and students at SDN 29 Pesisir Selatan Regency with a total of twelve students. The results showed an increase in student learning outcomes in class IV, this increase can be seen from the learning implementation planning (RPP) cycle I was 65% and cycle II 72.5%.  implementation of learning on the aspect of educators in the first cycle is 67.15% and 75% in the second cycle.  the implementation of learning on the aspects of students in the first cycle is 67.15% and the second cycle is 75%, the learning outcomes of students in the first cycle are 56% and the second cycle is 91.66%. thus it can be concluded that the CIRC model in class IV at  elementary school in south coastal regency can improve student learning outcomes.while the results and conclusions in the form of simple present tense.
The Role of School Principals in Enhancing Teachers' Digital Media Integration Competence Vevy Lolita; Hendrizal Hendrizal; Siti Aisyah; Romi Kurniawan
Publikasi Pendidikan Vol 16, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/publikan.v16i2.84157

Abstract

This study examines the role of primary school principals in enhancing teachers’ ability to utilize digital media for instruction in Gunung Tujuh District, Indonesia. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through interviews, observation, and documentation across three public elementary schools. Findings indicate that teachers’ digital media utilization remains at an operational-applicative level, focusing on basic tools rather than pedagogically transformative integration. Principals actively function as motivators, facilitators, supervisors, and innovators, implementing initiatives such as professional learning communities, peer mentoring, and targeted competency programs. Key supporting factors include teacher motivation, collaborative school culture, and committed leadership, while primary inhibitors encompass unstable internet connectivity, limited hardware, excessive administrative workloads, and generational disparities in digital literacy. The study concludes that while principals successfully foster an adaptive learning climate through humanistic leadership, sustainable digital transformation requires institutionalized competency development, data-driven academic supervision, and systemic policy support to mitigate infrastructural and workload constraints. 
Optimizing the Principal's Role as Learning Supervisor to Enhance Teacher Performance in Elementary Schools Tismegadewi Tismegadewi; Hendrizal Hendrizal; Siti Aisyah; Romi Kurniawan
Publikasi Pendidikan Vol 16, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/publikan.v16i2.84159

Abstract

This study examines the optimization of elementary school principals’ roles as learning supervisors to enhance teacher performance in Siulak Mukai District. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through non-participatory observation, semi-structured interviews, and document analysis involving seven principals and seven teachers across seven schools. Results indicate that principals implement structured, participatory supervision utilizing classroom visits, individual coaching, and peer observation. Reflective feedback is consistently provided within one day post-observation. Teacher performance shows marked improvement across quality, quantity, timeliness, resource efficiency, autonomy, and collaborative engagement. Key optimization strategies include needs-based professional development, non-material recognition, flexible scheduling, and contextual adaptation to infrastructural constraints. The study concludes that reframing academic supervision from administrative inspection to continuous professional mentoring significantly elevates teacher performance and cultivates a collaborative school culture. Sustainable supervision in resource-limited settings requires adaptive leadership, systematic follow-up, and contextual flexibility. These findings highlight the critical role of instructional coaching in fostering teacher professionalism and improving educational outcomes.