Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

STRENGTHENING FINANCIAL LITERACY FOR INDONESIAN MIGRANT WORKERS IN MALAYSIA: "A STRATEGY TOWARDS FINANCIAL INDEPENDENCE” Karnila Ali; Muhammad Ihsan Dacholfany; Fitriani Fitriani; Elmira Febri Darmayanti; Nina Lelawati; Eva Rolia
SINAR SANG SURYA Vol 10 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v10i1.4988

Abstract

Malaysia was the most frequently chosen country by Indonesian Migrant Workers (IMW) in 2024. Education on the importance of financial management for IMW is crucial. This is because the majority of IMW lack adequate knowledge of financial management. Observations through various media sources concluded that many IMW still lack adequate knowledge and understanding of financial literacy. This education is delivered through training aimed at teaching IMW the importance of financial planning. The materials provided include budgeting, saving, using digital financial applications and online banking services to facilitate transactions and money transfers, and investing, which are essential for effective personal financial management. Management Science University (MSU) Malaysia is a popular destination for Indonesians seeking further education and employment in the formal sector. According to MSU, approximately 200 Indonesian students are currently studying at MSU, with approximately 25 formal migrant workers employed on campus as lecturers and staff and informal workers around Shah Alam. This community service activity is an international collaboration between the Management Science University (MSU) Malaysia Lecturers and the Universitas Muhammadiyah Metro Lecturers. The community service activity takes the form of financial planning training, which is expected to equip Indonesian migrant workers (IMW) working around the MSU campus in Shah Alam with the knowledge necessary for proper financial management. Providing training and reinforcement regarding financial management and digital banking services will be effective in improving the financial literacy of formal and informal IMW working at MSU Malaysia campus and its surroundings.The implementation method for this training consists of four stages: planning, preparation, implementation, and evaluation. The short-term goal of this program is to successfully implement this community service activity, which is expected to serve as an alternative activity to strengthen the literacy of Indonesian migrant workers still working in MalaysiaKeywords: Training, Financial Literacy, Investment, Indonesian Migrant Workers
Pendampingan Pengemasan dan Branding Produk pada KWT Desa Ngestirahayu untuk Meningkatkan Daya Saing Produk Fajri Arif Wibawa; Gres Mareta; Lilian Mega Puri; Eva Rolia; Okta Renaldy Tama; Ahmad Imron
SINAR SANG SURYA Vol 10 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v10i1.5043

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Ngestirahayu melalui peningkatan kapasitas dalam produksi, branding produk, pemasaran digital, serta pengelolaan keuangan. Metode pelaksanaan dilakukan melalui empat tahapan, yaitu analisis kebutuhan, perancangan materi pelatihan, implementasi program, dan evaluasi. Kegiatan pelatihan meliputi pengenalan branding produk, penggunaan aplikasi desain untuk pembuatan logo, pelatihan pengemasan produk, serta pemasaran melalui e-commerce. Selain itu, pelatihan pembuatan pupuk organik secara mandiri juga diberikan untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan mendukung pertanian berkelanjutan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan kapasitas produksi KWT dengan alat produksi yang lebih efisien, peningkatan kualitas produk dengan kemasan yang menarik, serta penguasaan keterampilan branding dan pemasaran digital. Dampak dari program ini adalah meningkatnya pendapatan anggota KWT, perluasan pasar produk, serta keberlanjutan usaha yang lebih baik melalui pengelolaan keuangan yang lebih terstruktur. Program ini memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian desa dan pemberdayaan perempuan dalam dunia usaha.
PENDAMPINGAN TEKNIS BEDAH RUMAH KATEGORI RUMAH SEDERHANA LAYAK HUNI Bertempat di Kelurahan Rejomulyo Kecamatan Metro Selatan Kota Metro Yusuf Amran; Dwi Irawan; Chica Oktavia; Septyanto Kurniawan; Leni Sriharyani; Eri Prawati; Eva Rolia; Ida Hadijah; Feby Aristia Putri; Adi Salasiyanto; Awalu Far’i; M Lutfian Candra Saputra; Ahmad Suri
SINAR SANG SURYA Vol 10 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v10i2.5238

Abstract

Program pengabdian masyarakat yang merupakan salah satu program utama dari LazisMu Kota Metro sekaligus sebagai pilot project pengabdian kepada masyarakat Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Metro berupa pendampingan teknis konstruksi bedah/pembangunan rumah sederhana layak huni dilakukan dengan tujuan untuk mengimplementasikan keilmuan khusunya bidang teknik sipil dimasyarakat pada umumnya. Keterlibatan pihak kampus dalam pembangunan rumah ini merupakan bentuk nyata pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat, khususnya pada masyarakat kelurahan Rejomulyo sebagai pembelajaran langsung bagi para akademisi dan komitmen nyata pembangunan agar sesuai standar konstruksi yang layak dan aman. Kegiatan pendampingan yang dilakukan berupa perencanaan/desain sampai pengawasan pelaksanaan pembangunan untuk memastikan kualitas bangunan tetap terjaga dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat memberikan dampak positif, baik dari segi teknis, sosial, agama, lingkungan maupun masyarakat. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk menginspirasi dan mendorong terciptanya kolaborasi-kolaborasi positif lainnya sebagai salah satu tanggung jawab sosial perguruan tinggi di tengah masyarkat. Kondisi saat ini memaksa adanya kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menjawab persoalan-persoalan social di masyarakat sekaligus memastikan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di kampus dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, harapannya melalui kegiatan pengabdian masyarakat seperti ini semakin membangun kepedulian dan solidaritas sosial lintas elemen. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan ini adalah bagian penting dari Tri Dharma perguruan tinggi selain Pendidikan dan penelitian. Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pendampingan teknis konstruksi berupa perencanaan, pengawasan pelaksanaan, sharing knowledge dan praktek serta pengembangan teknologi konsturksi ringan. Pada tahapan sosialisasi dan sharing knowledge narasumber menjelaskan mengenai fisik dan teknis konstruksi, pemilihan bahan baku utama dan tambahan serta konsultasi pengawasan teknis pelaksanaan pekerjaan sampai dengan selesai pembangunan.Dengan adanya pendampingan teknis ini diharapkan pembangunan rumah sederhana layak huni milik salah satu warga Kelurahan Rejomulyo Metro Selatan ini dapat selesai tepat waktu dan memenuhi standar teknis konstruksi sehingga dapat menberikan rasa aman dan nyaman bagi semua pihak yang terlibat terutama bagi penghuni rumah tersebut.
Daycare Lansia Aisyiyah Sebagai Pusat Pemberdayaan Lansia di Kota Metro Sri Retnaning Rahayu; Elmira Febri Darmayanti; Eva Rolia; Durotun Nasikah; Karnila Ali; Merissa Azzahra; Bagus Surya Sahputra; Reyhan Singgih Pradipta; Shinta Amelia; Nafa Wulan Ramadani
SINAR SANG SURYA Vol 9 No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v9i2.4492

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membentuk dan mengembangkan DayCare Lansia Aisyiyah sebagai pusat pemberdayaan lanjut usia di Kota Metro. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia, termasuk di Kota Metro, yang membutuhkan perhatian khusus dalam aspek kesehatan, spiritual, sosial, dan ekonomi. Metode pelaksanaan pengabdian dibagi dalam dua tahap, yaitu tahap pra pelaksanaan yang mencakup survei lokasi, perancangan desain, serta pengadaan sarana, dan tahap pelaksanaan yang meliputi peningkatan fasilitas DayCare dan pelaksanaan program pemberdayaan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada infrastruktur layanan lansia, seperti toilet ramah lansia, ruang ibadah, dan sarana pendukung lainnya. Program rutin seperti pengajian, pelatihan keterampilan, dan pemeriksaan kesehatan telah berjalan dengan baik dan mendapatkan respons positif dari peserta lansia. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan berbagai luaran seperti publikasi artikel ilmiah, video kegiatan, artikel media massa, dan pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual. Dampak kegiatan terlihat pada meningkatnya kualitas hidup lansia, terciptanya interaksi sosial yang positif, serta keterlibatan aktif masyarakat dan akademisi dalam mendukung keberlanjutan program. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pengabdian yang dapat direplikasi di daerah lain, serta menjadi kontribusi nyata dalam menciptakan lingkungan yang lebih ramah dan memberdayakan bagi lansia.Kata kunci : Pemberdayaan lansia, layanan day care, kesehatan lansia, pengabdian masyarakat, Kota Metro. 
ANALISIS EKOHIDRAULIK VEGETASI RIPARIAN TERHADAP KUALITAS AIR SUNGAI WAY BATANGHARI BERDASARKAN INDEKS MAKROINVERTEBRATA Eva Rolia; Desma Andiestya Christi; Eri Prawati
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 15 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v15i2.5222

Abstract

Kondisi vegetasi riparian yang berfungsi sebagai penyangga bagi lingkungan perairan sangat mempengaruhi kualitas ekosistem sungai. Degradasi vegetasi riparian dapat menyebabkan penurunan kualitas air dan keanekaragaman hayati perairan, termasuk makroinvertebrata yang sensitif terhadap perubahan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kondisi vegetasi riparian dengan komposisi makroinvertebrata di Sungai Way Batanghari, Kota Metro. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif korelasional, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling di tiga lokasi yang memiliki variasi kondisi vegetasi riparian. Data yang diperoleh meliputi pengukuran kepadatan, tajuk, dan persentase tanaman asli dari vegetasi, serta komposisi makroinvertebrata yang dianalisis menggunakan Indeks Biotilik (FBI) untuk menilai kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indeks Biotilik memiliki hubungan yang sangat kuat dan signifikan dengan kualitas air, dengan nilai koefisien korelasi Pearson sebesar 0,926. Sementara itu, persentase semak dan pohon menunjukkan hubungan yang lemah hingga sedang dengan kualitas air, tetapi tidak signifikan secara statistik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa vegetasi riparian yang lebih padat berkontribusi pada peningkatan keberagaman makroinvertebrata dan kualitas air, serta bahwa Indeks Biotilik dapat digunakan sebagai indikator biologis yang efektif untuk menilai kualitas air. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan dasar ilmiah untuk pengelolaan dan restorasi ekosistem sungai yang berkelanjutan.