Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Agro

Efek Sterilisasi dan Komposisi Media Produksi Inokulan Fungi Mikoriza Arbuskula terhadap Kolonisasi Akar, Panjang Akar dan Bobot Kering Akar Sorgum Tarra Martiana Dewi; Anne Nurbaity; Pujawati Suryatmana; Emma Trinurani Sofyan
Jurnal Agro Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/1205

Abstract

Quality of biofertilizer such as arbuscular myorrhizal fungi could be improved through the selection of appropriate sterilization and composition of the medium. The objective of the experiment was to determine the effect of sterilization and carrier composition on root colonisation, root length and weight of sorghum root. A green house experiment was conducted in randomized block design. The factors were: 1. methods of sterilization (ie. control; autoclave; NaOCl 10%; Co-60 gamma irradiation), and 2. composition of the carrier of mycorrhiza (100% zeolite; 75% zeolite + 25% rice charcoal;  50% zeolite + 50% rice charcoal). Results showed that there was no interaction effect of sterilization and composition of carrier on root colonisation, root length and weight of sorghum root. However, different technique of sterilisation gave differences on root colonisation, root length and weight of sorghum root. Sterilization using NaOCl 10% was not recommended. Gamma Co-60 irradiation sterilization did not have difference with control and autoclave, however there was  tendency  that irradiation technique gave better results to all parameters measured.
Aplikasi pupuk hayati ameliorant, dan pupuk NPK terhadap N total, P tersedia serta pertumbuhan dan hasil jagung pada inceptisols Mieke Rochimi Setiawati; Lia Nur Linda; Nadia Nuraniya Kamaluddin; Pujawati Suryatmana; Tualar Simarmata
Jurnal Agro Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/15121

Abstract

Inceptisols umumnya memiliki tingkat kesuburan tanah rendah sampai sedang. Upaya peningkatan ketersediaan hara tanah Inceptisol dengan pupuk anorganik NPK perlu diimbangi dengan aplikasi pupuk hayati dan amelioran organik. Percobaan ini bertujuan untuk mengurangi dosis pupuk NPK dengan menggunakan pupuk hayati dan amelioran organik serta meningkatkan hasil tanaman jagung. Percobaan dilakukan di Pasir Banteng, Kabupaten Sumedang. Penelitian menggunakan RAK faktorial. Pupuk hayati dengan amelioran organik sebagai faktor pertama sebanyak empat taraf: tanpa pupuk hayati dan amelioran (kontrol), diberi pupuk hayati, amelioran organik, dan gabungan keduanya. Faktor kedua yaitu dosis pupuk NPK empat taraf: 100%, 80%, 60%, 40% NPK dosis anjuran.  Dilakukan tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara pupuk hayati, amelioran organik, dengan pupuk NPK terhadap tinggi tanaman, N-total tanah, bobot tongkol berkelobot dan tanpa kelobot. Pemberian pupuk hayati dan amelioran disertai pupuk NPK 100% dan yang tanpa diberi amelioran menghasilkan bobot tongkol tanpa kelobot sebesar 1.089 g dan 1.064 g per tanaman. Pemberian pupuk hayati dengan amelioran dan pemberian pupuk NPK 100% menghasilkan bobot pipilan per tanaman 526,08 g dan 539,08 g. Aplikasi pupuk hayati dan amelioran organik belum mampu mengurangi dosis penggunaan pupuk NPK pada Inceptisols asal Pasir Banteng. Inceptisols generally have low to moderate soil fertility. The effort to increase the nutrients availability in Inceptisol through the application of NPK fertilizers need to be balanced with biofertilizers and organic ameliorants. This experiment aimed to reduce the dose of NPK fertilizer by using biofertilizers and organic ameliorants and to increase maizeyields. The experiment was conducted in Pasir Banteng, Sumedang Regency. The factorial RBD was used. The biofertilizer with organic ameliorant as the first factor: no biofertilizer and no ameliorant (control), biofertilizer, organic ameliorant, and combination of both. The second factor was dose of NPK fertilizer: 100%, 80%, 60%, 40% of recommended NPK dose. It was repeated three times. The results showed that there was interaction between biofertilizer, organic ameliorants, with NPK fertilizers on plant height, N-total soil, weight of cobs with and without husk. The application of biofertilizer and ameliorant with 100% NPK fertilizer and without ameliorant were 1,089 g and 1,064 g of cobs without husks, respectively. The application of biofertilizer with ameliorant and 100% NPK fertilizer had a grain weight of 526.08 g and 539.08 g, respectively. The application of biofertilizers and organic ameliorants has not been able to reduce the dose of NPK fertilizer on Inceptisols from Pasir Banteng.
Efektifitas Azotobacter sp. Dan Pseudomonas sp. Pada tanaman sorgum (Shorgum bicolor L.) dalam proses fitoremediasi limbah minyak bumi Pujawati Suryatmana; Mieke Rochimi Setiawati; Nadia Nuraniya Kamaluddin; Diyan Herdiyantoro
Jurnal Agro Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/20146

Abstract

 Interaksi sinergis antara tanaman-bakteri dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja fitoremediasi tanah yang terkontaminasi hidrokarbon (HC). Penelitian bertujuan untuk karakterisasi plant growth promoting rhizobacteria: Azotobacter sp. dan Pseudomonas sp. dalam kinerja fitoremediasi limbah minyak bumi menggunakan tanaman sorgum (Sorghum bicolor L.). Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok faktorial (RAK-Faktorial) terdiri dari inokulasi Azotobacter sp. sebanyak 0%, 1%, 2%, dan 3% per konsentrasi total petroleum hydrocarbon (TPH), dan inokulasi Pseudomonas sp  0%, 1%, 2%, dan 3% per TPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara inokulasi Azotobacter sp. dan Pseudomonas sp. terhadap seluruh variabel respon. Namun, efek mandiri terlihat pada efisiensi biodegradasi HC, yaitu inokulasi Azotobacter sp dosis 3% berbeda secara signifikan dengan kontrol pada fase ke 4 minggu setelah tanam (MST), tetapi tidak signifikan pada fase 14 MST. Inokulasi Pseudomonas sp. tidak memberikan efek yang signifikan antar perlakuan terhadap efisiensi biodegradasi HC pada dua periode pengamatan. Populasi Azotobacter sp. dan Pseudomonas sp. menurun pada periode 4 MST, selanjutnya meningkat  pada periode 14 MST. Pertumbuhan tanaman sorgum mengalami retardasi selama 14 MST. Residu hidrokarbon terakumulasi lebih tinggi di bagian akar daripada di bagian tajuk tanaman. Azotobacter sp. dan Pseudomonas sp. berperan sebagai binding agent yang dapat menghambat serapan hidrokarbon oleh akar sorgum.ABSTRACTThe synergism interaction between plant-bacteria can be used to improve performance of phytoremediation hydrocarbon (HC) contaminated soil. The study aimed to characterize  Azotobacter sp. and Pseudomonas sp. in petroleum phytoremediation performance using sorghum (Sorghum bicolor L). The research used a randomized block design with two factors: Azotobactersp. inoculation 0%, 1%, 2% and 3% per total petroleum hydrocarbon (TPH) concetration, and Pseudomonas sp inoculation:  0%, 1%, 2% and 3% per TPH concentration. The results showed there was no interaction between Azotobacter sp. and Pseudomonas sp. inoculation to each response variable. The independent effect of 3% Azotobacter sp. to biodegradation HC efficiency was significantly different from the control at phase 4 weeks after planting (WAP), but not significantly different at phase 14 WAP. Pseudomonas sp. effect did not show a significantly different between treatments on the hydrocarbon biodegradation efficiency in the two observation periods. Azotobacter sp. and Pseudomonas sp. population decreased at period 4 WAP, then increased at period 14 WAP. The Sorghum growth was retarded during 14 WAP. Hydrocarbon residues accumulated higher in the roots than in shoot. Azotobacter sp. and Pseudomonas sp. act as a binding agent that can inhibit the hydrocarbons uptake by sorghum roots.
Pengaruh bahan pembawa terhadap efektifitas bakteri pelarut fosfat pada pertumbuhan dan hasil kedelai (Glycine max L.) pada inceptisol Pujawati Suryatmana; Andi Hana Mufidah Elmirasari; Reginawanti Hindersah; Betty Natalie Fitriatin; Mieke Rochimi Setiawati
Jurnal AGRO Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/25039

Abstract

Attempt to increase soybean production while maintaining soil health can be done by utilizing biofertilizers. However, the application of biological fertilizers on Inceptisols which tend to be acidic often go to meet the problems in its effectiveness. So it is necessary to maintain the effectiveness of inoculants through the selection of appropriate carrier materials. The experiment aimed to determine the effect of the application of Phosphate Solubilizing Bacteria (PSB) in carrier materials from agricultural waste (molasses, coconut water, and bran) to increase BPF viability, growth and yield of soybean (Glycine max L.) on Inceptisols in Jatinangor. The experimental design used was a randomized block design (RBD) consisting of a control treatment (without BPF inoculant), BPF without organic matter; BPF combined with three types of organic matter (each: molasses, coconut water, and rice bran and their mixtures). Experimental results showed that coconut water and rice bran could potentially maintain the viability of the BPF population. Coconut water could significantly increase the number and weight of seeds per soybean plant, with an increase in yield of 41.176% and 18.823%, respectively. Coconut water is an organic substance that has the most potential as a stimulant  material compared with molasses or bran.ABSTRAK Upaya untuk meningkatkan produksi kedelai sekaligus mempertahankan kesehatan tanah dapat dilakukan dengan memanfaatkan pupuk hayati (biofertilizers). Namun aplikasi pupuk hayati pada Inceptisol yang cenderung masam sering mengalami kendala dalam efektifitasnya. Sehingga perlu upaya untuk menjaga efektifitas inokulan melalui pemilihan bahan pembawa yang tepat. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi Bakteri Pelarut Fosfat (BPF) dalam bahan pembawa dari limbah pertanian (molase, air kelapa, dan dedak) untuk meningkatkan viabilitas BPF, pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max L.)  pada Inceptisols di Jatinangor. Percobaan dilakukan di rumah kaca kebun percobaan Fakultas Pertanian Unpad. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak kelompok (RAK) yang terdiri dari perlakuan kontrol (tanpa inokulan BPF), BPF tanpa bahan organik; BPF dikombinasikan dengan tiga jenis bahan organik (masing-masing: molase, air kelapa, dedak padi,  dan campurannya). Hasil percobaan menunjukkan bahwa air kelapa dan dedak padi berpotensi dapat mempertahankan viabilitas populasi BPF. Air kelapa dapat meningkatkan jumlah dan bobot biji per tanaman kedelai secara signifikan, dengan peningkatan hasil masing-masing sebesar 41,176% dan 18,823%. Air kelapa merupakan bahan organik yang paling potensial sebagai bahan stimulan dibandingkan molase maupun dedak. Air kelapa mengandung glukosa, fruktosa, dan sukrosa, asam glutamat dan asam aspartat yang dapat berperan dalam memacu aktifitas BPF.
Enhancing microbial population and biomass of water spinach grown in tailing and inceptisols by manure amendment Hindersah, Reginawanti; Suryatmana, Pujawati; Herdiyantoro, Diyan; Hamdani, Jajang Sauman
Jurnal AGRO Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/39611

Abstract

The impact of tailings accumulated on agricultural land is the loss of soil profile and decreased soil quality, making plants difficult to grow. This study aimed to observe the effect of cow dung manure (CM) doses to gold mine tailings on total fungal and bacterial populations of soil surrounding roots and water spinach biomass and to analyze the correlation between fungal and bacterial populations with water spinach growth parameters. The experiment was designed in a randomized block design with five treatments and five replications. The treatments included without CM (control) and 5, 10, 15, and 20% of CM in tailing. Similar treatments were added to plants grown in mineral soil, i.e. Inceptisols. The results determined the retarded plant growth in tailing compared to that in Inceptisols. The plant grown in tailing was more responsive to manure amendment. The CM increased total fungal and bacterial populations in the soil around the roots, plant height, leaf number, stem thickness, wet weight, and dry weight of intact plants. Applying 5% of CM caused better growth of water spinach than other treatments. Total fungal and bacterial populations were strongly correlated with water spinach height and dry weight. ABSTRAK Dampak negatif penumpukan tailing di lahan pertanian adalah hilangnya profil tanah dan penurunan kualitas tanah sehingga tanaman sulit tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengobservasi pengaruh pemberian dosis pupuk kotoran sapi (PKS) pada tailing tambang emas terhadap populasi jamur dan bakteri total biomassa kangkung darat (Ipomoea reptans (L.) Poir.) serta menganalisis korelasi antara populasi jamur dan bakteri di tanah sekitar perakaran dengan parameter pertumbuhan kangkung. Percobaan pot di rumah kaca disusun dalam rancangan acak kelompok dengan lima perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan percobaan adalah tanpa dan dengan penambahan 5, 10, 15 dan 20% PKS ke dalam tailing. Perlakuan yang sama diberikan pada tanaman kangkung dengan tanah Inceptisol. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pertumbuhan kangkung di tailing terhambat dibandingkan di tanah Inceptisols, tetapi tanaman di tailing lebih responsif terhadap aplikasi PKS. Pupuk kotoran sapi mampu meningkatkan populasi jamur dan bakteri total di sekitar perakaran, tinggi tanaman, jumlah daun, ketebalan batang, bobot basah serta bobot kering tanaman di tailing. Pemberian 5% PKS lebih meningkatkan pertumbuhan tanaman kangkung dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Populasi jamur dan bakteri masing-masing berkorelasi positif dengan hubungan yang sangat kuat dengan bobot kering serta tinggi tanaman kangkung. Percobaan ini menjelaskan bahwa bahan organik penting untuk memperbaiki kualitas tailing dan pertumbuhan tanaman.
Enhancing microbial population and biomass of water spinach grown in tailing and inceptisols by manure amendment Hindersah, Reginawanti; Suryatmana, Pujawati; Herdiyantoro, Diyan; Hamdani, Jajang Sauman
Jurnal AGRO Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/39611

Abstract

The impact of tailings accumulated on agricultural land is the loss of soil profile and decreased soil quality, making plants difficult to grow. This study aimed to observe the effect of cow dung manure (CM) doses to gold mine tailings on total fungal and bacterial populations of soil surrounding roots and water spinach biomass and to analyze the correlation between fungal and bacterial populations with water spinach growth parameters. The experiment was designed in a randomized block design with five treatments and five replications. The treatments included without CM (control) and 5, 10, 15, and 20% of CM in tailing. Similar treatments were added to plants grown in mineral soil, i.e. Inceptisols. The results determined the retarded plant growth in tailing compared to that in Inceptisols. The plant grown in tailing was more responsive to manure amendment. The CM increased total fungal and bacterial populations in the soil around the roots, plant height, leaf number, stem thickness, wet weight, and dry weight of intact plants. Applying 5% of CM caused better growth of water spinach than other treatments. Total fungal and bacterial populations were strongly correlated with water spinach height and dry weight. ABSTRAK Dampak negatif penumpukan tailing di lahan pertanian adalah hilangnya profil tanah dan penurunan kualitas tanah sehingga tanaman sulit tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengobservasi pengaruh pemberian dosis pupuk kotoran sapi (PKS) pada tailing tambang emas terhadap populasi jamur dan bakteri total biomassa kangkung darat (Ipomoea reptans (L.) Poir.) serta menganalisis korelasi antara populasi jamur dan bakteri di tanah sekitar perakaran dengan parameter pertumbuhan kangkung. Percobaan pot di rumah kaca disusun dalam rancangan acak kelompok dengan lima perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan percobaan adalah tanpa dan dengan penambahan 5, 10, 15 dan 20% PKS ke dalam tailing. Perlakuan yang sama diberikan pada tanaman kangkung dengan tanah Inceptisol. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pertumbuhan kangkung di tailing terhambat dibandingkan di tanah Inceptisols, tetapi tanaman di tailing lebih responsif terhadap aplikasi PKS. Pupuk kotoran sapi mampu meningkatkan populasi jamur dan bakteri total di sekitar perakaran, tinggi tanaman, jumlah daun, ketebalan batang, bobot basah serta bobot kering tanaman di tailing. Pemberian 5% PKS lebih meningkatkan pertumbuhan tanaman kangkung dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Populasi jamur dan bakteri masing-masing berkorelasi positif dengan hubungan yang sangat kuat dengan bobot kering serta tinggi tanaman kangkung. Percobaan ini menjelaskan bahwa bahan organik penting untuk memperbaiki kualitas tailing dan pertumbuhan tanaman.
Co-Authors . WISJNUPRAPTO Adawiah, Aliya Zahrah Ade Setiawan Aditya, Fasa Aditya, Fasa Aditya, Fasa Agung Karuniawan Agung Karuniawan Agung Muhammad Yusuf Aliya Zahrah Adawiah Alyani Shabrina Amalia Chusnul Anas Ramdhani Andi Hana Mufidah Elmirasari ANNE NURAINI Anne Nurbaity ANNE NURBAITY Anne Nurbaity Anni Yuniarti Annisa Rosalina Sylvia Apong Sandrawati Asmiran, Priyanka Aten Komarya Bagus Adityo Bang, Sunbaek Benny Joy Betty N. Fitriatin Betty Natalie Fitriatin Betty Natalie Fitriatin Betty Natalie Fitriatin Betty Natalie Fitriatin Budiman, Muhammad Nafariz Chotimah, Andina Christine Angel Damayani, Maya Dedeh H. Arief Dedi Ruswandi Denny Sobardini Sobarna Denny Sobardini Sobarna Dewi, Yeni Wispa Dewikusuma Ikhsani Adhiningtyas Diyah Sri Utami DIYAN HERDIYANTORO Diyan Herdiyantoro Diyan Herdiyantoro Diyan Herdiyantoro Djuwansah, Muhamad Rachman EDWAN KARDENA Eka Safitri Emma Trinurani Sofyan Enny Ratnaningsih Erni Erni Erni Suminar Eso Solihin Evi Entang Fatimah Evi Entang Fatimah Fadhilla Oktavianingtyas Trisilvi Fajri Syahid Nurhakim Febby Nur Indriani Fera Siti Meilani Fiky Yulianto Wicaksono Fiky Yulianto Wicaksono Fitriatin, Betty Natalie Gordon Pius Marihot Halimah, Ummu ‘Azizah Handayani, Sri Harry Rum Haryadi Ibnu Rizki Perdana Ikrar Nusantara Putra Ikrar Nusantara Putra Ilyas, Ichsan Indra Herliana Iskariman, Ahlan Azman Iva Fitriani Jajang Sauman Hamdani Januar, Dodi Ganjar Jihan Fitria Meilani Khumairah, Fiqriah Hanum Latifah, Tipah Leoni Silvia Lia Nur Linda Maharani, Nadhira Saniya Mahdi Argawan Putra Mahfud Arifin Marenda Ishak Sonjaya Sule Masruri, Muhammad Kholil Maulana, Nurzen Maya Damayani Maya Damayanti Meddy Rachmadi Mieke Rochimi S Mieke Rochimi Setiawati Mieke Rochimi Setiawati Mieke Rochimi Setiawati Mieke Rochimi Setiawati Mieke Rochimi Setyawati Muhammad Agus Mulyana Muhammad Amir Solihin Nadia N. Kamaluddin Nadia Nuraniya Kamaluddin Nanda Aditya Setyawan Nandha Afrilandha NENNY NURLAENY Ninda Meiditia Putri Nizar Ulfah Nugraha, Gita Bina Nugraha, Gita Bina Nugraha, Gita Bina Nurullita Fitri Qurnia Oviyanti Mulyani Pirda Nurhopipah Probo Condrosari Rachelita, Nadia Rainaldi, Rainaldi Rara Rahmatika Risanti Reginawanti Hindersah Reginawanti Hindersah Reginawati Hindersah Rhazista Noviardi Rhazista Noviardi Rhazista Noviardi Richard A. Gunawan Ridha Hudaya Rija Sudirja Rina Devnita Risanti, Rara Rahmatika Risanti, Rara Rahmatika Salsabilla, Camilla Sandra Amalia Riyadi Sandrawati, Apong Santi Rosniawaty Setiawati, Mieke Richimi Setiawati, Mieke Rochimi Shinta Nurrizqi Indrayani Silmi Rahadiana Putri Sumadi Sumadi Suswanto, Irwan syafrizal Syafrizal Syafrizal SYARIFUL MUBAROK Syifa Nabila Kurnia Sylvia, Annisa Rosalina Tarra Martiana Dewi Triyani Dewi Tualar Simarmata Tualar Simarmata Ummu ‘Azizah Halimah Uum Umiyati Vera Oktavia Subarja Wati, Dyah Aditya Yori Tridendra Yudhistari Sihombing Yuliati Machfud Yusup Hidayat Zahra Ilmiyati Zellya Handyman Zulkifliani Zulkifliani, Zulkifliani