Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Eksplorasi dan Identifikasi Bacillus sp. dari Tanah Rizosfer Bambu dan Tomat di Kelurahan Made, Sambikerep, Surabaya : Exploration and Identification of Bacillus sp. from Bamboo and Tomato Rhizosphere Soil in Made Village, Sambikerep, Surabaya Fatimah Lailatus Saadah; Noni Rahmadhini; Suharto
Agrocentrum Vol. 1 No. 1 (2023): Agrocentrum
Publisher : Agriculture Faculty - UPN "Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/agrocentrum.v1i1.7

Abstract

Bacillus sp. is one of the Biological Control Agents (BCA) that has effectiveness in inhibiting pathogenic bacterial and fungal pathogens. The purpose of this study was to determine the presence of Bacillus sp. on bamboo and tomato root soil. The research stage started from the exploration stage which was carried out on agricultural land in Made Village, Sambikerep District, Surabaya City. Soil sampling was taken compositely at 5 different points. From the isolation results, 6 bacterial colonies were found which were suspected to Bacillus sp. The six isolates were BS 1, BS 2, BS 3, BS 4, BS 5, and BS 6. Of the six colonies, only BS 3 colonies could not grow. The results of the isolation were then identified by colony morphology, physiological and biochemical characteristics. The results of the gram test showed that BS 2, BS 4, and BS 6 were gram-positive. The results of the soft rot test showed that BS 6 showed a positive reaction. So that it is suspected as Bacillus sp. are BS 2 and BS 4.
Efisiensi Beberapa Jenis Warna Lampu terhadap Keanekaragaman Serangga Nokturnal pada Pertanaman Jagung (Zea mays L.) Barna Deta Cristin Naftaly; Wiwin Windriyanti; Noni Rahmadhini
Agroteknika Vol 7 No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v7i1.237

Abstract

Keberadaan serangga khususnya serangga hama nokturnal pada tanaman jagung menjadi salah satu faktor penyebab penurunan hasil produksi jagung. Penggunaan light trap menjadi alternatif alat monitoring populasi hama pada tingkatan rendah. Warna cahaya lampu mampu menghasilkan panjang gelombang yang berbeda, yang mana berpengaruh terhadap daya tarik serangga. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efisiensi warna lampu terhadap keanekaragaman serangga nokturnal pada pertanaman jagung. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli hingga Agustus 2023 di Desa Bendo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat plot berukuran 10 m x 10 m dan jarak antar plot 10 m. Setiap plot diberi perlakuan satu jenis warna lampu, yaitu merah, kuning, biru, dan putih. Parameter yang diamati mencakup jenis, peran, dan populasi serangga nokturnal pada pertanaman jagung. Analisis data dilakukan menggunakan one-way ANOVA dan uji lanjut Tukey dengan taraf signifikansi 5%, disertai dengan perhitungan efisiensi warna lampu terhadap jumlah tangkapan serangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serangga nokturnal yang tertangkap oleh light trap terdiri dari 6 ordo; 13 famili; dan 18 genus. Total individu terbanyak ditemukan pada lampu biru (531 indvidu) dan terendah pada lampu merah (296 individu). Warna lampu berpengaruh secara signifikan terhadap rata-rata jumlah tangkapan serangga nokturnal, dengan lampu biru menunjukkan rata-rata jumlah tangkapan tertinggi (88,50) yang mana memiliki hasil yang berbeda nyata dengan lampu kuning (74,33) dan merah (49,33). Efisiensi tertinggi terdapat pada lampu biru dengan nilai mencapai 100% pada jumlah tangkapan jenis serangga dan total individu.
PENGARUH SAMPING INSEKTISIDA BERBAHAN AKTIF DIMEHIPO DAN FIPRONIL TERHADAP MORTALITAS DAN KEMUNCULAN IMAGO Trichogramma chilonis Muhammad Arif Wahyudin; Wiwin Windriyanti; Noni Rahmadhini; Safira Rizka Lestari
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i2.7691

Abstract

Pengendalian hayati menggunakan parasitoid seringkali disertai dengan aplikasi insektisida sintetis. Aplikasi pengendalian secara bersamaan tersebut masih mengalami kendala yaitu penggunaan insektisida yang tidak hanya membunuh hama target namun juga mempengaruhi keberadaan parasitoid yang memiliki peran penting dalam menekan perkembangan populasi hama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bahan aktif dimehipo dan fipronil tersebut terhadap mortalitas dan kemunculan T. chilonis. Metode pengujian menggunakan metode uji Fresh Residue Contact. Proses perbanyakan T. chilonis meliputi pembiakan inang C. cephalonica, persiapan pias dan pembiakan T. chilonis. Pengujian residual insektisida dengan bahan aktif dimehipo dan fipronil menggunakan konsentrasi anjuran lapang paling rendah yaitu masing-masing 0.75 ml/l. Parameter pengamatan pada penelitian ini meliputi mortalitas, kemunculan imago, dan morfologi serangga setelah aplikasi insektisida. Data mortalitas dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan dilakukan uji lanjut DMRT. Hasil penelitian menunjukan bahwa insektisida berbahan aktif dimehipo dan fipronil berpengaruh berbahaya terhadap mortalitas imago T. chilonis. Persentase kemunculan imago T. chilonis perlakuan insektisida dimehipo dan fipronil yaitu 21.56%, dan 34.89%. Aplikasi insektisida tersebut mengakibatkan imago T. chilonis mengalami abnormalitas pada bagian sayap yang mengerut, berkurangnya rumbai-rumbai pada tepi sayap dan tubuh serangga tampak mengkerut dan mengering. Hasil penelitian menunjukan insektisida berbahan aktif dimehipo dan fipronil berbahaya terhadap T. chilonis sehingga akan menurunkan efektivitas pengendalian hayati yang dilakukan.
Pengaruh Tanaman Refugia (Cosmos Sulphureus dan Zinnia sp.) terhadap Keanekaragaman Serangga Musuh Alami pada Pertanaman Padi Yulifada, Dede Angelina; Rahmadhini, Noni; Widajati, Wiludjeng
JURNAL AGROTROPIKA Vol 23, No 2 (2024): Jurnal Agrotropika Vol 23 No 2, Oktober 2024
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ja.v23i2.8508

Abstract

Upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan produktivitas padi adalah penerapan konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT) sehingga dapat menjaga kestabilan ekosistem pada pemeliharaan padi sawah secara ekologis dengan penanaman tanaman refugia. Bunga kenikir ( Cosmos sulphureus ) dan bunga kertas ( Zinnia sp.) termasuk jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai refugia. Karakteristik dari dua tanaman tersebut yaitu mudah tumbuh, memiliki warna dan aroma yang khas sehingga dapat menjadi mikrohabitat dari serangga musuh alami. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman dan menceritakan serangga musuh alami pada fase pertumbuhan padi dengan penerapan refugia di Dusun Gempal, Desa Lundo, Benjeng, Gresik. Metode yang digunakan adalah pengamatan langsung dan pemasangan beberapa perangkap seperti jaring penyapu (jaring), perangkap cahaya (perangkap lampu), perangkap jatuh (perangkap sumuran) dan perangkap kuning (perangkap kuning). Analisis data meliputi indeks penerbitan relatif, indeks keanekaragaman jenis, indeks kemertaan dan indeks dominansi kemudian data ditabulasi dengan Microsoft Excle. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai yang diceritakan relatif tertinggi yaitu famili Formicidae dan Conylostilus yang berperan sebagai predator, keanekaragaman jenis serangga musuh alami termasuk kategori sedang pada fase vegetatif 1,81 dan fase generatif 1,89. Nilai indeks kemerataan termasuk kategori sedang fase vegetatif 0,67 dan fase generatif 0,69. Nilai indeks dominansi termasuk kategori rendah, yaitu fase vegetatif 0,25 dan fase generatif 0,23.
NEMATODA YANG BERASOSIASI DENGAN TANAMAN PADI (Oryza Sativa L.) DI DESA SUMBERNGEPOH, LAWANG, KABUPATEN MALANG Amir, Faradila; Widajati, Wiludjeng; Rahmadhini, Noni; Imanadi, Latief
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 4 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, NOVEMBER 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i4.7642

Abstract

Tanaman padi (Oryza sativa L.) adalah salah satu tanaman pangan penting dan merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia. Salah satu mikroorganisme yang berasosiasi dengan tanaman padi dan memiliki peran ekologi yang beragam adalah nematoda. Nematoda dapat digolongkan menjadi nematoda parasit dan nematoda non-parasit. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kepadatan populasi, serta peran ekologis nematoda pada area pertanaman padi di Desa Sumberngepoh, Lawang, Kabupaten Malang. Sampel yang diamati adalah sampel tanah dan akar dari lahan padi Desa Sumberngepoh yang dibudidayakan secara organik, semiorganik, dan konvensional. Sampel yang diperoleh diekstraksi menggunakan metode Corong Baermann yang dimodifikasi. Hasil pengamatan pada sampel akar di semua lahan menunjukkan bahwa, nematoda parasit lebih dominan daripada nematoda non-parasit. Genus nematoda parasit yang ditemukan pada sampel akar padi organik dan semiorganik adalah Hirschmanniella sp., Meloidogyne sp., dan Radopholus sp., sementara pada sampel akar padi konvensional hanya ditemukan Hirschmanniella sp., dan Meloidogyne sp. Genus nematoda non-parasit yang ditemukan pada sampel akar padi organik adalah adalah Plectus sp., dan Dorylaimus sp., sementara pada sampel akar semiorganik dan konvensional ditemukan Rhabditis sp., dan Plectus sp. Nematoda pada sampel tanah lebih didominasi oleh nematoda non-parasit dengan genus Rhabditis sp., dan Diplogaster sp., ditemukan pada sampel tanah padi organik dan konvensional. Genus Rhabditis sp., Plectus sp., Diplogaster sp., dan Dorylaimus sp. ditemukan pada sampel tanah semiorganik, sementara nematoda parasit yang ditemukan pada ketiga lahan hanya Hirschmanniella sp., dan Meloidogyne sp. Nematoda Rhabditis sp. dan Plectus sp. adalah nematoda pemakan bakteri, Diplogaster sp. adalah nematoda predator, dan Dorylaimus sp., adalah nematoda omnivora.
Pengaruh Ekstrak Selasih dan Ketinggian Perangkap dalam Memonitoring Lalat Buah Jantan di Kebun Mangga Pasuruan Prasetyo, Dandy; Rahmadhini, Noni; Nirwanto, Hery
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 20 No. 2 (2024): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v20i2.3884

Abstract

Potensi dan peluang pasar komoditas hortikultura khususnya buah-buahan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan masyarakat terhadap buah-buahan yang bermutu tinggi. Nilai mutu buah dapat dilihat dari dua hal yaitu kualitas dan kuantitas. Kendala dalam meningkatkan nilai mutu buah adalah serangan hama contohnya lalat buah. Salah satu tanaman inang yang diserang oleh lalat buah adalah tanaman mangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis lalat buah dan pengaruh ekstrak selasih sebagai atraktan terhadap dinamika populasi lalat buah di Kebun Mangga Pasuruan. Penelitian ini dilakukan di Kebun Mangga Pasuruan pada bulan Juni-Juli 2023 dengan memasang perangkap menggunakan atraktan ekstrak selasih dengan dosis 2,5 ml dan 5 ml serta petrogenol 0,125 ml dan penempatan perangkap pada ketinggian 1 m, 1,5 m, 2 m, kemudian mengambil beberapa lalat buah untuk dilakukan identifikasi dengan mencari kecocokan ciri morfologi lalat buah meliputi garis pada abdomen dan pola pita venasi sayap yang mengacu pada kunci dikotonomi manual. Hasil penelitian menunjukkan berhasil menekan populasi lalat buah dan terdapat dua spesies lalat buah yang menyerang mangga di Kebun Mangga Pasuruan yaitu Bactrocera dorsalis dan spesies hibrida dan ekstrak selasih berpengaruh untuk mendatangkan lalat buah namun tidak efektif. Hasil tangkapan lalat buah terbanyak penempatan perangkap pada ketinggian 1-1,5 m.
Population and Level of Noctuidae Pest Attack on Sweet Corn (Zea Mays Saccharata Sturt.) Agustin, Eva Tri; Rahmadhini, Noni; Kusuma, Ramadhani Mahendra
BIOEDUSCIENCE Vol 8 No 3 (2024): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jbes/15349

Abstract

Background: Sweet corn (Zea mays saccharata Sturt) is a food plant from the family grass, and cultivating sweet corn is more profitable because it has high economic value on the market. The growth phase of sweet corn plants often experiences a decrease in production yields, even crop failure due to pest attacks. This research aims to determine the pest population and the level of Noctudiae pest attacks that attack sweet corn plants. The study was conducted on moorland in Pilanggot Hamlet, Wonokromo Village, Tikung District, Lamongan Regency, East Java, from May to July 2023. This research used a selected random sampling survey method, namely observations on five plots, and each plot contained 48 observed plants. Observations began when the sweet corn plants were 14 HST and carried out once a week, 10 observations with 7-day intervals, namely in the vegetative phase (14, 21, 28, 35, 42) and generative phase (49, 56, 63, 70 and 77 HST). ). The research results show that the highest population of Noctuidae pests is the armyworm (Spodoptera frugiperda), with as many as 63 individuals with a relative abundance of 54%. The Noctuidae pests found were the armyworm (Spodoptera frugiperda), moth (Spodoptera litura), and cob borer (Helicoverpa armigera). The highest attack percentage is 25%, but it is still mild.
Photoperiod effects on the growth stages of fall armyworm Spodoptera frugiperda (Lepidoptera: Noctuidae) under laboratory conditions Putri, Redwika Clarissa; Megasari, Dita; Rahmadhini, Noni
Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 21 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/jip.v21i3.20216

Abstract

Spodoptera frugiperda, commonly known as the fall armyworm, is a pest that attacks maize plants in Indonesia. Light is one of the crucial factors in the development of S. frugiperda. This study aims to observe and analyze the effects of different light exposure (photoperiod) on the duration of larval instars, pupal stage, and imago, as well as the body length and weight of S. frugiperda. The expected benefit of this research is to provide insights into how light influences the developmental stages of S. frugiperda under laboratory conditions. The test insects, S. frugiperda, were obtained from Agricultural Standardization Testing Center - Sweetener and Fiber Crops (BSIP-TAS) and were reared from the first instar larval stage, with a total of 56 individuals fed with young maize cobs. S. frugiperda undergoes complete metamorphosis, passing through egg, larval, pupal, and imago stages. The treatment with no light and 24 hours of darkness (0L:24D) resulted in the shortest duration for the larval, pupal, and imago stages, averaging 27.42 days, compared to other treatments. On the other hand, the 24L:0D treatment significantly affected body length and weight, showing distinct differences from other treatments (L: light; D: dark). The effect of light, using 238.89 lux illumination, was found to influence the development of S. frugiperda at each developmental stage.
Effects of Cricket and Fruit Fly Flour in Growth Media on Beauveria bassiana (Bals.) Vuill Pathogenicity Against Zeugodacus cucurbitae (Coquillet) Prepupae Rahmadhini, Noni; Marlina, U'ud Uda; Suputa, Suputa; Mahendra Kusuma, Ramadhani
PLANTA TROPIKA Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Agrotechnology, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/pt.v13i1.21463

Abstract

Zeugodacus cucurbitae (Diptera: Tephritidae) is a major insect pest of horticultural crops, causing significant yield losses.The efficacy of Beauveria bassiana, a potential biocontrol agent, can be influenced by growth media composition. This study examined the effects of cricket and fruit fly flour on B. bassiana growth and pathogenicity against Z. cucurbitae. The methods added B. bassiana growth media with different concentrations (0%, 0.5%, 1%, and 1.5%) of cricket and fruit fly flour and assessing its pathogenicity against Z. cucurbitae at a spore density of 10⁶ and 10⁸ spores/mL. The results showed that 1% cricket flour combined with a spore density ofspores/mL resulted in the highest mortality rate (29.33%) and the fastest infection (2 days). The lowest average mortalities were found in treatments without flour addition which were 21.3%, 19.3%, and 19%, respectively. The longest time to cause infection was observed in 7 days. Infection symptoms are marked by the emergence of white fungal mycelia covering the cuticle, while infected adults exhibit deformed, wrinkled, and smaller wings. These findings highlight the potential of growth media optimization to enhance B. bassiana virulence, contributing to the development of more effective and sustainable biocontrol strategies against Z. cucurbitae.
EKSPLORASI NEMATODA SISTA KENTANG (Globodera rostochiensis) PADA LAHAN TANAMAN KENTANG DI DESA SUMBER BRANTAS JAWA TIMUR Noni Rahmadhini; Okta Gegana Purwadi; Wiludjeng Widayati
Agrisintech (Journal of Agribusiness and Agrotechnology) Vol 4 No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/agrisintech.v4i1.514

Abstract

Kentang merupakan salah satu komoditas penting dan mendapat prioritas untuk dikembangkan di Indonesia karena potensi ekspor yang tinggi ke negara lain. Salah satu hambatan dalam peningkatan produksi tanaman kentang yaitu adanya serangan nematoda sista kentang (NSK). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan NSK pada lahan kentang di Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumi Aji, Kota Batu, Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini dilakukan dengan cara survei yaitu pengambilan sampel tanah di 2 lahan pertanaman kentang  dan mengidentifikasi nematoda yang terdapat di dalamnya. Proses identifikasi dilakukan di Laboratorium Balai Besar Karantina Pertanian, Surabaya. Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga Mei 2022. Identifikasi dilakukan melalui pendekatan morfologi pada karakter pola  perineal/sidik pantat nematoda betina. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada lokasi penelitian telah ditemukan sebanyak 1528 sista yang berasal dari spesies Globodera rostochiensis. Potato is one of the important commodities and has priority to be developed in Indonesia because of its high export potential to other countries. One of the obstacles in increasing the production of potato plants is the potato cyst nematode (NSK) attack. This study aims to determine the presence of NSK on potato fields in Sumber Brantas Village, Bumi Aji District, Batu City, East Java Province. This research was conducted by means of a survey, namely taking soil samples in 2 potato plantations and identifying the nematodes present in them. The assistance process was carried out at the Laboratory of the Agricultural Quarantine Center, Surabaya. The study was conducted from April to May 2022. Identification was carried out through a morphological approach to the perineal pattern/butt print of female nematodes. The results showed that 1528 cysts from the Globodera rostochiensis species were found at the study site