Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengabdian Masyarakat Berbasis Edukasi Prinsip 3R di SDN 13 Desa Simbur Naik Kabupaten Tanjung Jabung Timur Alan Syahrier, Fajar; Fatriani, Riri Maria; Beriansyah, Alva; Rohayati, Wahyu; Hapsa; Bela, Dinda Rosanti Salsa; Suminah; Jusmail
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v6i1.1861

Abstract

Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan tujuan memberikan pengetahuan, praktik baik dan berdampak pada perubahan perilaku masyarakat. Kurangnya kesadaran dan perilaku ramah lingkungan sejak usia dini berpotensi memperburuk kondisi lingkungan dimasa mendatang. Salah satu pendekatan strategis dalam membentuk karakter peduli lingkungan Adalah melalui edukasi berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di lingkungan Sekolah Dasar Negeri 13 Desa Simbur Naik. Rendahnya integrasi edukasi lingkungan dalam kegiatan pembelajaran, mindset tentang lingkungan bersih, serta terbatasnya sarana dan prasarana yang mendukung pengelolaan sampah yang sistematis di sekolah menjadi faktor penting dalam membentuk ketidakpedulian siswa terhadap lingkungannya. Adapun metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam tiga tahapan. Tahap pertama, sosialisasi dan edukasi kepada siswa, guru, dan warga sekolah mengenai pentingnya penguatan karakter peduli lingkungan melalui pengelolaan sampah berbasis 3R. Tahap kedua, mengadopsi praktik baik dengan memilah sampah organik dan non organik. Tahap ketiga pendampingan keterampilan dalam mengolah limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna maupun nilai estetika. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk ekosistem sekolah yang mendukung terinternalisasinya nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan dalam perilaku sehari-hari seluruh warga sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa yang mampu mengidentifikasi jenis sampah dengan benar, serta meningkatnya keterlibatan siswa dalam praktik pemilahan sampah. Selain itu, sekolah mulai menerapkan penggunaan tempat sampah terpilah dan mendukung kegiatan kreatif berbahan limbah. Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk ekosistem sekolah yang lebih peduli lingkungan serta menjadi model bagi sekolah lain di wilayah tersebut.
Analisis Mutu Pelayanan Publik dalam Penyaluran Bantuan Sosial oleh Dinas Sosial Kabupaten Kerinci Utari Tri Wahyuni; Hapsa Hapsa; Fajar Alan Syahrier
Desentralisasi : Jurnal Hukum, Kebijakan Publik, dan Pemerintahan Vol. 3 No. 1 (2026): Februari : Desentralisasi : Jurnal Hukum, Kebijakan Publik, dan Pemerintahan
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/desentralisasi.v3i1.1494

Abstract

Public service quality plays a crucial role in ensuring that social assistance is delivered effectively to vulnerable communities. This study aims to analyze the quality of public services in the distribution of social assistance by the Social Service Office of Kerinci Regency and to identify improvement efforts undertaken by the institution. This research employed a descriptive qualitative approach using observation, interviews, and documentation techniques. Informants consisted of Social Service officials, social facilitators, and beneficiary communities. Service quality analysis was conducted using the SERVQUAL dimensions: tangible, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. The findings indicate that the social assistance distribution service in Kerinci Regency is generally adequate, particularly in the assurance and empathy dimensions. Beneficiaries feel that services are delivered fairly, transparently, and without discrimination. However, obstacles remain in the tangible, reliability, and responsiveness aspects, including limited service facilities, inaccurate beneficiary data due to incomplete DTKS updates, and delays in assistance distribution in remote areas caused by geographical constraints. To address these challenges, the Social Service Office has implemented periodic data validation, strengthened coordination with village administrations, and optimized digital-based social service information systems. This study provides empirical evidence that can serve as an evaluation reference for local governments in improving transparent, effective, and equitable social assistance services.