Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : SainETIn

Analisis Profil Tegangan Dan Rugi Daya Jaringan Distribusi 20 kV PT PLN (Persero) Rayon Siak Sri Indrapura Dengan Beroperasinya PLTMG Rawa Minyak Indra, Ade; Tanjung, Abrar; Situmeang, Usaha
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 4 No. 1 (2019): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v4i1.6251

Abstract

Energi listrik merupakan kebutuhan primer yang terus berkembang seiring dengan perkembangan teknologi. Peningkatan ini perlu diimbangi dengan pemenuhan kebutuhan akan energi listrik yang merata kepada konsumen yang berada dipelosok daerah terpencil sekalipun, seperti yang berada dikabupaten Siak Sri Indrapura. Untuk meningkatkan kebutuhan akan energi listrik tersebut adalah harus dilakukannya pembangunan pusat pembangkit listrik yang baru dari pihak produsen yaitu PT. PLN (Perusahaan Listrik Negara). PT. PLN (Persero) Rayon Siak Sri Indrapura merupakan penyuplai energy listrik di wilayah Kabupaten Sri Indrapura menggunakan Pusat Listrik Tenaga Diesel dengan kapasitas daya sebesar 25 MW. Permasalahan utama pada sistem distribusi adalah tegangan terima pada ujung saluran transformator DY 061 sebesar 17,975 kV dan rugi daya menjadi 27,694 kW. Rekonfigurasi dilakukan antara Penyulang Saphire dengan Penyulang Bacan untuk mengatasi tegangan jatuh dan rugi daya. Berdasarkan hasil perhitungan dan diperoleh tegangan terima sebesar 19,027 kV pada transformator DY 061 dan rugi daya aktif sebesar 1,504 kW serta rugi-rugi daya reaktif sebesar 4,049 kVAr
Susut Tegangan pada Penghantar ACCC di Saluran Transmisi 150 kV di PT. PLN (Persero) Unit Pelayanan Transmisi Pekanbaru: Transmisi Octary, Wellington; Eteruddin, Hamzah; Tanjung, Abrar
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 5 No. 1 (2020): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v5i1.6275

Abstract

Power transmission network system plays an important role in distributing power, especially in 150 kV power transmission lines. In 2013, the was a change in term of conductor type in in 150 kV transmission lines of Garuda Sakti – Balai Pungut, from ACSR to ACCC, because of the growing number of power plants in Riau and power distribution in every conductor supplying higher current, when given higher current, ACCC conductor is capable of transmitting power twice the ACSR conductor. The single line diagram of UPT Pekanbaru, data from power station (GI) Garuda Sakti – Balai Pungut, conductor data and load data are all data necessary for the study and calculation on ACCC conductor. The result shows that the amount of voltage drop power losses of ACCC conductor is 5.098 kV, while the power loss is 479,187 with the sagging value is 6.950 m, compared to the old conductor, the ACSR type, with the voltage drop of 7.517 kV, power loss of 828.863 kW, and the sagging value of 9.010 m, all measured in 150 kV power transmission lines of PT. PLN PERSERO UPT Pekanbaru.
Rekonfigurasi Jaringan 20 kV Feeder Balam Dengan Metoda Binary Particle Swarm Optimization (BPSO) Di PT. PLN (Persero) Bagan Batu Simanjuntak, Roberto; Tanjung, Abrar; Zulfahri, Zulfahri; Putra Halilintar, Masnur
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 5 No. 2 (2021): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v5i2.6326

Abstract

Distribution of electrical energy by PT. PLN (Persero) Bagan Batu Rayon is supplied by a 20 kV feeder Balam distribution channel through Bagan Batu Substation. The total length of the Balam feeder network is 85,550 kms, the Balam feeder load to meet electrical energy needs is quite high. So that it causes power losses and voltage drop is quite high. To reduce the occurrence of voltage drop and on bus 10, 11,12,13,14 and 15 with the lowest voltage at the end of the channel reaches 16,7 kV. Analysis with Newton Rapshon method using MATLAB (R2007b) software is used to determine the results of voltage and power loss to be minimized. Based on the results of the discussion on the condition of the lowest voltage of 16.7 kV with an active power of 0.045 MW and reactive 0.121 MVAr on the bus 10.11,12,13,14 and 15. After reconfiguration using Newton Rhapson method with MATLAB (R2007b) software, obtained the lowest voltage of 19.2 kV with an active power of 0.039 MW and reactive power of 0.101 MVAr on the second reconfiguration. The results of the research show that by designing two new channels with the Binary Particle Swarm Optimization (BPSO) method can find a new configuration that minimizes losses. Active power losses resulting from the new reconfiguration are 0.027 MW and reactive power is 0.092 MVAr.
Analisis Gangguan Jaringan Transmisi 150 kV menggunakan Disturbance Fault Recorder Alat Pelacak Berbasis Travelling Wave System Pada ULTG Duri Arlenny; Tanjung, Abrar; Dharna Alqadri, Muhammad Fathur
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 8 No. 1 (2023): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v8i1.9928

Abstract

Peranan DFR dalam menganalisa gangguan jaringan transmisi 150 kV ULTG Duri sangat berguna dalam percepatan penormalan sistem transmisi 150 kV, mengetahui jenis dan karakteristik gangguan, serta penentuan lokasi gangguan menggunakan hasil dari data rekaman DFR dengan pembanding alat pelacak berbasis TWS. Berdasarkan pola kejadian gangguan yang terjadi di ULTG Duri pada tahun 2021, diketahui gangguan akibat petir sebanyak 3 kali, dan gangguan akibat pohon atau benda lain sebanyak 1 kali. Dengan diketahuinya karakteristik jenis dari gangguan, hal ini dapat mempercepat evaluasi gangguan dan melakukan penormalan kembali kelistrikan pada ULTG Duri. Perhitungan error jarak lokasi gangguan pada DFR untuk Saluran Transmisi 150 kV Duri – Balai Pungut 1 dan 2 adalah 25,326 %, Duri – Balai Pungut 2 adalah 6,231 %, Duri – Bagan Batu 2 adalah 12,231 %, dan Duri – Bagan Batu 1 dan 2 adalah 1,120 %, sementara perhitungan error lokasi gangguan pada TWS untuk Saluran Transmisi 150 kV Duri – Balai Pungut 1 adalah 7,489 %, untuk Duri – Balai Pungut 2 adalah 2,354 %, Duri Balai Pungut 2 adalah 1,762 %, Duri – Bagan Batu 2 adalah 0,088 %, dan Duri – Bagan Batu 1 dan 2 adalah 0,092 %. TWS sebagai alat bantu pelacak gangguan dapat digunakan sebagai referensi tambahan dalam menentukan lokasi gangguan.
Analisis Kinerja Cooling Fan Terhadap Temperatur Air Untuk Meningkatkan Kinerja Generator Di PLTG Balai Pungut Amin, Tengku muhammad; Situmeang, Usaha; Tanjung, Abrar
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 7 No. 2 (2023): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v7i2.10767

Abstract

Temperatur kerja generator tinggi, sehingga tekanannya tinggi sehingga diperlukan pendinginan untuk menghindari pemanasan yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja generator akibat pendinginan oleh kipas pendingin yang digunakan oleh PT. PLN (Persero) PLTG Balai Pungut, serta untuk. Dimana mendapatkan hasil penelitian, nilai efektifitas tertinggi terjadi pada 5 desember 2021 jam 04.00 WIB. Dengan nilai 97,370 % sedangkan nilai terendah adalah 89,822 % pada tanggal 2 desember 2021 jam 03.00 WIB. Dari keseluruhan data juga di dapatkan nilai rata - rata efektifitas sekitar 95,545 %, nilai Approach rata - rata memilki nilai di bawah 2 °C dan kapasitas pendinginan tertinggi terjadi pada 5 desember 2021 jam 04.00 WIB. Dengan nilai 0,404 m3°C/jam sedangkan nilai terendah adalah 0,175 m3°C/jam pada tanggal 7 desember 2021 jam 10.00 WIB. Dari keseluruhan data di dapatkan nilai rata - rata kapasitas pendinginan sekitar 0,287 m3°C/jam. Maka dapat disimpulkan bahwasanya daya aktif dari generator sangat berhubungan dengan temperatur air pendingin atau cooling water temperature ketika suhu air masuk tinggi maka performa dari generator naik dan sebaliknya.
Studi Efisiensi Konsumsi Energi Listrik Pada Proses Pengolahan Kelapa Sawit PT. Perawang Agro Sejahtera (PAS) Perawang Rivai banjarnahor, Julius; Situmeang, Usaha; Tanjung, Abrar
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 7 No. 1 (2022): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v7i1.10904

Abstract

Salah satu cara untuk menentukan kebijakan perencanaan pengelolaan energi sehingga tercapai optimasi energi adalah analisis energi. Dalam analisis energi ini dihitung nilai energi yang digunakan dalam setiap tahap dalam suatu sistem secara keseluruhan untuk mendapatkan gambaran sejauh mana pemakaian energi tersebut. Berdasarkan hasil pengamatan pada pabrik kelapa sawit PT. PERAWANG AGRO SEJAHTERA, Pada pembangkit daya yang dihasilkan ke generator adalah yang dimana daya semu 1450 kW dan daya aktif sebesar 1160 kW. Hasil dari penelitian didapatkan Pada stasiun loading ramp penggunaan listrik yang didapat input sebesar 61 kW dan daya output sebesar 45,433 kW dan mendapatkan efisiensi sebesar 74,5%. Pada stasiun thresher penggunaan listrik yang dialirkan mendapatkan daya input 147 kW dan daya output sebesar 121 kW dan mendapatkan efisiensi sebesar 82,3% Pada stasiun press penggunaan listrik yang dialirkan mendapatkan daya input 182,5 kW dan daya output sebesar 115,63 kW dan mendapatkan efisiensi sebesar 63,4%. Pada stasiun klarifikasi penggunaan listrik nya yaitu daya input sebesar 185,5 kW dan daya output sebesar 124,987 dan mendapatkan efisiensi 67,4 %. Pada stasiun kernel penggunaan energi listrik nya yaitu daya input 296,5 kW dan daya output sebesar 193,302 kW dan mendapatkan efisiensi sebesar 65,2 %. Pada stasiun boiler penggunaan energi listrik yaitu daya input 263 kW dan daya output sebesar 175,618 kW dan mendapatkan efisiensi sebesar 71 %.
Analisis Pemasangan Filter Pasif Untuk Mengurangi Harmonisa Pada Motor Debarker WP-8 Di PT. Indah Kiat Pulp And Paper Tbk.Perawang Arlenny; Tanjung, Abrar; Darmansyah; Herlambang, Tegar Dimas
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 9 No. 1 (2024): SainETin
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v9i1.13436

Abstract

Motor induksi diklasifikasikan ke dalam kelompok beban nonlinier karena gaya karakteristik saturasi, yaitu keadaan pada titik tertentu dari arus yang dihasilkan, tidak sebanding dengan peningkatan tegangan yang diterapkan pada motor dan bahkan tegangan tetap yang dapat menyebabkan harmoni. Dari hasil pengukuran diperoleh komponen harmonik yang cukup tinggi pada sisi sumber VSD tipe ACS800-01-0075-3 dengan kecepatan mesin 1495 rpm. IHDI urutan ke-5, ke-7 dan ke-11 rata-rata 64,20%, 39,62% dan 8,01%, dan kandungan harmonik THDI adalah 75,625%. Karena harmonisa melebihi batas standardisasi IEEE 519-2014, satu filter pasif yang disetel harus dipasang. Pemasangan filter pasif tunggal yang disetel dilakukan menggunakan simulasi MATLAB/ Simulink dengan metode simulasi sumber arus. Setelah dilakukan simulasi dengan single tuned maka diperoleh IHDI orde ke-5, orde ke-7 dan orde ke -11 yang telah diturunkan bernilai sebesar 0,30 %, 3,82%, dan 2,17% untuk THDI bernilai sebesar 4,54% maka dari hasil tersebut sudah sesuai dengan standarisasi IEEE 519-2014 dengan batasan 4% untuk IHDI dan THDI 5%. Filter pasif single tuned dipilih disebabkan lebih efektif, ekonomis, dan pemeliharaan lebih mudah.