Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS PARAMETER HEMODINAMIK NON-INVASIF DENGAN KEJADIAN MORTALITAS PASIEN COVID-19 DI RUANG ICU Utami, Gamya Tri; Barbara, Laksita
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Volume 7, Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Nursing Department, Faculty of Health, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52020/jkwgi.v7i1.5510

Abstract

Hemodinamik tidak stabil sering ditemukan pada pasien kritis yang mendapat perawatan di ruang intensif salah satunya pasien dengan Covid-19. Apabila gangguan hemodinamik tidak segera ditangani secara tepat maka berdampak terhadap perburukan kondisi pasien hingga kematian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh parameter hemodinamik non-invasif terhadap kejadian mortalitas pasien Covid-19 yang mendapatkan perawatan di ICU. Penelitian yang menggunakan metode cohort retrospektif dengan 127 responden yang diambil dari rekam medis pasien menggunakan purposive sampling. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis univariat yang meliputi usia, jenis kelamin, length of stay (LoS), gambaran klinik hemodinamik, dan kejadian mortalitas, serta analisis multivariat menggunakan regrasi logistic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel suhu (pValue 0,000), tekanan darah sistolik (pValue 0,044), MAP (pValue 0,001), dan saturasi oksigen (pValue 0,000) merupakan variabel prediktor yang paling berpengaruh signifikan terhadap kejadian mortalitas pasien Covid-19. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar perawat dan tenaga medis lainnya melakukan monitoring hemodinamik dengan baik dalam upaya penetapan diagnosis yang akurat, penentuan pengobatan yang tepat, dan monitoring terhadap respon pengobatan.
Pemberdayaan Kader Sebagai First Responder Pada Kasus Kegawatdaruratan Kardiovaskular Di Pemerintah Kota Depok Wahyudi Jadmiko, Arief; Ayu Made Adyani, Sang; Barbara, Laksita; Quratul Marjan, Avliya
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i1.14203

Abstract

Pendahuluan: Berdasarkan data (Riskerdas, 2018) kasus penyakit jantung dan pembuluh darah semakin bertambah tiap tahunnya di Indonesia, setidaknya terdapat 2.784.064 orang yang mengidap penyakit jantung. Berdasarkan profil (Dinkes Kota Depok, 2020) diperoleh data bahwa penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian terbanyak kedua (14%) di Pemerintahan Kota Depok. Studi ini bertujuan untuk membantu Pemerintah Daerah Kota Depok dalam peningkatan pembangunan kesehatan melalui pemberdayaan kader sebagai first responder pada kasus kegawatdaruratan. Metode: Pendidikan masyarakat dan pelatihan dengan pendekatan Design Thinking.  Hasil: Terjadi peningkatan nilai post test pengetahuan kader mengenai kegawatdaruratan kasus jantung dan hipertensi, terdapat hubungan yang nyata antara pre dan post test (P<0,05). Kesimpulan: Melalui kegiatan ini diharapkan ada peningkatan pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan kader kesehatan dalam mengenali tanda kegawatdaruratan kardiovaskular dan penatalaksana awal yang dilakukan untuk memberikan pertolongan pada korban.
Edukasi Hipertensi sebagai Upaya Pencegahan Dan Pengendalian Pada Guru di SMAN 1 Pujut Lombok Firlia Ayu Arini; Chandra Tri Wahyudi; Nur Intania Sofianita; Laksita Barbara; Iin Fatmawati; Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi; Alifah Ananda Suwardi; Hanna Isabela Hakim; Muhammad Tsaqif Ash Shidqi; Estrin Handayani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.25018

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, termasuk pada kelompok pekerja seperti guru. Beban kerja dan keterbatasan aktivitas fisik berpotensi meningkatkan risiko hipertensi pada guru, sementara program edukasi kesehatan di lingkungan sekolah masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat pengetahuan guru tentang hipertensi melalui pemberian edukasi kesehatan di SMAN 1 Pujut, Lombok. Kegiatan dilakukan menggunakan metode edukasi kesehatan melalui penyuluhan dan diskusi interaktif Pada 18 orang guru di SMA 1 Pujut. Rata-rata skor pengetahuan guru sebelum edukasi adalah 65,00 dan meningkat menjadi 77,78 setelah edukasi. Hasil uji paired t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi (p0,05), yang menunjukkan bahwa edukasi hipertensi efektif dalam meningkatkan pengetahuan guru. Edukasi hipertensi efektif meningkatkan pengetahuan guru di SMAN 1 Pujut. Peningkatan pengetahuan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan di lingkungan sekolah berpotensi mendukung upaya promotif dan preventif dalam pengendalian hipertensi, serta diharapkan dapat memperkuat literasi kesehatan guru sebagai bagian dari program kesehatan sekolah. Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Guru, Hipertensi, Pengetahuan.  ABSTRACT Hypertension is a non-communicable disease that remains a public health problem, including among workers such as teachers. Workload and limited physical activity have the potential to increase the risk of hypertension in teachers, while health education programs in the school environment are still limited. This community service activity aimed to improve teachers' knowledge of hypertension through health education at SMAN 1 Pujut, Lombok. The activity was carried out using health education methods through counseling and interactive discussions on 18 teachers at SMA 1 Pujut. The average teacher knowledge score before education was 65.00 and increased to 77.78 after education. The results of the paired t-test showed a significant difference between the knowledge scores before and after education (p0.05), which indicates that hypertension education is effective in increasing teacher knowledge. Hypertension education is effective in increasing teacher knowledge at SMAN 1 Pujut. This increase in knowledge indicates that health education in the school environment has the potential to support promotive and preventive efforts in controlling hypertension, and is expected to strengthen teacher health literacy as part of the school health program. Keywords: Health education, Hypertension, Knowledge, Teachers
Developing a Machine Learning Model to Shorten Emergency Department Length of Stay: Model Testing and Nurses Acceptance Laksita Barbara; Neny Rosmawarni; Arief Wahyudi Jadmiko
Informatik : Jurnal Ilmu Komputer Vol 22 No 1 (2026): April 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52958/iftk.v22i1.13031

Abstract

This study aimed to develop and evaluate a portfolio of ML models to predict ED LoS and examine nurses’ acceptance of AI-based clinical decision support. Secondary data from two public hospitals in Jakarta were analysed using three ML algorithms Random Forest, Extreme Gradient Boosting (XGBoost), and Support Vector Machine (SVM) to classify ED LoS into short, medium, and prolonged categories. Predictor variables included triage level, arrival time, referral source, disposition, number of diagnostic tests, and consultations. Model performance was assessed using precision, recall, and F1-scores across training, testing, and blind validation datasets. Additionally, nurses’ readiness to adopt ML tools was evaluated using a survey. Across 687 ED cases, XGBoost achieved the best overall performance (precision, recall, and F1-score = 1.00), indicating excellent discrimination and balance between sensitivity and specificity. SVM also demonstrated strong external validation (blind-test F1 = 1.00), confirming robust generalisation across hospital sites. High-performance metrics across all models indicate consistent accuracy and calibration. Most nurses (89.3%) expressed high performance expectancy, and 95.7% high effort expectancy toward technology adoption. The developed ML framework accurately predicts ED LoS in Jakarta’s hospital settings, providing a foundation for data-driven resource management.