Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

MEMBANGUN PERILAKU ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP APARATUR PAJAK: MEMBANGUN PERILAKU ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP APARATUR PAJAK Ida Bagus Gede Udiyana; Ida Bagus Swaputra; Anak Agung Ngr. Gde. Suindrawan
Forum Manajemen Vol 9 No 1 (2011): Jurnal STIMI Vol. 9 No. 1 - 2011
Publisher : STIMI Handayani Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61938/fm.v9i1.280

Abstract

The Organizational Citizenship Behavior is a work behavior is a work behavior in which the employees are able to conduct their own duties (in role) and also able to conduct other duties outside their own duties (extra role). They will be given compensation in the award system or formal salary indirectly. The nature of Organizational Citizenship Behavior is a work behavior (OCB) is a focus toward the Organizational interest which is show by organizational-interst oriented action rather than self-interst oriented action.
Ketahanan Ekonomi Berbasis Perempuan: Inovasi Pengolahan Ikan Tongkol di Nusa Penida Laswitarni, Ni Ketut; Ginting, Maria Fransiska Br; Setiyarti, Tettie; Swaputra, Ida Bagus; Wijayanthi, Ida Ayu Trisna
JURNAL ABDI MASYARAKAT SABURAI Vol 6, No 02 (2025): JURNAL ABDI MASYARAKAT SABURAI
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/jams.v6i02.4445

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini berfokus pada komunitas pesisir di Nusa Penida, Bali, khususnya Kelompok Usaha Perempuan (KUP) Nusa Mandiri yang terdiri dari 14 ibu rumah tangga. Mata pencaharian mereka bergantung pada penjualan ikan tongkol segar dengan produksi harian 10 kg dan pendapatan kotor Rp 400.000. Namun, mereka menghadapi tantangan besar, yaitu diversifikasi produk yang terbatas (hanya ikan segar, rebus, atau bakar) yang sering berujung pada kerugian stok, pembukuan manual yang tidak rapi sehingga menghambat akses pembiayaan, serta pemasaran konvensional yang membatasi jangkauan pasar. Program ini hadir untuk menjawab rendahnya ketahanan ekonomi perempuan pesisir di wilayah yang sangat bergantung pada pariwisata yang rentan. Pemberdayaan melalui pengolahan ikan tongkol dibutuhkan untuk mendiversifikasi pendapatan sekaligus mendukung pencapaian SDGs. Dengan pendekatan partisipatif melalui Focus Group Discussions (FGD) dan Participatory Research Action (PRA), program melatih anggota dalam diversifikasi produk, pencatatan keuangan, pengemasan, dan pemasaran digital. Evaluasi menunjukkan kemajuan signifikan: pengetahuan dan keterampilan peserta meningkat dari 9,52 persen menjadi 99,21 persen, dengan perubahan kualitatif berupa kepercayaan diri yang lebih tinggi dalam menjalankan usaha, semangat mengembangkan produk baru seperti abon dan kerupuk ikan, serta solidaritas kelompok yang lebih kuat. Luaran program mencakup peningkatan kapasitas teknis dan manajerial, modul pelatihan, publikasi media, dan konten YouTube sebagai sarana pembelajaran. Didukung pendanaan DPPM dan STIMI Handayani sebagai mitra jangka panjang, program ini memberikan dampak nyata berupa peningkatan pendapatan dan kemandirian ekonomi. Selain itu, program ini juga menawarkan model yang dapat direplikasi untuk komunitas pesisir lainnya serta berkontribusi pada pencapaian SDGs terkait kesetaraan gender dan mata pencaharian berkelanjutan.
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Buana Lestari dalam Pengembangan Manajemen Usaha Ayam Caru Setiyarti, Tettie; Juniasih, Ida Ayu Komang; Swaputra, Ida Bagus; Martiningsih, Ni Gusti Agung Gde Eka
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol. 10 No. 1 (2024): Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/bp.v10i1.37-44

Abstract

Di Desa Abiansemal Kabupaten Badung Bali terdapat Kelompok Wanita Tani (KWT) Buana Lestari beranggotakan 20 orang yang melaksanakan kegiatan pertanian dan peternakan. Namun usaha yang saat ini berkembang dengan baik adalah usaha peternak ayam upakara, untuk memenuhi permintaan Umat Hindu dalam menjalankan upacara Agama. Ayam upakara maksudnya adalah ayam caru yang nantinya dipakai sebagai pelengkap upakara dalam upacara agama Hindu, khususnya untuk persembahan kepada alam bawah yang disebut dengan ”Alam Butha”. Ayam caru yang diperlukan untuk upakara Hindu ini adalah ayam buras yang umurnya kurang lebih 40 hari (anak ayam) dan yang dipentingkan adalah warna bulunya. Peran KWT dalam pemenuhan kebutuhan ayam caru ini dilaksanakan dengan sistem kelompok di mana setiap anggota dapat memelihara ayam caru di rumahnya masing-masing sampai dengan ayam tersebut siap dipasarkan. Tujuan pelaksanaan pemberdayaan adalah untuk meningkatkan pengetahuan anggota KWT dalam mengelola manajemen usaha khususnya bidang keuangan dan pemasaran dengan memanfaatkan teknologi pencatatan dengan komputer dan sistem pemasaran digital. Metode yang digunakan dalam proses pemberdayaan adalah: Participacy Research Action (PRA),  Focus Group Discussion (FGD), dan pelatihan manajemen usaha serta pendampingan membuat laporan keuangan secara digital dengan software pada komputer. Luaran dan capaian dalam program ini adalah: meningkatnya pengetahuan dan keterampilan anggota KWT dalam mengelola manajemen usaha bidang pembukuan dan pemasaran, dengan luaran berupa modul, video kegiatan, artikel di media masa, poster, dan artikel jurnal.
Pemberdayaan UMKM Melalui Penataan Stasiun Kerja Peremajaan Fasilitas Produksi dan Manajemen Usaha Astakoni, I Made Purba; Sunata, I Gede Ngurah; Swaputra, Ida Bagus; Nursiani, Ni Putu
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 3 No. 2 (2019): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.999 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v3i2.1042

Abstract

ABSTRAKMitra sasaran program PPPE ini adalah ”Bali Tantri” yang beralamat di Jalan Leko, Banjar Purwakarta, Gerih, Abiansemal, Badung dan ”Belong Antik” yang di Jalan Gerih-Abiansemal, Banjar Dirgahayu, Gerih, Abiansemal Badung. Kedua UMKM ini bergerak dalam usaha kerajinan berbahan baku batu padas berpasir. Produk kerajinan yang dihasilkan berupa; belong (besar dan kecil), patung klasik, palungan,pot bunga, padma,pancuran,meja,kursi, tempat lampu dan barang seni berbahan batu padas lainnya. Berdasarkan kondisi existing dari kedua mitra binaan, maka permasalahan prioritas yang diangkat adalah (1) Permasalahan terkait dengan teknologi produksi (ruang/stasiun kerja tidak tertata dengan baik, disain produk yang kurang variatif, penggunaan bahan baku batu padas perlu dievaluasi, minimnya peralatan keselamatan dan kesehatan kerja); (2) permasalahan terkait dengan manajemen usaha (administrasi dan pembukuan yang dilakukan masih sangat sederhana, SDM yang menangani fungsi pokok manajemen tidak jelas). Tujuan dari pelaksanaan Program Pengembangan Produk Ekspor (PPPE) ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan UMKM mitra melalui pembinaan, pelatihan, pendampingan di bidang teknologi kerja (manajemen produksi) dan teknik manajemen usaha. Tujuan khusus yang diharapkan adalah agar UMKM mitra dapat meningkatkan jumlah produk siap ekspor dan akhirnya kesejahtraan UMKM mitra tercapai dan usahanya bisa berkelanjutan. Pelaksanaan program PPPE dilaksanakan dengan cara : metode sosialisasi dan pemantapan, metode pelatihan (workshop) dan pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Luaran program di tahun pertama (1) Stasiun kerja yang tertata dengan lay out yang baik, (2) sudah adanya sistem pembukuan dan manjemen usaha yang baik ,(3) desain produk yang klasik dan menarik, (4) publikasi artikel ilmiah dan publikasi di media massa, serta video kegiatan.Kata kunci: Pengerajin, Belong Klasik, Batu Padas, Limbah Industri, EksporABSTRACTThe target groups of this Export Development Program (PPPE) are “Bali Tantri” SME, located in Jalan Leko, Banjar Purwakarta, Gerih, Abiansemal, Badung and “Belong Antik”, located in Jalan Gerih-Abiansemal, Banjar Dirgahayu, Gerih, Abiansemal Badung. Both SMEs are in the business of crafts made of sandy limestone. The crafts produced are in the form of belong (both large and small), classical statues, mangers, flower pots, padma, water fountains, tables, chairs, lamp posts, and other artworks based on limestone. Based on the existing conditions of both partners, the main priorities in this program include: (1) problems related to production technology (workstations not arranged properly, lack of variety in product design, the use of limestone that needs to be evaluated, minimal knowledge on workplace safety); (2) problems related to management (very basic bookkeeping and accounting, lack in human resourcecapacity when it comes to management). The general goals of this PPPE are to increase thewelfare of the two SMEs through training, consultation, and mentoring in terms of productiontechnology and management. The specific goals include the expectation that the partner SMEscould increase their export-ready products, such that the economic welfare of the partnerswould improve, and that the business would be sustainable. The PPPE was implemented usingsocialization and education method, workshop and mentorship method, and monitoring andevaluation method. The outputs after the first year include: (1) workstations that are alreadywell laid-out; (2) the existence of proper bookkeeping and accounting system; (3) increasednumber of attractive and classical designs; (4) publications in scientific journal and massmedia, as well as a video of the activities.Keywords: craftsmaker, Belong Klasik, limestone, industrial waste, export
Peningkatan Daya Saing Produk Tedung Bali Menembus Pasar Ekspor Lestari, Putu Fajar Kartika; Astakoni, I Made Purba; Swaputra, Ida Bagus
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 3 No. 2 (2019): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.89 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v3i2.1049

Abstract

ABSTRAKTedung Bali merupakan hasil kerajinan rumah tangga yang memproduksi barang seni berupa tedung atau payung yang selama ini lebih banyak untuk kegiatan upacara adat maupun keagamaan bagi umat Hindu di Bali. Bentuk fisik Tedung Bali ini secara garis besar terdiri dari dua bentuk yaitu “Tedung Agung” dan “Tedung Robrob” serta masing-masing bentuk ini menggunakan ukuran yang bervariasi sesuai dengan inovasi perajin. Tedung Bali dibuat dengan berbagai ornamen yang sarat dengan unsur lambang atau makna sesuai ajaran sastra Bali dan dimasuki unsur seni sehingga menarik sebagai sarana upacara khususnya umat Hindu sekaligus juga menjadi daya tarik wisata baik bagi wisatawan asing maupun wisatawan domestik. Permasalahan utama mitra Program Kemitraan Masyarakat ini (PKM) adalah mitra belum mengetahui apakah usaha yang dijalani menguntungkan atau tidak. Permasalahan bidang pemasaran adalah bagaimana upaya mitra binaan menembus pasar ekspor. Tujuan dari program PKM ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mitra dalam teknik manajemen usaha, teknik pemasaran dengan memanfaatkan media online. Metode yang dipakai dalam mencapai tujuan tersebut meliputi (1) pelatihan dan pendampingan pembuatan sistem pembukuan usaha berbasis teknik akuntansi sederhana dan pelatihan dibidang manajemen usaha; (2) Focus Group Discusion (FGD) dengan mebahas berbagai topik manajemen keuangan dan manajemen pemasaran. Luaran program ini adalah Buku Kas, buku persediaan, perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), perhitungan titik impas (BEP), Teknik Pemasaran untuk menembus pasar ekspor, dan artikel yang siap di publikasi pada jurnal ilmiah.Kata Kunci : Tedung Bali, Teknik manajemen usaha, Focus Group DiscusionsABSTRACT"Balinese building" is the result of household crafts that produce art items in the form of buildings or umbrellas, which so far have been more traditional and religious ceremonial activities for Hindus in Bali. The physical form of this Balinese building outlines consists of two forms, namely the "Great Mosque" and the "Robrob Building" and each of these forms uses varying sizes according to the craftsman's innovation. The Balinese building is made with various ornaments which are full of elements of symbols or meanings in accordance with the teachings of Balinese literature and are entered by elements of art so that it is attractive as a means of ceremonies especially Hindus as well as a tourist attraction for both foreign and domestic tourists. The main problem of this Community Partnership Program (PKM) partner is that partners don't know whether the business they are doing is profitable or not. The problem in marketing is how the efforts of fostered partners penetrate the export market. The aim of the PKM program is to increase partners' understanding and skills in business management techniques, marketing techniques by utilizing online media. The methods used in achieving these objectives are (1) training and assistance in making business accounting systems based on simple accounting techniques and training in business management; (2) Focus Group Discussion (FGD) by discussing various topics of financial management and marketing management. The program outputs are Cash Book, Inventory Book, Production Cost Calculation (HPP), Breakeven Calculation (BEP), Marketing Techniques to penetrate the export market, and articles that are ready to be published in scientific journals.Keywords: Balinese Building, Business management techniques, Focus Group Discusions
Pertanian Jamur: Strategi Pemberdayaan Komunitas untuk Memperkuat Umkm di Bali Setiyarti, Tettie; Putra, Anak Agung Gede; Swaputra, Ida Bagus; Martiningsih, Ni Gusti Agung Gde Eka; Wijayanthi, Ida Ayu Trisna
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/pkm.v4i3.3361

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi global, menyumbang lebih dari 90% total bisnis dan sekitar 60% lapangan kerja di seluruh dunia. Di Indonesia, khususnya Bali, UMKM mencerminkan kondisi ekonomi dan warisan budaya, dengan lebih dari 99% bisnis di Bali adalah UMKM yang berkontribusi signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja dan pendapatan. Keberagaman UMKM di Bali, mulai dari kerajinan tradisional hingga layanan modern seperti pariwisata, memperkaya ekonomi dan meningkatkan daya saing. Namun, mereka menghadapi tantangan seperti akses terbatas ke pembiayaan dan keterampilan bisnis yang tidak memadai, terutama di daerah pedesaan. Untuk mengatasi masalah ini, pemberdayaan komunitas menjadi strategi kunci untuk meningkatkan ketahanan dan keberlanjutan UMKM. Tim pengabdian masyarakat dari STIMI Handayani melaksanakan pelatihan dan pendampingan berfokus pada diversifikasi produk dan manajemen keuangan digital. Dengan metode partisipatif seperti Diskusi Kelompok Terfokus (FGD) dan Penelitian Tindakan Partisipatif (PAR), proyek ini bertujuan memberdayakan anggota komunitas dan meningkatkan keterampilan mereka. Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan dalam manajemen keuangan dan pemasaran, menyediakan dasar yang berharga untuk kesuksesan UMKM di Bali ke depan. Inisiatif ini juga menghasilkan modul pelatihan dan publikasi media yang menyoroti praktik terbaik dalam sektor ini, sekaligus mendorong keberlanjutan dan inovasi di antara para pelaku UMKM.