Claim Missing Document
Check
Articles

PENETUAN POSISI BERDASARKAN KATEGORI (2) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2008
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Pengalaman saya mengajarkan bahwa jika tidak bisa menjadi yang pertama, maka dapat menjadi yang pertama dalam suatu kategori. STMIK AMIKOM Yogyakarta dengan mulai dari Akademi Komputer sejak 1994, yang menyewa sebuah rumah kecil di jalan Monginsisi No. 8 Yogyakarta dan belum dibayar sewanya, atas kebaikan pemiliknya Bapak Budi Sutrisno, SE, bukan merupakan sekolah tinggi komputer yang pertama di Yogyakarta. Disamping itu calon yang masuk adalah calon mahasiswa yang tidak diterima dimana-mana atau calon mahasiswa yang mengalami kegagalan. Hanya ada satu cara untuk membangkitkan semangat calon mahasiswa yang baru jatuh, yaitu membangkitkan kembali semangatnya atau memberikan pendidikan dengan kategori berbeda, yaitu memberikan tekanan pada sikap mental (softskill) daripada hardskill. Setiap calon mahasiswa diberikan pendidikan yang disebut Achievement Motivation Training (AMT) yang kemudian disempurnakan menjadi Pelatihan Super Unggul (PSU). Pendidikan ini diharapkan mahasiswa tersebut menjadi lebih percaya diri, mengetahui jati dirinya, termotivasi untuk meraih cita-citanya, mempunyai rasa empati yang tinggi dan mempunyai ketrampilan sosial yang baik. Salah satu komentar calon mahasiswa yang telah diberikan pelatihan ini ”Saya hampir saja bunuh diri, karena saya ditakdirkan oleh Tuhan menjadi anak yang buta warna, tetapi setelah saya mengikuti PSU, saya bersemangat kembali untuk hidup dan meraih cita-cita saya sebagai desainer grafis. Saya akan membuktikannya”. Agar sikap mental yang tertanam tersebut tejaga dengan baik, maka bagi mahasiswa yang laki-laki diwajibkan untuk memakai dasi dan akhirnya muncullah slogan ”Tempat Kuliah Orang Berdasi” sebagai sebagai Strategi Positioningnya. Dengan demikian Sekolah Tinggi Komputer dengan kategori yang pertama mahasiswanya memakai dasi. Pada 2007, STMIK AMIKOM berusia 13 tahun, meskipun hanya Sekolah Tinggi, bukan Universitas ataupun Institut, tetapi menjadi Perguruan Tinggi di Kopertis Wilayah V dengan jumlah mahasiswa baru untuk Program Studi Sistem Informasi mempunyai Peringkat Pertama dengan jumlah mahasiswa baru mendekati angka 700 mahasiswa dan mahasiswa baru untuk keseluruhan menempati peringkat 4 dengan jumlah mendekati angka 2300 mahasiswa. Sedangkan student bodynya peringkat 7 dengan  jumlah lebih dari 8500 mahasiswa. Keberhasilan ini dapat terjadi semata-mata karena rahmat Allah Yang Maha Tingggi.
MEMULAI USAHA DARI KEPRIHATINAN Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2004
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak cara untuk memulai usaha. Salah satunya dengan melihat perubahan lingkungan yang terjadi. Henri Nestle, seorang ahli kimia Jerman yang berdomisisl di Vevey Swiss, merasa prihatin dengan tingginya angka mortalitas bayi di akhir abad 19, tepatnya 1866 di Swiss. Pada tahun tersebut beberapa apoteker dilatih untuk mulai mengadakan percobaan dengan berbagai kombinasi susu, tepung terigu dan gula, untuk mengembangkan sustu sumber alternative gizi bayi untuk para ibu tidak mampu menyusui. Dari situlah peluang usaha tercipta, yaitu dari keprihatinan. Nestle akhirnya menciptakan “Farine Lactee”, sebagai makanan pendamping bayi yang tidak cukup mendapat Air Susu Ibu (ASI). Dari makanan tersebut, banyak bayi yang terselamatkan jiwanya pada saat itu., yang menjadikan Nestle mendapat kepercayaan masyarakat. Pelanggan pertama Nestle adalah bayi premature yang tidak dapat meminum susu ibunya. Setelah Farine Lactee menyelamatkan banyak bayi, akhirnya Nestle dapat menjual produk tersebut ke seluruh Eropa. Henri Nestle juga memberikan pemahaman awal tentang merek dan kepemilikannya. Ia menggunakan namanya untuk lambang perusahaannya, yaitu Nestle.  Pada 1874, Nestle mengeluarkan produk susu kental. Produk tersebut bersaing ketat dengan produk susu kental dari perusahaan Anglo-Swiss. Kemudian Nestle mengeluarkan produk susu-coklat pada 1875. Petrus, seorang teman Henri Nestle merupakan pembuat coklat yang terkemuka di dunia bergabung dengan Nestle. Bahkan pesaing utama Anglo-Swiss, pada 1905 akhirnya juga bergabung. Mutu merupakan filosofi dari Nestle. Berjuta-juta orang di seluruh penjuru dunia menaruh kepercayaan pada produk Nestle. Kepercayaan merupakan citra mutu dan reputasi untuk memenuhi standar tinggi dari tahun ke tahun. Setiap produk, jasa layanan dan kontak pelanggan membantu kearah pembentukan citra tersebut. Suatu merek dagang Nestle pada suatu produk merupakan janji kepada pelanggan, bahwa produk tersebut aman untuk dikonsumsi, mematuhi peraturan dan standar mutu tinggi. Pelanggan berharap untuk menepati janjinya setiap hari. Mutu merupakan alat untuk meningkatkan keunggulan bersaing. Jika konsumen tidak puas dengan mutu produk Nestle, maka mereka akan meninggalkannya, mereka akan mengkonsumsi merek lainnya. Oleh karena itu Nestle memberikan penghargaan pada tiap-tiap kategori produk di pasar, tempat mereka bersaing. Mutu memang bukan merupakan jaminan sukses, tetapi merupakan salah satu senjata untuk meraih sukses. Keunggulan bersaing yang berjangka panjang adalah mutu yang mempunyai nilai yang optimal di benak konsumen. Dari nilai yang tinggi tersebut akan menimbulkan kepuasan bagi konsumen, yang akhirnya menjadikan konsumen bertahan dan loyal.               Perusahaan dengan moto “Good Food, Good Life”, sebagai strategi positioningnya, sangat melekat pada masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Perusahaan yang mempunyai misi sebagai perusahaan makanan yang paling besar di dunia ini pada 2003, merupakan perusahan yang paling mengagumkan dunia (The Most Admired Company in the World) peringkat 39, versi majalah Fortune.
RESEP MENCETAK TENAGA SIAP MANDIRI Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1988: HARIAN WAWASAN
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.031 KB)

Abstract

       Problematika kualifikasi lulusan sekolah kejuruan sampai sekarang senantiasa menarik untuk didiskusikan. Permasalahannya memang cukup kompleks, sebab kualifikasi lulusan sekolah kejuruan tidak pernah dapat dilepaskan dari kesempatan kerja di lapangan.        Kalau kita berbicara tentang dunia sekolah kejuruan memang ada sisi lain yang senantiasa menyertainya; ialah dunia ketenagakerjaan.       Masalah pendidikan kejuruan dengan masalah ketenagakerjaan memang tidak bisa dipisahkan karena keduanya bagaikan sekeping mata uang.  Apabila yang satu sisinya merupa kan sisi kejuruan, maka sisi yang lainnya merupakan sisi ketenagakerjaaan.  Hal ini menandakan betapa eratnya keterkaitan antara dunia keju-ruan dengan dunia kerja.       Di beberapa negara,  sekolah kejuruan (vocational school) sering disebut sebagai "sekolah kerja" (accupational school),  oleh karena sekolah ini memang bertugas menyiapkan para lulusannya untuk dapat terjun langsung ke dunia kerja. Disini pulalah letak perbedaan yang khas dengan jenis sekolah umum,  sekolah yang menyiapkan para lulusannya untuk melanjutkan studi.
KIAT SUKSES MENJADI ENTREPRENEUR BAGI ORANG BIASA (20) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2009
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.747 KB)

Abstract

Untuk mendatangkan siswa agar ikut bimbingan, ketika itu menggunakan brosur yang dibagi ke sekolah-sekolah dan melalui Tes Uji Coba masuk Perguruan Tinggi Negeri serta iklan melalui Koran. Program Jaminan diterima ternyata mendapat sambutan yang luar biasa, sehingga siswa yang mendaftar bimbingan tes Primagama ketika itu jauh melebihi kapasitas gedung yang tersedia. Untuk menyewa gedung yang baru, tidak ada dana, karena hanya menerima pendaftaran sebesar Rp. 10.000,- dan biaya bimbingan dibayarkan setelah siswa tersebut diterima di Perguruan Tinggi Negeri. Hal itu terjadi karena Program Bimbingan kita adalah Program Jaminan Diterima, jika siswa tidak diterima di Perguruan Tinggi Negeri, maka siswa tidak membayar, tetapi kalau diterima di Perguruan Tinggi Negeri, maka siswa membayar sesuai dengan yang dijanjikan oleh siswa itu sendiri. Seperti yang telah saya bahas sebelumnya, bahwa setiap kesulitan akan memunculkan kreatifitas dan inovasi yang luar biasa, kalau kita bersikap mental positif. Ibaratnya, ketika Tuhan menutup satu pintu, Tuhan akan membuka pintu lain yang lebih banyak. Kita sebenarnya berkeinginan untuk menerima siswa sebanyak-banyaknya, tetapi kami yang mahasiswa miskin tidak mampu menyediakan fasilitas, karena keterbatasan kemampuan. Dengan sikap mental positif, usaha dan doa akhirnya pintu Tuhan yang lain itu mulai terbuka. Akhirnya kita memutuskan untuk melakukan seleksi siswa yang masuk bimbingan. Setelah melakukan seleksi yang cukup ketat, dengan model soal serupa dengan tes masuk Perguruan Tinggi Negeri menjadikan siswa yang lulus seleksi ada perasaan bangga, karena merasa telah menyisihkan banyak saingan, yang menjadikan mereka mempunyai motivasi yang tinggi sebagai pemanasan memasuki Perguruan Tinggi Negeri. Tes seleksi tersebut juga sudah merupakan alat promosi yang cukup ampuh.  Hasil dari tes seleksi tersebut, yang lulus dan masuk menjadi siswa bimbingan tes kebanyakan berasal dari SMA Favorit, seperti SMA N I, SMA N II, SMA N III dan SMA favorit lainnya, sehingga siswanya bagus-bagus. Mereka di sekolah juga sudah dibimbing oleh Guru mereka yang hebat-hebat. Mereka telah memiliki bekal yang lengkap dari Guru mereka. Ibaratnya kita hanya memoles sedikit saja, yaitu polesan dengan bumbu khusus untuk Tes Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Kalau siswa berasal dari SMA bagus-bagus, bahasa kasarnya “tidak dibimbing saja sudah bisa masuk Perguruan Tinggi Negeri, apalagi dibimbing”. Meskipun hanya membayar uang pendaftaran, tetapi kami membimbing mereka dengan sungguh-sungguh, karena kita berharap mereka masuk Perguruan Tinggi Negeri. Selain dibimbing di kelas dengan gaya pengajaran yang menyenangkan, diajari teknik memprediksi soal yang akan keluar di ujian Perguruan Tinggi Negeri dan difahamkan bagaimana mengerjakan soal secara cepat dan benar. Uji coba tes memasuki Perguruan Tinggi Negeri dilakukan berkali-kali dengan melibatkan peserta dari luar. Kerja keras pengurus, pembimbing (tentor) dan siswa sendiri dengan diiringi doa akhirnya terbukti membuahkan hasil. Pendidikan di bimbingan tes Primagama di akhiri dengan penyiapan mental mereka untuk menghadapi tes. Mulai dari pembekalan psikologi sampai doa bersama kepada Tuhan Yang Maha Penerima Doa. Mereka juga diminta untuk memohon doa kepada kedua orang tua mereka. Dalam doa tersebut biasanya sebagian dari mereka ada yang menangis. Setelah tes masuk Perguruan Tinggi Negeri, hasilnya siswa yang bisa masuk mendekati angka 90 %. Luar biasa, karena siswanya memang sudah pandai-pandai, berasal dari SMA Favorit. Prestasi merupakan salah satu bukti yang membuat pelanggan itu mempercayai kita.  
MENDAPATKAN SURGA Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2006
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sikap biasanya digunakan dalam menggambarkan orang dan menjelaskan perilakunya. Sikap dapat didefinisikan sebagai kecenderungan terus-menerus untuk merasakan dan berperilaku dalam sebuah cara yang khusus terhadap suatu obyek. Sedangkan Edwood Chapman mendefinisikan sikap sebagai cara untuk mengkomunikasikan atau mengekspresikan suasana hati atau watak kepada orang lain. Para manajer hendaknya tertarik pada sikap-sikap karyawan mereka karena sikap memberikan peringatan terhadap problem potensial dan karena sikap mempengaruhi perilaku. Karyawan yang terpuaskan dan komitmen, misalnya mempunyai tingkat keluar dan kemangkiran yang lebih rendah. Bila para manajer menginginkan agar permohonan berhenti dan absensi berkurang – terutama di antara karyawan mereka yang produktif – mereka akan menginginkan melakukan hal-hal yang akan membangkitkan sikap kerja yang positif, demikian tulis Stephen Robbins dalam Organizational Behavior. Sikap terdiri dari tiga komponen, yaitu emosi, informasi dan perilaku. Komponen emosi merujuk pada kecerdasan emosi yang berpengaruh terhadap perilaku organisasi. Jenis-jenis emosi dalam dunia kerja terdiri dari marah, takut, senang, cinta, sedih dan terkejut. Kecerdasan rasional (IQ) hanya memberikan sumbangan 4 % dari keberhasilan dunia nyata, menurut Sternberg dalam bukunya Succesfull Intelligence. Dengan demikian peran kecerdasan emosi ini semakin besar. Humor yang merupakan bagian dari rasa senang. “Humor sejauh ini merupakanperilaku paling menonjol yang menunjukkan kecerdasan manusia” kata Edward deBono, seorang tokoh kreatifitas organisasi. ”Kita menyukai organisasi yang tidak kuno, orang dengan selera humor ” jelas Herb Kelleher, CEO Suthwest Airlines. Para staf Macromedia  menggunakan humor dengan menyediakan tangga berputar yang memungkinkan karyawan meluncur dari lantai dua ke dapur perusahaan.  Komponen informasi menyangkut kepercayaan dan informasi individu mengenai suatu obyek. Kepercayaan merupakan kekuatan emosi yang dimulai dengan memiliki harga diri dan makna diri sehingga kita terpanggil untuk memancarkan kepada orang lain, seperti jari-jari sebuah lingkaran, yang akhirnya mengimbas kepada setiap orang dalam tim kita, di departemen kita, di devisi kita atau di seluruh perusahaan, tulis Cooper dan Sawaf dalam buku Executive EQ. “Percaya pada diri sendiri dan siapapun di sekitar Anda sebegitu besar sehingga Anda memberikan 70 % yang Anda miliki dan dalam proses menjadikan ribuan manajer dan karyawan Anda jutawan” kata Bill Gates. “Jaringan kepercayaan itu sangat berharga” kata Minoru Makihara, Direktur Mitsubishi Corporation. Komponen perilaku terdiri dari kecenderungan orang untuk berperilaku  dalam sebuah cara yang khusus terhadap suatu obyek. Komponen perilaku terdiri dari motivasi, cara berpikir, cara bertindak dan cara berinteraksi. Teori motivasi Maslow yang lebih mengutamakan kebutuhan bertahan hidup, yaitu fisiologis, yang berakibat krisis makna yang amat dalam, ketiadaan keyakinan pada apa pun, standar moralitas yang rendah, egoisme yang kejam dan harga diri yang rendah yang merupakan konsekuensinya, ketiadaan tujuan dan nilai, rasa jemu yang menjadi ciri dari sebagian besar kehidupan pada abad 20 di dunia Barat yang maju adalah bukti kuat untuk membalikkan prioritas kapitalisme. Pada akhir hidupnya, Abraham Maslow sendiri merasa bahwa sesungguhnya piramida kebutuhannya terbalik, sehingga kebutuhan yang harus diutamakan adalah kebutuhan aktualisasi diri, yang menjunjung tinggi nilai, standar moral, keyakinan dan kebaikan  serta bermanfaat bagi manusia lain. “Sesungguhnya di dalam surga terdapat rumah-rumah bagi orang-orang yang berbuat baik, termasuk orang yang berbuat baik kepada keluarga dan pengikutnya” sabda Rasulullah saw.
BELAJAR DARI PENJUAL KORAN (4) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2008
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

              Ia selalu mengantarka koran ke rumah saya dengan meletakkan di meja depan atau di kursi depan, tidak seperti penjual koran lain biasanya dilemparkan. Biasanya sebelum meletakkan koran di meja depan rumah saya mengucapkan salam “Assalamu ‘alaikum Pak”. Saya jawab “wa alaikum salam” dan kadangkala saya jawab lebih lengkap“ wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh.”  Dalam surat an-Nisa’ ayat 86 : Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu. Kadangkala saya menyongsongnya untuk menghargainya, karena ia telah mengorbankan sedikit waktu untuk menyerahkan koran. Kata-katanya yang meriah dan senyumnya yang tak pernah saya lupakan sambil memberikan koran kepada saya. “Terima kasih Pak” jawab saya sambil menerima koran tersebut. Penjual koran tersebut melanjutkan perjalanannya mengantarkan koran dari rumah ke rumah pelanggan setianya.  Salam pertama kali diajarkan oleh Nabi Adam a.s. Diriwayatkan oleh Tirmizi dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah s.a.w. bersabda : Ketika Allah menciptakan Adam, lalu Allah meniup ruh ke dalamnya, Adam lalu bersin, kemudian ia berkata “Segala puji bagi Allah” Diapun membaca tahmid dengan ijin Allah. Lalu Tuhannya berfirman kepadanya “Allah menyayangimu wahai Adam”, pergilah kepada malaikat itu dan ucapkan kepada mereka “Semoga keselamatan bagimu” lalu mereka menjawab “Dan bagimu keselamatan dan rahmat Allah” lalu Adam kembali kepada Tuhannya. Tuhannya berfirman “Sesungguhnya itu adalah salam penghormatan bagimu dan anak keturunanmu di antara mereka.  Menebarkan salam, baik yang menyampaikan salam maupun yang menjawabnya merupakan perbuatan yang terpuji. Menebarkan salam akan menjadikan kita selamat dan mempunyai kedudukan yang tinggi. Rasulullah s.a.w. bersabda : Sebarkanlah salam, kalian akan selamat.  . Rasulullah s.a.w. juga bersabda : Sebarkanlah salam agar kalian menjadi tinggi. Menebarkan salam juga akan menjadikan kita saling mencintai. Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah s.a.w. bersabda : Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman dan kalian tidak beriman hingga kalian saling mencintai, maukah kalian aku tunjukkan kepadamu sesuatu jika kalian melaksanakannya kalian akan mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian (Muslim). Demikian pula menebarkan salam merupakan salah satu perbuatan yang memudah kita masuk ke dalam surga. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah s.a.w. bersabda : Sebarkanlah salam, berilah makan, sambunglah tali silaturahim, dirikanlah shalat pada saat malam ketika orang-orang sedang terlelap dalam tidurnya, niscaya masuklah kalian ke surga dengan selamat. Pelajaran keempat yang kita peroleh dari penjual koran tersebut adalah bahwa ia juga selalu medoakan pelanggannya agar pelanggannya selamat dunia dan akhirat.    
Strategi Unique Selling Proposition Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2004
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi Unique Selling Proposition (USP) dikembangkan oleh Rosser Reeves, tokoh jantung periklanan New York, Madison Avenue. Pada suatu saat ada seorang klien mendatangi kantor Reeves dan meletakkan dua koin di atas meja. ”koin milik saya yang sebelah kiri. Anda buktikan bahwa koin inilah yang terbaik” tantang si klien. Inilah masalah yang mendasar yang dihadapi setiap orang dalam periklanan. Membuktikan “Inilah yang terbaik” adalah tugas mereka, apakah tugas itu untuk produk makanan, pakaian atau produk jasa dari suatu bank. Apa slogan yang dipakai Reeves ketika menangani pasta gigi Colgate?. Reeves menggunakan slogan ”Membersihkan nafas Anda saat membersihkan gigi”. Dengan slogan ini Colgate merajai pasar selama beberapa dekade. Strategi Unique Selling Proposition berorientasi pada keunggulan atau kelebihan produk yang tidak dimiliki oleh produk saingannya. Kelebihan tersebut juga merupakan sesuatu yang dicari atau dijadikan alasan bagi konsumen untuk menggunakan suatu produk. Produk dibedakan oleh karakter yang spesifik atau yang unik. Pendekatan ini dilakukan oleh Nescafe pada kampanye iklannya dengan “The Thing Leads To Another”. Digambarkan dalam iklannya di televisi sebuah pesawat terbang yang mati salah satu mesinnya, tetapi penumpangnya tetap selamat, berkat sebelumnya minum Nescafe. Pada 1942, Coca-Cola meluncurkan iklan bernama “The only thing like Coca-Cola is Coca-Cola itself. It’s the real thing”. Pada 1970, Coca-Cola menggunakan slogan “It’s the real thing” selama kurang lebih satu tahun dan pelanggan langsung percaya, bahwa Coke memang the real thing, yang lainnya hanya meniru. Meskipun iklan the real thing telah hadir tiga puluh tahun yang lalu, tetapi gemanya masih terasa hingga saat ini. Konsepnya masih diasosiakan dengan Coca-Cola, wartawan koran dan majalah masih menggunakan kata ini setiap artikel yang mereka bikin. Jika wartawan akan menulis tentang cola, dapat dipastikan akan menghubungi Coca-Cola. Garda Oto menggunakan slogan “The first to help customers” (menjadi yang pertama membantu pelanggan. Hal ini juga benar-benar diimplementasikan di lapangan dan teruji di berbagai situasi. Pasca kerusuhan massal 1998, Garda Oto menjadi yang pertama mengganti kerugian pelanggan akibat hurí-hara tersebut. Pada 2000, Garda Oto membuktikan kembali sebagai asuransi yang memberikan perlindungan terhadap resiko terorisme. Pada 2002, Garda Oto menjadi yang pertama membantu pelanggannya dalam mengevakuasi kendaraannya dari banjir dan memproses klaimnya. Pada  saat terjadi peledakan bom di depan Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Garda Oto menjadi yang pertama datang ke lokasi kejadian. 
SEKOLAH UMUM PUN TERPAKSA DITUTUP Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1988: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.625 KB)

Abstract

       Barangkali tidak ada yang terkejut bila mendengar ada sekolah kejuruan yang "gulung tikar";  karena dalam beberapa tahun terakhir ini pamor akademik sekolah kejuruan  memang kurang bersinar,  meski hal ini tidak dapat digeneralisasikan pada seluruh sekolah kejuruan.  Tetapi mendengar sekolah umum yang "bubar", atau terpaksa ditutup, tentu banyak orang yang tidak percaya; karena dalam beberapa  tahun terakhir ini pula minat masyarakat lebih terkonsentrasikan pada sekolah umum.       Tetapi benarkah ada sekolah umum yang "bubar" atau terpaksa ditutup oleh pihak yang berwenang ..? Yeah, begitulah nyatanya.       Pada tahun 1988/89 ini sebanyak 14 sekolah umum, terdiri dari 12 sekolah menengah umum tingkat pertama (SMP) dan 2 sekolah menengah umum tingkat atas (SMA) di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) oleh Depdikbud diperintahkan untuk segera ditutup,  karena sekolah-sekolah tersebut tidak dapat lagi memenuhi persyaratan sebagai lembaga pendidikan formal (KR, 17/9/88).       Yang lebih mengherankan lagi dari 14 sekolah tersebut hanya satu yang "liar", dalam arti tidak mempunyai izin.  Ini berarti bahwa 13 sekolah yang lainnya merupakan sekolah resmi yang mendapatkan izin operasinal dari Depdikbud dan telah memperoleh status akreditasi; bahkan satu diantaranya berstatus diakui dengan mendapat kewe nangan menyelenggarakan ujian akhir secara mandiri.
MENGINGAT KEPADA ALLAH Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2009
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.133 KB)

Abstract

 Orang yang beriman kepada Allah, mencintai Allah, takut kepada Allah, terpaut dengan Allah, maka orang tersebut akan banyak mengingat Allah dalam hatinya. Baik mengingat Allah dengan lisan maupun anggota badannya. Hal itu didorong oleh rasa cinta, berharap, bersandar dan bergantung kepada Allah.  Mengingat Allah dengan lisan dengan bertasbih, bertahmid, bertakbir, bertahlil, beristigfar dan berdoa. Mengingat Allah dengan anggota badannya dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ibnu Abbas dalam menafsirkan mengingat Allah, yaitu : jangan lepas mengingat Allah, baik di waktu malam dan siang, di daratan atau di lautan, di saat bepergian atau di rumah, dalam keadaan kaya atau miskin, waktu badan sehat atau sakit dan dalam keadaan sunyi atau banyak orang. Orang yang mengingat Allah, mendirikan shalat dan membayar zakat akan ditambah oleh Allah karunia dan rezkinya tanpa batas, seperti disebutkan dalam surat An Nuur ayat 37-38 : Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak pula (oleh) jual beli dari mengingat Allah dan (dari) mendirikan shalat dan (dari) membayar zakat. Mereka takut pada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (Mereka mengerjakan itu) supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas. Demikian pula dengan mengingat Allah akan menjadikan kita lebih baik. Dalam surat Al Jumu’ah ayat 9 : Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Demikian itu lebih baik bagimu jika mengetahui. Orang yang mengingat Allah juga hatinya menjadi tenteram. Seperti dalam surat Ar Ra’du ayat 28 :..(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram. Mengingat Allah ada permulaannya dan ada pula akhirnya. Permulaannya ketentraman dan kecintaan dan akhirnya ketentraman dan kecintaan yang dapat menjelma dan timbul dari orang yang mengingat Allah tersebut. Demikian pula orang yang mengingat Allah, akan diingat oleh Allah, disebut oleh Allah dan bersama Allah. Jika Allah telah mengingat seorang hamba, maka hal itu merupakan bimbingan dan petunjuk untuk meraih awal kebahagiaan dan kesuksesan di dunia dan di akhirat. Dalam hadits qudsi, Rasulullah s.a.w. bersabda : Allah s.w.t. berfirman : Aku berdasarkan prasangka hamba-Ku terhadap-Ku. Aku bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, niscaya Aku juga akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu kaum, niscaya Aku juga akan mengingatnya dalam suatu kaum yang lebih baik daripada mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, niscaya Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, niscaya Aku akan mendekatinya sedepa. Apabila dia datang kepada-Ku berjalan, niscaya Aku akan datang kepadanya berlari-lari kecil (Bukhari dan Muslim). Sebaliknya dengan lupa mengingat Allah, kita akan termasuk orang yang rugi. Allah berfirman dalam surat Al Munaafiquun ayat 9 : Hai orang-orang yang beriman janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.  
STRATEGI KONSISTENSI Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2007
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsistensi berarti ketaatan, ketaatasasan, tidak berubah-ubah, kesesuaian antara apa yang dikatakan dengan perbuatan. Strategi ini berkait dengan membangun merek sehingga merek tersebut masuk di benak konsumen. Banyak di antara kita mudah sekali untuk berganti merek, karena berbagai alasan. Ada yang beralasan karena pasarnya berubah, sehingga produknya berubah dan akhirnya merek berubah. Saya mengamati beberapa perguruan tinggi yang berubah dari Akademi menjadi Sekolah Tinggi atau Sekolah Tinggi menjadi Universitas. Merek lamanya seringkali tidak dipakai lagi, jika itu terjadi sangat mudah ditebak. Hampir pasti mahasiswanya menurun, hal itu terjadi karena benak konsumen belum bisa melupakan merek yang lama dan memakai merek yang baru. Meskipun demikian saya juga melihat ada beberapa yang tetap memakai merek lamanya, sehingga calon mahasiswa baru tetap memilihnya. Pasar mungkin berubah, tetapi merek tidak harus berubah, bahkan jangan pernah berpikir untuk berubah. Kalau memang harus berubah, barangkali sedikit, tetapi karakter dasarnya tidak boleh diubah. Perguruan Tinggi seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung merupakan merek yang sudah bertahun-tahun dan tidak pernah berubah. Demikian pula pada bidang otomotif, misalnya BMW menjual kendaraan dengan the ultimate driving machine sudah lebih dari 30 tahun, demikian pula Volvo menjual kendaraan dengan safety juga telah lebih dari 30 tahun. Hal yang paling menggoda untuk mengubah merek adalah kebosanan. Kebosanan inilah hambatan terbesarnya, sehingga cenderung untuk membuat merek yang baru. BMW juga terpancing dengan kebosanan ini. Akhirnya membuat station wagon yang diperuntukkan profesional muda yang beranjak dewasa, menikah dan mempunyai anak. Hasilnya dapat ditebak, yaitu tidak sukses, bahkan melemahkan merek BMW itu sendiri di benak konsumen. Kisah lain tentang Little Caesars dengan ‘Pizza Pizza’, yaitu membeli dua pizza dengan harga satu pizza. Kekuatan merek Little Caesars dengan ‘Pizza, Pizza’ mampu menjadi jaringan pizza terbesar Amerika. Kembali lagi kebosanan menghantui Little Caesars dengan ‘’Pizza Pizza’ yang akhirnya Little Caesars memperkenalkan ‘Delivery Delivery’ dan yang terjadi sudah dapat kita duga, yaitu Little Caesars dalam penjualan turun ke tempat ketiga, setelah Pizza Hut dan Dominoís Pizza. Mereknya menjadi lebih buruk lagi setelah Little Caesars mengubah ukurannya dari medium ke ukuran besar, demikianlah dikisahkan oleh Al Ries dan Laura Ries dalam bukunya 22 Immutable Laws of Branding. Dengan demikian membangun merek tidak bisa hanya satu malam atau membalik tangan saja, tetapi harus dipelihara bertahun-tahun dan bahkan berpuluh-puluh tahun dengan ketaatan tanpa merasa bosan dan tergoda untuk merusak merek tersebut. Di samping itu kita harus membatasi merek agar mewakili sesuatu yang sederhana dan sempit di benak konsumen sehingga mudah untuk diingat oleh konsumen. Meskipun BMW ditangani oleh tiga biro iklan berbeda tetapi tetap mempertahankan strateginya dengan the ultimate driving machine lebih dari 30 tahun. Strategi tersebut dinamakan strategi konsistensi.