Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Auditor's Competence And Independence As Determinant Audit Quality With Gender As Moderating Variable I Made Purba Astakoni; Ida Bagus Swaputra; Ni Made Satya Utami; Yenny Verawati
Journal of Social Science Vol. 1 No. 3 (2020): Journal of Social Science
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jss.v1i3.29

Abstract

This study has several objectives: 1) to find out and analyze the effect of auditor competence on audit quality, 2) to know and analyze the effect of auditor independence on audit quality, 3) to know and analyze the role of gender as a moderating effect on the influence of auditor competence on audit quality, 4) to find out and analyze the role of gender as a moderating effect on auditor independence on audit quality. This research was conducted at the Public Accounting Firm (KAP) in Denpasar City. The populations in this study were all auditors in the city of Denpasar, amounting to 112 people. Determination of the sample was done by purposive method, so that the number of samples selected was 53 people. Data collection techniques used was interviews supported by questionnaire with a closed multiple choices. Data analysis used was Partial Least Square (PLS) approach. The results showed that the overall strength of the model was stated to be very good. Hypothesis 1, which states that auditor competence has a significant positive effect on audit quality, can be accepted, Hypothesis 2, which states that auditor independence has a significant positive effect on audit quality, can also be accepted. Through a multi-group analysis it is stated that gender is able to be a moderating variable on the effect of auditor competence over the quality of an audit.Whereas gender testing as a moderating variable on the effect of auditor independence over the quality of an audit has not been tested.
KERAJINAN BERBAHAN LIMBAH KAYU (DRIFTWOOD) DAN EVALUASI TATA LETAK FASILITAS KERJA I Gede Nyoman Suta Waisnawa; I Made Sudana; Ida Bagus Swaputra
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol 2 No 1 (2016): Nopember 2016
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.793 KB)

Abstract

Program Ipteks bagi Produk Ekspor (IbPE) di Ari Deco” yang beralamat di Kecamatan Abian Semal dan ”Kubu Shop” yang beralamat di Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Produk kerajinan (Driftwood) yang menghasilkan produk berupa patung binatang, meja, kursi, bingkai cermin, tempat lampu, dan barang seni. Adapun hasil luaran kegiatan adalah perencanaan tata letak fasilitas kerja sangat penting karena peletakan fasilitas seperti mesin-mesin dan peralatan kerja serta stasiun kerja bersifat permanen. Tata letak yang baik akan memberikan luaran yang lebih besar dengan ongkos yang sama atau lebih sedikit, man hours yang lebih kecil, dan atau mengurangi jam kerja mesin. Stasiun kerja yang tertata dan peningkatan sarana dan fasilitas produksi berupa perkakas kerja yang dibutuhkan dalam menproduksi kerajinan. Stasiun kerja yang tertata dengan peningkatan jumlah fasilitas produksi mampu meningkatkan produkstivitas mitra. Proses pemotongan dan pembentukan dapat dilakukan dengan lebih cepat. Sebelumnya menggunakan 2 unit nails gun dengan 4 unit produk per hari, dan saat ini sudah mampu menggunakan 4 unit nail guns secara bersamaan, sehingga proses perakitan dapat mengerjakan 6-8 unit produk per hari. Jumlah order produk di tahun ke-1 per September 2016 adalah 388 unit dengan nilai transaksi sebesar Rp 168.304.000,00. Berdasarkan data penjualan tahun 2015 sebesar 203 unit maka telah terjadi peningkatan pesanan produk sebesar 52%, dengan peningkatan omzet sebesar 59%. Perbaikan tata letak fasilitas kerja diharapkan mampu meningkatkan produksi dan produktivitas pengrajin/pekerja karena pekerja dapat bekerja dengan aman dan nyaman sehingga beban kerja menjadi lebih ringan.
ANALISIS SISTEM KERJA KERAJINAN LIMBAH KAYU (DRIFTWOOD) UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS PRODUKSI I Gede Nyoman Suta Waisnawa; I Made Sudana; Ida Bagus Swaputra
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol 4 No 1 (2018): Mei 2018
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (843.921 KB) | DOI: 10.31940/bp.v4i1.853

Abstract

Analisis sistem kerja pada Ari Deco dan Kubu Shop terutama perbaikan sistem kerja dan aliran material serta pengelompokan proses yang dapat meminimasi waktu perpindahan, meningkatkan kenyamanan pekerja pada kegiatan produksi, pemanfaatan ruang proses produksi menjadi aman dan fleksibel. Tata letak yang baik akan memberikan keluaran yang lebih besar dengan ongkos yang sama atau lebih sedikit, man hours yang lebih kecil, mengurangi jam kerja mesin. Pola aliran Zig-Zag digunakan untuk proses produksi lebih panjang dari pada luas area, Luaran yang dicapai adalah Stasiun Kerja yang tertata, layout aliran material yang efesien di dukung dengan perkakas kerja yang memadai sehingga mampu mengoptimalkan capaian target produksi. Perbaikan dan penghematan penggunaan material, perkakas, dan pendayagunaan usaha manusia serta memberikan suasana lingkungan kerja yang nyaman dan aman. Dampak dari program adalah peningkatan kapasitas produksi pengrajin Ari Deco sebesar 67,5% dan Kubu Shop sebesar 46,15% sedangkan omzet pengrajin sekitar 69,9% (penjualan per September 2016 sebesar Rp.187.605.000).
PKM PADA INDUSTRI KREATIF TEDUNG TRADISIONAL BALI MELALUI PENGUATAN MANAJEMEN USAHA DAN PENGATURAN LAYOUT KERJA I Made Purba Astakoni; Ida Bagus Swaputra; I Wayan Wardita; Kadek Ryan Putra Richadinata
ABDIMAS Vol 2 No 01 (2022): Education for Sustainable Development
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mitra sasaran pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah industri kreatif ”Tegal Wangi Payung” yang beralamat di Jalan Raya Sading ,Desa Sading, Mengwi Kabupaten Badung Provinsi Bali. Mitra pengabdian ini bergerak dalam usaha kerajinan payung tradisional Bali yang biasa disebut ”Tedung Tradisional Bali”. Produk kerajinan yang dihasilkan berupa; Tedung (ukuran besar dan kecil),Tedung Agung, Tedung Robrob, Tedung Kolam, Tedung Pantai, Tedung Kreasi dan berbagai jenis umbul-umbul mini.Berdasarkan kondisi eksiting dari mitra binaan, maka permasalahan prioritas yang diangkat adalah (1) Permasalahan terkait dengan teknologi produksi (penataan layout kerja tidak tertata dengan baik, disain produk yang kurang variatif, minimnya peralatan keselamatan dan kesehatan kerja).(2) Permasalahan terkait dengan manajemen usaha (administrasi dan pembukuan yang dilakukan masih sangat sederhana,sumber daya manusia yang menangani fungsi pokok manajemen tidak jelas). Tujuan dari pelaksanaan program pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kesejahtraan mitra melalui pembinaan, pelatihan, pendampingan di bidang teknologi kerja (manajemen produksi) dan teknik manajemen usaha. Tujuan khusus yang diharapkan adalah agar mitra dapat meningkatkan jumlah produk siap ekspor dan akhirnya kesejahtraan mitra tercapai dan usahanya bisa berkelanjutan. pelaksanaan program pengabdian ini dilaksanakan dengan cara : Metoda sosialisasi dan pemantapan, Metoda pelatihan (workshop) dan pendampingan, serta Monitoring dan Evaluasi. Luaran program diharapkan dalam bentuk (1) Stasiun Kerja yang tertata dengan layout yang baik,(2) Sudah adanya sistem pembukuan dan manjemen usaha yang baik ,(3). Desain produk yang klasik dan menarik.
DIVERSIFIKASI PRODUK GAYOR BALI GUNA MENINGKATKAN DAYA SAING Putu Fajar Kartika Lestari; Ida Bagus Swaputra; Ida Ayu Budhananda Munidewi
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 2 (2019): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.695 KB)

Abstract

ABSTRACT "Gayor Bali" is the result of home industry crafts that produce art items in the form of gayor / decoration located at the entrance which has been more for traditional ceremonial and other religious activities for Hindus in Bali. Gayor as a set of wedding ceremonies and other traditional works that are placed in the angkulangkul / entrance gate of the house that serves to beautify the decoration of the location of the event. Gayor Bali changed with the development of the era, in the past Gayor was made of mushrooms and decorated with gumitir flowers or other flowers, but gradually the material for Gayor used cork material, so that the appearance of angkul-angkul became more elegant. The problem is never knowing for certain whether the business is profitable or not. The purpose of the PKM program is to improve partner retention and skills in bookkeeping and business management techniques, marketing techniques and to improve partner knowledge. The method used in achieving these objectives is training and assistance in making a business accounting system based on simple accounting techniques; The program outputs are Cash Book, Inventory Book, Production Cost Calculation (HPP), Breakeven Calculation (BEP), Marketing Techniques, and articles that are ready to be published in scientific journals. Keywords: Gayor Bali; Simple Bookkeeping; COGS
Auditor's Competence And Independence As Determinant Audit Quality With Gender As Moderating Variable I Made Purba Astakoni; Ida Bagus Swaputra; Ni Made Satya Utami; Yenny Verawati
Journal of Social Science Vol. 1 No. 3 (2020): Journal of Social Science
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.385 KB) | DOI: 10.46799/jss.v1i3.29

Abstract

This study has several objectives: 1) to find out and analyze the effect of auditor competence on audit quality, 2) to know and analyze the effect of auditor independence on audit quality, 3) to know and analyze the role of gender as a moderating effect on the influence of auditor competence on audit quality, 4) to find out and analyze the role of gender as a moderating effect on auditor independence on audit quality. This research was conducted at the Public Accounting Firm (KAP) in Denpasar City. The populations in this study were all auditors in the city of Denpasar, amounting to 112 people. Determination of the sample was done by purposive method, so that the number of samples selected was 53 people. Data collection techniques used was interviews supported by questionnaire with a closed multiple choices. Data analysis used was Partial Least Square (PLS) approach. The results showed that the overall strength of the model was stated to be very good. Hypothesis 1, which states that auditor competence has a significant positive effect on audit quality, can be accepted, Hypothesis 2, which states that auditor independence has a significant positive effect on audit quality, can also be accepted. Through a multi-group analysis it is stated that gender is able to be a moderating variable on the effect of auditor competence over the quality of an audit.Whereas gender testing as a moderating variable on the effect of auditor independence over the quality of an audit has not been tested.
APLIKASI TEKNIK BUDI DAYA JAMUR TIRAM DAN MANAJEMEN USAHA UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PETANI JAMUR TIRAM DI BADUNG –BALI Ida Bagus Swaputra; Wayan Arya Paramarta
Forum Manajemen Vol 13 No 1 (2015): Jurnal STIMI Vol. 13 No. 1 - 2015
Publisher : STIMI Handayani Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61938/fm.v13i1.92

Abstract

IbM is one of program that driven community to gain the better productionprocess and management. Thus scheme funded by the Directorate General of HigherEducation. The partner of this program is on SME mushroom community cultivatorsin the district Mengwi Badung ea. Tri Putrimushrom and Artana mushrom . Themain problem faced by SMEs partner is a lack of understanding of the partners oystermushroom cultivation techniques, so often happens baglog mushroom seed can notdevelop properly so that the oyster mushroom yields declined. On the other handoyster mushroom demand for traditional markets and other consumers continue toincrease. The oyster mushroom cultivationas a sideline business, but it requiresa fairly high investment cost to build a house nursery, wooden shelves for baglogmushrooms and mushroom seed investment .The next problem faced is the lack oftrained partners in cultivation technology, the partneralso still low inaccountingtechniques as currently partner SMEs have never know for sure whether its businessat a profit or even get a loss . The methods used in carrying out the program is amethod of training with focus group discussion and participation action research,After this program run out, the partner is increasing of mushroom cultivation andunderstanding of business management is increasing, eventually the productivityof oyster mushroom production can be increased, and income level directly SMEspartners be increased as well.
MEMBANGUN PERILAKU ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP APARATUR PAJAK: MEMBANGUN PERILAKU ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP APARATUR PAJAK Ida Bagus Gede Udiyana; Ida Bagus Swaputra; Anak Agung Ngr. Gde. Suindrawan
Forum Manajemen Vol 9 No 1 (2011): Jurnal STIMI Vol. 9 No. 1 - 2011
Publisher : STIMI Handayani Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61938/fm.v9i1.280

Abstract

The Organizational Citizenship Behavior is a work behavior is a work behavior in which the employees are able to conduct their own duties (in role) and also able to conduct other duties outside their own duties (extra role). They will be given compensation in the award system or formal salary indirectly. The nature of Organizational Citizenship Behavior is a work behavior (OCB) is a focus toward the Organizational interest which is show by organizational-interst oriented action rather than self-interst oriented action.
Ketahanan Ekonomi Berbasis Perempuan: Inovasi Pengolahan Ikan Tongkol di Nusa Penida Laswitarni, Ni Ketut; Ginting, Maria Fransiska Br; Setiyarti, Tettie; Swaputra, Ida Bagus; Wijayanthi, Ida Ayu Trisna
JURNAL ABDI MASYARAKAT SABURAI Vol 6, No 02 (2025): JURNAL ABDI MASYARAKAT SABURAI
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/jams.v6i02.4445

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini berfokus pada komunitas pesisir di Nusa Penida, Bali, khususnya Kelompok Usaha Perempuan (KUP) Nusa Mandiri yang terdiri dari 14 ibu rumah tangga. Mata pencaharian mereka bergantung pada penjualan ikan tongkol segar dengan produksi harian 10 kg dan pendapatan kotor Rp 400.000. Namun, mereka menghadapi tantangan besar, yaitu diversifikasi produk yang terbatas (hanya ikan segar, rebus, atau bakar) yang sering berujung pada kerugian stok, pembukuan manual yang tidak rapi sehingga menghambat akses pembiayaan, serta pemasaran konvensional yang membatasi jangkauan pasar. Program ini hadir untuk menjawab rendahnya ketahanan ekonomi perempuan pesisir di wilayah yang sangat bergantung pada pariwisata yang rentan. Pemberdayaan melalui pengolahan ikan tongkol dibutuhkan untuk mendiversifikasi pendapatan sekaligus mendukung pencapaian SDGs. Dengan pendekatan partisipatif melalui Focus Group Discussions (FGD) dan Participatory Research Action (PRA), program melatih anggota dalam diversifikasi produk, pencatatan keuangan, pengemasan, dan pemasaran digital. Evaluasi menunjukkan kemajuan signifikan: pengetahuan dan keterampilan peserta meningkat dari 9,52 persen menjadi 99,21 persen, dengan perubahan kualitatif berupa kepercayaan diri yang lebih tinggi dalam menjalankan usaha, semangat mengembangkan produk baru seperti abon dan kerupuk ikan, serta solidaritas kelompok yang lebih kuat. Luaran program mencakup peningkatan kapasitas teknis dan manajerial, modul pelatihan, publikasi media, dan konten YouTube sebagai sarana pembelajaran. Didukung pendanaan DPPM dan STIMI Handayani sebagai mitra jangka panjang, program ini memberikan dampak nyata berupa peningkatan pendapatan dan kemandirian ekonomi. Selain itu, program ini juga menawarkan model yang dapat direplikasi untuk komunitas pesisir lainnya serta berkontribusi pada pencapaian SDGs terkait kesetaraan gender dan mata pencaharian berkelanjutan.
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Buana Lestari dalam Pengembangan Manajemen Usaha Ayam Caru Setiyarti, Tettie; Juniasih, Ida Ayu Komang; Swaputra, Ida Bagus; Martiningsih, Ni Gusti Agung Gde Eka
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol. 10 No. 1 (2024): Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/bp.v10i1.37-44

Abstract

Di Desa Abiansemal Kabupaten Badung Bali terdapat Kelompok Wanita Tani (KWT) Buana Lestari beranggotakan 20 orang yang melaksanakan kegiatan pertanian dan peternakan. Namun usaha yang saat ini berkembang dengan baik adalah usaha peternak ayam upakara, untuk memenuhi permintaan Umat Hindu dalam menjalankan upacara Agama. Ayam upakara maksudnya adalah ayam caru yang nantinya dipakai sebagai pelengkap upakara dalam upacara agama Hindu, khususnya untuk persembahan kepada alam bawah yang disebut dengan ”Alam Butha”. Ayam caru yang diperlukan untuk upakara Hindu ini adalah ayam buras yang umurnya kurang lebih 40 hari (anak ayam) dan yang dipentingkan adalah warna bulunya. Peran KWT dalam pemenuhan kebutuhan ayam caru ini dilaksanakan dengan sistem kelompok di mana setiap anggota dapat memelihara ayam caru di rumahnya masing-masing sampai dengan ayam tersebut siap dipasarkan. Tujuan pelaksanaan pemberdayaan adalah untuk meningkatkan pengetahuan anggota KWT dalam mengelola manajemen usaha khususnya bidang keuangan dan pemasaran dengan memanfaatkan teknologi pencatatan dengan komputer dan sistem pemasaran digital. Metode yang digunakan dalam proses pemberdayaan adalah: Participacy Research Action (PRA),  Focus Group Discussion (FGD), dan pelatihan manajemen usaha serta pendampingan membuat laporan keuangan secara digital dengan software pada komputer. Luaran dan capaian dalam program ini adalah: meningkatnya pengetahuan dan keterampilan anggota KWT dalam mengelola manajemen usaha bidang pembukuan dan pemasaran, dengan luaran berupa modul, video kegiatan, artikel di media masa, poster, dan artikel jurnal.