Claim Missing Document
Check
Articles

PENGELOLA NATURAL SCIENCE: JOURNAL OF SCIENCE AND TECHNOLOGY Suwastika, I Nengah
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 8, No 2 (2019): Volume 8 Number 2 (August 2019)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.978 KB)

Abstract

Pengelola Natural Science: Journal of Science and Technology
POTENSI TUMBUHAN MELASTOMA MALABATHRICUM L. SEBAGAI BAHAN ANTIBAKTERI SALMONELLOSIS Handayani, Mutia; Lambui, Orryani; Suwastika, I Nengah
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 6, No 2 (2017): Volume 6 Number 2 (August 2017)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.902 KB)

Abstract

Penelitian tentang potensi tumbuhan Melastoma malabathricum L. sebagai bahan antibakteri Salmonellosis telah dilaksanakan pada bulan September sampai Desember 2016. Tujuan penelitian ini yaitu a) untuk mendeskripsikan morfologi tumbuhan M. malabathricum L. yang berasal dari Desa Lero, b) mengetahui efektivitas ekstrak daun M. malabathricum L. dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi dan c) mengetahui konsentrasi yang efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. typhi. Metode survei digunakan untuk memperoleh tumbuhan, metode deskriptif digunakan untuk determinasi tumbuhan dan metode eksperimental untuk melihat kemampuan antibakteri yang disusun berdasarkan model Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan dengan pemberian konsentrasi ekstrak daun 10%, 20%, 40%, 60% serta antibiotik amoxicillin 2% sebagai kontrol positif dan Na-CMC 1% sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tumbuhan M. malabathricum L. yang berasal dari Desa Lero merupakan tumbuhan yang sejenis dengan tumbuhan yang dideskripsikan oleh Van Valkenburg and Bunyapraphatsara (2002), dengan perbedaan morfologi pada tumbuhan M. malabatricum L. meliputi tinggi batang dan ukuran daun. Pada uji daya hambat, konsentrasi ekstrak daun 60% menghasilkan zona hambat dengan diameter paling besar yaitu 20,6 mm, hal ini menunjukkan bahwa ekstrak daun M. malabathricum L. memiliki daya hambat yang lebih baik dibandingkan dengan konsentrasi ekstrak daun 10%, 20% dan 40%
KETAHANAN BUAH BEBERAPA KLON KAKAO (THEOBROMA CACAO L.) TERHADAP INFEKSI PENYAKIT BUSUK BUAH BERDASARKAN UJI DETACHED POD Aisyah, Nurul; Rahmansyah, Rahmansyah; Muslimin, Muslimin; Suwastika, I Nengah
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 Number 2 (August 2014)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.237 KB)

Abstract

One target on Cacao breeding program is to develop superior clone which resistance against major pest and diseases. In present time, Pod Rot disease is one of serious problem on the Cacao plantation system, including over the area of Central Sulawesi. The aim of this study was to identifiy the resistancy on five different clones of cacao (ICCRI 1, ICCRI 3, ICCRI 4, Local Sidondo and Green Local Sausu) from local farming in Central Sulawesi against Phytophthora pot rot infection based on detached pod assay. Sample were collected from the farming area of Sigi Biromaru, Palolo, and Sausu, over the harvesting period of February - May 2014. Mature and healthy pods were detached from the plant, then artificially inoculated by using Phytophthora-infected pericarp. Pod rot symptom and spreading area of fungi  were observed dialy, then total area of  infection on day-6 was used as disease rating scale. The outcome data showed that all pod of the clones were classified as a highly susceptible clones against pod rot disease. However, pod resistance level of each clones were statisfically different. Green Local Sausu and Local Sidondo were more resistant than other clones.  This result suggesting that Local clones have been developing resistancy mechanism against Pod Rot disease.
PENGARUH PENAMBAHAN AIR KELAPA DAN BERBAGAI KONSENTRASI HORMON 2,4-D PADA MEDIUM MS DALAM MENGINDUKSI KALUS TANAMAN ANGGUR HIJAU (VITIS VINIFERA L.) Dwi PYD, Niluh Made; Waeniati, Waeniati; Muslimin, Muslimin; Suwastika, I Nengah
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.981 KB)

Abstract

Green grape (Vitis vinifera L.) is popular cultivar of grape that produce valuable of table fruit whic usually grown via vegetative propagation. Another  chalanging tecnology in grape propagate is by induction of callus in tissue culture tecnique. The study on grape callus induction was done at Tissue Culture Laboratory-Forestry Faculty-Tadulako University Palu, during periode of January 2012 until May 2012. This experiment was arranged in completely randomized design with 3 different mediums as treatments and 3 replications. The treatments were MS0 + 2,4-D 0.5 ppm + 10% coconut water (D1), MS0 + 2,4-D 1 ppm + 10% coconut water (D2), dan MS0 + 2,4-D 1.5 ppm + 10% coconut water (D3). The observed parameters in this research were the days appear of callus, percentage of explant producing callus (%), also observation on morphology and the cell of callus. The result showed that the MS medium with 10% coconut water and 2.4-D could induce the callus of the green grape and the best medium was MS0 + 2.4-D 1.5 ppm + 10% coconut water (D3). It was shown by responding in emerging of callus in 11 days after induction, the percentage of explant producing callus was 76.67%. Produced callus was active in cell proliferation,  and it has a compac texture, with brown-greeny color of callii.
POLIMORFISME KLON KAKAO (THEOBROMA CACAO L.) DARI PERKEBUNAN RAKYAT KABUPATEN SIGI Rifka, Rifka; Aisyah, Nurul; Muslimin, Muslimin; Suwastika, I Nengah
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 Number 3 (December 2014)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.388 KB)

Abstract

Analisis karakter genotip kakao (Theobroma cacao L.) pada tingkat molekular (DNA) penting dilakukan sebagai langkah awal dalam pemuliaan tanaman untuk menghasilkan klon kakao unggul. Keanekaragaman kakao di perkebunan rakyat Kabupaten Sigi memiliki variasi fenotip dan genotip yang tinggi. Terdapat lebih dari 12 klon kakao yang dapat ditemukan di perkebunan tersebut. RAPD (Random amplified polymorphic DNA) merupakan salah satu penanda molekuler berbasis PCR yang banyak digunakan dalam mengidentifikasi keragaman tanaman. Informasi mengenai jenis primer untuk analisis RAPD pada tanaman kakao khususnya di wilayah Kabupaten Sigibelum pernah dilaporkan.Hasil penelitian ini menunjukkan ketiga primer yaitu TCH05, AS9870 dan TCM20 dapat digunakan dalam mendeteksi variasi genetik setiap klon, kecuali klon Sulawesi 1 dan Sulawesi 2.
KEANEKARAGAMAN JENIS GULMA DI AREA PERSAWAHAN DESA KARYA MUKTI KECAMATAN DAMPELAS KABUPATEN DONGGALA Mazidaturohmah, Mazidaturohmah; Suwastika, I Nengah; Pitopang, Ramadhanil
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 7, No 1 (2018): Volume 7 Number 1 (March 2018)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.121 KB)

Abstract

Penelitian dengan judul ? Keanekaragaman Jenis Gulma Di Area Persawahan Desa Karya Mukti Kecamatan Dampelas Kabupaten Donggala? dilaksanakan dari bulan Februari sampai Maret 2017. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui keanekaragaman jenis-jenis gulma yang ada di area persawahan, menggunakan metode petak ganda yang dengan subplot 2x2 m sebanyak 10 plot yang diletakan secara diagonal. Setiap jenis gulma di koleksi untuk pembuatan spesimen herbarium, identifikasi dilakukan di Laboratorium Biodiversity Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tadulako, Analisis data yaitu menghitung keanekaragaman menggunakan rumus Shannon Whiener index H? = -? (ni/N) ln (ni/N). dan menentukan index nilai penting (INP) dari setiap jenis. Hasil penelitian menunjukan bahwa di lokasi penelitian ditemukan 14 jenis tumbuhan gulma dengan jumlah 1.385 individu, terdiri atas 7 famili. Jenis yang paling dominan adalah Monochoria vaginalis (Burm.F.) C. Persal dengan nilai INP 43,04%, sedangkan jenis yang memiliki nilai INP terendah yaitu pada jenis Eclipta alba (L.) Hassk dengan INP sebesar  1,75%.  indeks keanekaragaman jenis pada penelitian ini tergolong sedang yaitu 2,14
ORGANOGENESIS DUA TIPE MENGKUDU (MORINDA CITRIFOLIA L.) PADA BERBAGAI KOMBINASI KONSENTRASI IAA (INDOLE ACETID ACID) DAN BAP (BENZIL AMINO PURIN) SECARA IN VITRO Ningsi, Putri Suria; Muslimin, Muslimin; Suwastika, I Nengah
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Number 2 (August 2016)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.681 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan organogenesis mengkudu (Morinda citrifolia L.) dengan tipe buah besar dan tipe buah kecil yang ditumbuhkan secara in vitro, dan mengetahui kombinasi konsentrasi zat pengatur tumbuh yang baik untuk mendorong pertumbuhan dua tipe mengkudu. Eksplan yang digunakan adalah kecambah steril dari kedua tipe mengkudu. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Media perlakuan yang digunakan adalah media MS (Murashige dan Skoog) dengan penambahan 0,3 ppm BAP (Benzil Amino Purin) dan penambahan konsentrasi IAA (Indole Acetid Acid) yang berbeda (0 ppm ; 0,05 ppm ; 0,5 ppm ; 0,7 ppm ; dan 0,9 ppm). Parameter pengamatan meliputi saat muncul daun dan akar, jumlah daun dan akar, dan kadar klorofil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media perlakuan terbaik untuk mendorong pertumbuhan daun kedua tipe mengkudu yaitu media P2 (MS0 + 0,05 ppm IAA + 0,3 ppm BAP), sedangkan media yang paling baik dalam mendorong pembentukan akar yaitu media P5 (MS0 + 0,9 ppm IAA + 0,3 ppm BAP).
ANALISA “IN SILICO” GEN KAKAO (THEOBROMA CACAO L.) YANG TERLIBAT DALAM SISTEM KETAHANAN TERHADAP HAMA DAN PENYAKIT Agung, Muhammad Budi; Budiarsa, I Made; Suwastika, I Nengah
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Number 2 (August 2016)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1220.821 KB)

Abstract

Biji kakao adalah salah satu komoditas utama di dunia yang hingga saat ini masih memiliki masalah penurunan produksi yang mayoritas disebabkan oleh serangan hama dan penyakit. Mengembangkan kultivar kakao yang secara genetik tahan terhadap serangan hama dan penyakit adalah salah satu solusi yang ideal dalam mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gen-gen Theobroma cacao pada database genom kakao yang homolog dengan gen yang terlibat dalam sistem ketahanan terhadap hama dan penyakit pada tumbuhan lain melalui analisis in silico. Survei informasi dasar dan identifikasi gen yang terlibat dalam sistem ketahanan tumbuhan model Arabidopsis thaliana dan Oryza sativa dilakukan pada GenBank dan The Arabidopsis Information Resource. Analisa in silico yang dilakukan berupa BLAST urutan protein, uji homologi protein kandidat masing-masing gen, dan identifikasi gen homolog pada Cacao Genome Database menggunakan sumber data genom ?Theobroma cacao cv. Matina 1-6 v1.1?. Berdasarkan hasil identifikasi, gen Thecc1EG006332t1 (PR-1), Thecc1EG024509t1 (PR-2), Thecc1EG024514t1 (PR-2), Thecc1EG026942t1 (CTL1), Thecc1EG021326t1 (CTL1), dan Thecc1EG033984t1 (PR-5) pada Cacao Genome Database (CGD) adalah gen Theobroma cacao yang homolog dengan gen yang terlibat dalam sistem ketahanan tumbuhan terhadap hama dan penyakit, serta kemungkinan besar memiliki fungsi yang sama dengan gen homolognya masing-masing.
KULTIVASI MIKROALGA ISOLAT LOKAL PADA MEDIUM EKSTRAK TAUGE Imelda, Silvia; Claudia, Cindy; Lambui, Orryani; Suwastika, I Nengah
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 7, No 2 (2018): Volume 7 Number 2 (August 2018)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.786 KB)

Abstract

Mikroalga adalah organisme perairan yang dikenal dengan fitoplankton. Mikroalga dapat melakukan fotosintesis dan hidup dari nutrien anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan mikroalga isolat lokal asal kolam ikan di Desa Langaleso Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi Biromaru pada beragam konsentrasi medium dengan penambahan ekstrak tauge dan menentukan konsentrasi ekstrak tauge yang menghasilkan kepadatan sel tertinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan 6 perlakuan konsentrasi yaitu ekstrak tauge 0, 4, 6, 8 dan 10%.  Hasil isolasi mikroalga diperoleh satu jenis mikroalga yaitu Chlorella. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi esktrak tauge mempengaruhi pertumbuhan Chlorella. Penambahan ekstrak tauge 10% mampu mendorong pertumbuhan mikrolaga Chlorella pada hari ke- 1 sampai hari ke- 3 dengan kepadatan sel tertinggi sebesar 7,4 x 108 sel/mL.
KAJIAN AUTEKOLOGI PIGAFETTA ELATA (MART.) H. WENDL. (ARECACEAE) PADA HUTAN PEGUNUNGAN DONGI-DONGI DI KAWASAN TAMAN NASIONAL LORE LINDU SULAWESI TENGAH Aras, Mohammad Rezha; Pitopang, Ramadhanil; Suwastika, I Nengah
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 Number 1 (March 2017)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (812.222 KB)

Abstract

Penelitian tentang ?Kajian Autekologi Pigafetta elata (Mart.) H. Wendl. (Arecaceae) pada Hutan Pegunungan  Dongi-dongi di Kawasan Taman Nasional Lore Lindu Sulawesi Tengah? telah dilakukan dari bulan Mei sampai Juli 2016 dengan tujuan untuk mengetahui autekologi berupa kondisi faktor lingkungan abiotik dan biotik dari P. elata pada hutan pegunungan Dongi-dongi di kawasan TNLL Sulawesi Tengah. Faktor lingkungan seperti suhu dan kelembaban relatif diukur dengan Termohygrometer, intensitas cahaya diukur dengan Lux meter, pH dan kelembaban tanah diukur dengan Soil Taster.  Sementara, data curah hujan diperoleh dari stasiun pengamatan cuaca Badan Meteorologi Dan Geofisika Bandar Udara Mutiara Sis Al-Djufrie Palu. Konsentrasi nitrogen, posfor dan kalium di dalam tanah di mana P. elata  tumbuh diukur dengan metode khedjhal dan  metode ekstraksi dengan HCL 25%. Vegetasi tumbuhan penyusun hutan pegunungan di sekitar P. elata ditentukan dengan metode petak ganda secara sistematis dan dianalisis dengan rumus analisis vegetasi menurut Dumbois-Muller dan Ellenberg. Hasil penelitian di Dongi?dongi TNLL menunjukkan  suhu udara harian  rata-rata 21,200C, kelembaban relatif 84,84 %, curah hujan bulanan Mei sampai Juli 2016 yaitu 205 mm, 134 mm dan 35 mm dan intensitas cahaya berkisar 297 ? 6125 lux dengan rata-rata 1985 lux. P. elata  dapat tumbuh di N, P, K tanah dengan konsentrasi yaitu N-Tot 0,08 %, P-Tot 39,16 mg/100g dan K-Tot 34,22 mg/100g. Analisis vegetasi pada tingkat pohon, vegetasi didominasi oleh Castanopsis acuminatissima (Blume) A. DC. dengan INP 34,23 %, tingkat tiang Eurya acuminata DC. INP 64,02% , tingkat pancang Trema orientalis (L.) Blume INP 64.97% dan Ageratum conyzoides L. INP 17.88% mendominasi vegetasi pada tingkat semai.