Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : PeTeKa

UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MAHASISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED INSTRUCTION PADA MATA KULIAH ANALISA VEKTOR UNIVERSITAS GRAHA NUSANTARA PADANGSIDIMPUAN Lilis Harianti Hasibuan; Susi Sulastri Lubis
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 1, No 3 (2018): PeTeKa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.338 KB) | DOI: 10.31604/ptk.v1i3.147-159

Abstract

This research type is Classroom Action Research with student population of sixth semester Graha Nusantara University which amounted to 26 people with object model of learning using problem based instruction as an effort to improve concept understanding student study on vector analysis course. The results showed the results of concept comprehension siclus I test with problem-based instruction obtained percentage of 69.23% sufficient criteria and on the second siclus obtained percentage of 84.62% good criteria. Based on the observation of student activity on the first cycle obtained student activity levels of 70.56% with sufficient category and on the second cycle increased student activity to 86.68% with good category. As for the observation of lecturer ability of cycle I obtained the average value 3,428571 with the category of "Good" and cycle II increased to 4.107143 with the category of "Good". The conclusion of this study is the use of problem based instruction learning models can improve students' understanding of concepts in vektor analysis subjects.
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PENALARAN MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE INSIDE OUTSIDE CIRCLE PADA SISWA KELAS VII-1 SMP NEGERI 5 ANGKOLA TIMUR Maisaro Rambe; Nurdalilah Nurdalilah; Susi Sulastri Lubis
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 4, No 1 (2021): PeTeKa: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v4i1.58-63

Abstract

Penelitian ini bertujuan antara lain: Pertama, Mengetahui Peningkatan Kemampuan Penalaran matematika siswa dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Inside Outside Circle. Kedua, Mengetahui peningkatan aktivitas belajar siswa terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Inside Outside Circle. Ketiga, Mengetahui peningkatan kemampuan guru mengelola pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Inside Outside Circle.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil tes belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran Kooperatif Tipe Inside Outside Circle pada siklus I diperoleh dengan kategori minimal cukup yaitu 60 % dan pada siklus II meningkat 80 %. Peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 20 %.Dengan indicator pencapaian telah tercapai  80%. Kemudian untuk hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I diperoleh kadar aktivitas siswa sebesar 79,01 % “Cukup” pada siklus II 88,36 % “Baik”. Peningkatan yang terjadi dari siklus I kesiklus II sebesar 9,35 %. Indikator pencapaian telah tercapai  80 %.Sedangkan untuk hasil observasi kemampuan guru paa siklus I Dan siklus II diperoleh dengan kategori “Baik”.
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK-PAIR-SHARE (TPS) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS MATEMATIKA SISWA KELAS X SMAN ANGKOLA SELATAN Susi Sulastri Lubis
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 1, No 2 (2018): PeTeKa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.889 KB) | DOI: 10.31604/ptk.v1i2.123-137

Abstract

Mathematics requires some aspects to support the learning process, including the ability of creativity. It is necessary to look for an alternative learning activity that can enhance learning and provide opportunities for students more active. A cooperative learning approach to the type of the Think-Pair-Share (TPS) is one of the alternatives to increase the liveliness of students in learning mathematics; math is creativity, so students increased. This research is a study of a class act in SMAN Angkola South, with the subject population, is a whole grade X-A SMAN Angkola South, as the object of research, is the ability of teachers to manage learning and student activities in the implementation of learning and ability of students in the student's creativity through the implementation of cooperative approaches type TPS. From the results, it can be concluded that the application of the cooperative learning model types Think-Pair-Share (TPS) can be used to enhance the ability of creativity mathematics students. The results of the evaluation at the end of the cycle I indicate the average score reached 34.16 class with the completeness of classical learning percentage of 30%. In cycle II, the average class reached 77.16 by the rate of completeness of classical learning of 90%. Thus the increase in the percentage of completeness of classical learning of 60%. Keywords: Think-Pair-Share, the ability to understand the concept of
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA MATERI STATISTIKA DI KELAS VIII SMP NEGERI 2 BATANG ANGKOLA Rima Yusnita Hasibuan; Agus Makmur; Susi Sulastri Lubis
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 3, No 2 (2020): PeTeKa: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v3i2.180-191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui penerapan model pembelajaran berbasis masalah di kelas VIII SMP   N 2 Batang Angkola. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakankelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus, dimana tiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-A SMP Negeri 2 Batang Angkola yang berjumlah26 siswa.Objek penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi statistika di kelas VIII-A SMP N 2 BATANG ANGKOLAPada tes   kemampuan awal diperoleh bahwa banyaknya siswa yang mencapai ketuntasan belajar yaitu 8dari 26 orang siswa (30,76%) dengan rata-rata kelas 44,11  kategori kemampuan sangat rendah. Hasil analisis pada siklus I setelah dilakukan pembelajaran melalui metode pembelajaran berbasis masalah banyaknya siswa yang mencapai ketuntasan adalah 11dari 26 orang siswa (42,30%) dengan rata-rata kelas 48,27 kategori kemampuan sedang. Pada hasil analisis data siklus II banyaknya siswa yang mencapai ketuntasan belajar  adalah 20 dari 26 orang siswa (76,92%) dengan rata-rata kelas 69,42 kategori kemampuan sedang. Berdasarkan criteria ketuntasan belajar klasikal yaitu minimal 75 % dari jumlah siswa, maka daya serap nilai hasil belajar siswa telah mencapai rata-rata mnimal 65. Maka dari hasil belajar siswa melalui metode pembelajaran berbasis masalah pada tiap siklus meningkat dan telah mencapai target ketuntasan belajar klasikal yang diharapkan.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DENGAN PENGGUNAAN MICROSOFT EXCEL MADRASAH ALIYAH NAHDLATUL ’ULAMA BATANG TORU Ernawati Siregar; Mohd. Arifin; Susi Sulastri Lubis
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 4, No 1 (2021): PeTeKa: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v4i1.52-57

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menjawab atau menyelesaikan soal-soal sistem persamaan linear tiga variabel dengan penggunaan Microsoft Excel  Madrasah Aliyah Nahdlatul ’Ulama Batang Toru Kelas X. Subjek penelitian adalah orang yang telah melaksanakan pembelajaran dalam menjawab soal sistem persamaan linear tiga variabel. Setelah data dikumpulkan dapat disimpulkan sebagai berikut: kemampuan pemecahan siswa karena prosedur tepat,terampilnya siswa terutama keterampilan menghitung, dan pengambilan data yang tepat. Selain itu, beberapa siswa masih kurang paham dalam menyelesaikan soal-soal sistem persamaan linear tiga variabel. Dalam hal ini, siswa bingung untuk menyelesaikan langkah-langkah soal, sebagian siswa langsung mengetahui apa yang akan dikerjakannya. Dari Kemampuan pemecahan masalah siswa kelas X IPA 1 melalui Microsoft Excel dengan pembelajaran berbasis masalah pada materi sistem persamaan linear menunjukkan dari sebanyak 24 orang siswa terdapat 6 butir soal diperoleh presentase kemampuan soal nomor 1 sebanyak 55,66 % dengan kriteria ”sedang”, soal nomor 2 sebanyak 38% dengan kriteria “rendah”, soal nomor 3 sebanyak 53,33% dengan kriteria ”sedang”, soal nomor 4 sebanyak 59% dengan kriteria ”sedang”, soal nomor 5 sebanyak 62,83% dengan kriteria ”tinggi”, soal nomor 6 sebanyak 59,5% dengan kriteria ”sedang”. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh presentase tingkat kemampuan pemecahan masalah siswa dari yang tertinggi hingga yang terendah adalah terdapat kategori tinggi sebanyak 11 orang siswa atau 32,6% dari jumlah  24 siswa, dan kategori sangat tinggi sebanyak 13 orang siswa atau 51%  dari jumlah 24 siswa.