Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Penyelesaian Numeris Berbasis Pemrograman Aladin, Andi; Syarif, Takdir
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 4 No. 1 (2019): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v4i1.837

Abstract

Pada perinsipnya problem-problem matematika dalam teknik sedapat mungkin diselesaikan secara analitis, sebab sifatnya exact memberi hasil hitungan dengan ketelitian mencapai 100%. Namun penyelesaian analitis memiliki kelemahan, yaitu terbatas pada problem-problem sederhana, sementara dalam bidang teknik termasuk teknik kimia, lebih sering dihadapkan pada problem yang lebih kompleks. Pada kondisi seperti ini maka penyelesaian numeris menjadi alternatif. Dalam penyelesaian numeris ada yang sifatnya adalah coba-coba (trial and error) yang menimbulkan persoalan baru sebab membutuhkan sederetan hitungan yang panjang dan berulang-ulang, sehingga cukup melelahkan jika dihitung secara manual. Persoalan ini dapat diatasi dengan bantuan pemrograman komputer. Dalam makalah ini disajikan dua buah contoh kasus, yang pertama evaluasi kinetika reaksi kompleks polimerisasi urea formaldehid dengan program bahasa QBASIQ dan yang kedua adalah penentuan tetapan kesetimbangan untuk meramalkan komposisi gas hasil pada proses gasifikasi arang batubara dengan menggunakan program MATLAB.
Pengaruh Penambahan Gas Nitrogen Terhadap Kualitas Charcoal Yang Diproduksi Secara Pirolisis Dari Limbah Biomassa Serbuk Gergaji Kayu Ulin (Euxideroxylon Zwageri) Safrudin Hasan; Andi Aladin; Takdir Syarif; Muh Arman
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 5 No. 1 (2020): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v5i1.863

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan gas nitrogen ke dalam reaktor pirolisis secara batch terhadap kualitas charcoal dari bahan baku limbah biomassa serbuk gergaji kayu ulin dan untuk mengetahui pengaruh penambahan gas nitrogen ke dalam reaktor pirolisis secara kontinyu terhadap kualitas charcoal dari bahan baku limbah biomassa serbuk gergaji kayu ulin. Metode Penelitian dengan cara preparasi sampel limbah biomassa serbuk gergaji kayu ulin dengan berat 1000 gram, kemudian dilanjutkan dengan tahapan proses pirolisis yaitu tanpa dialirkan gas nitrogen, ditambahkan gas nitrogen secara batch kedalam reaktor dengan rasio perbandingan volume reaktor yaitu sebanyak 10, 20 dan 30 liter serta dialirkan gas nitrogen secara kontinyu 0,5 liter/menit dan 1 liter/menit dengan waktu pirolisis 120 menit dan temperatur pirolisis yaitu 400oC, hasil pirolisis diperoleh tiga produk yaitu arang, asap cair dan sedikit tar, arang hasil pirolisis didiamkan untuk proses pendinginan selama 1 jam kemudian ditimbang dan selanjutnya arang disiapkan untuk dianalisa komposisi kimia, analisa nilai kalor, dan kadar karbon terikat dengan metode analisa proximate. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa karakteristik charcoal yang memilki nilai fixed carbon tertinggi yaitu pada penambahan gas nitrogen secara kontinyu kedalam reaktor 1 liter/menit dengan presentase fixed carcbon 66,16%, dan menghasilkan nilai kalor 6986 cal/gr dan yang memilki presentase fixed carbon terendah yaitu tanpa penmabahan gas nitrogen kedalam reaktor dengan presentase fixed carcon 58,03% dan nilai kalor 6628 cal/gr. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kondisi pirolisis yang terbaik yaitu pada penambahan gas nitrogen kedalam reaktor secara kontinyu 1 liter/menit menghasilkan presentase fixed carbon dan nilai kalor tertinggi.
Organoleptic Observations of the Preservation of Mackerel Fish using Liquid Smoke from Coconut Shells Pyrolysis Aladin, Andi; Yani, Setyawati; Syarif, Takdir; Modding, Basri; Wiyani, Lastri
World Chemical Engineering Journal VOLUME 6 NO. 1 JUNE 2022
Publisher : Chemical Engineering Department, Engineering Faculty, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/wcej.v6i1.15914

Abstract

 Liquid smoke is a by-product of a pyrolysis process of coconut shells to produce coconut shell charcoal. The liquid can be used as an alternative fish preservative. Traditionally, the fish preservation is conducted by direct smoking of the fish on a coal or biomass burning. However, due to the presence of benzopyrene compounds in the direct smoking process, the smoked fish produced may pose a health risk as benzopyrine is carcinogenic. In this research, a free benzopyrene liquid smoke obtained from the pyrolysis of coconut shells which is called grade 1 liquid smoke  is used for mackerel fish preservative. The aim of this research is to evaluate the effect of soaking time to the quality of preserved mackarel fish using organoleptic approaches. Five (5) pair of fresh mackerel fishes were cleaned and placed in a  soaking container. There was also one (1) pair of mackerel used as a control. Approximately  3L of 3% (wt.) solution of liquid smoke from coconut shell pyrolysis was poured into the soaking container  until the fishes were perfectly soaked. The fishes were soaked for 3, 5, 10, 15 and 20 minutes, respectively, and then they were stored at room temperature for observation. The control fish was stored in a container in room temperature without the addition of liquid smoke . Organoleptic observations, namely aroma, color and texture were carried out for soaked and control fishes in the first and 48th  hours of the storage time. From the research, it was found that the optimum soaking time of mackerel fishes was 5 minutes. At this optimum soaking time, the organoleptic properties including aroma, color and texture  of preserved fishes  at the first hour of the storage showed only one level  lower quality than a fresh fish. Furthermore, at 48th hours of the storage time, the preserved fishes showed a better performance of organoleptic characteristics (scale >4 ) compared to the control fish (scale @2).
Penentuan Waktu Optimum Pirolisis Limbah Biomassa Serbuk Gergaji Batang Kelapa Menggunakan Gas Inert Argon Syarif, Takdir; Aladin, Andi; Modding, Basri; Rahmatullah, Resky Alqadri; Mustafa, Nurul Makka
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 8 No. 1 (2023): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v8i1.759

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gas inert argon dan variasi waktu pirolisis terhadap kualitas charcoal hasil pirolisis limbah serbuk gergaji batang kelapa. Penelitian ini dijalankan dalam suatu rektor pirolisis yang beroperasi pada suhu 400 oC, laju gas inert sebesar 2 liter/menit dengan variasi waktu 60, 90, 120, 150, 180 menit. Dari hasil penelitian diperoleh produk berupa charcoal dan asap cair. Pirolisis dengan menggunakan gas inert memiliki nilai kalor 7229 kcal/kg. Sedangkan perlakuan tanpa gas inert memiliki nilai kalor 7050 Kcal/kg. Hal ini telah memenuhi SNI 1683-2021 Tentang Arang Kayu yaitu minimal sebesar 6500 Kkal/kg. Waktu optimum yang diperoleh adalah 150 menit dengan karakteristik charcoal: (1) volatile matter sebesar 16,85%wt, (2) moisture 2,47%wt, (3) ash content 4,11%wt, dan (4) nilai fixed carbon 76,57%wt.
PEMBUATAN PUPUK KOMPOS DARI LIMBAH PRODUKSI BIOHIDROGEN YANG BERBAHAN BAKU AMPAS KELAPA Ifa, La; Syarif, Takdir; Hasan, Safrudin; Sangkala, Sangkala
ILTEK : Jurnal Teknologi Vol. 15 No. 02 (2020): ILTEK : Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47398/iltek.v15i02.25

Abstract

Ampas kelapa hasil samping (limbah) pembuatan biohidrogen masih memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. Hal ini menyebabkan ampas kelapa berpotensi untuk dimanfaatkan dan diolah menjadi kompos. Penelitian ini dilakukan dengan membuat variasi rasio antara limbah biohidrogen dan kotoran sapi dengan perbandingan 100:0; 80:20; 60:40; 40:60; 20:80 kemudian ditempatkan pada alat pengomposan. Dari penilitian ini diperoleh kandungan BOD, COD, TSS pada limbah biohidrogen (ampas kelapa) masih sangat tinggi, belum dapat dibuang langsung ke lingkungan karena dibutuhkan proses lebih lanjut dengan menjadikannya sebagai kompos. Dipelajari variabel yang berpengaruh pada proses pengomposan, yaitu waktu pengomposan dan rasio limbah biohidrogen dan kotoran sapi. Uji akhir yang dianalisis adalah kandungan unsur hara untuk menentukan kualitas kompos. Analisis pH selama proses pengomposan menujukkan hasil rata-rata optimal yaitu pH berkisaran antara 6-8 sesuai SNI 19-7030-2004 pH yang diizinkan antara 6,8-7,49 dan analisis suhu selama proses pengomposan masih berada pada fase mesofilik dengan suhu berkisaran 27-30 oC. C/N rasio kompos yang memenuhi syarat SNI 19-7030-2004 adalah ratio 80 : 20; 60:40; 40:60; dan 20 : 80 dengan nilai C/N rasionya 9,816%, 11,902%,10,938%,dan 13,516%.
POTENSI PEMANFATAN LIMBAH BIOMASSA SERBUK GERGAJI KAYU BESI (Eusideroxylon zwageri) MENJADI ASAP CAIR MELALUI PROSES PIROLISIS Muzdalifah, Muzdalifah; Syarif, Takdir; Aladin, Andi
ILTEK : Jurnal Teknologi Vol. 15 No. 02 (2020): ILTEK : Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47398/iltek.v15i02.28

Abstract

Limbah serbuk kayu hasil proses penggergajian ataupun limbah dari penghalusan kayu memilki banyak manfaat bila diproses lebih lanjut. Salah satu yang dapat dilakukan yaitu dengan memanfaatkan limbah serbuk gergaji kayu menjadi asap cair. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui potensi pemanfaatan limbah biomassa serbuk gergaji kayu besi menjadi asap cair melalui proses pirolisis. Metode penelitian ini dilakukan dengan cara menyiapkan sampel limbah serbuk gergaji kayu besi sebanyak 1000 gram, kemudian dilanjutkan dengan metode pirolisis selama 120 menit dan temperatur pirolisis yang dipertahankan yaitu 400 oC, hasil pirolisis diperoleh tiga produk yaitu asap cair, charcoal dan sedikit tar, asap cair yang dihasilkan kemudian ditimbang dan diukur volumenya, analisa dilakukan dengan metode MC-GS. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara batch diperoleh kandungan total Phenol 49% area. Kandungan total Benzen sebesar 12% area. Kandungan total asam sebesar 11% area. Yield asap cair sebesar 38%. Dari hasil analisa yang telah dilakukan, tidak ditemukan adanya senyawa benzopyren, yang berarti bahwa asap cair yang dihasilkan bagus digunakan sebagai bahan pengawet pangan.
Penentuan Suhu Optimum Pirolisis Serbuk Gergaji Batang Kelapa: Determination of the Optimum Temperature of the Pyrolysis of Coconut Trunk Sawdust Waste Andi Aladin; Takdir Syarif; Andi Suryanto; Andi Magefira; Ardan
KOVALEN: Jurnal Riset Kimia Vol. 9 No. 2 (2023): August Edition
Publisher : Chemistry Department, Mathematics and Natural Science Faculty, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/kovalen.2023.v9.i2.16482

Abstract

Research has been carried out on the utilization of biomass waste of coconut trunk sawdust using the pyrolysis method to produce two products simultaneously, namely charcoal and liquid smoke. In order to obtain charcoal products with optimum calorific value, it is necessary to understand the optimum pyrolysis conditions. One of the optimum conditions, namely pyrolysis temperature, was studied in this research. Pyrolysis was carried out in a simultaneous pyrolysis reactor at a flow rate of argon inert gas into the reactor of 2 liters/minute and a pyrolysis time of 2.5 hours with pyrolysis temperature variations of 350, 400, 450, and 500°C, respectively. The study showed that the optimum temperature of 400oC was obtained which gave a yield of 34% charcoal with a calorific value of 7229 kcal/kg. Compared to the calorific value of the raw material for coconut sawdust which is 4400 kcal/kg, there was an increase in the calorific value of the pyrolysis product by 64%. Based on the optimum temperature condition, liquid smoke as a by-product was also obtained with a yield of 45%. Charcoal can be used as a solid fuel or as a bioadsorbent in the treatment of liquid waste or clarification of liquid food products such as virgin coconut oil (VCO). Grade 3 liquid smoke can be used as a biopesticide, while grade 1 liquid smoke can be used as a food preservative. Given the benefits of the two pyrolysis products, both of the products from the current research have a promising market value.