Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Infrastructure Development and Demographic Dynamics as Drivers of Regional Economic Growth: Evidence from Java Island, Indonesia Septriani Septriani; Eka Kadharpa Utama
Econetica: Jurnal Sosial, Ekonomi, dan Bisnis Vol. 6 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul UlamaNusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/econetica.v6i2.394

Abstract

Infrastructure has long been recognized as a fundamental driver of economic growth by enhancing productivity, market connectivity, and investment efficiency. This study investigates the impact of road infrastructure, electricity infrastructure, and population on regional economic performance across six provinces in Java Island, Indonesia, during the period 2016–2021. A quantitative approach using panel data regression was employed to analyze secondary data obtained from Statistics Indonesia (BPS), the Ministry of Finance, and the Ministry of Public Works and Housing. The Random Effect Model (REM) was identified as the most appropriate specification based on the Chow, Hausman, and Lagrange Multiplier tests. The results show that both road and electricity infrastructures have a positive and statistically significant influence on Gross Regional Domestic Product (GRDP), confirming the crucial role of physical capital accumulation in supporting regional productivity. In contrast, population growth does not significantly affect GRDP, indicating that demographic expansion alone cannot guarantee economic gains without parallel improvements in human capital quality and labor absorption. The findings underscore that infrastructure investment must be accompanied by human development strategies and regional planning policies to achieve inclusive and balanced economic growth. This study contributes to empirical literature on regional development economics and provides evidence-based insights for policymakers in developing economies seeking to enhance spatial equity and sustainable growth.
Integrasi Perlindungan Sosial dan Pemberdayaan Ekonomi Melalui Pelatihan Payet Berbasis Industri Kreatif Bagi Perempuan Penerima Program Keluarga Harapan Septriani Septriani; Armelly Armelly; Muhammad Rusdi; Novi Tri Putri
Madaniya Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.1835

Abstract

Kemiskinan struktural masih menjadi tantangan pembangunan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu. Program Keluarga Harapan (PKH) telah memberikan kontribusi dalam membantu pemenuhan kebutuhan dasar keluarga miskin, namun sebagian penerima manfaat masih menghadapi keterbatasan dalam akses terhadap keterampilan produktif, peluang usaha, dan sumber pendapatan alternatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi perempuan penerima manfaat PKH melalui pemberdayaan berbasis industri kreatif dengan pelatihan pembuatan payet sebagai strategi penguatan kemandirian ekonomi rumah tangga di Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juni–September 2025 melalui beberapa tahapan, yaitu persiapan dan koordinasi dengan pemangku kepentingan, identifikasi kebutuhan masyarakat, penyuluhan pemberdayaan ekonomi, pelatihan keterampilan pembuatan payet, praktik produksi, pendampingan, serta evaluasi kegiatan. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis learning by doing yang mengombinasikan penyampaian materi, diskusi interaktif, demonstrasi, praktik langsung, serta penguatan wawasan kewirausahaan dan pemasaran digital. Peserta kegiatan berjumlah 25 orang yang terdiri dari perempuan penerima PKH dan unsur masyarakat pendukung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya kemandirian ekonomi, peluang usaha berbasis rumah tangga, serta potensi ekonomi kreatif. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama proses pelatihan dan mengalami peningkatan keterampilan dalam menghasilkan produk payet sederhana. Sekitar 83% peserta mampu membuat produk secara mandiri setelah mengikuti pelatihan serta mulai memahami peluang pengembangan dan pemasaran produk. Selain keterampilan teknis, kegiatan ini juga meningkatkan kepercayaan diri, motivasi kewirausahaan, dan kesadaran peserta untuk memanfaatkan keterampilan sebagai sumber pendapatan alternatif. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa integrasi perlindungan sosial dengan pemberdayaan ekonomi berbasis keterampilan kreatif dapat menjadi pendekatan yang efektif dalam mendukung transformasi penerima PKH dari penerima bantuan sosial menuju pelaku ekonomi produktif. Model pemberdayaan ini memperkuat human capital, social capital, dan kapasitas ekonomi perempuan, sehingga berkontribusi terhadap pembangunan masyarakat yang lebih inklusif dan berkelanjutan.