Fajar Rachmad Dwi Miarsa
Universitas maarif hasyim latif

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENEGAKAN HUKUM TERHADAP ANGGOTA POLISI REPUBLIK INDONESIA YANG DIDUGA MELAKUKAN PELANGGARAN DISIPLIN TONI HARTANTO; FAJAR RACHMAD DWI MIARSA; DJASIM SISWOJO
Jurnal Reformasi Hukum : Cogito Ergo Sum Vol. 8 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/jrhces.v8i1.16881

Abstract

Memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, dan memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat adalah tugas utama kepolisian, akan tetapi undang-undang tersebut tidak dapat menjamin setiap anggota kepolisian akan bertugas secara professional, maka masih dimungkinkan terjadi banyak kecurangan terhadap penanganan perkara, Kecurangan-kecurangan tersebut dinamakan pelanggaran disiplin dan pelanggaran pidana. Proses penegakan hukum dilingkungan Polri diperlukan peran seorang atasan yang berhak menghukum (Ankum) sebagai salah satu cara untuk mengatasi palanggaran disiplin. Dalam ruang lingkup Polres yang bertindak selaku Ankum adalah Kapolres. Ini adalah penelitian tentang wewenang Kapolres sebagai Ankum dalam penegakan hukum terhadap anggota Polres yang diduga melakukan pelanggaran disiplin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Kapolres menindak anggotanya yang diduga melakukan pelanggaran disiplin dan bagaimana pelanggaran tersebut diselesaikan. Penelitian ini adalah penelitian non-doktrinal atau penelitian sosio legal, yang berarti penelitian empiris untuk mengetahui bagaimana hukum bekerja di masyarakat dan seberapa efektif masyarakat (anggota kepolisian) menghormati hukum. Penelitian ini dilakukan di wilayah hukum Polres Gresik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui wewenang Kapolres dalam penegakan hukum terhadap anggota polisi yang diduga melakukan pelanggaran disiplin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Kapolres melakukan tindakan terhadap anggota polisi yang diduga melakukan pelanggaran disiplin dan bagaimana pelanggaran tersebut diselesaikan.
Eksistensi Pemberian Uang Kompensasi atas Selesainya Kontrak Kerja di Perusahaan Masnun Masnun; Asri Wijayanti; Fajar Rachmad Dwi Miarsa; Ahmad Heru Romadhon
JURNAL HUKUM PELITA Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Hukum Pelita November 2025
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian (DPPM) Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/jhp.v6i2.5991

Abstract

The purpose of writing this article is that workers who have an employment relationship based on a Fixed-Term Employment Agreement (PKWT) have the right to receive compensation money in accordance with legal provisions. The research method used is juridical-normative, which involves legal research by examining regulations and literature study (secondary sources). The form of legal protection for workers (Indonesian Migrant Workers and/or Foreign Workers) regarding the provision of compensation upon the completion of the work contract in the Company based on the employment relationship under the Fixed-Term Employment Agreement (PKWT) in accordance with Article 61A of Law No. 6/2023 concerning Job Creation Law and Article 15 of Government Regulation 35/2021 concerning Fixed-Term Employment Agreements, Outsourcing, Working Hours and Rest Periods, and Termination of Employment is to require companies to provide monetary compensation to workers/laborers whose employment relationship is based on PKWT. The nominal amount of compensation is proportionally based on the duration of the employment relationship that has been carried out (Articles 15-16; 47 PP 35/2021 in conjunction with Article 80 point 15 UU 6/2023). Violations for non-payment of compensation money are administrative sanctions, including written warnings, business activity restrictions, temporary cessation of part or all production equipment, and business activity freezing. (Article 61 PP 35/2021). The legal recourse that can be taken if a worker does not receive compensation for the completion of their work contract at the company is that the worker can file a lawsuit with the Industrial Relations Court (Article 81 of Law 2/2004 on the Settlement of Industrial Relations Disputes/PPHI)