Claim Missing Document
Check
Articles

MODALNYA HADIAH Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2005
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Hadiah merupakan pemberian yang nilai biasanya tidak dapat diganti dengan kekedar uang. Hadiah dapat pula berarti persen atau kado. Bermacam-macam hadiah, mulai dari hadiah Nobel, hadiah olahraga, hadiah perpisahan, hadiah tahun baru, hadiah ulang tahun, hadiah tahun baru, hadiah sayembara, hadiah lebaran, hadiah hiburan dan berbagai macam hadiah yang lainnya. Anda dapat memulai bisnis dari hadiah tersebut. I Ketut Kasih dari Bali, memulai bisnis dari hadiah perpisahan dengan kawannya dari Australia. Hadiah berupa celana dari rekan asing setelah pulang ke negeri asalnya, itulah yang dilakukan I Ketut Kasih memulai bisnisnya. Celena berselancar memberi inspirasi awal bisnisnya, meskipun ia masih ragu-ragu. Ia menyeterika celana tersebut, kemudian menjiplaknya ke dalam koran bekas. Dengan potongan-potongan kain bekas, Ketut meminta tolong sekolahnya untuk dijahit dan dibuat celana berselancar seperti potongan koran bekas jiplakan dari celana berselancar.  “Senang celana jiplakannya dapat dipakai berselancar. Berarti saya mempunyai celana berselancar dua buah. Teman-temanpun lantas minta dibuatkan celana serupa. Rasanya bangga sekali” katanya mengenang masa lalunya. Sejak 1989, ia pemegang lisensi semua produk pakaian dan aksesori bagi peselancar bermerek Quicksilver, yang asalnya dari Melbourne, Australia. Merek tersebut diproduksi sejak 1969 untuk pasar Indonesia dan beberapa negara tetangga. Disamping itu ia juga menjadi pemilik perusahaan garmen lokal bermerek King Kong. Pada usia 17 tahun, ia telah mampu mengekspor 100 potong celana King Kong ke Jepang. Ketut mengambil bisnis pakaian berselancar bermerek, karena ia sendiri juga sebagai peselancar, sehingga ia mengetahui selera peselancar dan menyukai bisnis tersebut. Aksesori dari Quicksilver, berupa topi, dompet, tali jam tangan dan atribut lainnya. Harganya bervariasi antara Rp. 35.000,- sampai dengan        Rp. 430.000,- per unitnya. Merek Quicksilver sejajar dengan merek-merek Rip Curl, Stussy, Hot Tuna, Billabong dan merek-merek terkenal lainnya. Saat ini perusahaannya telah mempunyai 6 subkontraktor dan sekitar 150 karyawan.             Demikian pula ketika saya memulai bisnis untuk yang pertama kalinya. Saya memulai bisnis dari tas hadiah dari pertandingan olahraga, yaitu pertandingan catur. Tas ransel berwarna hijau, yang saya banggakan tersebut saya gunaan ketika Nenek saya mengajari saya bisnis. Ketika itu saya kelas 3 SD di Banjarsari Madiun, yaitu sebuah SD yang terletak di lembah Gunung Wilis.   SD yang membawa kenangan saya, merupakan SD tempat pertama kali saya dikenalkan pendidikan dasar. Sekolah sederhana itulah yang memberikan goresan hati pada saya yang tak pernah saya lupakan. Tas Rancel sebagai senjata ampuh saya pertama kali memulai bisnis, yaitu menjual kedondong.  I Ketut Casi dan saya memulai bisnis dari hadiah.
MENYAINGI PENJUALAN DAN PENAWARAN SAUDARANYA Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2009
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.059 KB)

Abstract

Rasulullah s.a.w. melarang menjual dengan cara menyaingi penjualan saudaranya dan menawar menyaingi penawaran saudaranya. Dari Abdullah bin Umar r.a. katanya Rasulullah s.a.w., bersabda ”Janganlah kamu menjual penjualan saudaramu” (Bukhari). Dari Abu Hurairah r.a. katanya : “Rasulullah s.a.w. melarang orang kota menjualkan barang (dagangan) orang desa dan janganlah kamu membohongkan harga barang dan janganlah seseorang menjual menyaingi harga jual saudaranya; janganlah menawar sesuatu yang sedang dalam penawaran saudaranya dan jangan seorang wanita minta supaya diceraikan saudaranya (madunya) untuk menunggangkan isi bejananya”(Bukhari). Riwayat lain dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah s.a.w., bersabda “Janganlah kamu menyongsong rombongan orang-orang berkendaraan (kafilah); janganlah kamu menjual dengan harga menyaingi harga jual orang lain, janganlah kamu membohongkan harga barang, janganlah orang kota menjualkan kepunyaan orang desa dan jangan menahan air susu kambing, dan barangsiapa membelinya, ia boleh memilih antara dua sesudah diperahnya, jika ia suka boleh diteruskannya, dan jika tidak, boleh dikembalikannya dan ditambah dengan segantang kurma” (Bukhari). Menurut Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Kitab Fathul Baari, Para ulama berkata, ”Menjual sesuatu sedang dalam proses penjualan adalah haram hukumnya, demikian pula membeli sesuatu yang sedang dalam proses pembelian. Contoh kasus ini adalah seseorang berkata kepada pembeli di saat masih berlaku memilih (khiyar). ”Batalkan transaksi itu, aku akan menjual kepadamu barang serupa dengan harga lebih murah.” Atau dia berkata kepada penjual ”Batalkan jual beli itu dan aku akan membeli darimu dengan harga yang lebih mahal.” Hukum ini merupakan perkara yang telah disepakati. Adapun gambaran menawar sesuatu yang sedang dalam tawaran orang lain adalah dengan mengatakan kepada orang yang sedang menawar, ”Kembalikan barang itu, aku akan menjual kepadamu barang yang lebih baik darinya dengan harga serupa, atau barang yang sepertinya dengan harga lebih murah.” Atau ia berkata kepada pemilik barang ”Ambil kembali barangmu, aku akan membeli darimu dengan harga yang lebih baik.” Larangan tersebut berlaku pada saat harga telah disepakati oleh kedua belah pihak. Jika demikian, maka tidak ada perbedaan pendapat bahwa membeli atau menawarnya adalah haram. Kemudian Ibnu Hazm menukil dari Imam Malik, dia berpendapat bahwa hukum pada hadits di atas berlaku jika penjual dan pembeli telah sepakat. Lalu Ibnu  Hazm mengatakan bahwa lafazh hadits tidak menunjukkan hal itu. Namun, perlu adanya pedoman mengenai kapan diharamkan menawar barang yang sedang ditawar oleh orang lain, sebab menawar barang yang sedang dijual kepada orang yang dapat memberi tambahan harga (lelang) tidaklah diharamkan menurut kesepakatan ulama, seperti dinukil oleh Ibnu Abdil Barr. Maka, yang dilarang adalah menawar yang lebih dari itu. Sebagian ulama madzab Syafi’i mengecualikan pengharaman ”membeli” dan ”menawar” barang yang sedang dibeli atau ditawar oleh orang lain, apabila pembeli tidak ditipu dan dirugikan, demikian yang menjadi pendapat Ibnu Hazm, seraya berdalil dengan hadits ”Agama adalah nasihat.” Semetara itu, mayoritas ulama mengatakan bahwa membeli atau menawar barang yang sedang dibeli atau ditawar oleh orang lain termasuk jual-beli yang sah, tetapi pelakuknya berdosa. Sedangkan dalam madzab Maliki dan Hambali tentang rusaknya jual-beli seperti itu telah dinukil dua pendapat. Adapun para ulama madzab Azh-Zhahiri dengan tegas mengatakan bahwa jual-beli tersebut tidak sah.
STRATEGI MERANCANG KEMASAN (2) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2007
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemasan juga harus mempunyai daya tarik emosional (elegan, prestis, keceriaan, lucu, nostalgia, menarik dan sebagainya) melalui penggunaan warna, bentuk, material kemasan dan perlengkapan lainnya. Dalam memroses informasi dan memilih berbagai alternatif produk, kita dapat mengelompokkan konsumen menjadi dua golongan. Golongan pertama adalah konsumen yang memroses informasi dan memilih berbagai alternatif produk dengan rasional, sangat menggunakan akal sehat, sistematis dan beralasan. Golongan kedua merupakan konsumen yang sebaliknya, yaitu konsumen yang menggunakan emosi dalam upaya meraih kegembiraan, fantasi dan perasaan. Dengan demikian, bila konsumen membuat keputusan berdasarkan pada tujuan misalnya mendapat produk terbaik atau membuat pilihan yang hati-hati, maka kemasan harus menyediakan informasi yang nyata yang memadahi untuk memfasilitasi pilihan konsumen. Sedangkan bila produk dibuat karena kesenangan atau hobi, fantasi dan menyentuh perasaan, maka kemasan harus berisi syarat kandungan emosional untuk mengaktifkan perilaku pembelian. Bahkan beberapa produk melakukan kombinasi antara rasional dan emosional. Kemasan yang melakukan kobinasi rasional dan emosional secara simultan menarik bagi akal sehat dan kebutuhan simbolis konsumen. Kemasan Nyam Nyam menggunakan daya tarik emosi dengan menampilkan kemasan berbentuk kepala anak harimau yang bergembira karena sedang makan Nyam Nyam dan dihiasi pelangi di sebelahnya. Ada bentuk kepala anak harimau yang berwarna merah, hijau, kuning dan sebagainya, sehingga menarik bagi anak kecil. Kemasan mi sedap juga menggunakan daya tarik kombinasi dengan menampilkan kemasan plastik berwarna merah, kuning untuk mi kuah rasa ayam bawang, berwarna merah dan hijau sedikit kuning untuk mi kuah rasa soto dan berwarna merah dan kuning dan ada sedikit hijau untuk mi kuah rasa kari ayam. Ketiga kemasan tersebut ada tulisan Mi Sedaap Instant dan tulisan halal serta terdapat gambar mi yang telah dihidangkan serta asap yang keluar dari mi tersebut dengan tulisan ‘Jelas Terasa Sedapnya’, sehingga orang tertarik untuk membeli. Meskipun demikian beberapa kemasan menggunakan daya tarik emosi berupa tarik seks, pada hal tidak ada hubungannya dengan seks. Kemasan seperti ini akan mendapat tanggapan negatif, bahkan menurut Eric Schulz merupakan salah satu dosa periklanan. Kemasan dengan daya tarik seks cenderung dihindari oleh orang tua yang mempunyai anak kecil, yang berakibat produk dengan kemasan sepert itu tidak dibeli. Lebih darti itu kemasan dengan daya tarik seks sering kali melanggar etika atau melanggar tuntunan agama. Terbukti kemasan dengan daya tarik seks kurang berhasil dalam penjualan dibanding kemasan dengan daya tarik yang lainnya. Barangkali tidak diberkahi oleh Tuhan.
BISNIS BANGSA MINEA Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerajaan yang pertama di Arab selatan adalah Minea, yang diperkirakan ada dari sejak 1200 Sebelum Masehi sampai 650 SM.  Bangsa Minea wilayah utamanya mencakup daerah oase sungai yang luas membentang ke barat-laut Ma’rib, yang sejak periode Islam dikenal dengan sebutan Al Jawf. Minea dalam bahasa Arab Al-Ma’iiniyyuun atau Ma’iin atau diucapkan Ma’in yangberarti mata air. Dalam Injil disebut Ma’on atau Me’un atau Me’in. Nama yang bertahan hingga kini adalah Ma’an, terletak di sebelah utara Petra, yang merupakan koloni penting di jalur perdagangan utara. Di dekat Tabuk dan Al-Ula, tulisan-tulisan Minea membuktikan keberadaan koloni tersebut yang berfungsi sebagai gudang penyimpanan dan pos penghubung.   Kerajaan Minea ibukotanya Qarnawu atau Qarnaw yang kemudian oleh ahli geografi Arab pertengahan disebut Sayhad. Ibukota orang Minea, Qarnaw, yang dikunjungi Halevy pada 1870,  adalah yang kini disebut kota Ma’in yang terletak di sebelah selatan al Jawf, timur-laut Sana’a. Kota metropolis keagamaan, Yatsil, yang juga berada di sebelah selatan al-Jawf, kini disebut kota Baraqish, terletak disebelah bara-laut Ma’rib. Orang-orang Minea berbahasa sama dengan orang-orang Saba’, dengan sedikit perbedaan dialek. Beberapa tulisan yang disebut tulisan Minea meliputi dukumen kerajaan orang-orang Qataban dan sejumlah kecil teks Hadramaut. Ukiran yang ditemukan pada reruntuhan kuil di al-Hazm, ibu kota provinsi al-Jawf, menggambarkan wadah yang tergantung mungkin sesajen anggur, antelop, dan hewan-hewan kurban lainnya, ular yang dianggap sebagai simbol Tuhan, gadis-gadis penari yang juga menjadi pelayan di kuil, serta burung unta yang dikurung di dalam taman suci.             Perdagangan untama yang dilakukan oleh orang Minea adalah perdagangan rempah-rempah, kemenyan (frankincense) dan myrrh.   Pada akhir abad ke-4 SM sampai abad ke-2 SM, orang Minea memonopoli jalur perdagangan utama tersebut, mulai dari jalur Arab Selatan sampai melintasi Mediterania yang oleh kafilah dagang ditempuh dalam waktu dua bulan, sudah merupakan waktu yang baik. Untuk melindungi jalur ini, bangsa Minea membangun koloni sampai ke barat-laut Arabia, yaitu oase Dedan. Konfrontasi antara Saba’ dan Ma’in untuk mengendalikan rute perdagangan franincense dijelaskan dalam sebuah prasasti yang menggambarkan sebuah peperangan antara Media dan Mesir yang mungkin sebuah referensi penaklukan dilakukan Mesir oleh   Artaxeres III Okhos pada 343 SM. Dalam prasasti tersebut dua pemimpin komunitas Minea dari Dedan menyatakan rasa terima kasihnya atas perlidungan pada rute kafilah antara Ma’in dan Nagran terhadap serangan bangsa Saba’. Dalam prasasti tersebut juga dinyatakan tentang komunikasi orang Minea dengan Mesir, Gazza, Ionia, Sidon, Ammon, dan Moab Yatrib (kemudian dikenal dengan Madinah). Orang Mesir menceritakan tentang orang Minea, bahwa mereka menghantarkan parfum ke sebuah candi milik orang Mesir.  Di Delos, Yunani dengan dua candinya Apollo dan Artemis, dua altar orang Menia berdiri tegak dan di Romawi,orang Romawi berbicara mengenai franincense Minea, karena franincense merupakan produk orang Minea yang diminta oleh orang Romawi.
BISNIS DENGAN KEUNTUNGAN BERLIPAT (2) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2005
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Kemudian Ali bin Abi Thalib keluar hendak menuju ke tempat Rasulullah saw, tiba-tiba di tengah jalan ia bertemu seorang Badui yang sedang menuntun unta. Ali lalu mendekati Badui tersebut, maka Badui itu berkata “Wahai ayah Hasan, belilah unta ini”.  “Aku tidak mempunyai uang sepeserpun untuk membeli untamu itu” kata Ali.  Badui :” Aku menjual unta ini dengan cara dihutangkan”. Ali: “Kalau begitu, berapa harga unta ini kamu jual?”. Badui: “Aku menjualnya dengan harga 100 dirham”. Ali:“Baiklah, unta ini aku beli, namun pembayarannya nanti saja setelah aku mendapatkan uang”. Setelah itu Ali bin Abi Thalib menuntun unta yang baru dibelinya. Tetapi tidak begitu jauh Ali dihadang oleh seorang  Badui lain, yang bertanya kepadanya “Wahai ayah Hasan, apakah kamu hendak menjual unta yang kamu tuntun itu?”.  Ali: “Benar, aku hendak menjual unta ini”.  Badui: ” Berapa harganya?”. Ali:“Harga unta ini 300 dirham”. Badui:“Baiklah, aku beli untamu dengan harga tersebut”. Setelah orang Badui itu menyetujui harganya, ia langsung membayar 300 dirham secara tunai kepada Ali. Sesudah menerima pembayaran tersebut, Ali menyerahkan kendali untanya kepada orang Badui tadi. Kemudian ia pulang ke rumahnya. Tatkala Fatimah mengetahui suaminya datang, ia menyambutnya dengan senyum kasih saying, sebagaimana kebiasaan yang ia lakukan setiap kali menyambut kedatangan suaminya. Fatimah lalu bertanya “Wahai ayah Hasan, apa yang engkau bawa hari ini?”. “Wahai putri Rasulullah, aku telah membeli seekor unta dengan dihutang cara pembayarannya seharga 100 dirham. Aku lalu menjual unta tersebut dengan harga 300 dirham secara tunai” jawab Ali. “Aku setuju saja terhadap apa yang kamu lakukan asalkan membawa kemanfaatan dan kemaslahatan” kata Fatimah. Sesudah berbincang-bincang dengan Fatimah dirasa cukup, ia keluar rumah lagi menuju tepat Rasulullah. Pada saat ia memasuki pintu masjid Rasulullah saw melihatnya dengan tersenyum dan ketika Ali sudah mendekat, beliau berkata ““Wahai ayah Hasan, apakah kamu yang bercerita kepadaku, ataukah aku yang memberi kabar kepadamu?”. “Engkau saja yang memberi kabar kepadaku” jawab Ali. Rasulullah berkata ““Wahai ayah Hasan, apakah kamu sudah mengerti, siapa sebenarnya Badui yang menjual unta kepadamu itu, dan siapa Badui kedua yang membelinya?”. Ali: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui”. Rasulullah: “Beruntung sekali kamu………beruntung ……….beruntung………   Wahai Ali, kamu telah menghutangi Allah dengan 6 dirham, maka Allah memberimu 300 dirham sebagai pengganti setiap dirham mendapat 50 dirham. Adapun orang Badui yang pertama adalah Jibril, sedangkan yang kedua adalah Israfil“. Menurut riwayat lain menyebutkan bahwa orang pertama yang menjual unta adalah Jibril, sedangkan yang kedua adalah Mikail.
KIAT SUKSES MENJADI ENTREPRENEUR BAGI ORANG BIASA (24) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2009
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.128 KB)

Abstract

Setelah sikap mental diberikan porsi lebih pada pendidikan kami, berikutnya adalah pendidikan pengetahuan. dan ketrampilan juga harus diberikan secara berbeda. Dengan dosen yang tidak berpengalaman dan dengan pengetahuan yang terbatas, maka yang bisa kita lakukan hanyalah membagi pengalaman ketika kami mengelola Lembaga Pendidikan Kejuruan, yang lebih menekankan ketrampilan daripada pengetahuan atau konseptual. Kalau kita  meberikan tekananan pada pengetahuan, dengan mahasiswa yang yang intelektual pas-pasan dan juga dosen dengan pengetahuan terbatas, hampir pasti kurang mencapai sasaran. Kami belum mampu menghasilkan mahasiswa yang pandai, tetapi hanya mampu menghasilkan mahasiswa yang trampil dengan wawasan yang terbatas. Kelemahan di bagian input (calon mahasiswa pas-pasan) justru dapat menimbulkan peluang yang luar biasa. Demikian pula perusahaan kecil, bila kita menemukan kelemahan dari dalam perusahaan dan ancaman dari luar, berdasarkan pengalaman saya, di balik itu dapat memunculkan peluang yang membuat kita dapat bersaing dengan baik, dengan cara melihat keunggulan kita dan melihat kelemahan perusahaan lain serta berfokus pada kelemahan perusahaan lain tersebut, kita memunculkan keunggulan. Peluang yang muncul karena mahasiswa yang pas-pasan tersebut adalah kompetensi yang tidak butuh IQ tinggi, tidak perlu menguasai matematika yang rumit., yaitu kompetensi multimedia. Ketrampilan multimedia kami tujukan  mahasiswa yang kemampuan logikanya terbatas, tetapi  sudah dapat memberikan ketrampilan yang berbeda dengan yang lain.  Meskipun demikian, ide tersebut tidak berjalan mulus, karena masih ada dosen yang belum sepakat dengan kompetensi tersebut. Saya memakluminya, karena mereka orang yang pintar, tetapi Ketua Jurusan saya sepakat semuanya.  Mereka yang tidak sepakat, pertama menganggap bahwa multimedia itu bukan bagian dari informatika. “Kalau Pak Yanto akan mengajarkan multimedia, banyak orang yang akan mentertawakan kita” kata mereka. “Saya faham apa yang dirisaukan kawan-kawan, tetapi menurut saya multimedia itu masih bagian dari informatika” jawab saya yang belum memuaskan.  Kedua, belum ada dosen yang dapat mengajarkan multimedia. “Siapa yang akan mengajar multimedia ,Pak Yanto?” mereka bertanya. “Saya sendiri” jawab saya. “Apa Pak Yanto bisa?” Tanya mereka. “Belum. Tetapi mata kuliah multimedia kan masih semester 4 dan 5, sehingga saya masih punya waktu 2 tahun untuk belajar” jawab saya. Pada saat waktu tibapun, ternyata saya hanya menguasai sekitar 30 % dari materi tersebut. Dalam proses belajar mengajarpun kadangkala ada pertanyaan yang saya tidak bisa menjawab. Biasanya saya menjawab bahwa pertanyaan mahasiswa tersebut bagus sekali. Itu adalah salah kunci dalam multimedia, kalau saya jelaskan sekarang saya khawatir kalian malah bingung, hari ini kita selesaikan dulu materi kita hari ini, minggu depan Insya Allah baru akan kita bahas. Padahal sesungguhnya yang bingung saya dan dengan menunda satu minggu, maka saya mempunyai kesempatan belajar satu minggu.  Itulah awal saya mengajar mata kuliah multimedia.  Meskipun demikian, mata kuliah ini menjadi ciri khas perguruan tinggi kami dan menjadikan keunggulan. Saya hanya ingin mahasiswa mempunyai ketrampilan berbeda dengan yang lainnya. Kalau saya memberikan materi sama persis dengan perguruan tinggi lain, pasti kita tidak akan mempunyai keunggulan. Meskipun hanya satu keunggulan, dari pengalaman saya, sudah cukup untuk dapat bersaing dengan yang lainnya.
MEMBAWA KE SURGA Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2007
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit hati yang menimbulkan sakit seketika selain sedih, resah, gundah, marah dan dendam adalah iri dan berbuat curang. Penyakit ini dapat dihilangkan juga dengan obat-obat yang alamiah. Melihat tetangga mempunyai rumah baru, mobil baru, TV baru dan peralatan lain yang serba wah, kadangkala kita merasa iri. Hati kita seringkali dirasuki kotoran yang akhirnya mengatakan dalam hati ‘Ah paling dapat seperti itu karena korupsiî. Demikian pula, ketika perusahaan tetangga maju kadangkala kita juga iri dan berusaha berbuat curang untuk menjatuhkannya. Iri dan berbuat curang mempunyai banyak sebab, yaitu karena permusuhan, kebencian, kesombongan, cinta kekuasaan, ingin disanjung, ketakutan hilangnya maksud yang diinginkan, kotornya jiwa dan kebakhilan. Cara mengobatinya dengan mengetahui bahwa iri dan berbuat curang adalah berbahaya bagi kita, baik bahaya di dunia maupun di akhirat. Bahaya di dunia dapat menyebabkan kita sakit, jantung berdebar-debar, tidak nyenyak tidur dan akhirnya hati kita tersiksa. Bersyukur, tidak iri dan tidak berbuat curang serta belajar untuk menjadi lebih baik merupakan obat penyakit hati tersebut. Alhamdulillah, saya diberi kesehatan dan diberi anak yang lucu-lucu, walaupun saya belum bisa membeli yang dilakukan oleh tetangga, tetapi kita mungkin malah dapat ikut mobilnya. Bisa ikut nonton TV barunya dan bisa melihat pemandangan rumah yang bagus tetangga kita. Memang tidak mudah, tetapi itulah obatnya. Dari Anas r.a berkata : Kami duduk bersama Rasulullah saw lalu Rasulullah sawbersabda :’Akan datang kepada kalian seorang lelaki ahli surga.î Kemudian muncullah seorang lelaki Anshar yang jenggotnya basah kerena wudhu, kedua sandalnya ditenteng dengan tangan kirinya. Dan ketika hari berikutnya Nabi berkata seperti itu lagi, dan lelaki muncul seperti kemarin. Dan pada hari ketiga Nabi berkata seperti itu lagi, dan lelaki muncul dalam keadaan yang sama. Ketika Nabi saw berdiri, Abdullah bin Amru bin ‘Ash lalu berkata :’Sungguh aku telah membiarkan jenggot ayahku panjang, kemudian aku berjanji tidak akan bertemu muka dengannya selama tiga hari, aku akan menunggu sampai waktu berlalu.’ Peristiwa itu terjadi saat dia menginap tiga hari di rumah lelaki Anshar dan yang ia lakukan adalah menemaninya, tidak melihatnya di waktu malamnya kecuali berzikir kepada Allah sepanjang malam, sampai berdiri untuk salat subuh, dia larut dalam amalannya, kemudian ia menjumpai suatu peristiwa yang Nabi tidak pernah mengatakannya. Lalu ia menanyakan apa yang ia alami itu, kemudian lelaki Anshar berkata kepadanya: ‘Itu adalah sesuatu yang aku tidak tahu kecuali bahwa aku tidak mendapati pada diriku tidak berbuat curang kepada salah seorang di antara kaum muslimin dan aku tidak iri terhadap kebaikan yang diberikan Allah kepada orang lain. Kemudian Abdullah berkata : Itulah yang akan membawamu ke surga dan itulah yang tak terkatakan.
BISNIS KAUM TADMUR (3) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2008
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Dengan semangat maskulin, ia memperluas batas kerjaannya hingga meliputi Mesir dan sebagian besar wilayah Asia Kecil. Dari sanalah, tepatnya pada 270, pasukan Romawi terdesak hingga ke Ankara (Ancyra). Bahkan di Kalkedon yang berseberangan dengan Bizantium, ia melakukan ekspedisi militer untuk membangun kekuasaannya. Pada tahun yang sama, pasukan nya berhasil menduduki Iskandariyah, kota besar kedua kekaisaran Romawi, dan putranya yang kemudian diangkat sebagai Raja Mesir, mengeluarkan mata uang baru menggantikan mata uang bergambar kepala Aurelius. Kesuksesannya di medan perang disebabkan terutama oleh dua jendralnya, Zabbay dan Zabda. Setelah lama tenggelam, kekuasaan Aurelius akhirnya bangkit kembali. Dalam sebuah pertempuran di Antiokia yang diikuti kemudian oleh pertempuran, lain di dekat Himsh, ia berhasil mengalahkan Zabda, dan pada musim semi 272, ia memasuki Palmyra, Ratu Arab yang ambisius ini dengan putusnya melarikan diri ke gurun pasir, tetapi akhirnya tertangkap dan diikat dengan rantai emas di depan kereta kuda untuk  mengahiasi anak-anak Aurelius menuju pintu gerbang Romawi. Dalam perjalanannya menuju ibu kota, Aurelius mendapat kabar adanya pembrontakan di Palmyra, sehingga ia segera memacu kudanya kembali ke kota itu, menghancurkan bangunan-bangunannya, lalu membubarkan seluruh tatanan pemerintahnya Kota itu ditinggal dalam kondisi hancur, seperti yang bisa kita saksikan. Itulah akhir kejayaan Palmyra. Peradaban Palmyra merupakan perpaduan menarik antara unsur-unsur budaya Yunani, Suriah, dan Persia (Iran). Ia bukan saja penting pada dirinya sendiri, seperti halnya peradaban Nabasia yang telah kita bahas, tetapi juga memberikan gambaran tentang ketinggian budaya yang bisa dicapai oleh orang-orang Aral gurun ketika kesempatan terbuka lebar di depan mereka. Bahwa orang-orang Palmyra merupakan keturunan asli Arab terlihat jelas dari nama-nama mereka dan seringnya bahasa Arab digunakan dalam tulisan-tulisan mereka. Bahasa yang mereka gunakan adalah dialek Aramaik Barat yang mirip dengan Aramaik Nabasia dan Mesir. Agama mereka terkait dengan benda-benda langit yang menjadi ciri agama Arab Utara, Bel yang berasal dari Babylonia, tegak berdiri didepan kuil mereka; Beal Syarain (penguasa langit) terdapat dalam berbagai tulisan tentang penahbisan, dan tidak kurang dari 20 nama Tuhan lainnya ditemukan di Palmyra. Dengan jatuhnya kerajaan Palmyra yang berusia singkat, lalu-lintas darat mencari rute barunya dan akhirnya menemukan rute baru. Bushra (Bostra) di Hauran dan kota-kota Gassan lainnya menjadi pewaris Palmyra seperti halnya ia pernah menjadi pewaris Petra. Pada 634, Muslim yang pertama tiba di Tadmur. Kota Tadmur ditundukkan oleh Arab Muslim dibawah pimpinan Khalid bin Walid pada 636. Pada pemerintahan Islam tersebut Tadmur menjadi rute bisnis yang terkenal kembali.  
Meningkatkan Kecerdasan Emosi Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2006
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orang yang secara intelektual cerdas seringkali bukanlah orang yang paling berhasil dalam bisnis maupun dalam kehidupan pribadi mereka, tulis Mayer dan Salovey dalam bukunya yang berjudul The Intelligence of Emotional Intelelligence berdasarkan hasil surveinya. Menurut Daniel Goleman, kecerdasan emosi meliputi kesadaran diri, pengaturan diri, motivasi, empati dan ketrampilan sosial. Kesadaran diri terdiri dari kesadaran emosi, penilaian diri secara akurat dan percaya diri. Untuk meningkatkan kesadaran emosi yang harus dilakukan adalah mengetahui lebih jauh emosi diri dan mengapa dapat terjadi emosi, menyadari keterkaitan antara perasaan dengan yang dipikirkan, diperbuat dan dikatakan, mengetahui bagaimana perasaan dapat mempengaruhi kinerja dan mempunyai kesadaran akan nilai-nilai dan sasaran-sasaran pribadi. Untuk melakukan diri secara akurat harus sadar tentang kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan diri, menyempatkan diri untuk merenung dan belajar dari pengalaman, terbuka dengan umpan balik yang tulus, bersedia menerima perspektif mampu menunjukkan rasa humor dan bersedia memandang diri sendiri dalam perspektif yang luas. Untuk meningkatkan kepercayaan diri dengan berani tampil dengan keyakinan diri, berani menyatakan keberadaannya, berani menyuarakan pandangan yang tidak populer dan bersedia berkorban demi kebenaran, tegas, mampu mengambil keputusan yang baik dalam keadaan tidak pasti dan tertekan. Pengaturan diri mencakup pengendalian diri, dapat dipercaya, kehati-hatian adaptabilitas dan inovasi. Peningkatan pengendalian diri meliputi peningkatan dalam mengelola perasaan-perasaan yang impulsif dan emosi-emosi yang menekan, berpikir positif, tetap teguh dan tidak goyah walaupun dalam situasi yang paling berat, berpikir dengan jernih dan tetap terfokus meskipun dalam keadaan tertekan. Agar semakin dapat dipercaya harus menunjukkan kejujuran dan integritas yang bertindak dengan etika dan tidak pernah mempermalukan orang lain, meningkatkan keandalan dan keaslian diri, mengakui kesalahan diri dan berani menegur dengan bijaksana perbuatan yang tidak etis dan berpegang teguh pada prinsip. Peningkatan pengendalian diri juga menyangkut kemampuan yang dapat diandalkan dan bertanggung jawab memenuhi kewajiban, luwes dalam menangani perubahan dan tantangan serta bersikap terbuka terhadap gagasan-gagasan dan pendekatan-pendekatan baru serta informasi terbaru. Strategi samudra biru (Blue Ocean Strategy) menuntut adanya inovasi tanpa henti
SETELAH BERKALI-KALI DITOLAK Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2010: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI-MARET 2010
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.796 KB)

Abstract

Demikian pula ketika saya belajar untuk menulis sebuah buku referensi untuk diterbitkan dengan pasar nasional juga mengalami kegagalan berkali-kali. Biasanya penerbit yang dapat menjangkau pasar nasional adalah penerbit besar. Untuk menerbitkan buku, berdasarkan pengalaman saya penerbit menanyakan beberapa hal. Pertama, judul buku yang ditulis. Ketika itu saya mencoba membuat judul yang menurut saya sangat menarik, yaitu Strategi Periklananan pada E-Commerce Perusahaan Top Dunia. Ternyata judul tersebut menurut beberapa penerbit tidak menarik sama sekali. Antara yang kita harapkan dengan kenyataannya ternyata berbeda 180 derajat. Kedua, pasar dari buku tersebut. Penerbit adalah perusahaan yang akan menerbitkan buku yang dapat dijual dan memperoleh keuntungan. Saya juga sudah merasa bahwa dengan menulis judul yang baik tersebut, pasarnya luas, yaitu buku untuk mahasiswa ekonomi dan komunikasi karena menyangkut periklanan serta untuk mahasiswa yang menimba ilmu teknologi informasi dan komunikasi karena berkaitan dengan E-Commerce.