Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Analysis of Inequality Structure and Its Correlation With Government Expenditure : A Study of Western Indonesia Ririn Nopiah; Barika Barika; Septriani Septriani
International Journal of Economics, Management and Accounting Vol. 1 No. 4 (2024): December : International Journal of Economics, Management and Accounting
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/ijema.v1i4.295

Abstract

Efforts to reduce regional inequality are aimed at Accelerate equitable development . Implementing a healthy fiscal policy through government spending is a form of effort to reduce this inequality . Government spending can provide intervention in regional policies to boost the economy through regional government spending and revenue . This study examines the development of inter -regional inequality mapping through the Class typology method , measuring inequality with the Williamson index , and testing multiple linear regression to analyze regional government spending on inequality in the Western Region of Indonesia in 2019-2022. The results show that the average regional inequality index is at moderate inequality , namely 0.465. In addition , the regression results show that efforts to reduce regional inequality aimed at Accelerate equitable development through fiscal policy trend to be ineffective . The contribution of government spending has not been significant impact on reduce inequality . Therefore , evaluation and improvement in government spending policies are needed so that they can be more effective in achieving the goal of alleviating regional inequality in the western region of Indonesia.
ANALISIS FAKTOR DETERMINASI INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI PROVINSI BENGKULU Septriani, Septriani
Ekonomi & Bisnis Vol 22 No 1 (2023): Jurnal Ekonomi & Bisnis Juni 2023
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/eb.v22i1.5795

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh belanja fungsi kesehatan, belanja fungsi pendidikan, pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi terhadap indeks pembangunan manusia pada kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu. Adapun jenis data dan alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah data panel dan analisi regresi linear berganda. Berdasarkan hasil regresi data panel, diperoleh fixed effect model sebagai model terbaik. Adapun hasil penelitian berdasarkan uji t diperoleh hasil bahwa secara parsial belanja fungsi kesehatan dan pengangguran memiliki pengaruh positif terhadap indeks pembangunan manusia pada α=5%, sedangkan belanja fungsi pendidikan dan pertumbuhan ekonomi memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap indeks pembangunan manusia pada α=5%. Sementara berdasarkan uji F diperoleh hasil bahwa secara simultan belanja fungsi kesehatan, belanja fungsi pendidikan, pengangguran dan pertumbuhan ekonomi memiliki pengaruh positif terhadap indeks pembangunan manusia pada α=5% dengan hasil nilai R-square sebesar 0.9927 atau sebesar 99,27 persen.
Membangun Ekonomi Desa: Optimalisasi BUMDES dengan Memanfaatkan Sumber Daya Lokal Septriani, Septriani; Armelly, Armelly; Rusdi, Muhammad; Pasaribu, Esti
KUAT : Keuangan Umum dan Akuntansi Terapan Vol 7 No 1 (2025): Edisi Maret
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31092/kuat.v7i1.2324

Abstract

Desa Taba Jambu menerima dana desa yang cukup besar, namun pendapatan asli desa masih sangat rendah. Hal ini mengindikasikan bahwa pemanfaatan dana desa yang disalurkan oleh pemerintah pusat masih belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan upaya optimalisasi pemanfaatan dana desa ini melalui optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Adapun sasaran dari kegiatan pengabdian ini adalah pengelola BUMDes Desa Taba Jambu. Pengabdian ini dilakukan dengan memberikan pelatihan kepada pengelola BUMDes dan masyarakat Taba Jambu. Metode pelaksanaan kegiatan PPM direalisasikan melalui 2 tahapan kegiatan, antara lain: tahap persiapan kegiatan yang terdiri dari kegiatan survei dan observasi langsung dan tahap pelaksanaan kegiatan yang terdiri dari kegiatan penyuluhan serta diskusi dan tanya jawab. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa kegiatan berjalan efektif dan efisien. Hal ini ditunjukkan oleh banyaknya peserta yang hadir, tingkat antusiasme yang tinggi untuk diskusi, dan banyaknya ide kreatif yang dihasilkan oleh para peserta tentang cara mengelola usaha BUMDes dengan memanfaatkan potensi lokal. Adapun implikasi dari program ini diharapkan masyarakat Desa Taba Jambu bisa merealisasikan ide-ide kreatif mengenai usaha-usaha yang bisa dikembangkan berdasarkan potensi desa sehingga pada akhirnya bisa meningkatkan pendapatan asli Desa Taba Jambu dan memaksimalkan penggunaan dana desa.
Impact Analysis of Minimum Wages, Investments and Inflation on Labor Absorption in the Manufacturing Industry in Indonesia Rini, Esa Fajar; Septriani, Septriani
Jurnal Ilmu Ekonomi Terapan Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Economics, Faculty of Economics and Business, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jiet.v10i1.58541

Abstract

The Purpose of this research is to analyze the influence of investment, minimum wages, and inflation on labor absorption in the manufacturing industry in Indonesia. The analytical tool used is multiple linear regression using time series data for the period 1991-2021, by using secondary data sourced from the Statistics Indonesia (BPS). Based on the results of the study, the results were obtained that partially, each variable minimum wages and investments have a significant positive impact on the absorption of labor in the manufacturing industry in Indonesia. The inflation variable has a significant negative impact on labor absorptions in processing industries in Indonesia. While simultaneously the minimum wage, investment, and inflation have an influence on the consumption of labor in the manufacturing industry. With R-squared at 0.92. Based on the results of this study, related to the problem of low contribution of the industrial sector in job absorption, it can be overcome by increasing investment and minimum wage in the industrial sector, as well as controlling inflation. This is important to predict the high unemployment rate and also increase Indonesia’s economic growth. However, in implementing the minimum wage policy, the government must still consider the ability to pay from the industrial sector. Then, the government actively participates in making fiscal and monetary policies that can stimulate the growth of the investment climate in the industrial sector. In addition, the government must also always maintain price stability, because this has a significant impact on the sustainability of the industrial sector.
ANALISIS PENGARUH INVESTASI DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP DEGRADASI LINGKUNGAN DI INDONESIA Corneo, Tasya Afriyenti; Tri Afsari, Annisa; Dwi Handayani, Laras; Rahma Deli , Vera; Septriani, Septriani
Salam (Islamic Economics Journal) Vol. 6 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/mnnxyv08

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Penanaman Modal Asing (PMA), dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terhadap tingkat deforestasi ekologis di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori serta menggunakan analisis regresi data panel sebagai alat analisis utama. Dataset yang digunakan terdiri dari data sekunder tahunan tingkat provinsi, mencakup 34 provinsi selama periode 2019–2023. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berpengaruh positif dan signifikan secara statistik terhadap deforestasi, sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) memiliki pengaruh negatif dan signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan PMDN cenderung mempercepat laju deforestasi, sementara peningkatan PMA dan PDRB justru berkontribusi dalam menurunkan tingkat deforestasi. Secara simultan, ketiga variabel independen ini berpengaruh signifikan terhadap deforestasi, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai F-statistik yang signifikan pada tingkat kepercayaan 95%. Nilai R-squared sebesar 0,5772 menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan sekitar 57,72% variasi dalam tingkat deforestasi, sedangkan sisanya sebesar 42,28% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah, sebagaimana tercermin dalam PDRB, dapat menjadi instrumen efektif untuk mengurangi deforestasi apabila disertai dengan tata kelola lingkungan yang kuat, pengawasan tata ruang yang ketat, serta penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan. Keywords : deforestasi, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Penanaman Modal Asing (PMA), dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), degradasi lingkungan    
Analisis Pengaruh Ketimpangan Pendapatan dan Pengangguran Terhadap PDRB Melalui Kriminalitas di Indonesia Atthoriq, Wahyu; Septriani, Septriani; Winarni, Etik
Jurnal Development Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Development
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53978/jd.v12i2.381

Abstract

Berdasarkan strain theory yang dikembangkan oleh Robert K. Merton (1968), adanya ketidakseimbangan antara tujuan sosial yang diinginkan dan kemampuan individu untuk mencapainya dapat menciptakan ketegangan atau tekanan (ketegangan) yang mendorong individu untuk terlibat dalam perilaku kriminal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengangguran, dan ketimpangan pendapatan terhadap pertumbuhan ekonomi melalui kriminalitas sebagai variabel intervensi (mediasi) di 10 Provinsi dengan tingkat kejahatan tertinggi di Indonesia pada periode 2012-2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kriminalitas dari sudut pandang ekonomi. Penelitian ini menggunakan analisis data panel dan untuk mengetahui pengaruh tidak langsung digunakan analisis jalur. Adapun hasil analisis menunjukkan bahwa pengangguran berpengaruh negatif terhadap kriminalitas di Indonesia, ketimpangan pendapatan berpengaruh positif terhadap kriminalitas di Indonesia, pengangguran berpengaruh negatif terhadap Produk Domestik Regional Bruto di Indonesia, ketimpangan pendapatan berpengaruh negatif terhadap PDRB di Indonesia, kriminalitas memiliki pengaruh negatif terhadap PDRB di Indonesia, pengangguran tidak memiliki pengaruh secara tidak langsung terhadap PDRB melalui kriminalitas sebagai intervening variable, dan ketimpangan Pendapatan berpengaruh negatif terhadap Pertumbuhan Ekonomi melalui kriminalitas sebagai intervening variable. Berdasarkan hasil penelitian ini maka pemerintah bisa mengurangi tingkat kriminalitas dan meningkatkan PDRB di Indonesia dengan cara menurunkan ketimpangan pendapatan dan mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia.
Diterminasi  Kualitas  Udara pada Wilayah  Pertambangan: Bukti Empiris dari Peran PDRB,Produksi Batubara,dan Kepadatan Kendaraan Truk di Indonesia Lestari, Wiwin; Putri Angraini, Cahya; Apriyanti, Wanti; Salsabilah Rifa’ah, Aini; Septriani, Septriani
Salam (Islamic Economics Journal) Vol. 6 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/t50dmt37

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah produksi batubara, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), dan jumlah kendaraan truk terhadap indeks kualitas udara di Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan. Data yang digunakan bersumber dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Badan Pusat Statistik (BPS) selama periode 2018–2023 pada sembilan provinsi penghasil batubara. Menggunakan pendekatan data panel, model terbaik dipilih melalui uji spesifikasi model, di mana Fixed Effect Model (FEM) ditetapkan sebagai model paling sesuai berdasarkan hasil uji Chow dan Hausman. Hasil estimasi menunjukkan bahwa secara parsial hanya variabel PDRB yang berpengaruh signifikan terhadap indeks kualitas udara, sementara produksi batubara dan jumlah kendaraan truk tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Namun secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap kualitas udara, dengan nilai R² sebesar 0,5524, yang mengindikasikan bahwa model mampu menjelaskan 55,24% variasi indeks kualitas udara antar wilayah. Temuan ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi regional merupakan faktor utama penurunan kualitas lingkungan, sementara dampak langsung sektor pertambangan belum tercermin secara memadai dalam sistem pemantauan kualitas udara yang tersedia. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sistem pemantauan kualitas udara berbasis spasial serta integrasi kebijakan ekonomi dengan prinsip pembangunan berkelanjutan untuk mendukung perlindungan lingkungan yang lebih holistik.   Kata kunci; Indeks Kualitas Udara (AQI), Produksi Batubara, PDRB, Kendaraan Truk.  
Infrastructure Development and Population Dynamics as Determinants of Regional Economic Growth Septriani, Septriani; Azizurrohman, Muhammad
Econetica: Jurnal Sosial, Ekonomi, dan Bisnis Vol 5 No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul UlamaNusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/econetica.v5i1.445

Abstract

This study investigates the impact of infrastructure development and population growth onregional economic performance across the provinces of Java Island, Indonesia. Using panel datacovering the period from 2016 to 2021 obtained from the Ministry of Finance and the CentralBureau of Statistics, the study applies a Random Effect Model to assess the contribution of roadinfrastructure, electricity infrastructure, and population to provincial Gross Regional DomesticProduct (GRDP). The empirical results reveal that road and electricity infrastructure exertpositive and statistically significant effects on GRDP, indicating that improvements intransportation networks and energy supply directly enhance regional productivity and economicactivity. In contrast, population growth shows no significant effect, suggesting that demographicexpansion alone does not guarantee economic advancement without correspondingemployment opportunities and infrastructure quality. The model explains 84.14 percent of thevariation in GRDP, confirming the strong explanatory power of infrastructure variables. Thesefindings highlight the importance of sustained investment in physical infrastructure to promoteinclusive and balanced economic growth across regions
Dampak Pembangunan Terhadap Lingkungan Di Kalimantan: Analisis Empiris Atas Pertumbuhan Ekonomi, Investasi, dan Deforestas Hidayat, Nashanda Galan; Rahmat Prasongko; Joko Prabowo; Allan Fazky Mahrib; Habib Muhammad; Septriani Septriani
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 10: September 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i10.11853

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pertumbuhan ekonomi, jumlah penduduk, penanaman modal dalam negeri (PMDN), dan deforestasi terhadap Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) di provinsi-provinsi Pulau Kalimantan, Indonesia, selama periode 2019 hingga 2024. Studi ini dilatarbelakangi oleh dinamika dan ketimpangan kondisi lingkungan antarwilayah, di mana pembangunan ekonomi berlangsung di tengah tekanan ekologis yang signifikan. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan regresi data panel melalui model efek tetap (Fixed Effect Model), penelitian ini menangkap variasi spasial dan temporal IKLH sebagai respons terhadap faktor-faktor sosial ekonomi dan lingkungan. Hasil empiris menunjukkan bahwa jumlah penduduk memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap IKLH, yang mengindikasikan bahwa wilayah dengan populasi besar cenderung memiliki pengelolaan dan infrastruktur lingkungan yang lebih baik. Sebaliknya, penanaman modal dalam negeri menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan, yang menunjukkan bahwa aliran investasi saat ini belum sepenuhnya sejalan dengan praktik pembangunan yang berkelanjutan. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi dan deforestasi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan, meskipun arah koefisiennya sesuai dengan teori. Temuan ini menegaskan bahwa hubungan antara pembangunan dan kualitas lingkungan bersifat kompleks dan saling terkait. Oleh karena itu, penting untuk mengintegrasikan aspek lingkungan ke dalam perencanaan investasi daerah dan strategi pengelolaan penduduk. Penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur ekonomi lingkungan di negara berkembang serta menawarkan rekomendasi kebijakan berbasis data untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan keberlanjutan ekologi, khususnya di wilayah yang kaya sumber daya seperti Kalimantan.
Pengembangan Kewirausahaan Kreatif sebagai Strategi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa Septriani, Septriani; Ekaputri, Retno Agustina; Purmini, Purmini
Madaniya Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.405

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi masyarakat Desa Srikuncoro, Kabupaten Bengkulu Tengah, melalui pelatihan kewirausahaan kreatif berbasis pemanfaatan limbah pelepah kelapa sawit. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons terhadap tingginya ketergantungan masyarakat pada komoditas kelapa sawit serta fluktuasi harga tandan buah segar (TBS) yang berdampak pada kerentanan ekonomi rumah tangga. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif dengan melibatkan 25 peserta yang terdiri dari petani kelapa sawit, ibu rumah tangga, pemuda desa, perangkat desa, dan pelaku UMKM. Rangkaian kegiatan meliputi penyuluhan dan diskusi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengidentifikasi potensi ekonomi limbah sawit serta menguasai teknik dasar pengolahan limbah kelapa sawit. Selain itu, kegiatan ini berhasil mendorong tumbuhnya motivasi kewirausahaan dan inisiatif pembentukan kelompok usaha berbasis sumber daya lokal. Implikasi kegiatan ini mencakup terbukanya peluang pendapatan alternatif, penguatan ekonomi kreatif desa, pengurangan limbah organik, serta peningkatan peran kelompok perempuan dan pemuda dalam aktivitas ekonomi produktif. Dengan demikian, kegiatan ini berpotensi menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan replikatif, terutama apabila didukung oleh pendampingan lanjutan, penguatan kelembagaan usaha, dan integrasi dengan ekosistem pemasaran digital serta kemitraan lintas sektor.