Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Wirausaha Es Krim dan Puding Sedot Temulawak Penambah Nafsu Makan Oleh Kader Posyandu Desa Sukokerto Kecamatan Sukowono Jember Ika Rahmawati Sutejo
Warta Pengabdian Vol 12 No 1 (2018): Warta Pengabdian
Publisher : LP2M Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/wrtp.v12i1.7336

Abstract

Angka kurang gizi pada anak di kabupaten Jember merupakan salah satu tertinggi di Jawa Timur, yaitu sebesar 8.035 Balita. Hal ini membuat permasalahan kesehatan yang dihadapi kader posyandu fokus pada gangguan gizi ini. Terapi gizi/nutrisi juga merupakan penanganan utama untuk kasus tersebut. Kader posyandu merasa pengetahuan gizi mereka terbatas, sehingga makanan sehat yang disiapkan untuk kegiatan posyandu kurang bervariatif. Selain itu kader ingin memanfaatkan pengetahuan & keterampilan mereka untuk mendapatkan tambahan penghasilan sehingga meningkatkan perekonomian keluarga. Es Krim dan pudot (puding sedot) merupakan 2 macam makanan yang disukai oleh anak karena texture yang lembut dan rasanya manis. Kedua makanan ini sangat cocok digunakan sebagai makanan pendamping untuk meningkatkan nafsu makan dan menambah berat badan balita gizi buruk maupun anak-anak sehat pada umumnya. Kandungan gizi kedua makanan ini cukup lengkap, terdiri dari karbohidrat/gula, protein, lemak, vitamin dan mineral dengan tambahan sari temulawak yang telah terbukti dapat meningkatkan nafsu makan. Tim pelaksana pengabdian masyarakat memberikan solusi kepada mitra kader posyandu 72 dan 74 Desa Sukokerto Kecamatan Sukowono berupa transfer pengetahuan tentang nutrisi, pelatihan pembuatan es krim dan puding temulawak serta pendampingan kewirausahaan. Mitra juga diberikan peralatan yang dibutuhkan untuk pembuatan makanan, pengemasan hingga pemasaran produknya. Target yang dicapai dari kegiatan ini adalah mitra mampu membuat es krim dan pudot temulawak penambah nafsu makan anak serta mampu mengelola dan memasarkan produk wirasusaha secara mandiri.
Pengelolaan Faktor Risiko Secara Komprehensif Sebagai Upaya Pencegahan Skabies Santri Pesantren NURIS Jember Ika Rahmawati Sutejo; Ancah Marchianti; Viddi Rosyidi; Adhista Noveyani
Warta Pengabdian Vol 14 No 3 (2020): Warta Pengabdian
Publisher : LP2M Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/wrtp.v14i3.18255

Abstract

Santri pondok pesantren merupakan komunitas berisiko tinggi terserang skabies karena kepadatan dan kontak erat penghuninya. Santri yang terserang mengalami gatal, sulit tidur di malam hari, sampai dengan infeksi sekunder sehingga mengganggu proses belajar. Penyakit ini disebabkan sanitasi lingkungan dan hygiene personal yang buruk akibat pengetahuan santri tentang penyakit terbatas. Pesantren selalu menekankan upaya menjaga kebersihan lingkungan, yang tanpa kesadaran santri tidak akan berjalan optimal. Sehingga perlu dilaksanakan upaya komprehensif dengan fokus peningkatan pengetahuan santri tentang hidup sehat, sehingga timbul kesadaran untuk merubah perilaku menjaga kebersihan lingkungan dan pribadi. Metode kegiatan terdiri dari identifikasi, pendataan dan pengobatan santri penderita skabies, pemberian penyuluhan mengenai penyakit dan pencegahannya termasuk perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), pelatihan wakil santri, pelatihan pembuatan sabun belerang, dan pendampingan perbaikan kebersihan lingkungan ponpes. Kegiatan ini dilaksanakan bulan September-November 2020 di pesantren Nurul Islam (Nuris) Kelurahan Antirogo Kecamatan Sumbersari Jember. Sasaran kegiatan ini adalah santri Madarasah tsanawiyah (MTs), SMA, santri yang tergabung pada kegiatan ekstrakurikuler PMR, serta pengasuh ponpes. Hasil akhir kegiatan ini berupa turunnya angka kasus skabies, peningkatan pengetahuan dan sikap santri, tersedianya produk sabun belerang, terdapat wakil santri yang terlatih mendeteksi dan memberiksan penangan awal kasus skabies ringan, dan adanya rekomendasi kepada pengasuh terkait peningkatan sanitasi dan kebersihan lingkungan pondok.
Upaya pemberantasan kutu rambut santri, pelatihan produksi sampo antiketombe dan wirausaha barbershop pesantren Viddy Agustian Rosyidi; Ika Rahmawati Sutejo
INDRA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.003 KB) | DOI: 10.29303/indra.v2i1.48

Abstract

Head lice, dandruff and other scalp diseases are still one of the main problems of the students at the Nurul Qarnain boarding school. Factors that influence the development of disease are poor personal hygiene due to the students' lack of understanding of this disease. Anti-dandruff shampoo, is expensive and is insufficient to treat head lice problem among students. Furthermore, the absence of professional barbers in the boarding school environment is also one of the factors that triggered this problem. The results of this activity are increased knowledge of students about hair health from 58.8% to 98.24% and the ability and skills of students to make anti-dandruff shampoo and hair cutting. This is expected to increase awareness and ability to care for hair and provide added value to the economy.
Bacterial Contamination of Escherichia coli in Long Beans at Traditional Markets Muhammad Ali Shodikin; Ika Rahmawati Sutejo; Dini Agustina; Angga Mardro Raharjo; Anaditya Wahyu Kumudhaningsih
Jurnal Kesehatan Prima Vol 16, No 1 (2022): FEBRUARY
Publisher : poltekkes kemenkes mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jkp.v16i1.706

Abstract

Escherichia coli (E. coli) bacteria may contaminating uncooked food and cause food poisoning disease. Long beans (Vigna sinensis L) is one of the vegetable that consumed by people in raw (uncooked) and often traded in traditional markets. Many traditional markets do not meet sanitation requirements and many sellers do not perform good personal hygiene. These situation can potentially to cause bacterial contamination of vegetables sold in traditional markets. There has been no research examining E. coli contamination in long beans that sold at traditional markets in Jember.The purpose of this study to prove the contamination of E. coli bacteria in long beans at traditional markets in Jember. The research method uses an observational descriptive design with the cross sectional approach. Research places in eight traditional markets in Jember Regency and Microbiology Laboratory, Faculty of Medicine, University of Jember. The samples used amounted to 40 long beans purchased from 40 traditional market traders. The microbiological examination is performed using the most probable number (MPN) method, namely presumptive test and completed test. The results showed from the presumptive test all of 40 samples (100%) contaminated with coliform bacteria. After completed tests, 36 out of 40 samples (90%) were found contaminated by E. coli. The majority of long beans sold in traditional markets have been contaminated by E. coli bacteria.
Pembinaan dan Pengelolaan Faktor Risiko Melalui Penyuluhan Kesehatan Calon Jemaah Haji Kabupaten Jember Ika Rahmawati Sutejo; Nur Hasyimiyyah; Wiwien Sugih Utami; Baskoro Adi Prayitno
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2020): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v5i2.1431

Abstract

Jumlah jemaah haji Indonesia mengalami peningkatan beberapa tahun terakhir, meski disertai pertambahan jumlah tenaga kesehatan, namun tidak sebanding dengan pelayanan kesehatan yang mereka butuhkan. Oleh karena itu, kegiatan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan kesehatan jemaah haji tidak hanya dilaksanakan saat mereka di tanah suci, namun harus dimulai sejak awal saat jemaah haji masih di tanah air. Jumlah calon jemaah haji kabupaten Jember tahun 2018 sebanyak 1.981 orang. Separuh dari jumlah jemaah haji kabupaten Jember adalah lansia yang berusia lebih dari 60 tahun dengan kategori berisiko tinggi. Salah satu Kelompok Bimbingan Haji (KBIH) yang memiliki calon jemaah haji terbanyak di Jember adalah KBIH Al Ghazalie dengan jumlah jemaah 303 orang. Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui penyuluhan kesehatan dan pengumpulan data karakteristik jemaah. Target kegiatan pengabdian ini adalah calon jemaah haji KBIH Al Ghazaalie Jember. Luaran kegiatan ini selain meningkatkan pengetahuan dan kemandirian calon jemaah haji di bidang kesehatan, juga bertujuan mengungkap data karakteristik jemaah yang meliputi distribusi jenis kelamin, kelompok usia, dan jenis penyakit yang banyak diderita. Data ini menggambarkan kondisi riil kesehatan jemaah di lapangan, sehingga diharapkan menjadi fokus perhatian dalam pencegahan dan penanganan penyakit oleh tenaga kesehatan haji Indonesia. Penyuluhan kesehatan berisi materi mengenai penyakit-penyakit yang sering menyerang jemaah haji, status risiko kesehatan, penanganan pertama pada gangguan kesehatan jemaah haji, dan obat-obatan darurat yang disiapkan masing-masing jemaah haji. Karakteristik jemaah haji KBIH Al-Ghazaalie didominasi jemaah laki-laki, berusia 51-60 tahun, dengan penyakit terbanyak yaitu penyakit kardiovaskuler (hipertensi), diabetes melitus dan penyakit respirasi.
The The Correlation between Tuberculous Lymphadenitis and Nutritional Status in Children Muhammad Ali Shodikin; Ika Rahmawati Sutejo; Yasmin Auralia Putri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 15 No 01 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan (Journal of Health Science) 
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.004 KB) | DOI: 10.33086/jhs.v15i01.2480

Abstract

Tuberculous lymphadenitis may cause weight loss and lead to malnutrition in children.This study analyzes the correlation between tuberculous lymphadenitis and nutritionalstatus in children. It was an analytic observational study with a cross-sectional design.The population was pediatric patients under 18 years old with lymphadenitis, outpatientand inpatient admitted from January 2018 to December 2020 in dr. Soebandi publichospital, Jember, Indonesia. The samples were 76 respondents with total sampling. There were 52 tuberculosis lymphadenitis patients in the case group, while 24 were non-tuberculosis in the control group. The body weight data was from the medical record when the first diagnosis of lymphadenitis. Instruments were weight-for-age z-scorecurves (WHO, 2007) for under 60 months old children, while CDC Growth Charts 2000for more than five-year-old children. Then, data analysis used the Chi-square test.Mostly, tuberculous lymphadenitis patients were girls (65.4%), 12-17 years old (67.3%),not underweight (61.5%), and lived in rural areas (73%). Furthermore, all of them weregiven isoniazid, rifampicin, and pyrazinamide. In addition, 100% of them had successfultreatment. Meanwhile, most of the non-tuberculous lymphadenitis patients were boys(54.2%), 6-11 years old (58.3%), lived in the rural areas (79%), and were notunderweight (66.7%). Treatment of the non-tuberculous lymphadenitis group consistedof antibiotics, analgesics, vitamins, and symptomatic medicine. The Chi-square testresults obtained p=0.667 (p>0.05). In conclusion, tuberculosis lymphadenitis in theearly incubation period
Literatur Review : Rapid Immunochromatography Sebagai Metode Skrining Kanker Serviks Berbasis Deteksi Onkoprotein HPV pada Urin Ika Rahmawati Sutejo; Kiky Martha Arieska
Jurnal Kesehatan Vol 8 No 3 (2020): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-kes.v8i3.164

Abstract

Cervical cancer is still become main health problem especially in development country. This cancer is the second most common cancer in Indonesian women. It commonly caused by infection of Human Papillomavirus (HPV) type 16 and 18. Actually if cervical cancer was detected earlier, it shows better respond therapy than other cancers, but this opportunity is not supported by appropiate screening methods. Nowadays, pap smear and IVA are commonly used for detect cervical cancer but they only recommend for women who have had sexual intercourse. Both of them also require medical expertise and pap smear is highly cost. Based on these problem, this paper describes novel method for cervical cancer screening by using rapid immunochromatography kit which is more applicative, noninvasive, and affordable. This paper was a literature review (library research). Data obtained through the search engine using keywords: "Cervical Cancer", "HPV", "Urine", "Screening", “Lateral flow test”, and "Rapid immunochromatography". The references were taken from reliable journal in the range of 2009 to 2019. Data was also taken from textbooks and the health institution official sites which support the analysis. This method detect the presence of oncoprotein E6 & E7 of HPV-16 and HPV-18 in urinusing antigen-antibody binding principle. Sensitivity and specificity test done by comparing the results of the kit with the results of pap smear tests as a standard screening method and PCR HPV test on urinsamples. We conclude that with further protocol development and standardization to achieve clinical sensitivity, this kit is a solution for noninvasive detection of high risk cervical cancer so that treatment can be do immediately and the mortality rate due to cervical cancer can be reduced as much as possible.  
Pemberdayaan Petani Desa Candijati dalam Pencegahan Covid-19 dan Peningkatan Status Ekonomi melalui Pembuatan Masker Jerami Aromaterapi Ika Rahmawati Sutejo; Adistha Eka Noveyani; Avita Lukmawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i1.5404

Abstract

ABSTRAK Mayoritas masyarakat Desa Candijati Arjasa Jember Jawa Timur bekerja di bidang pertanian  (64%). Desa Candijati merupakan penghasil padi terbanyak di Kecamatan Arjasa. Petani desa Candijati termasuk golongan masyarakat terdampak pandemi corona. Pembatasan mobilitas membuat petani kesulitan memasarkan produk pertaniannya. Harga produk pertanian menjadi anjlok. Pendapatan petani menjadi turun drastis. Hal ini mencetuskan kecemasan dan stress pada petani. Petani juga menghadapi ancaman terpapar covid selama pandemi, karena tidak mendapat informasi mengenai penyakit dan pencegahan yang benar. Berdasarkan permasalahan tersebut, tim pengusul pengabdian menawarkan solusi kepada mitra petani kelompok tani Desa Candijati berupa penyuluhan mengenai penyakit covid dan pencegahannya serta pelatihan membuat masker beraromaterapi. Tujuan pengabdian ini adalah mencegah paparan Covid dan mengurangi stress pada petani serta meningkatkan status ekonomi petani. Metode kegiatan terdiri dari identifikasi keluhan/penyakit petani, pemberian penyuluhan mengenai penyakit dan pencegahannya, dan pelatihan pembuatan tisue  aromaterapi. Tisue aromaterapi yang terbuat dari jerami dan ditambahkan aroma jeruk disisipkan ke dalam masker kain 2 lapis. Selain mencegah paparan virus covid, aroma jeruk pada tisue saat dipakai dalam masker dapat meredakan kecemasan sehingga membantu mengurangi stress yang dialami petani. Sasaran kegiatan ini adalah ibu-ibu petani desa Candijati kecamatan Arjasa. Hasil akhir kegiatan ini berupa produk masker aromaterapi, peningkatan ketrampilan,  pemahaman dan kesehatan masyarakat. Kata Kunci: masker, aromaterapi, tisue, jerami, petani  ABSTRACT The majority of the people of Candijati Arjasa Jember East Java work in agriculture (64%). Candijati village is the largest rice producer in the Arjasa district. Candijati farmers are part of the community affected by the corona pandemic. Restrictions on mobility make it difficult for farmers to market their agricultural products. Prices of agricultural products have fallen. Farmers' incomes have fallen drastically. This triggers anxiety and stress in farmers. Farmers also face the threat of being exposed to covid during the pandemic, because they do not get information about the disease and proper prevention. Based on these problems, the team offered solutions to farmers of Candijati Village in the form of counseling about the covid disease and its prevention as well as training to make aromatherapy masks. The purpose of this program is to prevent exposure to Covid, reduce stress, and improve the economic status of farmers. The method of activity consists of identifying farmer complaints/diseases, providing counseling about diseases and their prevention, training in making aromatherapy tisue. This aromatherapy tissue made from straw and added with the aroma of citrus is inserted into a 2-ply cloth mask. In addition to preventing exposure to the covid virus, the smell of citrus on tissues when used in masks can relieve anxiety so that it helps reduce stress. The target of this activity is the farmers of Candijati village, Arjasa sub-district. The end result of this activity is aromatherapy mask products, skill improvement, understanding, and public health.  Keywords: masks, aromatherapy, tissue, straw, farmers
Characterization of pili protein with molecular mass of 85 kDa Escherichia coli as an adhesin and a hemagglutinin Dini Agustina; Siti Marissa Aisyah; Ika Rahmawati Sutejo; Diana Chusna Mufida
JKKI : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia JKKI, Vol 11, No 3, (2020)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/JKKI.Vol11.Iss3.art5

Abstract

Background: Escherichia coli (E. coli) is a rod-shaped gram-negative bacterium included in Multi Drug Resistant (MDR) bacteria. There are several strategies in place to prevent and treat E. coli bacterial infections to reduce some the incidences of MDR. One of them is the development of a protein-based vaccine. Pili is one of virulence factors in E. coli surface proteins that can mediate attachments of bacteria to host cells (adhesin or hemagglutinin) and can be used as protein-based vaccine candidates. Objective: This study aims to determine characterization of pili protein with molecular mass of 85 kDa Escherichia coli bacteria as an adhesin and a hemagglutinin. Methods: This study is a true experimental laboratories and a descriptive study to determine roles of pili protein with molecular mass of 85 kDa as an adhesin and a hemagglutinin. Samples used in this study were a stock of E. coli in the Microbiology Laboratory Faculty of Medicine, Universitas Negeri Jember (UNEJ). A hemagglutination test in this study used mouse erythrocytes while an adhesion test used mouse enterocytes. Isolation and purification of E. coli pili protein, isolation of mouse erythrocytes, isolation of mouse enterocytes, the hemagglutination test and the adhesion test were methods in this study. A data analysis with a correlation-regression was used to determine relationships between the adhesion index and titer pili 85 kDa with a limit of significance, 0.05 (p <0.05). Results: The hemagglutination test showed no ability of agglutination with the formation of red aggregate points starting from the first dilution. An analysis with Pearson correlation indicated a relationship between titer pili 85 kDa E. coli and adhesion index (p = 0.009; R = -0.921).Conclusion: Pili protein 85 kDa E. coli plays a role as an adhesin protein and do not have a role as a hemagglutinin protein.
Efek Antiaterogenik Ekstrak Pakis Sayur (Diplazium esculentum) melalui Penghambatan Vascular Cell Adhesion Molecule-1 pada Tikus Model Aterogenik Tristira Urvina; Erma Sulistyaningsih; Ika Rahmawati Sutejo
Malahayati Nursing Journal Vol 4, No 10 (2022): Volume 4 Nomor 10 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v4i10.7722

Abstract

ABSTRACT Atherosclerosis is one cause of death. The thickening of the arterial walls which form atherosclerotic plaque can cause a blockage of the artery lumen and lead to thrombosis and blood flow. VCAM-1 activation causes increased adhesion of monocytes to endothelial walls and foam cell formation which is the key to the occurrence of atherosclerosis. Diplazium esculentum contains antioxidants and is able to inhibit the activation of VCAM-1. This study aimed to determine the effect of vegetable fern extract on the expression of VCAM-1 as an anti-atherogenic effect and the effective dose required. Experimental studies using randomized post test only control group design. Samples were grouped into 7 groups, namely K, KN, P1, P2, P3, P4, and P5. All group except K induced by atherogenic diet ang followed by the granting of vegetable fern extracts of 300 mg/kgBW in P1 groups, 600 mg/kgBW in P2 groups, 900 mg/kgBW in P3 groups, 1200 mg/kgBW in P4 groups, and 1500 mg/kgBW in P5 groups. The results showed a correlation between the dose of the extract given by the expression of VCAM-1, the greater the dose given VCAM-1 will be further hampered. The effective dose in rats was 2707, 19 mg/kg, this dose is equivalent to 4 kg of fresh vegetables fern in humans. Keywords: Atherosclerosis, Vegetable Fern Extract, VCAM-1  ABSTRAK Aterosklerosis merupakan salah satu penyebab kematian. Penebalan dinding arteri yang membentuk plak aterosklerosis dapat menyebabkan penyumbatan lumen arteri dan mengakibatkan trombosis dan gangguan aliran darah. Aktivasi VCAM-1 menyebabkan peningkatan perlekatan monosit pada dinding endotel dan pembentukan foam cell yang merupakan kunci terjadinya aterogenesis. Diplazium esculentum mengandung senyawa aktif yang bersifat antioksidan dan mampu menghambat aktivasi VCAM-1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak pakis sayur terhadap ekspresi VCAM-1 sebagai efek antiaterogenik dan dosis efektif yang diperlukan. Studi eksperimental menggunakan randomized post test only control group design. Sampel dikelompokkan menjadi 7 kelompok, yaitu K, KN, P1, P2, P3,P4, dan P5. Tiap kelompok diinduksi diet aterogenik dilanjutkan dengan pemberian ekstrak pakis sayur sebesar 300 mg/kgBB, 600 mg/kgBB, 900 mg/kgBB, 1200 mg/kgBB, dan 1500 mg/kgBB. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara dosis ekstrak yang diberikan dengan ekspresi VCAM-1, semakin besar dosis yang diberikan ekspresi VCAM-1 akan semakin terhambat. Dosis efektif pada tikus adalah 2707, 19 mg/kgBB, dosis ini setara dengan 4 kg pakis sayur segar pada manusia. Kata Kunci: Aterosklerosis, Ekstrak Pakis Sayur, VCAM-1
Co-Authors Adistha Eka Noveyani Adji, Novan Krisno Ain Yuanita Insani Al Munawir Alief Ilman Zaelany Alief Ilman Zaelany Anaditya Wahyu Kumudhaningsih Anang Dwi Atmoko Ancah Marchianti Angga Mardro Raharjo Annafira Yuniar Annafira Yuniar Arif, Dina Rizky Amalia Arifah Nur Hasanah Avita Lukmawati Baskoro Adi Prayitno Brilliant Givya Ariansari Cholis Abrori, Cholis Diana Chusna Mufida Dimas Zabirrurohman Putra Dini Agustina Dwita Aryadina Rachmawati EDY MEIYANTO Edy Meiyanto Edy Meiyanto Edy Meiyanto ENNY SUSWATI Erfan Efendi Erma Sulistyaningsih Fauqi Amalia Fuad Adi Prasetyo Hairrudin Hairrudin Handayani, Sri Hazmi Dwinanda Nurqistan Hazmi Dwinanda Nurqistan Heni Fatmawati Heri Puguh Widodo Herwandhani Putri Herwandhani Putri Herwandhani Putri Herwandhani Putri Hilyatul Fadliyah I Nyoman Insan Parisudha Ida Srisurani Wiji Astuti Imama Rasyada Imama Rasyada Jenie, Riris Istighfari Jenie, Riris Istighfari Kiky Martha Ariesaka Kiky Martha Arieska Kristianingrum Dian Sofiana Laila Auliya Noviyanti Lailatul Maghfiroh M. Ali Shodikin Meirizky Zulharini Mudzakkir Taufiqurrqhman Ni Nyoman Yuniasih Nunung Nurhasanah Nur Hasyimiyyah Nurfahimi, Yudriani Nurul Indah Saffanah Pratikno, Dela Putri Puput Sagita Mey Sandra Putra Uta, Diego Rafi Putri, Herwandhani Rakhmat Ramadhani Rayyan, Muhammad Isra Rafidin Rini Riyanti septa surya wahyudi, septa surya Septyawati, Ratna Siti Marissa Aisyah Sugiyanta Sugiyanta Tristira Urvina Viddi Agustian Rosyidi Viddi Rosyidi Viddy Agustian Rosyidi Wiwien Sugih Utami Yasmin Auralia Putri Zahrah Febianti