Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pemodelan Matematis Reaksi Oksidasi Katalitik Fero Sulfat Menjadi Feri Sulfat Takdir Syarif; Andiyan Yuwono
Jurnal Rekayasa Proses Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.555

Abstract

Larutan fero sulfat (FeSO4) dibuat dengan melarutkan besi ke dalam asam sulfat. Fero sulfat dioksidasi memakai katalisator mangaan dioksid untuk membentuk feri sulfat. Reaksi merupakan reaksi heterogen tiga fasa sehingga kinetika reaksinya cukup komplek. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model matematis pada kinetika reaksi tiga fase. Reaksi djalankan pada kondisi isotermal dan isobarik pada rekator yang berupa labu leher tiga. Percobaan dilakukan pada suhu 323K sampai 353K dan konsentrasi katalisator 1,7 g/L. Hasil penelitian menunjukan bahwa kinetika reaksi dapat didekati dengan model quasi steady state dan rekasi kimia pada permukaan katalisator merupakan langkah yang menentukan kinetika reaksi. Kata kunci: pemodelan matematis, kinetika, langkah penentu Iron was dissolved in a sulfuric acid to form a concentrated ferrous sulphate (FeSO4) solution. This research was conducted to form ferric sulfate by catalytic oxidation of ferrous sulfate using manganese dioxide as catalyst. The system was a three-phase heterogeneous reaction with a quite complex kinetics The present study aimed at developing a mathematical modeling of three-phase reaction kinetics that involved gas, liquid and solid. Oxidation was undertaken in an isothermal isobaric condition in a three-neck flask reactor. The experiment was conducted in a temperature range of 323 to 353 K with a catalyst concentration of 1.7 g/L. The results indicated that the reaction kinetics could be approached with a quasi steady state model and the chemical reaction on the catalyst surface was the determining step. Key words: mathematical modeling, kinetics, determining step
Kinetics of Ferrous Sulfate Catalytic Oxidation from Dissolved Iron Waste in Sulfuric Acid Hary Sulistyo; Suprihastuti Sri Rahayu; Wahyudi Budi Sediawan; Sarto Sarto; Takdir Syarif
ASEAN Journal of Chemical Engineering Vol 9, No 2 (2009)
Publisher : Department of Chemical Engineering, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.954 KB) | DOI: 10.22146/ajche.50105

Abstract

Iron waste was dissolved in a sulfuric acid to form a concentrated FeSO4- H2SO4 solution This research was conducted by catalytic oxidation of ferrous sulfate using manganese dioxide as catalyst to form a ferric sulfate. Catalytic oxidation reaction using a catalyst of manganese dioxide is a three phase heterogeneous reaction. This reaction kinetics is quite complex. This study aims to develop a mathematical modeling of reaction kinetics for three phases, gas, liquid and solid. Oxidation was undertaken on the condition of isothermal and isobaric in the threeneck flask as reactor. Experiment was run in the temperature range of 313 K to 363 K and catalyst concentration of 4.16 10 -3 gL-1 to 25 10 -3 gL-1.Results indicated that the oxidation rate increased with the increase of temperature and catalyst concentration. Reaction kinetics can be approached with quasi steady state model and chemical reactions on the surface of the catalyst are a step controls the reaction kinetics. The relation between reaction rate constant and temperature in the following Arrhenius form:kR = 2182exp (-17613/RT),L g.eq-1min-1 Manganese dioxide as catalyst can increase a reaction rate and reduce the activated energy which can be expressed in the following equation E = 20129.025exp(-0.0472mk),Jmol-1 Activated energy was found from 14414 Jmol-1to 19747 Jmol-1 and maximum ferrous sulfate conversion was of 97.20%. Those values were similar result with the literature available.
Pengaruh Aliran Nitrogen Kontinyu ke Dalam Reaktor Pirolisis Limbah Biomassa Serbuk Gergaji Batang Kelapa (Cocos Nucifera) Terhadap Nilai Kalor. Hamid, Syarwan; Aladin, Andi; Modding, Basri; Syarif, Takdir; Wiyani, Lastri; Arman, Muh
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 8 No. 1 (2023): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v8i1.754

Abstract

Potensi jumlah biomassa serbuk gergaji batang kelapa di Indonesia sangat besar, selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal dan cendrung terbuang sebagai limbah. Serbuk gergaji batang kelapa dengan komposisi utama karbon mengandung kalor setara batubara muda yaitu sekitar 4400 kkal/kg. Walaupun nilai kalornya masih rendah namun potensi dijadikan sumber bahan bakar padat atau sumber energi alternatif. Nilai kalor serbuk gergaji batang kelapa tersebut dapat ditingkatkan melalui proses pirolisis. Dilakukan penelitian pengaruh gas inert nitrogen yang dialirkan secara kontinyu ke dalam reaktor pirolisis limbah biomassa serbuk gergaji batang kelapa (cocos nucifera) terhadap nilai kalor charcoal yang dihasilkan. Tujuan penelitian ingin menentukan efek dan lajur alir optimum gas inert nitrogen yang memberikan nilai kalor produk charcoal yang maksimum. Dari penelitian ini disimpukan bahwa pengaliran secara kontinyu gas inert nitrogen ke dalam reaktor pirolisis berpengaruh terhadap peningkatan nilai kalor produk charcoal mencapai 4% dibanding tanpa menggunakan gas inert tersebut. Laju alir gas nitrogen optimum adalah 2 L/menit memberikan nilai kalor yang sudah efektif maksimum sebesar 7200 kkal/kg.
Penentuan Rasio Optimum Bioadsorben Halal Dari Produk Pirolisis Serbuk Gergaji Batang Kelapa Dalam Penjernihan Virgin Coconut Oil (VCO) Syarif, Takdir; Aladin, Andi; Arman, Muh; Mohamad Yurid Sangadji; Rifaldi Mirasati
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 9 No. 1 (2024): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jcpe.v9i1.774

Abstract

Berbagai media dapat digunakan untuk menyaring crude Virgin Coconut Oil (VCO), namun mengingat minyak kelapa murni VCO ini adalahan bahan konsumsi pangan dan obat bagi manusia maka sangat penting memperhatikan faktor kehalalan dari media penyaring tersebut. Dalam penelitian ini dicoba memanfaatkan bahan baku limbah serbuk gergaji batang kelapa menjadi bioadsorben halal melalui proses pirolisis. Bioadsorben tersebut diterapkan untuk menyaring crude VCO. Dalam artikel ini disajikan hasil pengamatan pengaruh variabel rasio berat (g) bioadsorben terhadap volume VCO (mL) yaitu yaitu, 0, 1, 2, 3, 4, 6, 10 (g/mL), kemudian ditentukan rasio optimum yang memberikan tingkat kejernihan maksimum. Pada variabel konstan yaitu ukuran partikel bioadsorben 50/100 mesh dan waktu penyaringan 2 menit, diperoleh rasio optimum 2 % gr/mL yang memberikan tingkat kejernihan (turbidity) VCO sebesar 1,15 NTU, dengan karakteristik VCO hasil saringan yaitu kandungan asam laurat (C12:O) 56,09 %, total suspend (TS) 4,365 %, berat jenis (Bj) 0,97335 (g/mL) dan kandungan mikroba yaitu total plate count (TPC) <10 (Cfu/mL). Berdasarkan karakteristik ini VCO hasil saringan dengan bioadsorben halal tersebut telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) maupun Internasional, Asian and Pacific. Coconut Community (APPC). Dibandingkan dengan VCO yang beredar di pasaran yang menggunakan media penyaring dari kertas dan kain,  turbidity VCO hasil penelitian ini relatif lebih baik, dan dijamin halal dari bahan media penyaringan (bioadsorben).
Penurunan Konsentrasi Dodecyl Benzene Sulfonate (DBS) Dari Limbah Deterjen Menggunakan Arang Ampas Kelapa Nur Aisyah, Fauziah; Darajat, Zakiyah; Sabara, Zakir; Syarif, Takdir
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 1 No. 1 (2016): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v1i1.783

Abstract

Dewasa ini pencemaran air mengalami peningkatan secara tajam seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Pencemaran air ini disebabkan berbagai hal, salah satunya akibat limbah deterjen. Deterjen yang banyak digunakan di Indonesia adalah jenis Dodecyl Benzene Sulfonate (DBS) yang sangat sulit terdegradasi secara biologis. Belakangan telah diketahui ampas kelapa memiliki kandungan polisakarida yaitu selulosa. Ampas kelapa memiliki struktur berpori dan kandungan kimia selulosa 16 %, mannan 26 %, dan galaktomanan 61 %. Selulosa dan galaktomanan merupakan polisakarida yang mengandung gugus –OH sehingga dapat digunakan sebagai adsorben. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tinggi dan ukuran adsorben terbaik pada kolom dalam menurunkan kandungan senyawa DBS yang terdapat dalam limbah deterjen. Penelitian dilakukan dengan memasukkan adsorben setinggi 10 cm ke dalam kolom kemudian dimasukkan limbah deterjen hingga adsorben terendam oleh cairan. Diambil beberapa sampel larutan deterjen tiap selang waktu 20 menit lalu dianalisa menggunakan spektrofotometer Uv-Vis untuk mengetahui konsentrasi DBS yang ada di dalam larutan. Prosedur ini dilakukan untuk variasi tinggi 20 cm, 30 cm, dan 40 cm, variasi ukuran -6/+10 mesh, -10/+20 mesh dan -20/+50 mesh. Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa pengolahan limbah deterjen menggunakan arang ampas kelapa dengan tinggi bed 40 cm terjadi penurunan konsentrasi cukup besar yaitu 27,6447 ppm; tinggi bed 30 cm=15,0789 ppm dan tinggi bed 20 cm = 12,8657 ppm, sehingga tinggi bed adsorben terbaik yaitu 40 cm. Untuk penurunan konsentrasi DBS dengan ukuran adsorben -6/+10 mesh = 21,4895 ppm; -10/+20 mesh= 24,2289 ppm dan -20/+50 mesh= 25,7 ppm, sehingga arang ampas kelapa yang terbaik yaitu ukuran -20/50 mesh.
Pemanfaatan Limbah Batang Kedelai Sebagai Adsorben Dalam Penurunan Kesadahan Air Fakih Has, Nur; Asryanti, Asryanti; Syarif, Takdir; Wiyani, Lastri
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 1 No. 1 (2016): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v1i1.784

Abstract

Air merupakan kebutuhan yang sangat utama bagi kehidupan manusia, kualitas air sumur sebagai air baku semakin menurun dari tahun ke tahun. Salah satu contoh kualitas air yang kurang baik yaitu adanya ion Na+ dan ion Cl- dengan konsentrasi cukup tinggi berkisar 19,85-21,25 mg/l. Untuk itulah perlu adanya pengolahan lanjut untuk menurunkan kadar ion-ion dalam air tersebut. Salah satu alternatif yang dapat dipakai adalah dengan menggunakan resin  penukar  ion  (Ion  Exchanger  Resin)  yang  berfungsi  sebagai  adsorben.  Pengaruh kecepatan pengadukan dan limbah batang kedelai pada proses   adsorbsi   dapat digunakan untuk menentukan koefisien transfer massa adsorbsi. Tanaman kedelai memiliki gugus amina yang dapat dimanfaatkan sebagai penukar ion, maka dilakukan penelitian “Pemanfaatan Limbah Batang Kedelai Sebagai Adsorben Dalam Penurunan Kesadahan Air”. Penelitian ini dilakukan dengan membuat variasi rasio antara kecepatan pengadukan (rpm) dan limbah batang kedelai dengan perbandingan 200:20; 200:30; 200:40; 300:20; 300:30; dan 300:40, kemudian dilakukan proses pengadukan. Dipelajari variabel yang berpengaruh pada proses adsorbsi, yaitu massa batang kedelai,kecepatan pengadukan,dan konsentrasi. Uji akhir yang dianalisis adalah kesadahan total untuk menentukan kadar CA  yang terkandung dalam air sadah. Semakin banyak massa batang kedelai dan semakin tinggi kecepatan pengadukan maka koefisien tranfer massa yang diperoleh semakin besar yakni pada massa batang kedelai 40 gr dengan N = 300 rpm, nilai α = 2,53055x10-11  dan nilai β = 3,669
Blending Batubara Dengan Limbah Biomassa Tongkol Jagung Untuk Mengurangi Ketergantungan Sumber Energi Tidak Terbarukan Putri, Syukrika; Syarif, Takdir; Aladin, Andi
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 7 No. 2 (2022): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v7i2.795

Abstract

Cadangan batubara sebagai sumber energi tidak terbarukan semakin menipis. Untuk mengurangi laju pemakaian bahan bakar batubara maka dilakukan penelitian blending batubara dengan sumber energi terbarukan berupa biomassa seperti tongkol jagung. Dalam penelitian ini diamati pengaruh rasio tongkol jagung terhadap batubara untuk mendapatkan kualitas campuran bahan bakar terbaik yang memenuhi syarat untuk diaplikasikan pada industri dan pembangkit listrik. Parameter kualitas campuran batubara dan tongkol jagung yang diamati adalah nilai kalor dan kadar sulfur. Bahan bakar batubara yang digunakan dalam penelitian ini memiliki nilai kalor 8403 cal/gram dan kadar sulfur 0.71%. Sedangkan tongkol jagung memiliki nilai kalor 3409.64 cal/gram dan kadar sulfur 0.14%. Dari penelitian ini diperoleh pencampuran terbaik dengan rasio tongkol jagung terhadap batubara sebesar 75% yang memberikan nilai kalor 4741.54 cal/gram dan kadar sulfur 0.26%. Kualitas pencampuran batubara dan tongkol jagung ini memenuhi syarat untuk diaplikasikan pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Pemanfaatan hasil pencampuran bahan bakar ini dapat mengurangi laju pemakaian batubara sebanyak 75%.
Karakterisasi Dan Modifikasi Karbon Aktif Dari Mahkota Nanas Sebagai Bioadsorben Munira, Munira; Arman, Muh; Syarif, Takdir; Gusnawati, Gusnawati; Darnengsih, Darnengsih
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 7 No. 2 (2022): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v7i2.796

Abstract

Salah satu limbah dapat dimanfaatkan sebagai bioadsorben yaitu limbah mahkota nanas karena mengandung selulosa 71%. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh jenis aktivator pada karbon limbah mahkota nanas terhadap karakteristik bioadsorben meliputi luas area dan gugus fungsional/active site. Arang aktif dari limbah mahkota nanas dengan metode pirolisis pada suhu 400oC selama 2 jam, setelah itu arang yang terbentuk dilakukan penyaringan dan screening ukuran 120 mesh. Tahap selanjutnya yaitu modifikasi, arang dari hasil pirolisis di rendam dalam larutan H3PO4, Sodium Dedocylbenzene Sulfonate (DBS), NaOH dengan dengan variasi konsentrasi (2,3,4,5,6%) selama 2,5 jam dengan suhu 25oC dengan rasio 25 g : 100 ml. Hasil penelitian diperoleh bahwa limbah mahkota nanas dapat digunakan sebagai adsorben melalui proses pengarangan dan aktivasi menggunakan NaOH 2% dan surfaktan DSB 4%, arang aktif dari limbah mahkota nanas teraktivasi NaOH 2% memiliki nilai daya serap iodin yaitu 1015,20 mg/g dan luas area adsorben sebesar 338,92 m2/g Karakterisasi gugus fungsi adsorben terdapat gugus C=C aromatik, C-H alifatik dan -OH yang menjadi gugus aktif sebagai adsorben. Efektivitas adsorpsi dari arang limbah mahkota nanas diperoleh sebesar 91,87% pada arang teraktivasi NaOH 25 dan 90,03% pada arang teraktivasi surfaktan DBS.
Pengaruh Waktu Perendaman Terhadap Daya Awet Ikan Katombong Dalam Larutan Asap Cair Tongkol Jagung Grade 1 Hasil Pirolisis Aladin, Andi; Syarif, Takdir; Darnengsih, Darnengsih; Badaruddin, Sabrianah; Ridwan, Nurafni
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 6 No. 2 (2021): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v6i2.819

Abstract

Ikan katombong merupakan jenis ikan yang banyak dikonsumsi masyarakat, namun sering harganya jatuh sehingga sering merugikan nelayan karena daya simpannya yang sangat terbatas. Perlu diusahakan metode pengawetan ikan yang aman, murah dan mudah dilakukan. Limbah tongkol jagung dengan kandungan kimia utama lignin dan selulosa memungkinkan diolah secara pirolisis menghasilkan asap cair yang mengandung senyawa asam, fenol, dan karbonil yang bersifat antibakteri sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pengawet ikan. Pada penelitian ini dilakukan aplikasi asap cair grade 1 hasil pirolisis simulthan limbah biomassa tongkol jagung sebagai bahan pengawet ikan katombong. Dipelajari pengaruh waktu perendaman ikan di dalam larutan asap cair terhadap daya awet ikan yang dihasilkan. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa: (1) Asap cair grade 1 dari bahan tongkol jagung terbebas dari zat benzopiren yang bersifat karsinogenik, (2) waktu optimum perendaman optimum ikan di dalam larutan 10% asap cair yaitu 15 menit dengan lama penyimpanan 3 hari. (3) Berdasarkan kondisi optimum tersebut memberikan kualitas ikan layak dikonsumsi, dengan aroma agak amis menuju amis (skala 2,5), tekstur agak lembek menuju lembek (skala 2,5) dan angka lempeng total bakteri sebesar 9,1 x 104 memenuhi Standar Nasioanl Indonesia (SNI).
Optimalisasi Penggunaan Zeolit Dalam Proses Penyerapan Sulfur Pada Limbah Sabun Sya’ban, Andrik Rosela; Takdir Syarif; Sabara, Zakir; Mustafiah, Mustafiah
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 6 No. 2 (2021): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v6i2.820

Abstract

Limbah sabun detergen mengandung bahan berbahaya sulfur yang bisa mengganggu keseimbangan biota laut. Limbah detergen dapat mengubah warna air menjadi kecoklatan dan mengeluarkan bau busuk. Oleh karena itu perlu dilakuakan suatu upaya untuk mengurangi jumlah polutan pada limbah detergen tersebut sebelum di alirkan ke masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan bahwa penggunaan zeolite dapat mengurangi komponen sulfur yang ada di dalam air sabun, dan mengetahui perbandingan waktu pengadukan dan berat optimum zeolite untuk mencapai proses penyerapan yang maksimal. Penelitian ini dilakukan di di laboratorium riset jurusan Teknik kimia FTI UMI Indonesia dan pengujian dilakukan pada SMAK Makassar. Penelitian ini dilakukan menggunakan sampel limbah laundry, bahan bahan seperti zeolite, karbon aktif dan Analisa dengan menggunakan alat spektrofotometer . Proses penelitian dilakukan dengan mengambil 250 ml sampel limbah kemudian ditambahkan dengan zeoilt sesuai dengan variable yang digunakan dan dilakukan proses adsorbansi. Setelah itu di Analisa menggunakan alat spektrofotometer. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa penggunaan zeoilit dapat mengurangi komponen sulfur yang ada di dalam air sabun limbah laundry dan penyerapan optimal terjadi pada penambahan 40 gr zeolite dengan waktu pengadukan 210 menit.