Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

ANALISIS KARAKTERISTIK PENYEBRANGAN PEJALAN KAKI PADA RUAS JALAN JENDERAL SUDIRMAN KOTA METRO Septyanto Kurniawan; Handika Putra Pratama; Masykur Masykur
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2019): November 2019
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v9i1.1045

Abstract

Peningkatan volume lalu lintas kendaraan di jalan raya sangat membutuhkan tersedianya fasilitas pejalan kaki berupa fasilitas penyebrangan pada daerah dimana pejalan kaki terkonsentrasi seperti di ruas jalan Jendral Sudirman Kota Metro yaitu pada titik ruas komplek pertokoan Mega Mall–kantor BRI di Kota Metro. Penyediaan fasilitas penyebrangan adalah untuk meminimalkan konflik langsung antara pedestrian/pejalan kaki dan kendaraan yang melintas di jalan raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan kondisi penyeberangan jalan serta mencari hubungan persamaan antara volume lalu lintas dengan volume penyeberang kemudian menentukan fasilitas penyeberang apa yang sesuai dengan karakteristik pejalan kaki di lokasi penelitian. Adapun langkah analisis yang akan dilakukan adalah menghitung PV2,terdiri dari volume penyeberang (P) dan volume kendaraan (V) dan dicocokan dengan persyaratan fasilitas penyeberangan sesuai peraturan yang berlaku.Dari hasil analisis yang dilakukan didapat nilai terbesar (P) 588 Pejalan kaki/ jam, nilai terbesar (V) 6.543,5 kend/jamPV2 = 251,76x1010. Sehingga untuk menunjang keselamatan para pejalan kaki dan kelancaran arus lalu lintas direkomendasikan dengan menggunakan fasilitas penyeberangan pelican crossing dengan median
ANALISIS KAPASITAS RUANG PARKIR KENDARAAN KAMPUS 1 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO Septyanto Kurniawan; Leni Sriharyani
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 10, No 1 (2020): November 2020
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v10i1.1316

Abstract

Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Metro yang kampus berlokasi di jalan Ki. Hajar Dewantara No. 116 Iring Mulyo Kecamatan Metro Timur. Jumlah mahasiswa, dosen dan karyawan yang terus meningkat signifikan sejak tahun 2016, menuntut pihak pengelola kampus untuk mampu memberikan pelayanan dan fasilitas penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas kepada mahasiswa dan seluruh civitas akademika Universitas Muhammadiyah Metro. Salah satu fasilitas tersebut adalah pembangunan gedung perkuliahan dan fasilitas kampus lainnya, telah menyebabkan menyempitnya lahan parkir di kampus. Penyebaran kedatangan dan keberangkatan kendaraan yang parkir tidak merata sepanjang  harinya, fasilitas parkir kendaraan pada pelataran/ halaman Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Metro disediakan hanya untuk dosen, karyawan, mahasiswa dan tamu yang datang pada Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Metro saja dikarenakan terbatasnya luas lahan parkir. Adapun jumlah kapasitas kendaraan parkir serta luas lahan/ petak parkir yang tersedia pada Kampus 1 Muhammadiyah Metro terbagi menjadi 5 yaitu : Daerah A dengan luas lahan/ petak parkir  2.694,18 M2, untuk kendaraan bermotor R4 64 unit dan kendaraan bermotor R2 33 unit, Daerah B dengan luas lahan/ petak parkir  631,66 M2, untuk kendaraan bermotor R2 163 unit, Daerah C dengan luas lahan/ petak parkir  1.568,87 M2, untuk kendaraan bermotor R2 306 unit, Daerah D dengan luas lahan/ petak parkir  1.286,59 M2, untuk kendaraan bermotor R4 24 unit, dan kendaraan bermotor R2 134 unit, Daerah E dengan luas lahan/ petak parkir  706,2 M2, untuk kendaraan bermotor R4 13 unit.
ANALISA PENGUJIAN DYNAMIC CONE PENETROMETER (DCP) UNTUK DAYA DUKUNG TANAH PADA PERKERASAN JALAN OVERLAY (Studi Kasus: Ruas Jalan Metro – Tanjungkari STA 7+000 s/d STA 8+000) Masykur Masykur; Septyanto Kurniawan
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2017): November 2017
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v7i1.660

Abstract

Perkerasan jalan ada tiga jenis yaitu perkerasan lentur, perkerasan kaku dan pekerasan komposit yaitu kombinasi dari perkerasan lentur dengan perkerasan kaku. Konstruksi perkerasan jalan lentur (fleksibel pavement), yaitu suatu susunan konstruksi perkerasan yang lapisan atas beraspal serta bahan berbutir yang terletak dibawahnya.Perencanaan berada di Ruas Jalan Metro–Tanjungkari, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Perencanaan ini meliputi survey lalu lintas dan mengetahui California Bearing Ratio (CBR) tanah dasar. Tujuan dari perencanaan ini adalah mempelajari dan memahami dalam merencanakan perkerasan lentur (fleksibel pavement) dengan mengacu pada Metode Analisa Komponen Bina Marga.Untuk merencanakan lapis perkerasan lentur (flexible Pavement) dibutuhkan data-data primer dan data-data sekunder. Data tersebut terdiri dari kondisi existing jalan, LHR dan CBR tanah dasar. Sedangkan hasil pengelolahan dan perhitungan hasil penelitian dilapangan diperoleh susunan perkerasan jalan yaitu laston (overlay) 4 cm, lapis AC–BC 10 cm, lapis macadam 15 cm dan telford 20 cm.Kata kunci: Anlis DCP Terhadap DDT Jalan Overlay.
KAJIAN FASILITAS PENYEBERANGAN SEKOLAH PADA KAWASAN PUSAT PENDIDIKAN JALAN KI. HAJAR DEWANTARA KOTA METRO Leni Sriharyani; Septyanto Kurniawan
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 12, No 1 (2022): November 2022
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v12i1.2322

Abstract

Daerah kampus Jalan Ki Hajar Dewantara merupakan kawasan pusat Pendidikan, dimana di area tersebut  terdapat sekolah mulai  dari tingkat taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas hingga perguruan tinggi. Letak gedungnya jaraknya sangat dekat. Volume lalu lintas pada saat jam sekolah yakni pagi dan sore sangatlah tinggi. Pengguna jalan baik pengendara kendaraan maupun pejalan kaki sama-sama menggunakan haknya di jam tersebut. Kesemrawutan terjadi terutama pada saat jam masuk sekolah dan jam pulang sekolah. Pada Kawasan ini minim sekali fasilitas penyeberangan bagi pejalan kaki, sehingga keamanan dan keselamatan pejalan kaki terutama anak-anak sekolah  belum dapat terlindungi.   Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode pengumpulan data dengan melakukan pengamatan dan observasi langsung di lapangan berupa survei perilaku penyeberang jalan, survei perilaku pengantar sekolah, survei kecepatan sesaat, survei volume lalu lintas dan kapasitas jalan.Dari hasil analisis yang telah dilakukan berdasarkan empat parameter, menunjukkan kondisi yang belum selamat, maka pada sekolah-sekolah yang berada di Jalan Ki. Hajar Dewantara yakni : (1) TK PGRI Iringmulyo, (2) SDN2 Metro Timur, (3) SMPN2 Metro, (4) MAN 1 Metro , perlu diterapkan ZoSS. Tingkat pelayanan jalan (Level of Service) ruas jalan Ki. Hajar Dewantara termasuk dalam kategori B yaitu Arus stabil, tetapi kecepatan operasi mulai dibatasi oleh kondisi lalu lintas.
ANALISIS PENGARUH BUNDARAN TERHADAP KINERJA PERSIMPANGAN (Studi Kasus Jl. Pattimura, Jl. Dewi Sartika, Jl.Ra Kartini) Regendra Alfatih; Agus Surandono; Septyanto Kurniawan
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 1 No 2 (2020): JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1248.963 KB) | DOI: 10.24127/jumatisi.v1i2.3669

Abstract

Transportasi memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat modern, dimana teknologi yang berkembang dengan pesat serta laju pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat, Perencanaan simpang yang berbentuk bunderan merupakan bagian dari jalan raya yang amat penting.volume kendaraan yang melintas semakin meningkat sehingga persimpangan ini diperkirakan kedepannya memiliki arus lalu lintas akan semakin padat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan kondisi perencanaan bundaraan jalan serta mencari hubungan persamaan antara volume kendaraan dengan pengaruh bundaran, kemudian memberikan pemecahan masalah yang ada di bundaran yang sesuai dengan tigkat pelayananarus laluliintas di lokasi penilitian. Adapun langkah analisis yang akan dilakukan adalah menghitung smp, yang terdiri dari (C) pada jam sibuk / tertinggi dan (C0) Pada Jam non sibuk / Terendah dan dicocokan dengan Kondisi pola arus lalu lintas atau kinerja yang terjadi pada bundaran. Dari hasil analisis yang dilakukan didapat nilai yang terdiri dari (C) pada jam sibuk / tertinggi untuk di jalan pattimura 6852,9 smp/jam, di jalan dewi sartika 596,4 smp/jam, dan di jalan ra kartini 596.4 smp/jam. Sehingga Kondisi pola arus lalu lintas atau kinerja yang terjadi pada bundaran 29 pada tahun 2019 ini masih terbilang memenuhi kapasitas yang tersedia, karena telah disesuaikan dengan peraturan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997.
KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN ASPHAL CONCRETE –BINDER COURSE (AC-BC) DENGAN BAHAN PENGISI (FILLER) ABU BATU KAPUR (LIMESTONE) Merza Okta Vianda; Leni Sriharyani; Septyanto Kurniawan
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 2 No 1 (2021): JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.956 KB) | DOI: 10.24127/jumatisi.v2i1.3685

Abstract

Jalan merupakan sarana yang sangat penting digunakan untuk transportasi bagi masyarakat. Di Indonesia , kontruksi jalan sudah banyak menggunakan campuran Laston, karna dalam campuran ini akan menghasilkan lapisan perkerasan yang kedap air dan tahan lama, harga relatif murah dibandingkan dengan kontruksi jalan beton. Dalam penelitian ini dicoba menggunakan variasi filler berupa abu batu kapur (Limestone) sebagai alternatif bahan campuran lapis aspal beton AC-BC. (Limestone) sendiri banyak dijumpai di provinsi Lampung, Khususnya di Kabupaten pesawaran yang sebagian besar digunakan untuk bahan bangunan. Jenis penelitian ini adalah penambahan variasi filler (Limestone) kedalam campuran AC-BC dengan penambahan komposisi campuran sebesar 0% (tanpa bahan tambahan), 1%, 2%, 5%, 6% dan kadar aspal 4,5%, 5%, 5,5%, 6%, 6,5%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa karakteristik Marshall seperti nilai VMA, VFA cenderung naik sedang nilai VIM, Flow, Stability, Marshall Quotient cenderung menurun karena pengaruh variasi filler. Di dapat KAO sebesar 5%, 5%, 5,1%, 5,5%, 5,6%, 5,8%, 5,9%, dan 6,4%. Berdasarkan spesifikasi Bina Marga 2010 di dapat penambahan variasi filler 1%, 2% dengan KAO 5,5%..
ANALISIS STABILITAS LERENG PADA ALIRAN SUNGAI WAY BATANGHARI KOTA METRO Aziz Aji Pangestu; Yusuf Amran; Septyanto Kurniawan
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 2 No 2 (2021): JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1350.645 KB) | DOI: 10.24127/jumatisi.v2i2.3705

Abstract

Lereng merupakan suatu permukaan tanah yang memiliki kemiringan dan membentuk sudut tertentu terhadap bidang horizontal dan tidak terlindungi. Pada sungai Way Batanghari Kota Metro terdapat banyak lereng. Pada lereng tersebut terdapat bangunn-bangunan di atasnya, seperti: gedung perkantoran, gedung erkuliahan, sekolah-sekolah dan perumahan. Apabila kondisi lereng tersebut tidak aman, maka akan berdampak terhadap bangunan di atas lereng tersebut. Penelitian ini mempunyai tujuan yaitu yang pertama untuk mengetahui kondisi eksisting stabilitas lereng sepanjang aliran sungai Way Batanghari Kota metro. Kemudian tujuan yang kedua adalah untuk mengetahui nilai faktor keamanan lereng pada lokasi tersebut. Analisis stabilitas lereng adalah analisis stabilitas pada permukaan tanah yang miring. Analisis tersebut dilakukan untuk mengecek faktor keamanan dari sebuah lereng yang mempunyai nilai faktor keamanan lebih dari nilai 1,5 yang dinyatakan aman atau stabil. Penelitian ini melakukan pengukuran sudut kemiringan lereng menggunakan alat ukur Theodolite dan pengambilan sampel tanah dari tiga titik yang berbeda yang kemudian diuji di laboratorium. Kemudian, penelitian ini menggunakan metode fillenesius untuk menghitung stabilitas lereng. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata faktor keamanan dari ketiga titik dari lokasi penelitian adalah 2,829. Faktor keamanan tersebut melebihi batas faktor keamanan (>1,5). Hal itu berarti bahwa kondisi lereng pada aliran sungai Way Batanghari di Kota Metro terutama lereng sepanjang Kampus Universitas Muhammadiyah Metro dalam kondisi stabil.
ANALISIS PERBANDINGAN PASIR LAUT DAN PASIR SUNGAI SEBAGAI AGREGAT HALUS PADA CAMPURAN ASPAL PANAS (AC - BC) DENGAN PENGUJIAN MARSHALL Edy Prasetyo; Septyanto Kurniawan; Ida Hadijah
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 2 No 2 (2021): JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1736.472 KB) | DOI: 10.24127/jumatisi.v2i2.3706

Abstract

Campuran AC-BC (Asphalt Concrete–Binder Course) dengan menggunakan agregat halus dari pasir laut memenuhi persyaratan karakteristik Marshall berdasarkan Spesifikasi Umum Bina Marga, (2010). Tujuan dari penelitian menganalisis pengaruh pemanfaatan pasir laut sebagai pengganti agregat halus terhadap nilai uji Marshall campuran AC–BC (Asphalt Concrete–Binder Course). Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode desain empiris secara eksperimen yaitu metode yang dilakukan dengan mengadakan kegiatan percobaan untuk mendapatkan data. Pada penelitian yang telah dilakukan di laboratorium untuk dapat mengetahui hasil dari analisis perbandingan pasir laut dan pasir sungai sebagai agregat halus pada campuran aspal panas (AC-BC) dengan pengujian marshall, serta menggunakan kadar aspal yang berbeda, yaitu : 4%, 4,5%, 5%, 5,5%, 6%, 6,5%. Hasil dari keseluruhan perhitungan bahwa penggantian pasir laut sebagai agregat halus pada kadar aspal optimum 4,80 % dan pasir laut 32 % adalah komposisi yang paing efisien dengan nilai stability 1.023,994 Kg, VMA 14,929 %,VIM 3,056 %, VFB 79,741 %, Flow 2,859 mm, VIM refusal 3,847 %, Marshall 365,918 Kg/mm. Hasil dari karakteristik marshall pada kondisi KAO, kadar pasir laut 32 % dengan kadar aspal optimum 4,80 % pada campuran AC-BC memenuhi spesifikasi umum bina marga (2010).
ANALISIS PENGGUNAAN ABU CANGKANG KELAPA SAWIT SEBAGAI TAMBAHAN FILLER PADA CAMPURAN ASPHALT CONCRETE BINDER COURSE BERDASARKAN PENGUJIAN MARSHALL rico handoko; Ida Hadijah; Septyanto Kurniawan
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 3 No 1 (2022): JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1442.739 KB) | DOI: 10.24127/jumatisi.v3i1.3707

Abstract

Jalan merupakan akses penting dalam transportasi masyarakat. Setiap dalam kehidupan sehari - hari hanya menggunakan alat transportasi untuk menempuh suatu tempat tertentu. Pada penggunaan dan penerapan aspal beton untuk kondisi jalan dengan volume lalu lintas yang cukup tinggi sering kali ditemukan masalah terutama dalam hal teknis. Indonesia merupakan negara yang memiki kekayaan alam yang begitu luas dari sumatra hingga papua, penuh dengan perkebunan kelapa sawit. Maka dari itu dalam penelitian ini dicoba menggunakan variasi filler berupa abu cakang kelapa sawit sebagai alternatif bahan campuran lapis aspal beton AC-BC. Abu cangkang kelapa sawit banyak dijumpai khususnys di provinsi Lampung. Jenis penelitian ini adalah penambahan variasi filler abi cangkang kelapa sawit kedalam campuran AC-BC dengan penambahan komposisi penambahan campuran 0% ( tanpa bahan tambahan), 2%, 3%, 4%, 5%, 6% dan kadar aspal 4,5%, 5%, 5,5%, 6%. Hasil dari keseluruhan perhitungan bahwa penambahan abu cangkang kelapa sawit sebagai filler pada kadar aspal optimum 5,5% dan filler 5% adalah komposisi yang paling efesien dengan nilai VMA 16,594, VIM 4,426, VFA 73,366, Stability 1387,973, Flow 3,47 dan Marshall Quotient 401,44. AC-BC (Asphalt Concrete-Binder Course) dan Hasil dari karakteristik Marshall pada kondisi KAO, kadar filler abu cangkang kelapa sawit sebesar kurang dari 5% dengan kadar aspal optimum 5,5% pada campuran Memenuhi Spesifikasi Umum Bina Marga (2010).
ANALISIS METODE TIME COST TRADE PADA PEMBANGUNAN PERPUSTAKAAN IAIN METRO Muhammad Gelar Abdillah; Mas herni; Septyanto Kurniawan
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 3 No 1 (2022): JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.034 KB) | DOI: 10.24127/jumatisi.v3i1.3709

Abstract

Perkembangan yang sangat pesat dalam sektor jasa pembangunan konstruksi mempunyai peranan penting dan strategis dalam pembangunan nasional yang penuh persaingan yang sangat kompetitif seperti sekarang ini sangatlah menuntut ketepatan, keefektifan, efesiensi, ekonomis. Keterlambatan dalam pelaksanaan pembangunan konstruksi dapat diatasi dengan melakukan percepatan dalam pelaksanaannya agar dapat mencapai target rencana. Metode yang akan digunakan untuk mempercepat waktu pembangunan pada tugas akhir ini adalah metode Time Cost Trade Off atau disebut juga metode pertukaran biaya terhadap waktu, yang merupakan salah satu metode analisa yang bertujuan untuk mempercepat waktu dan biaya pada suatu pembangunan. Tujuan dari penelitian ini adalah Menghitung waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan Pembangunan Perpustakaan IAIN Metro dengan menerapkan metode Time Cost Trade Off dan Menghitung biaya Pembangunan Perpustakaan IAIN Metro dengan metode Time Cost Trade Off. Metode yang digunakan adalah pengamatan di lapangan langsung pada lokasi yang sudah ditentukan yaitu Kampus II IAIN Metro, mulai dari data primer yaitu wawancara dengan kontraktor dan konsultas Manajemen Konstruksi, lalu pengumpulan data sekunder yang meliputi RAB, Gambar Kerja, dan lain- lain, yang selanjutnya data tersebut diolah untuk diterapkan scenario crashing. Dari hasil analisis, diketahui durasi normal pembangunan 156 hari, dengan biaya Rp 12.353.760.000,00. Dengan penambahan tenaga kerja, didapat durasi 130 hari dengan total cost sebesar Rp. 12.356.529.351,78 dan mencapai progress 100%, untuk alteratif sistem kerja, didapat durasi 136 hari dengan total cost sebesar Rp. 12.358.664.207,59 dan mencapai progress 100%, sedangkan untuk alternatif penambahan jam kerja, didapat durasi 140 shift hari kerja dengan total cost sebesar Rp. 12.483.732.399,35 dan mencapai progress 100%.