Claim Missing Document
Check
Articles

SENJATA AMPUH SEORANG ENTREPRENEUR Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2008
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seorang entrepreneur yang baik harus mempunyai jiwa pemimpin. Keberhasilan suatu organisasi atau perusahaan, sangat ditentukan oleh pemimpinnya. Lingkaran pusat kepemimpinan adalah komunikasi. Komunikasi merupakan seni atau cara untuk menyampaikan sesuatu, agar orang lain memahami kita. ”Komunikasi merupakan ketrampilan paling penting dalam hidup. Kita menghabiskan sebagian besar jam bangun kita untuk berkomunikasi ” kata Stephen R. Covey. Dalam memecahkan masalah bawahan, kita cenderung untuk menyerbu masuk, untuk memperbaiki segala sesuatu dengan nasihat yang baik. Tetapi seringkali kita mengalami kegagalan, terutama kegagalan dalam meluangkan waktu untuk mendiagnosis masalah untuk benar-benar mengerti secara mendalam masalahnya terlebih dahulu. Kita biasanya berusaha untuk lebih dahulu dimengeri. Kebanyakan orang tidak mendengar dengan maksud untuk mengeri tetapi mereka mendengar untuk menjawab. Mereka bersiap untuk berbicara, menyaring segalanya melalui paradigma mereka sendiri, membacakan autobiografi mereka ke dalam kehidupan orang lain. Untuk berusaha mengerti lebih dahulu, kita membutuhkan perubahan paradigma yang tidak mudah. Kita sejak kecil telah diajarkan berbicara, menulis dan membaca. Kita tidak diajarkan, bagaimana caranya mendengar yang baik itu. Mendengar ada beberapa tingkatan, mulai dari tidak berusaha mendengar, pura-pura mendengar, mendengar hanya bagian yang kita senangi saja, mendengar dengan penuh perhatian dan mendengar aktif Mendengar aktif merupakan titik pusat komunikasi. Mendengar aktif lebih efektif digunakan, apabilalawan bicara mempunyai masalah. Mulai dari masalah yang dialami anak-anak, remaja, orang tua sampai masalah di perusahaan. Tujuan mendengar aktif adalah membantu lawan bicara beralih dari masalah yang tampak ke masalah yang mendasar atau masalah yang sesungguhnya, mencegah Anda memberikan pemecahan masalah, membantu lawan bicara memecahkan masalah secara mandiri dan merangsang hubungan yang lebih hangat.Mendengar aktif adalah mendengar dengan merespon perkataan, maksud dan perasaan lawan bicara. Dengan merespon, perkataan, maksud dan perasaan lawan bicara, maka lawan bicara akan senang sekali, karena perasaannya dapat dilesap sedikit demi sedikit, bisa menjadi lebih ramah dan rasa sayang lebih mendalam. Lawan bicara akan mulai mendengarkan Anda dan menjadi lebih bertanggungjawab. Anda tidak harus menjadi “orang super”. Salah seorang staf saya, sering sekali tidak masuk kantor. Biasanya bagian personalia memanggil dan memintanya untuk masuk dan kadangkali diberi peringatan. Seringkali hal itu justru karyawan tersebut malah lebih sering tidak masuk kerja. Pengalaman saya mengajarkan bahwa tidak demikian dalam menangani karyawan tersebut. Saya melakukan dengan mendengarkanm secara aktif mengapa ia tidak masuk kerja. “Apa ada masalah, kenapa Anda sering tidak masuk kerja?” saya bertanya. ”Tidak Pak” jawabnya singkat “Apa mungkin saya dapat membantu Anda?” kata saya. ”Tidak Pak” jawabnya singkat. “Tetapi kenapa?” tanya saya. “Begini Pak. Pembantu saya, pada saat saya mau berangkat kerja pacaran dengan anak SMA, sehingga saya menunggu sampai anak SMA tersebut berangkat atau kadang-kadang sering tidak masuk. Dengan pembantu pacaran tersebut, anak saya yang palingkecil tidak terpelihara, bahkan pernah anak saya masuk ke kolam, sehingga sayakan khawatir sekali Pak” jawabnya. “Apa yang dapat saya Bantu, agar permasalah tersebut dapat selesai?” Tanya saya. “Saya dapat menyelesaikannya sendiri” jawabnya. Sejak saat itu, staf saya tersebut selalu masuk. Dari situlah kita dapat mengetahui permasalah utamanya, mengapa ia sering tidak masuk. Dengan mendengar aktif, kita tidak perlu memecahkan masalahnya, tetapi ia dapat menyelesaikannya sendiri. Mendengar aktif merupakan titik pusat komunikasi, salah satu yang menentukan dalam keberhasilan seorang entrepreneur. Mendengar aktif merupakan senjata ampuh bagi seorang entrepreneur .
BELAJAR DARI STEVEN SPIELBERG Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2005
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Anthony Robbins dalam bukunya Unlimited Power mengisahkan tentang Steven Spielberg. Pada usia 36 tahun Steven Spielberg, telah menjadi pembuat film paling sukses dalam sejarah. Ia sudah bertanggungjawab atas empat dari sepuluh film yang meraup penghasilan terbesar sepanjang masa termasuk E.T., The Extra Terrestrial, film yang meraup penghasilan paling tinggi selamanya. Mengapa Steven Spielberg dapat meraih keberhasilan seperti itu di usia yang masih muda ?. Hal ini merupakan kisah yang luar biasa dan kita dapat belajar darinya. Semenjak usia dua belas atau tiga belas tahun, Steven Spielberg sudah tahu bahwa ia ingin menjadi sutradara film. Kehidupannya berubah ketika ia tur ke Universal studio suatu sore ketika berusia 17 tahun. Turnya tidak sampai panggung suara, di mana segala aksinya dilakukan, maka Steven Spielberg mengetahui hasilnya, mengambil tindakan. Ia menyelinap untuk menonton pembuatan film sungguhan. Ia akhirnya berjumpa dengan kepala departemen editorial Universal, yang berbicara dengannya selama satu jam dan mengekspresikan minatnya terhadap film-film Spielberg.             Bagi kebanyakan orang, di sanalah kisahnya akan berakhir. Tetapi Steven Spielberg bukanlan seperti kebanyakan orang. Ia mempunyai kekuatan pribadi. Ia tahu apa yang diinginkannya. Ia belajar dari kunjungannya yang pertama, maka ia ubah pendekatannya. Keesokan harinya, ia kenakan setelan jas, ia bawa tas kantor Ayahnya, yang hanya berisikan sebuah sandwich dan dua batang cokelat, dan kembali ke studio Universal seolah-olah ia bekerja di sana. Ia berjalan penuh keyakinan melewati penjaga gerbang hari itu. Ia temukan sebuah trailer yang tidak dipakai dan menggunakan beberapa huruf plastic, ia tempelkan Steven Spielberg, Sutradara pada pintunya. Lalu ia habiskan musim panasnya berjumpa dengan para sutradara, penulis dan editor, berlama-lama di dunia yang ia dambakan, mbelajar dari setiap percakapan, mengamati dan mengembangkan keakuratan sensorik yang semakin besar tentang apa yang efektif dalam pembuatan film.              Akhirnya di usia 20 tahun, setelah menjadi orang yang dikena sana, Steven Spielberg menunjukkan film sederhana yang telah dibuatnya kepada Universal, dan ia ditawarkan kontrak 7 tahun untuk menyutradarai sebuah serial TV. Ia telah menjadikan impian menjadi kenyataan.   Langkah yang dilakukan Steven Spielberg untuk meraih impiannya adalah mendefisikan yang ia inginkan, mengambil tindakan yang menciptakan kemungkinan besar menghasilkan yang ia inginkan, memanfaatkan peluang yang ada meskipun bisa gagal dan kegagalan dipakai untuk belajar dari pengalaman, mengembangkan fleksibilitas untuk mengubah perilaku dengan terus beradaptasi hingga ia mendapatkan yang ia inginkan.  Langkah ini dengan diiringi doa akan menjadi sangat luar biasa.
MELAKUKAN PENUMPUKAN DAN PENIMBUNAN HARTA (3) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2009
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.836 KB)

Abstract

 Etika dalam membelanjakan harta mencakup skala prioritas, keseimbangan, harta yang dicintai, menyegerakan dan kelebihan dari kebutuhan pokok. Skala prioritas dalam membelanjakan harta terdapat dalam surat Al Baqarah ayat 215 : Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: ”Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.” Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui. Dari Abu Hurairah r.a., dia berkata :”Seseorang menghadap Rasulullah s.a.w. seraya berkata : Wahai Rasulullah s.a.w. aku memiliki uang satu dinar, apa yang harus aku lakukan dengannya? Rasulullah s.a.w. bersabda : Belanjakanlah untuk keperluanmu sendiri. Dia berkata lagi : Aku memiliki satu dinar yang lain, apa yang harus aku lakukan dengannya? Rasulullah s.a.w. bersabda : Belanjakanlah untuk keperluan istrimu. Dia berkata lagi : Aku memiliki satu dinar lagi. Rasulullah s.a.w. bersabda : Belanjakanlah untuk keperluan anakmu. Dia berkata lagi : Aku memiliki satu dinar lagi yang lain, apa yang harus aku lakukan dengannya? Rasulullah s.a.w. bersabda : Belanjakanlah untuk keperluan pembantumu. Dia berkata lagi : Aku memiliki satu dinar lagi yang lain, apa yang harus aku lakukan dengannya? Rasulullah s.a.w. bersabda : Kamu tentunya lebih tahu dengan urusanmu sendiri (Ibnu Hibban). Keseimbangan dalam membelanjakan harta, seperti disebutkan dalam surat Al Furqaan ayat 67 : Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan dan tidak (pula) kikir dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian. Membelanjakan harta yang sempurna adalah dengan harta yang dicintai. Dalam surat Ali Imran ayat 92 : Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. Dari Anas r.a., dia berkata :”Abu Thalhah adalah orang terkaya dari kaum Anshar di Madinah.Harta miliknya yang paling ia cintai adalah kebun Bairaha’ yang menghadap masjid, Rasulullah s.a.w. sering memasukinya dan minum dari mata airnya. Anas r.a. berkata : ”Ketika turun ayat,  Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya, maka Abu Thalhah segera menghadap Rasulullah s.a.w. seraya berkata : ”Sesungguhnya Allah Allah SWT. telah berfirman : Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya dan sesungguhnya hartaku yang paling aku cintai adalah kebun Bairaha’ dan sungguh itu aku telah sedekahkan untuk Allah SWT. yang dengannya aku mengharapkan kebaikan dan pahala di sisi Allah SWT. oleh karena itu wahai Rasulullah, pergunakan kebun itu untuk apapun yang engkau kehendaki”. Rasulullah s.a.w. lalu bersabda :”Bagus, harta itu pasti menguntungkan. Harta itu pasti menguntungkan. Aku mendengar pernyataanmu dan aku berpendapat lebih baik kamu memberikan kepada kerabatmu.” Sebaliknya Rasulullah s.a.w. melarang menimbun harta, termasuk menimbun barang dagangan pada saat harga akan naik. Diriwayatkan dari Ma’mar bin Abdullah r.a.,ia berkata : “Rasulullah s.a.w. pernah bersabda : Barangsiapa menimbun barang dagangannya (harganya naik), maka ia berdosa (Muslim).
KUNCI SUKSES PERUSAHAAN Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2007
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perusahaan menginginkan pelanggannya loyal. Loyalitas merupakan keadaan pikiran, konsep yang subjektif dan konsep yang paling baik didefinisikan oleh pelanggan itu sendiri. Aspek yang dari loyalitas pelanggan yang sering terlewatkan dan jarang diukur adalah hubungan emosional antara pelanggan yang loyal dengan perusahaan. Pelanggan yang memiliki loyalitas sejati merasakan adanya ikatan emosional dengan perusahaan. Pelanggan yang loyal mengatakan bahwa perasaan yang tumbuh saat berbisnis dengan perusahaan tersebut yang membuat mereka berbisnis terus dengan perusahaan tersebut. Ikatan emosional inilah yang membuat pelanggan menjadi loyal dan mendorong berbisnis dan memberi rekomendasi. Pentingnya ikatan emosional, maka perusahaan harus memusatkan perhatian pada bagaimana mereka memperlakukan pelanggan dan bagaimana menumbuhkan perasaan positif dalam diri pelanggan. Menciptakan emosi dan perasaan positif merupakan hal utama yang harus dilakukan perusahaan. Ketidak adanya emosi positif membuat pembelian berulang menjadi hanya aktivitas mekanis, proses perilaku biasa yang membuat pelanggan tidak ada alasan nyata untuk tetap tinggal dan berbisnis terus dengan perusahaan tersebut. Loyalitas pelanggan sejati tidak mungkin tercipta tanpa hubungan emosional. Loyalitas adalah bukti dari emosi yang mentransformasikan perilaku pembelian berulang menjadi suatu hubungan. Jika pelanggan tidak merasakan adanya kecintaan atau kedekatan dengan perusahaan tersebut, maka hubungan antara pelanggan dan perusahaan tidak mempunyai karakteristik. Bila pelanggan tersebut telah loyal, biasanya di dalam hatinya mereka akan menyebut, misalnya toko buah tempat berbelanja akan disebut sebagai toko buahku. Supermarket tempat berbelanja adalah Supermarketku. Toko elektronikku, toko sepatuku dan sebagainya. Pengalaman keluarga saya juga mengajarkan demikian. Keluarga saya mempunyai toko buah yang kami selalu loyal membeli di toko tersebut, yaitu toko IB yang terletak di Jalan Kaliurang. Setiap saya datang biasanya, pemiliknya menyodorkan sebutir jeruk manis kepada saya sambil mengatakan ”Ini manis Pak”. Saya sambut dengan senyum, saya mengucapkan terima kasih. Itu merupakan pembuka pintu komunikasi yang merupakan bagian awal penciptaan hubungan emosional. ”Pak tulisan di KR yang berjudul Senjata Bisnis saya potong. Ini saya letakkan di meja saya” kata pemilik toko buah tersebut sambil menunjukkan tulisan saya yang ditempel di mejanya. ”Ini sudah saya praktikkan lo Pak”, katanya. ”Semoga sukses” kata saya. ”Terima kasih Pak. Pak Yanto hari ini mau ceramah di mana? Kalau hari ini ada ceramah, saya mau ikut Pak. Saya mau mendengarkan ceramahnya”, tanya pemilik toko tersebut. Kunci sukses bagi banyak perusahaan terletak pada transformasi hubungan perilaku menjadi hubungan yang diwarnai emosi positif”, kata James G Barnes dalam bukunya Secrets of Customer Relationship Management.
PERDAGANGAN ARAB KUNO : KAUM ‘AAD (2) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2008
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kaum ‘Aad, ditegaskan pula dalam surat Huud ayat 53-57 : Kaum ’Aad berkata: ”Hai Hud, kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata, dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sesembahan-sesembahan kami karena perkataanmu, dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu. Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu”. Hud menjawab  : ’Sesungguhnya aku jadikan Allah sebagai saksiku dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa sesungguhnya aku berlepas diri dari yang kamu persekutukan. Dari selain-Nya, sebab itu jalankanlah tipu dayamu semuanya terhadapku dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku. Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah Tuhanku. Tidak ada binatang melatapun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus. Jika kamu berpaling,maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa (amanat) yang aku diutus (untuk menyampaikan)nya kepadamu. Dan Tuhanku mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu, dan kamu tidak dapat membuat mudharat kepada-Nya sedikitpun. Sesungguhnya Tuhanku adalah Maha Pemelihara segala sesuatu”.   Dalam surat Al A’raaf ayat 70-71 : Mereka berkata : ”Apakah kamu datang kepada kami agar kami hanya menyembah Allah saja dan meninggalkan apa yang biasa disembah oleh bapak-bapak kami? maka datangkanlah azab yang kamu ancamkan kepada kami jika kamu termasuk orang-orang yang benar”. Ia berkata : ”Sungguh sudah pasti kamu akan ditimpa azab dan kemarahan dari Tuhanmu”. Apakah kamu sekalian hendak berbantah dengan aku tentang nama-nama (berhala) yang kamu dan nenek moyangmu menamakannya, padahal Allah sekali-kali tidak menurunkan hujjah untuk itu? Maka tunggulah (azab itu), sesungguhnya aku juga menunggu bersama kamu”. Kaum Hud yang kaya dan perkasa yang sedang menunggu janji Allah tersebut mulai diberi cobaan dengan kekeringan, langit tidak lagi menurunkan hujan. Kekeringan itu tidak mengubah kaum Hud untuk menyembah Allah, mereka tetap saja menyembah berhala. Akhirnya datanglah azab dari Allah. Al Qur’an surat Al Haqqah ayat 7 menyebutkan : Adapun kaum ’Aad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang.  Yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus maka kamu lihat kaum ’Aad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul-tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk)             Sedangkan orang-orang dari kaum ’Aad yang menyembah Allah SWT diselamatkan seperti firman Allah surat Hud ayat 66-68 : Dan tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Hud dan orang-orang beriman bersama dia dengan rahmat dari Kami dan Kami selamatkan (pula) mereka (di akhirat) dari azab yang berat. Dan itulah kisah kaum ’Aad mengingkari tanda-tanda kekuasaan Tuhan mereka dan mendurhakai rasul-rasul Allah dan mereka menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi menentang (kebenaran). Dan mereka selalu diikuti dengan kutukan di dunia ini dan begitu pula di hari kiamat. Ingatlah, sesungguhnya kaum ’Aad itu kafir kepada Tuhan mereka. Ingatlah kebinasaan bagi kaum ’Aad (yaitu) kaum Hud itu (Hud : 66-68).
AZAN TERAKHIR MUAZZIN AGUNG Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2005
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut Ibnu Khaldun, pembangunan tidak dapat dicapai kecuali dengan keadilan dan keadilan merupakan tolok ukur yang dipakai Allah untuk mengevaluasi manusia.  Ibnu Taimiyah memandang keadilan sebagai hasil pokok keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Segala sesuatu yang baik adalah komponen dari keadilan dan segala sesuatu yang buruk adalah komponen dari kezaliman dan penindasan.  Para pemimpin yang sukses sangat serius dalam mewujudkan keadilan. Mereka akan mengatakan sesuatu dan berusaha untuk melaksanakannya. Mereka melaksanakan dengan menggunakan prinsip keadilan, tidak pandang bulu. Sifat terpuji lain dari seorang pemimpin adalah kerendahan hati. Diriwayat oleh Ka’ab Al-Ahbar bahwa Allah SWT berfirman kepada Musa AS.: ”Wahai Musa apakah engkau mengerti mengapa aku berbicara langsung kepadamu?”. Nabi Musa, ”Engkau Maha Tahu tentang itu semua.”    Allah, ”Aku mengetahui setiap hati manusia, tetapi tidak pernah melihat hati yang lebih rendah hati seperti hatimu, karena itulah aku berbicara langsung denganmu.” Dalam buku Anecdotes from Islam, yang ditulis oleh M. Ebrahim Khan dikisahkan ketika wabah mengerikan menyerang Syria pada 639 M, sekitar 25.000 orang meninggal dunia. Berita wabah ganas itu mengganggu Khalifah Umar di Madinah. Ia pergi meninggalkan Madinah untuk meninjau Syria untuk membantu orang-orang yang masih hidup dengan segala cara. Perjalanan menuju Syria melewati kota Kristen Ayla. Beliau mengendarai unta dengan disertai beberapa pengikut. Agar identitas Umar tidak diketahui, beliau berganti tempat dengan pembantunya. Penduduk Ayla yang antusias ingin melihat Umar berbondong-bondong ke jalan dan bertanya-tanya, ”Dimanakah Umar?”. ”Ini dia di depan kalian,” jawab Umar dengan maksud ganda. Unta khalifah berjalan pelan dan kerumunan masa bergegas membuntutinya, karena pikir Umar masih berada di atas unta itu. Khalifah Umar menyelinap ke rumah seorang pendeta selama siang hari yang panas itu. Jubah yang dipakai Umar banyak yang sobek karena perjalanan yang berat dan ia berikan kepada tuan rumah untuk diperbaiki. Si pendeta menjahitnya kembali sembari mengembalikan jubah Umar, ia menawarkan satu jubah baru yang cocok untuk cuaca yang panas. Dengan mengucapkan terima kasih, khalifah Umar menolak pemberian itu dan lebih suka memakai jubahnya sendiri. Bilal yang terkenal sebagai muazzin Rasulullah, waktu itu tinggal di Syria. Setelah Rasulullah meninggal, ia menolak tugas sebagai muazzin dan menyerahkannya kepada orang lain. Beberapa tahun kemudian ia turut serta dalam ekspedisi militer ke Syria dan menghabiskan masa tuanya di sana. Pada malam keberangkatan Umar meninggalkan Syria, penguasa kota Damaskus menyarankan bahwa pada kesempatan terakhir ini, sebaiknya Bilal diminta untuk mengumandangkan azan. Lelaki lanjut usia itu memenuhi permintaan mereka dan dari puncak menara masjid, suara yang sudah tidak asing itu mengumandang dengan merdu dan keras. Teringat masa-masa shalat berjamaah bersama Rasulullah, para jamaah yang hadir larut dalam isak tangis. Bahkan pasukan muslim dengan Umar sebagai panglimanya tenggelam juga dengan deraian air mata. Ternyata azan muazzin agung itu merupakan azan terakhirnya, karena sesudah itu Bilal meninggal dunia. Azan muazzin agung itu adalah azan untuk menyambut sang pemimpin yang adil dan rendah hati, Umar bin Khathab.
INDAHNYA MEMAAFKAN (1) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2006
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Ebrahim Khan dalam bukunya Anecdote from Islam, mengisahkan tentang orang yang memaafkan kesalahan orang lain. Pada saat Nukman sebagai penguasa Bahrain, tengah duduk-duduk di majelis, tiba-tiba dua orang lelaki datang menghadap dengan membawa seorang laki-laki lain dengan tangan terikat. Kedua lelaki itu mengadu, “Tuan, pemuda Badui jahat ini telah membunuh ayah kami. Jadi ikami ke sini untuk menuntut keadilan.” “Baiklah,” kata Nukman lalu buru-buru menambahkan “lepaskan ikatannya!” Kedua lelaki itupun melepaskan ikatan yang membelit tubuh si Badui. ”Sekarang, anak muda apakah tuduhan atas dirimu benar?” tanya Nukman kepada si Badui. ”Benar, Tuan. Tetapi aku ingin menyampaikan sesuatu,” jawab si Badui membela diri. ”Baiklah. Katakan saja apa keinginanmu,” jawab Nukman. ”Tuan adalah pelindung sesama. Dan aku adalah penduduk warga padang pasir Abia. Musim paceklik hebat telah menimpa kampung kami. Karenanya aku dan keluargaku datang ke wilayah ini. Saat kami teangah menempuh perjalanan, salah seekor unta kami masuk ke sebuah kebun dan merusak tanamannya. Lalu akupun menariknya agar kembali ke rombongan. Saat itu tiba-tiba seorang lelaki tua muncul dan menghantam unta itu dengan sebongkah batu besar dan menyebabkan mati seketika. Padahal unta itu kesayanganku, jadi akupun tak mampu menahan emosi. Oleh karena itu akupun menghantamnya dengan batu yang sama dan dia tewas terkapar di tanah. Lalu kedua lelaki muda ini muncul menyerangku dan menangkapku. Dan karena peristiwa itu, kini aku berada di hadapan .” ”Dasar pemuda gegabah! Pengakuanmu cukup menjadi bukti kejahatanmu. Dan hukuman yang setimpal dengan kejahatan yang kau lakukan adalah mati,” bentak Nukman. ”Aku tunduk kepada putusan Tuan. Tetapi sebelumnya, izinkan diriku menyampaikan sedikit permintaan kepada tuan. Aku memiliki beberapa saudara yang masih kecil dan akulah yang selama ini mengasuh mereka. Sebelum meninggal, ayahku berpesan agar aku mengasuh mereka dan meninggalkan simpanan uang untuk mereka. Aku menyimpan uang itu dengan menyembunyikannya di bawah tanah, dan tidak ada seorangpun yang mengetahuinya kecuali diriku. Jika tuan hendak menghukum mati diriku saat ini juga, mereka tidak akan memperoleh uang tersebut. Itu berarti baik aku maupun tuan harus bertanggungjawab di hadapan Allah kelak. Jadi, aku mohon kepada tuan untuk memberi hamba tenggang waktu yang cukup agar hamba bisa pulang ke rumah, menunjuk seorang untuk menjadi wali mereka, dan menyerahkan uang pusaka kepadanya. Setelah itu aku akan kembali ke tempat ini lagi.” ”Tetapi  bagaimana aku bisa memberi izin tersebut, anak muda? Siapa di sini yang bersedia menjadi jaminan bagi dirimu?” Si Badui melihat ke sekeliling, ”Saudara-sudaraku! Tidak ada seorangpun di antara kalin di sini yang mengenal diriku. Tetapi jika salah seorang di antara kalian bersedia menjadi jaminan bagiku, aku bersumpah, bahwa aku akan kembali tepat waktu.” Saudara Nukman menyela, ”Tuan! Hamba menawarkan diri menjadi jaminan anak muda ini.” Nukman segera menoleh kepada saudaranya seraya berkata, ”Pemuda tolol! Apa sudah kamu pikir resiko bakal kamu tanggung dengan memberi jaminan padanya. Bagaimanan bila bedebah tak dikenal ini tidak kembali?” ”Hamba sudah memikirkannya masak-masak segala konsekuensi yang akan terjadi. Tetapi hamba merasa yakin bahwa si pemuda ini aan kembali. Dan jika ia tidak kembali, tuanku tidak perlu merasa malu sama sekali bia ia harus mengorbankan saudaranya demi seorang pemuda gurun yang tidak dikenal.” “Baiklah kalau begitu. Anak muda! Sekarang kamu boleh pergi,” kata Nukman kepada si Badui. Dengan air mata suka cita membasahi kedua matanya, si Badui mengucapkan terima kasih kepada saudara Nukman lalu kemudian pergi menuju ke kampung halamannya.
SEKOLAH BISNIS TERBAIK (2) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2007
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PUASA mengajarkan manusia lebih cerdas secara fisik, yaitu orang yang mempunyai kemampuan menjaga jasmaninya dan jiwanya tetap sehat dan fit. Menurut Cooper dan Sawaf, motivasi dapat dirumuskan sebagai berikut: M = (En x Tn) - (Tg x Kl). M merupakan motivasi, En melambangkan energi, Tn menunjukkan ketenangan, Tg menggambarkan ketegangan dan Kl menyimbolkan keletihan. Semakin besar energi dan ketenangan seseorang dan semakin kecil ketegangan dan keletihan seseorang atau semakin sehat dan fit seseorang akan menyebabkan motivasinya semakin besar. Orang-orang dahulu menganggap puasa sebagai keistimewaan hidup. Pengaruh puasa sangat besar terhadap kesehatan dan kekuatan tubuh manusia. Puasa sangat terkenal di kalangan agama Mesir kuna dan agama-agama kuna lainnya yang diturunkan dari langit. Socrates dan Plato selalu berpuasa sepuluh hari pada setiap beberapa bulan. Pendeta-pendeta Nasrani pada abad pertengahan menganggap puasa sebagai pengobatan sangat ampuh untuk penyakit syaraf. Ibnu Sina, seorang dokter bangsa Arab sering mewajibkan pasien-pasiennya berpuasa selama tiga minggu dan menganggap puasa merupakan faktor sangat penting untuk mengobati berbagai penyakit. Di Institut Fasten Jerman, membuktikan bahwa puasa secara kaidah Islam dapat membongkar timbunan penyakit yang ada dalam tubuh manusia. Para ahli penyakit jiwa dari Jepang menyimpulkan bahwa puasa dapat mengobati penyakit tekanan jiwa. Demikian pula dokter ahli penyakit dari Perancis telah menyembuhkan lebih dari 2500 pasiennya dengan puasa. Ahli Biokimia dari Rusia, Vladimir Nikitin telah melakukan percobaan terhadap dua kelompok tikus, yaitu kelompok tikus yang dipuasakan dan kelompok tikus yang tidak dipuasakan. Hasilnya, tikus yang dipuasakan rata-rata usianya dapat mencapai 4 tahun dan yang tidak dipuasakan hanya mencapai 2,5 tahun. Percobaan ini dilanjutkan pada manusia dan ternyata puasa dapat mengurangi proses pelapukan tulang dan menjadikan manusia yang berpuasa tulangnya tidak mudah lapuk atau awet muda. Hal ini senada dengan Dr Carloson, yang menjadikan puasa sebagai terapi awet muda. “Tidak diragukan lagi, puasa adalah salah satu cara yang sangat ampuh untuk menghilangkan mikroba yang di antaranya adalah mikroba disentri karena puasa mengandung pemunahan terhadap sel-sel lalu membangunnya kembali,” kata Robert Partolo, seorang dokter ahli penyakit desentri dari Amerika. Dr Alan telah membuktikan bahwa terapi puasa dapat menyembuhkan penyakit kencing manis dan Dr Ganz selalu menganjurkan pasiennya untuk melakukan terapi puasa. “Sesungguhnya saya lebih meyakini bahwa puasa mampu menyembuhkan setiap penyakit yang tidak mampu disembuhkan oleh pengobatan-pengobatan lainnya,” kata Bernard McPadan, tokoh budaya olah badan dari Amerika. “Puasalah agar kamu menjadi sehat”, sabda Rasulullah Saw.
BISNIS KAUM NABASIA (2) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2008
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari Berenike, barang melaui jembatan darat menuju Aleksandria. Pada periode ini, barang dari India dan Cina mulai tiba di pelabuhan Arab. Mereka juga melintasi darat untuk menuju pelabuahan Mediterania Aleksandria, kapal mereka mengangkut barang tersebut ke berbagai daerah di sekitar Laut Mediterania. Bisnis luar negeri ini menjadi lebih semarak setelah Cina dan India mengirimkan perwakilan dagangnya ke Timur Tengah.  Perkembangan bisnis maritim kaum Nabasia ini juga diikuti pertumbuhan kaum Himyar di Arabia Selatan. Kaum Nabasia bekerjasama untuk melawan kaum lain di Arabia Selatan. Pada 100 SM – 20 SM, pelabuhan kaum Nabasia, Gaza mulai kehilangan tingkat keramaiannya. Sebagian besar pedagang Nabasia dan Asia melalui Aleksandria. Gaza akhirnya dikendalikan oleh Yahgudi. Kaum Nabasia mengembangkan bisnisnya menuju utara dengan mengorbankan Gaza. Mereka mengendalikan bisnis di kota kuno Damaskus pada 85 SM. Hal ini memberikan peluang untuk mendominasi rute bisnis darat dan laut dari timur. Kaum Nabasia mengendalikan Jalur Sutra (Silk Road) yang merupakan jalur utama dan bisnis laut dengan India dan Sri Langka. Dengan demikan kaum Nabasia berkembang menjadi sebuah kekuatan ekonomi kelas dunia dan mulai bekerja keras memproyeksikan citra atau kekayaan dunia dengan membangun sebuah kota permodalan kelas dunia bernama Petra. Raja pertama kerjaan Nabasia adalah Haritsats I (al-Harits)  sejak 169 S.M.  Pada masa dakwah Nabi Isa a.s. , wilayah kerajaan Nabasia membentang ke utara hingga Damaskus yang bersamaan dengan daerah Coele-Suriah direbut oleh Haritsats II pada sekitar 87 S.M. dari tangan orang-orang Seleukia. Pada masa pemerintahan Haritsats III (Aretas III) sekitar 67-62 S.M, rang-orang Nabasia untuk pertama kalinya menjalin hubungan erat dengan Romawi dan pada masa itulah mata uang kerajaan pertama kali dicetak. Pada kekuasaan Haritsats IV muncul perintah untuk menangkap Paulus di Damaskus. Pada 47 S.M. Julius Caesar meminta Maliki (Malik Malchus I) agar menyediakan pasukan kaveleri untuk menghadapi pertempuran di Iskandariyah. Penerusnya, Obidats (Ubaydah, Obodar III, sekitar 28-29 S.M), menjadi penguasa ketika terjadi ekspedisi Romawi ke Arab. Selama Romawi menyebar ke Yaman Selatan untuk menemukan sumber kemenyan (frankincense), kaum Nabasia tidak hanya mengelola untuk menghancurkan armada Romawi melalui tipu muslihat, tetapi mereka secara efektif menggunakan armada Romawi untuk melawan kaum Himyar dan kaum Minea. Meskipun demikian, kaum Nabasia tidak dapat menaklukkan kaum Himyar dan kaum Minea, bahkan tahun berikutnya kaum Himyar menundukkan kaum Nabasia. Kaum Nabasia menjadi sekutu Romawi dan ikut serta dalam invasi terkenal ke Arab tahun 24 S.M. dibawah pimpinan Gallus. Akhirnya kaum Himyar mengambil kendali produksi kemenyan dan seluruh bisnis kemenyan. Kaum Himyar kemudian mampu menghantarkan kemenyan dengan kapal ke daerah kaum Nabasia yang menyebabkan bisnis kaum Gerrha mengalami kehancuran.
SIX SIGMA Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2006
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Perusahaan-perusahaan yang paling dikagumi dunia banyak menerapkan  Six Sigma, misalnya General Electric, Motorola, Honeywell dan sebagainya. Six Sigma merupakan tujuan yang hampir sempurna dalam memenuhi persyaratan pelanggan.  Six Sigma merujuk kepada target kinerja operasi yang diukur secara statistik dengan hanya 3,4 kesalahan untuk setiap juta aktivitas.  Six Sigma juga merupakan usaha perubahan budaya supaya posisi perusahaan ada pada kepuasan pelanggan, profitabilitas dan daya saing yang lebih besar. Six Sigma merupakan sistem yang komprehensif dan fleksibel untuk mencapai, mempertahankan dan memaksimalkan sukses bisnis, yang secara unik dikendalikan oleh pemahaman yang kuat terhadap kebutuhan pelanggan, pemakaian disiplin terhadap data, fakta dan analisis statistik serta perhatian cermat untuk mengelola, memperbaiki dan menanamkan kembali proses bisnis.  Unsur kritis dari sisi kepemimpinan terdiri dari enam tema. Tema pertama, fokus yang sungguh-sungguh kepada pelanggan. Dalam Six Sigma pelanggan menjadi prioritas utama Ukuran-ukuran kinerja Six Sigma dimulai dengan pelanggan. Perbaikan Six sigma ditentukan oleh pengaruhnya terhadap kepuasan dan nilai pelanggan. Tema kedua, manajemen yang digerakkan oleh data dan fakta. Disiplin Six Sigma dimulai dengan menjelaskan ukuran-ukuran apa yang menjadi kunci untuk mengukur kinerja bisnis, kemudian menerapkan data dan analisis sedemikian rupa untuk membangun pemahaman terhadap variabel-variabel kunci dan hasil-hasil optimal. Tema ketiga, fokus pada proses, manajemen dan perbaikan. Dalam Six Sigma, proses adalah tempat dimana tindakan dimulai. Mulai dari perancangan produk, pengukuran kinerja, perbaikan efisiensi dan kepuasan pelanggan atau bahkan menjalankan bisnis. Six Sigma memposisikan proses sebagai kendaraan kunci dan sukses. Penguasaan proses merupakan keunggulan kompetitif dan mengirimkan nilai kepada para pelanggan. Tema keempat, manajemen proaktif. Six Sigma mencakup sejumlah alat dan praktek yang menggantikan kebiasaan reaktif dengan gaya manajemen yang dinamis, responsif dan proaktif. Tema kelima, kolaborasi tanpa batas. Kolaborasi tanpa batas menuntut adanya pemahaman terhadap kebutuhan riil para pengguna akhir maupun terhadap aliran kerja di sepanjang sebuah proses atau rantai persediaan, menggunakan pengetahuan terhadap pelanggan dan proses keuntungan semua bagian yang akhirnya menciptakan sebuah lingkungan dan struktur manajemen yang mendukung tim kerja yang sesungguhnya. Tema keenam, dorongan untuk sempurna dan toleransi terhadap kegagalan.  Semua perusahaan yang membuat Six Sigma terus-menerus didorong untuk lebih sempurna dari sebelumnya. Meskipun demikian toleransi terhadap kegagalan, terlalu takut terhadap konsekuensi kesalahan akan tidak pernah mencoba yang hasilnya stagnasi, pembusukan dan mati dilindas perubahan. Demikian tulis Pande, Neuman dan Canavagh dalam buku The Six Sigma Way.