Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pemberdayaan UMKM Melalui Penataan Stasiun Kerja Peremajaan Fasilitas Produksi dan Manajemen Usaha Astakoni, I Made Purba; Sunata, I Gede Ngurah; Swaputra, Ida Bagus; Nursiani, Ni Putu
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 3 No. 2 (2019): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.999 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v3i2.1042

Abstract

ABSTRAKMitra sasaran program PPPE ini adalah ”Bali Tantri” yang beralamat di Jalan Leko, Banjar Purwakarta, Gerih, Abiansemal, Badung dan ”Belong Antik” yang di Jalan Gerih-Abiansemal, Banjar Dirgahayu, Gerih, Abiansemal Badung. Kedua UMKM ini bergerak dalam usaha kerajinan berbahan baku batu padas berpasir. Produk kerajinan yang dihasilkan berupa; belong (besar dan kecil), patung klasik, palungan,pot bunga, padma,pancuran,meja,kursi, tempat lampu dan barang seni berbahan batu padas lainnya. Berdasarkan kondisi existing dari kedua mitra binaan, maka permasalahan prioritas yang diangkat adalah (1) Permasalahan terkait dengan teknologi produksi (ruang/stasiun kerja tidak tertata dengan baik, disain produk yang kurang variatif, penggunaan bahan baku batu padas perlu dievaluasi, minimnya peralatan keselamatan dan kesehatan kerja); (2) permasalahan terkait dengan manajemen usaha (administrasi dan pembukuan yang dilakukan masih sangat sederhana, SDM yang menangani fungsi pokok manajemen tidak jelas). Tujuan dari pelaksanaan Program Pengembangan Produk Ekspor (PPPE) ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan UMKM mitra melalui pembinaan, pelatihan, pendampingan di bidang teknologi kerja (manajemen produksi) dan teknik manajemen usaha. Tujuan khusus yang diharapkan adalah agar UMKM mitra dapat meningkatkan jumlah produk siap ekspor dan akhirnya kesejahtraan UMKM mitra tercapai dan usahanya bisa berkelanjutan. Pelaksanaan program PPPE dilaksanakan dengan cara : metode sosialisasi dan pemantapan, metode pelatihan (workshop) dan pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Luaran program di tahun pertama (1) Stasiun kerja yang tertata dengan lay out yang baik, (2) sudah adanya sistem pembukuan dan manjemen usaha yang baik ,(3) desain produk yang klasik dan menarik, (4) publikasi artikel ilmiah dan publikasi di media massa, serta video kegiatan.Kata kunci: Pengerajin, Belong Klasik, Batu Padas, Limbah Industri, EksporABSTRACTThe target groups of this Export Development Program (PPPE) are “Bali Tantri” SME, located in Jalan Leko, Banjar Purwakarta, Gerih, Abiansemal, Badung and “Belong Antik”, located in Jalan Gerih-Abiansemal, Banjar Dirgahayu, Gerih, Abiansemal Badung. Both SMEs are in the business of crafts made of sandy limestone. The crafts produced are in the form of belong (both large and small), classical statues, mangers, flower pots, padma, water fountains, tables, chairs, lamp posts, and other artworks based on limestone. Based on the existing conditions of both partners, the main priorities in this program include: (1) problems related to production technology (workstations not arranged properly, lack of variety in product design, the use of limestone that needs to be evaluated, minimal knowledge on workplace safety); (2) problems related to management (very basic bookkeeping and accounting, lack in human resourcecapacity when it comes to management). The general goals of this PPPE are to increase thewelfare of the two SMEs through training, consultation, and mentoring in terms of productiontechnology and management. The specific goals include the expectation that the partner SMEscould increase their export-ready products, such that the economic welfare of the partnerswould improve, and that the business would be sustainable. The PPPE was implemented usingsocialization and education method, workshop and mentorship method, and monitoring andevaluation method. The outputs after the first year include: (1) workstations that are alreadywell laid-out; (2) the existence of proper bookkeeping and accounting system; (3) increasednumber of attractive and classical designs; (4) publications in scientific journal and massmedia, as well as a video of the activities.Keywords: craftsmaker, Belong Klasik, limestone, industrial waste, export
Peningkatan Daya Saing Produk Tedung Bali Menembus Pasar Ekspor Lestari, Putu Fajar Kartika; Astakoni, I Made Purba; Swaputra, Ida Bagus
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 3 No. 2 (2019): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.89 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v3i2.1049

Abstract

ABSTRAKTedung Bali merupakan hasil kerajinan rumah tangga yang memproduksi barang seni berupa tedung atau payung yang selama ini lebih banyak untuk kegiatan upacara adat maupun keagamaan bagi umat Hindu di Bali. Bentuk fisik Tedung Bali ini secara garis besar terdiri dari dua bentuk yaitu “Tedung Agung” dan “Tedung Robrob” serta masing-masing bentuk ini menggunakan ukuran yang bervariasi sesuai dengan inovasi perajin. Tedung Bali dibuat dengan berbagai ornamen yang sarat dengan unsur lambang atau makna sesuai ajaran sastra Bali dan dimasuki unsur seni sehingga menarik sebagai sarana upacara khususnya umat Hindu sekaligus juga menjadi daya tarik wisata baik bagi wisatawan asing maupun wisatawan domestik. Permasalahan utama mitra Program Kemitraan Masyarakat ini (PKM) adalah mitra belum mengetahui apakah usaha yang dijalani menguntungkan atau tidak. Permasalahan bidang pemasaran adalah bagaimana upaya mitra binaan menembus pasar ekspor. Tujuan dari program PKM ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mitra dalam teknik manajemen usaha, teknik pemasaran dengan memanfaatkan media online. Metode yang dipakai dalam mencapai tujuan tersebut meliputi (1) pelatihan dan pendampingan pembuatan sistem pembukuan usaha berbasis teknik akuntansi sederhana dan pelatihan dibidang manajemen usaha; (2) Focus Group Discusion (FGD) dengan mebahas berbagai topik manajemen keuangan dan manajemen pemasaran. Luaran program ini adalah Buku Kas, buku persediaan, perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), perhitungan titik impas (BEP), Teknik Pemasaran untuk menembus pasar ekspor, dan artikel yang siap di publikasi pada jurnal ilmiah.Kata Kunci : Tedung Bali, Teknik manajemen usaha, Focus Group DiscusionsABSTRACT"Balinese building" is the result of household crafts that produce art items in the form of buildings or umbrellas, which so far have been more traditional and religious ceremonial activities for Hindus in Bali. The physical form of this Balinese building outlines consists of two forms, namely the "Great Mosque" and the "Robrob Building" and each of these forms uses varying sizes according to the craftsman's innovation. The Balinese building is made with various ornaments which are full of elements of symbols or meanings in accordance with the teachings of Balinese literature and are entered by elements of art so that it is attractive as a means of ceremonies especially Hindus as well as a tourist attraction for both foreign and domestic tourists. The main problem of this Community Partnership Program (PKM) partner is that partners don't know whether the business they are doing is profitable or not. The problem in marketing is how the efforts of fostered partners penetrate the export market. The aim of the PKM program is to increase partners' understanding and skills in business management techniques, marketing techniques by utilizing online media. The methods used in achieving these objectives are (1) training and assistance in making business accounting systems based on simple accounting techniques and training in business management; (2) Focus Group Discussion (FGD) by discussing various topics of financial management and marketing management. The program outputs are Cash Book, Inventory Book, Production Cost Calculation (HPP), Breakeven Calculation (BEP), Marketing Techniques to penetrate the export market, and articles that are ready to be published in scientific journals.Keywords: Balinese Building, Business management techniques, Focus Group Discusions
Pertanian Jamur: Strategi Pemberdayaan Komunitas untuk Memperkuat Umkm di Bali Setiyarti, Tettie; Putra, Anak Agung Gede; Swaputra, Ida Bagus; Martiningsih, Ni Gusti Agung Gde Eka; Wijayanthi, Ida Ayu Trisna
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/pkm.v4i3.3361

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi global, menyumbang lebih dari 90% total bisnis dan sekitar 60% lapangan kerja di seluruh dunia. Di Indonesia, khususnya Bali, UMKM mencerminkan kondisi ekonomi dan warisan budaya, dengan lebih dari 99% bisnis di Bali adalah UMKM yang berkontribusi signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja dan pendapatan. Keberagaman UMKM di Bali, mulai dari kerajinan tradisional hingga layanan modern seperti pariwisata, memperkaya ekonomi dan meningkatkan daya saing. Namun, mereka menghadapi tantangan seperti akses terbatas ke pembiayaan dan keterampilan bisnis yang tidak memadai, terutama di daerah pedesaan. Untuk mengatasi masalah ini, pemberdayaan komunitas menjadi strategi kunci untuk meningkatkan ketahanan dan keberlanjutan UMKM. Tim pengabdian masyarakat dari STIMI Handayani melaksanakan pelatihan dan pendampingan berfokus pada diversifikasi produk dan manajemen keuangan digital. Dengan metode partisipatif seperti Diskusi Kelompok Terfokus (FGD) dan Penelitian Tindakan Partisipatif (PAR), proyek ini bertujuan memberdayakan anggota komunitas dan meningkatkan keterampilan mereka. Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan dalam manajemen keuangan dan pemasaran, menyediakan dasar yang berharga untuk kesuksesan UMKM di Bali ke depan. Inisiatif ini juga menghasilkan modul pelatihan dan publikasi media yang menyoroti praktik terbaik dalam sektor ini, sekaligus mendorong keberlanjutan dan inovasi di antara para pelaku UMKM.
DETERMINASI HARGA SAHAM MELALUI ANALISIS TERHADAP FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL PERUSAHAAN I Wayan Wardita; Ida Bagus Swaputra; I Made Purba Astakoni; Ni Putu Nursiani
KRISNA: Kumpulan Riset Akuntansi Vol. 12 No. 2 (2021): KRISNA: Kumpulan Riset Akuntansi
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/kr.12.2.2021.328-341

Abstract

Penelitian ini memiliki beberapa tujuan yaitu; 1) untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh profitabilitas terhadap harga saham ; 2) untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh laba perlembar saham terhadap harga saham ; 3) untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh leverage terhadap harga saham ;4) untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh suku bunga terhadap harga saham;5) untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh inflasi terhadap harga saham; 6) untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh nilai tukar terhadap harga saham. Populasi dalam studi ini adalah perusahaan manufaktur sektor kosmetik dan keperluan rumah tangga yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2011-2018. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive dengan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Analisis data studi ini menggunakan pendekatan Partial Least Square (PLS). Hasil perhitungan ketepatan model dengan melihat koefisien determinasi menjelaskan hubungan struktural dari ketujuh variabel yang diteliti adalah sebesar 0,577 (atau 57,70%), atau dengan kata lain, informasi yang terkandung dalam data 57,70% dapat dijelaskan oleh model tersebut.Hasil pengujian menunjukkan bahwa hipotesis pertama; yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh signifikan positif antara profitabilitas terhadap harga saham dapat diterima. Hipotesis kedua; yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh signifikan positif antara laba per lembar saham terhadap harga saham dapat diterima. Hipotesis ketiga; yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh signifikan negative antara leverage terhadap harga saham tidak dapat diterima. Hipotesis keempat; yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh signifikan negative antara inflasi terhadap harga saham tidak dapat diterima. Hipotesis kelima; yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh signifikan negative antara tingkat suku bunga terhadap harga saham tidak dapat diterima. Hipotesis keenam; yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh signifikan negative antara nilai tukar/kurs terhadap harga saham tidak dapat diterima.
DAMPAK ANTESEDEN DIMENSI KUALITAS TERHADAP KEPUASAN PENGGUNA SISTEM E-FILING (STUDI EMPIRIS PADA WAJIB PAJAK UMKM DI KABUPATEN GIANYAR BALI) I Made Purba Astakoni; Ida bagus Swaputra; Kadek Ryan Putra Richadinata; Yenny Verawati; Ni Made Satya Utami
KRISNA: Kumpulan Riset Akuntansi Vol. 14 No. 1 (2022): KRISNA: Kumpulan Riset Akuntansi
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/kr.14.1.2022.123-139

Abstract

This study aims to empirically examine the effect of information quality, system quality and service quality on user satisfaction of e-filing systems. The research model offered tries to lift the first and second order models in testing the measurement of existing indicators. Samples were taken from the entire population of micro, small and medium enterprises (MSMEs) taxpayers spread over seven sub-districts in Gianyar Regency, as many as 128 MSMEs. The data analysis technique in this research uses SEM-PLS analysis to test the research hypothesis. In this study PLS is considered appropriate to test the model in developing the existing theory. The results of the overall model evaluation based on the value of R-Square (R2), Q-Square Predictive Relevance (Q2) and Goodness of Fit (GoF) that the model is declared good. The results of testing the first hypothesis indicate that the quality of information has a significant positive effect on user satisfaction of the e-filing system. The results of testing the second hypothesis indicate that the quality of the system has no effect on user satisfaction of the e-filing system. The results of testing the third hypothesis indicate that service quality has a significant positive effect on user satisfaction of the e-filing system.
Ukuran Perusahan Sebagai Variabel Kontrol Dalam Determinan Struktur Modal Manufaktur I Wayan Wardita; Ni Made Gunastri; I Made Purba Astakoni; Ida Bagus Swaputra
WACANA EKONOMI (Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Akuntansi) Vol. 20 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/we.20.2.2021.144-160

Abstract

This study raises several objectives, namely (1) analyzing the effect of profitability on capital structure, (2) analyzing the effect of asset structure on capital structure, (3) analyzing the effect of business risk on capital structure, (4) comparing the results of the overall analysis with both control and variable variables. without the firm size control variable. The population in this study were all manufacturing companies in the cosmetics and household goods sector listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2016-2020 period, namely seven companies. The samples in this study were taken according to predetermined criteria. Based on the provisions that have been set, a sample of five companies was selected. The data analysis technique in this study uses a regression approach where the processing uses the help of the Eviews Version 12 program, considering that the data analyzed is in the form of panel data. Based on the model test, both through the determination test and statistical F test, very good results were obtained. The first hypothesis which states that profitability has a significant negative effect on capital structure has not been accepted (rejected). The second hypothesis which states that business risk has a significant negative effect on capital structure has not been accepted (rejected). The third hypothesis which states that asset structure has a significant positive effect on capital structure is acceptable. The results of the comparison involving the control variable of firm size, it can be explained that the model is better without the control variable because the results are suppressing or weakening the adopted model.