Claim Missing Document
Check
Articles

UNSUR KRIMINAL DALAM PERKELAHIAN PELAJAR Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1988: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.108 KB)

Abstract

       Saat ini banyak orang tua dan anggota masyarakat yang mulai cemas karena masalah kenakalan remaja sekolah atau pelajar menjadi hangat lagi.  Kenakalan remaja sekolah yang beberapa tahun lalu pernah membikin "pusing" para guru dan orangtua nampaknya saat ini "kambuh" lagi, bahkan dalam bentuk yang lebih serius: perkelahian!       Khususnya di daerah Ibukota Jakarta, masalah perkelahian pelajar telah menciptakan suasana "panik"; baik untuk orang tua,  guru, para pelajar itu sendiri, maupun para birokrat sekolah.       Apabila mereka yang terlibat dalam kasus perkelahian pelajar tersebut dikumpulkan  maka dapat dipastikan bahwa jumlahnya tidak hanya puluhan,  akan tetapi sudah mencapai ratusan, bahkan kemungkinan sudah mencapai angka ribuan.  Tidak hanya pelajar SMTA,  sekolah menengah tingkat atas, saja yang terlibat dalam kasus perkelahian tersebut;  akan tetapi para pelajar SMTP,  sekolah menengah tingkat pertama, juga ada yang terlibat didalamnya.       Masalah tersebut di samping "memusingkan" tetapi sekaligus menggemaskan, karena cukup banyak para pelakunya yang meng-anggap hal tersebut sebagai hal yang biasa. "Biasa anak muda", katanya. Bahkan, yang lebih menggemas kan lagi, ada yang menganggap perkelahian pelajar tersebut menjadi semacam "refreshing" alias "penyegaran".
MENULISKAN MUAMALAH YANG TIDAK TUNAI Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2009
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.563 KB)

Abstract

Allah menganjurkan untuk menuliskan apabila bermuamalah (berjual beli, berutang piutang, sewa menyewa dan sebagainya) tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan. Tetapi jika semua transaksi dilakukan dengan segera dari tangan ke tangan, maka tidak perlu mencatatnya. Transaksi yang tidak secara tunai disebutkan dalam surat Al Baqarah ayat 282 : Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya dan janganlah ia mengurangi sedikitpun dari hutangnya. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki di antaramu. Jika tak ada dua orang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa maka seorang lagi mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih dapat menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu. (Tulislah muamalahmu itu), kecuali jika muamalah itu perdagangan tunai yang kamujalankan di antara kamu maka tak tak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli dan janganlah penulis dan saksi saling menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah, Allah mengajarmu dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Aturan dalam Al Qur’an itu membuat aturan bisnis menjadi indah dan dengan bisnis yang beretika tersebut, insya Allah kita akan mendapat keuntungan besar seperti yang dijanjikan Allah, baik keuntungan dunia maupun di akhirat yang berupa surga yang mengalir sungai di bawahnya.  
CARA BERPIKIR PEMIMPIN YANG SUKSES Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2007
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari hasil wawancara terhadap 50 pemimpin, Roger Martin menemukan cara berpikir pemimpin yang sukses, yaitu berpikir integratif yang dimuat dalam Harvard Business Review, Juni 2007. Berpikir integratif menurut Roger Martin meliputi empat langkah. Pertama, pemimpin tradisional hanya berfokus pada gambaran yang nyata dan masih berkaitan. Dalam organisasi fungsional, masing-masing fungsi hanya berpikir fungsinya, misalnya bagian pemasaran hanya berpikir pemasaran, bagian keungan hanya berpikir keuangan, bagian sumberdaya manusia hanya berpikir manusia dan bagian operasi berpikir operasi serta lebih banyak menggunakan data kuantitatif. Sebaliknya pemimpin yang berpikir integratif pada saat menentukan masalah yang penting, mereka sangat menonjol, mereka mampu berpikir di luar hal yang kadang-kadang kurang nyata tetapi merupakan faktor-faktor yang masih berkaitan dan berpikir lintas fungsi serta menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif. Bill Gates yang menyatakan bahwa sistem operasinya akan ada di setiap kantor dan di setiap rumah yang ada jendelanya merupakan cara berpikir pada tahapan pertama. Kedua, pemimpin tradisional hanya mempertimbangkan satu cara hubungan linier antar variabel. Sebaliknya pemimpin yang berpikir integratif mempertimbangkan hubungan yang berbagai macam dan hubungan yang non linier antar variabel. Larry Page dan Sergey Brain dari Google mencoba untuk mendapatkan keuntungan dengan tidak langsung dengan konsumen pengguna Google, tetapi berpikir non linier yaitu mdapat keuntungan dari non pengguna Google atau dengan pemasang iklan di Google. Ketiga, pemimpin tradisional memecahkan masalah dengan membagi ke dalam bagian-bagian dan menyelesaikan masalah tersebut secara terpisah atau secara berurutan. Sedangkan pemimpin yang berpikir integratif melihat masalah secara keseluruhan dan melihat bagaimana bagian satu dengan bagian lain berhubungan secara bersama-sama dan bagaimana keputusan mempengaruhi satu dengan yang lainnya. Charles Schwab berpikir bahwa nasabah bank tidak sekedar sebagai penabung, tetapi juga sebagai investor. Keempat, pemimpin tradisional membuat pilihan-pilihan dan memilih dari pilihan terbaik yang tersedia. Sebaliknya pemimpin yang berpikir integratif mampu memecahkan ketegangan secara kreatif dengan menggunakan ide yang berlawanan dan alternatif baru, sehingga membuahkan hasil yang inovatif. Michael Dell, CEO Dell Computer berpikir integratif ketika membuat inventori Dell Computer mempunyai kecepatan 5 atau 6 kali dibanding pesaingnya Compaq dan memutuskan untuk menjual komputer secara online, yang akhirnya membuat Dell Computer menjadi penjual komputer pribadi nomor satu di dunia. Pemimpin yang sukses adalah pemimpin yang menggunakn empat tahapan berpikir integratif tersebut dilandasi dengan landasan spiritual yang kokoh, sehingga menghasilkan keputusan yang syarat dengan makna yang membawa kesejahteraan bagi manusia dunia dan akhirat. Muhammad Yunus, peraih Nobel Perdamaian salah satu pemimpin yang berpikir integratif dengan landasan spiritual bahwa dunia tanpa kemiskinan.
BISNIS KAUM HIMYAR (1) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kaum Himyar atau oleh orang Yunani dan Romawi disebut Kaum Homerite adalah merupakan kaum di Arab Selatan kuno yang menggantikan kaum Saba’. Dari 115 S.M. dan seterusnya, semua wilayah Saba’ jatuh  ketangan penguasa baru yang datang dari dataran tinggi sebelah barat daya, yaitu suku Himyar. Sejak itu, peradaban di daerah itu disebut sebagai peradaban Himyar, meskipun gelar raja mereka tetap sama, yaitu “raja Saba dan dzu-Raydan”. Raydan kemudian dikenal dengan sebutan Qataban. Hal ini menandai awal munculnya kerajaan Himyar pertama, yang berdirihinggga sekitar 300 M. Kata “Homeritae” muncul pertama kali dalam The Periplus of the Erythraen Sea (sekitar 60 M), kemudian dalam karya Pliny. Kaum Himyar adalah kerabat dekat kaum Saba’ dan, sebagai keturuanan tertua dari rumpun tersebut, menjadi pewaris budaya dan perdagangan Minea-Saba. Bahasa mereka praktis sama dengan bahasa orang-orang Saba dan Minea. Demikian pula ibukotanya berpindah dari Ma’rib menuju ke Zafar. Reruntuhan bangunan kota tersebut terletak pada Pegunungan Mudawwar di dekat Yarim. Zhafar (pada masa klasik disebut Sapphar dan Saphar, atau Sephar dalam Kitab Kejadian 10 : 30), kota di bagian dalam semenanjung, sekitar seratus mil sebelah timur laut Mukha dio atas jalan menuju Sana’a, adalah ibu kota Dinasti Himyar. Kota itu menggantikan posisi Ma’rib, kota orang-orang Saba, dan Qarnaw, kota orang-orang Minea. Reruntuhannya masih dapat dilihat dipuncak bukit dekat kota Yarim. Pada masa penyusunan The Periplus, rajanya adalah Kariba-il Watar (Charibael, dalam The Periplus). Rujukan Pliny tentang adanya sistem pertanian memang terbukti dengan adanya sumur, bendungan dan tempat penampungan air yang sering disebut dalam berbagai tulisan. Mengumpulkan pohon kemenyan, yang dipandang sebagai tindakan religius, masih menjadi sumber pendapatan terbesar. Perdagangan luar negerinya berbasiskan ekspor  frankincense dan myrrh. Kaum Himyar selama beberapa tahun menjadi perantara utama perdagangan antara Afrika dan Mediterania. Kaum Himyar membeli gading dari Afrika dan menjualnya ke daerah kekuasaan Romawi. Kapal kaum Himyar berlayar secara regular ke pantai Afrika Timur dan juga menggunakan pertimbangan kontrol secara politik terhadap kota perdagangan Afrika Timur. Perdagangan kaumHimyar mulai menurun, setelah adanya dominasi dari kaum Nabasia yang berasal dari utra Hijaz dan superioritas Romawi atas perdagangan laut setelah Romawi menundukkan Mesir, Syiria dan Utara Hijaz serta peperangan antar suku di wilayah Himyar. Pada masa Himyar inilah pasukan Romawi di bawah pimpinan Aelius Gallus berhasil masuk hingga daerah Mariama. “Ilasarus” dari Starbo, yang merupakan penguasa pada masa itu, tertera dalam berbagai tulisan dengan nama Illi-syariha Yahdhub. Peristiwa penting lainnya pada bagian awal periode ini adalah berdirinya berbagai koloni Arab dari Yaman dan Hadramaut di “Negeri Kush”. Kush adalah anak tertua Ham dan saudara laki-laki Kana, Kitab Kejadian 10: 6, tempat yang mereka jadikan pusat kerajaan dan peradaban Abissinia, dan akhirnya mengembangkan sebuah budaya yang tampaknya tidak mungkin bisa dicapai oleh bangsa negro pribumi. Tergantikannya suku-suku Arab Selatan sebagain dari mereka pindah ke Suriah dan Irak, sekitar pertengahan abad kelima Masehi (dalam riwayat populer hal tersebut terkait dengan jebolnya bendungan besar Ma’rib), mungkin menyebabkan bertambahnya pemukiman orang-orang Arab Selatan di Abissinia. Jauh sebelum terjadinya penaklukan umat Islam, di sepanjang pesisir Afrika Timur telah terjadi percampuran darah Arab. Kerajaan Aksum (Axum), embrio kerajaan Abissinia, berdiri pada abad pertama Masehi.
Meningkatkan Semangat Bisnis Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2004
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keadilan merupakan kejujuran, kelurusan, keikhlasan yang tidak berat sebelah. Menurut Ibnu Khaldun, pembangunan tidak dapat dicapai kecuali dengan keadilan dan keadilan merupakan tolok ukur yang dipakai Allah untuk mengevaluasi manusia Abu Yusuf menjelaskan keadilan kepada khalifah Harun Ar-Rasyid seraya mengatakan mengantarkan keadilan kepada mereka yang disakiti dan menghapus kezaliman akan meningkatkan penghasilan, mempercepat pembangunan negara, dan membawa keberkahan, disamping mendapatkan pahala di akhirat. Para pemimpin yang sukses sangat serius dalam mewujudkan keadilan. Mereka akan mengatakan sesuatu dan berusaha untuk melaksanakannya. Mereka melaksanakan dengan menggunakan prinsip keadilan, tidak pandang bulu. Sesungguhnya setiap orang ingin diperlakukan secara adil, tetapi banyak diantara kita yang mengabaikan prinsip keadilan ini. Apalagi ketika dalam pengambilan keputusan, kita mendapatkan tekanan yang membuat kita tidak berlaku adil. Pemimpin yang sukses, mempunyai kemampuan untuk tetap berlaku adil, meskipun mendapat tekanan. Bersikap adil memang sangat sulit, tidak semua di antara kita mampu melaksanakan di perusahaan ataupun organisasi. Pemimpin-pemimpin yang sukses melihat dunia ini menggunakan prinsip persamaan. Semua orang adalah sama, maka prinsip keadilan dari pemimpin inilah yang didambakan anak buahnya. Ketika pemimpin tidak berbuat adil, maka akan merusak dunia, akan merusak anak buah dan akan menimbulkan ketidak percayaan anak buah kepada pemimpinnya serta akan menurunkan semangat bisnisnya. Semangat merupakan barang yang langka. Persaingan bisnis yang semakin ketat, tidak menutup kemungkinan karyawan menjadi korban sebagai akibat dari strategi baru untuk memenangkan persaingan. Kalau sudah demikian, semangat bisnis karyawan akan menurun. Di Amerika, Eropa dan bahkan Indonesia mencoba untuk menemukan semangat bisnis dari karyawan, setelah lama dilupakan. Beragam tekanan datang dari berbagai arah yang mengancam terbunuhnya semangat kerja yang produktif dan kreatif serta menghancurkannya menjadi puing-puing kesaling tidakpercayaan yang sinis, egoisme yang sempit dan merusak yang akan menimbulkan keputusasaan. Dalam bekerja, terlalu banyak orang yang merasa tidak aman, terancam dan tidak dihargai. Pemimpin perusahaan KLA Instrumen, Ken Levy, menggunakan prinsip keadilan, ketika perusahaan tersebut mengalami kesulitan. Ia mengatakan dalam suatu rapat: Pada hari ini saya menghendaki gaji karyawan dipotong 10 persen, tetapi karena saya mendapat gaji yang paling besar, maka saya mohon dipotong 20 persen. Diluar dugaan, orang yang menghadiri rapat tersebut bukannya menjadi kesal karena pemotongan itu, tetapi bahkan mereka sepakat dan karyawan tetap bekerja keras. Moral karyawan bukan menurun, tetapi justru meningkat tajam, karena pemimpinnya menggunakan prinsip keadilan. Pengalaman saya memimpin lebih dari 20 unit usaha juga mengajarkan demikian. Ketika salah satu unit usaha saya dalam kondisi sangat sulit, maka saya meminta gaji saya untuk dipotong 50 persen, sedangkan karyawan saya minta untuk bersabar, jika penerimaan gaji terlambat dan belum ada kenaikan gaji. Karyawan tetap bekerja keras, moral mereka meningkat dan akhirnya menemukan produk-produk baru dan strategi-strategi baru yang menyebabkan mereka tetap bertahan dan keluar dari krisis
STRATEGI OPERASI (5) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2010: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2010
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.936 KB)

Abstract

Allah membolehkan menggunkan binatang ternak itu untuk diberdayakan, baik dipakai sebagai alat angkutan maupun untuk disembelih. Dalam surat Al An’aam ayat 142-144 : Dan di antara binatang ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih. Makanlah dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan janganlah kamu mengikuti syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (yaitu) delapan binatang yang berpasangan, sepasang dari domba dan sepasang dari kambing. Katakanlah ”Apakah dua yang jantan yang diharamkan Allah ataukah dua yang betina, ataukah yang ada dalam kandungan dua betinanya?” Terangkanlah kepadaKu dengan berdasar pengetahuan jika kamu memang orang-orang yang benar. Dan sepasang dari unta dan sepasang dari lembu. Katakanlah: ”Apakah dua yang jantan yang diharamkan ataukah dua yang betina, ataukah yang ada dalam kandungan dua betinanya. Apakah kamu menyaksikan di waktu Allah menetapkan inni bagimu? Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah untuk menyesatkan manusia tanpa pengetahuan?” Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. Demikian pula disebutkan dalam surat Al Hajj ayat 27: Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.
Berawal dari Bengkel Latihan Mahasiswa Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2010: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI-MARET 2010
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.824 KB)

Abstract

Demikian pula pendirian Time Excellindo Computer Shop. Perusahaan tersebut berdiri atas inisiatif staf bengkel komputer. Berawal dari bengkel tempat latihan mahasiswa dan staf memperbaiki komputer yang rusak, mulai dari komputer laboratorium, komputer staf dan komputer mahasiswa. Bengkel tersebut sebagai laboratorium dunia kerja bagi mahasiswa Jurusan Teknik Informatika. Saya hanya berpikir sederhana, kalau mahasiswa tidak memperoleh pekerjaan, paling tidak mereka dapat meperbaiki komputer dan dapat merakit komputer. Siapa tahu mereka menjadi pengusaha komputer. Kalau menjadi pengusaha komputer, biasanya mereka menarik adik kelasnya. Dengan demikian, AMIKOM tidak merasa kesulitan untuk mencarikan pekerjaan alumninya. Kebahagian kita adalah kalau alumni itu mendapat pekerjaan atau dapat menciptakan pekerjaan atau menjadi pengusaha. Beberapa alumni AMIKOM Yogyakarta banyak yang menjadi pengusaha komputer dan termasuk yang sering mendapat penghargaan dari perusahaan komponen komputer sebagai distributor dengan penjualan terbanyak di Yogyakata maupun Indonesia.
PRODUCT VELOCITY Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2007
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Langkah keempat dalam menjual produk di internet adalah memahami harga produk yang kita jual dan jumlah produk yang terjual dalam waktu tertentu. Hubungan antara keduanya biasanya disebut sebagai product velocity. Semakin banyak produk yang kita jual,semakin besar pula product velocity-nya. Kita dapat membuat kurva hubungan antara harga dengan jumlah terjual setiap minggu. Biasanya semakin besar keinginan untuk menjual dalam jumlah banyak, maka kita harus menetapkan harga lebih rendah, sebaliknya semakin tinggi harga yang kita tetapkan semakin sedikit pula jumlah produk yang dapat kita jual. Average Sales Price dapat juga dipersempit dengan menyatakan dalam sebuah item yang dikandung yang biasa disebut Stock Keeping Unit (SKU) yang merupakan sebuah istilah yang seringkali digunakan oleh pengecer off-line untuk menunjukkan sebuah item unik dalam inventory. Misalnya, Penjual A mempunyai tiga baju berwarna merah dengan ukuran XL ada dua dan berwarna biru dengan ukuran L ada satu buah, maka SKUnya hanya dua buah, yaitu SKU1 adalah baju berwarna merah (jumlah 2) dan SKU2 adalah baju berwarna biru (jumlah 1). Konsep kunci untuk difahami tanpa harus mengerjakan promosi atau melakukan sesuatu yang khusus permintaan di pasar atau menempatkan berbagai SKU secara tetap, tidak akan mengubah permintaan dalam periode waktu 30 hari sampai 60 hari. Variabel lain yang bekerja adalah penawaran, maka kita harus juga mengendalikan penawaran, meskipun penawaran ini juga dikendalikan oleh pesaing kita. Informasi ini merupakan senjata yang dapat kita pakai untuk membuat keputusan penting berdasarkan sasaran kita. Sebagai contoh, Penjual A menjual 10 unit dari SKU setiap bulan pada harga       $ 150. Penjual A mempunyai sasaran ingin meningkatkan keuntungannya setiap bulan. Biaya SKU pada volume 40 unit biaya $100, tetapi jika dapat meningkatkan penjualan lebih dari 100 unit per bulan, biaya SKU turun menjadi $ 85. Maka informasi ini dapat dibuat berbagai skenario. Skenario pertama berfokus pada margin tinggi, kita menjual dengan harga $ 150 yang terjual 40 unit dengan biaya $ 100, maka margin kotornya  ($150- $100) x 40 = $2000. Skenario kedua berfokus pada margin yang sedang, kita menjual dengan harga $ 120 yang terjual 80 unit dengan biaya $ 100, maka margin kotornya  ($120- $100) x 80 = $1600. Skenario ketiga berfokus pada margin rendah, kita menjual dengan harga $ 100 yang terjual 160 unit dengan biaya $ 85, maka margin kotornya  ($100- $85) x 160 = $2400. Dengan memahami kecepatan produk / harga dan melakukan uji coba memungkin kita mendapatkan perkiraan jumlah SKU yang dapat kita jual dan vulume yang kita harapkan. Dengan memperkirakan harga dan volume dari produk kita akan membantu melakukan persiapan sumberdaya produk dan mampu memprediksi margin yang kita peroleh setiap bulannya. Jika produk bukan buatan kita,maka kita dapat melakukan negosiasi harga dengan sumber produk kita dengan harga berdasarkan volume penjualan.
BISNIS KAUM LAKHMI (2) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2008
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan al-Sadir, sebuah puri yang dalam pusisi dihubungkan dengan al-Khawarnaq dan terletak ”di tengah-tengah gurun antara Hirah dan Suriah”, juga dinisbatkan kepada al-Nu’man. Puri al-Sadir dan bangunan-bangunan hirah lainnya di Lakhmi kini hanya tinggal nama. Tidak ada lagi yang bisa dikenali kecuali al-Khawarnaq. Di bawah pemerintahan anak laki-laki dan penerus al-Nu’man, al-Mundzir I (sekitar 418-462 M), Hirah mulai memainkan peranan penting dalam berbagai peristiwa pada masanya. Sedemikian besar pengaruh al-Mundzir sehingga ia dapat memaksa para pendeta Persia untuk memahkotai Bahram, yang menginginkan jabatan sebagai putra mahkota. Pada 421, ia berperang bahu membahu dengan kerajaan Sasania melawan Bizantium. Pada paruh pertama abad ke-6 Masehi, Hirah diperintah oleh Mundzir yang lain, yaitu al-Mundzir III (sekitar 505-554), yang disebut oleh orang-orang Arab sebagai Ibn Ma’al-Sama’ (air langit). Masa pemerintahannya adalah yang paling terkenal dalam catatan sejarah kerajaan Lakhmi. Ia merupakan duri bagi Suriah Romawi. Ia banyak melakukan serangan hingga ke Antiokia sebelum akhirnya berhadapan dengan lawan yang lebih kuat, yaitu al-Hatits dari kerajaan Gassan. Berkenaan dengan al-Mundzir ini, al-Aghani menceritakan kisah aneh tentang dua sahabat karib yang diriwayatkan dikubur hidup-hidup dalam sebuah pesta minuman keras. Anak laki-laki dan penerusnya, ’Amr, dengan julukan Ibn Hind (554-569), meskipun sangat tiran, merupakan pelindung para penyair yang sangat pemurah. Para penyair Arab terbaik, seperti Tharafah ibn al-’Abd, al-Harits ibn Hillizah dan ’Amr ibn Kultsum (tiga dari tujuh penyair terkenal ”Puisi-puisi Emas”, Mu’allaqat), berkumpul di istananya. ’Amr, seperti halnya raja-raja Lakhmi dan Jafna, mengakui peran para penyair pada masanya dalam membentuk opini publik. Karena itu, ia dan raja-raja lainnya, dengan tujuan menyebarkan pengaruh di kalangan orang-orang badui, memberikan sejumlah besar hadiah kepada para penyair yang sering mengunjungi istana. ’Amr tewas di tangan Ibn Kultsum, seorang pencari suaka, yang membalas sakit hati ibunya yang telah dihina oleh raja.
MELKUKAN PERUBAHAN ATAU MATI Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2004
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Organisasi harus melakukan perubahan untuk dapat menyesuaikan dengan lingkungaanya yang kompetitif. Perubahan bersangkut-paut dengan perihal membuat sesuatu dengan lain. Teknologi, persaingan, kejutan ekonomi, perubahan sosial, angkatan kerja dan politik dunia merupakan kekuatan yang merangsang perubahan.  Teknologi informasi yang canggih dapat mengubah cara bersaing, sehingga dapat meningkatkan keunggulan bersaing perusahaan. Meskipun demikian CEO Unilever, Floris A. Maljers mengatakan ”Kendala terbesar yang dihadapi perusahaan dalam menghadapi globalisasi adalah terbatasnya sumberdaya manusia, bukan terbatasnya modal”. Dalam buku Why Companies Fail, Mark Ingebretsen mengatakan “Perusahaan harus memprediksi masa depan untuk mendeteksi tren-tren yang harus mereka hadapi jika ingin terus menghasilkan laba. Perusahaan juga harus merancang cara untuk mengadapsi produk-produk dan layanan-layanan mereka demi menjangkau grup-grup konsumen yang belum terdefinisikan. Yang paling penting dari semua ini, perusahaan harus menyadari kenyataan bahwa perubahan berskala besar adalah kelaziman, sementara perubahan-perubahan yang mengguncang dunia adalah bagian dari kelaziman baru. Karenanya mereka harus mengarahkan strategi untuk menghadapi perubahan. Serangan 11 September dengan tragis memperlihatkan bagaimana kejadian mengubah segalanya, kadang-kadang hanya dalam waktu semalam.” Pemimpin yang sukses bertindak luwes dan luwes dalam menghadapi perubahan. Bahkan, ia merasa senang akan perubahan yang menyentuh dirinya yang paling dalam. Kebanyakan perusahaan mati, karena bawahan harus selalu mengikuti pemimpinnya yang tidak pernah berubah. Ahli sejarah, Alfred D. Chandler, Jr, didalam bukunya berjudul Strategy and structure kemajuan perusahaan-perusahan Amerika, karena mau melakukan perubahan, khususnya dalam sistem manajemennya. Chandler meneliti empat perusahaan besar Amerika, yaitu General Electric, Du-Pont, Standard Oil company dan Exxon. Kesediaan berubah dari CEO keempat perusahaan tersebut yang menjadikan perusahaan tersebut hingga kini tetap bertahan.   Karyawan adalah nasi, sedangkan gaya manajemen adalah lauknya. Jack Welch, CEO dari General Electric ketika itu mengatakan “Kita sedang mempertaruhkan sesuatu hal kepada orang-orang kita, maka kita perlu memberdayakan mereka, memberi mereka sumber-sumber dan keluar dari kesulitan dengan menggunakan cara mereka”.  Jack Welch menginvestasikan separuh waktunya bersama karyawannya, maka ia mengenal mereka, berbicara dengan mereka tentang masalah-masalah perusahaan, memuji mereka jikan kinerjanya baik, tetapi mencaci mereka jika kinerjanya turun. Ia mengenal sekitar 1000 karyawannya yang mempunyai ide bagus dan mempunyai tanggungjawab atas pekerjaan mereka. Pendekatan pribadi yang dilakukan Jack Welch kepada karyawannya membuahkan kasil yang luar biasa pada peningkatan kinerja. “Jika Anda menang, kita semua menang” demikianlah kata Welch. Itulah sebabya 27.000 karyawan General Electric memiliki saham. Pada 2001, General Electric terpilih sebagai ”The Most Admired Company in The World” peringkat pertama versi Fortune.     “Dua pemimpin korporat terbesar abad ini adalah Alfred Sloan dari General motors dan Jack Welch dari General Electric. Dan Welch akan jadi lebih besar dari keduanya, karena merencanakan paradigma baru, kontemporer, bagi korporasi yang modelnya dipakai untuk abad 21,” ujar Noel Tichy, dari Universitas Machigan, pengamat lama gaya manajerial Wech. Dengan demikian, apakah kita akan melakukan perubahan atau mati ?