Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Multidimensional and monetary poverty in South Sulawesi Province Rahman, Zainuddin; Mawali, Asep Yahya; Purnama, Hukma Ratu
Indonesian Journal of Multidisciplinary Science Vol. 3 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Multidisciplinary Science
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/ijoms.v3i1.705

Abstract

The objective of this study is calculate and analyze multidimensional poverty occurred in South Sulawesi in 2011 and 2015, and looking at the comparison calculation results multidimensional poverty and monetary (based on expenditure per capita per month) that occurred in South Sulawesi in 2011 and 2015. This study uses secondary data sources from the National Socio-Economic Survey (Survei Sosial Ekonomi Nasional-Susenas) in 2011 and 2015 which have been implemented by Statistics South Sulawesi province to the identification and aggregation of multidimensional poverty. Dimensions, indicators/variables, cuttoff and weights used is based upon the Global Multidimensional Poverty Index with some adjustments at the indicators used. While monetary poverty data source is the official poverty statistic released. The results of this study indicate that (1) multidimensional poverty in South Sulawesi Province is a rural phenomenon as indicated by the three indicators of multidimensional poverty is higher than urban; (2) The dimensions of health is the largest contributor of multidimensional poverty in South Sulawesi; (3) Monetary Poverty create a different description from non-monetary dimensions, the entire district/city in South Sulawesi have the results of multidimensional poverty which higher than the monetary poverty; (4) The decline in the percentage of poor monetary occurred during the years 2011-2015 in the province was followed by a decrease in the percentage of poor multidimensional with a faster decline; (5) Spatially recorded 22 districts/cities in South Sulawesi are in the poor category multidimensional high and very high in 2011, in 2015 only 14 districts were still at that level.
Dampak Pertumbuhan Ekonomi dan Kemiskinan Terhadap Ketimpangan Wilayah di Sulawesi Selatan (Tahun 2017-2022) Purnama, Hukma Ratu; Rahman, Zainuddin; Ibrahim, Fifi Nurafifah; Tajuddin, Imran
Jesya (Jurnal Ekonomi dan Ekonomi Syariah) Vol 7 No 1 (2024): Article Research Volume 7 Number 1, January 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36778/jesya.v7i1.1474

Abstract

Seperti banyak wilayah lain di Indonesia, Sulawesi Selatan menghadapi masalah ketimpangan wilayah yang signifikan. Tingkat ketimpangan antar wilayah seringkali tidak dipengaruhi secara langsung oleh pertumbuhan ekonomi yang tidak merata. Tingkat kemiskinan juga menjadi salah satu faktor yang membuat perbedaan antar daerah lebih besar. Tujuan dari penelitian ini adalah dua: Pertama, menilai seberapa besar dampak pertumbuhan ekonomi terhadap ketimpangan wilayah di Sulawesi Selatan; dan kedua, menemukan seberapa besar pengaruh kemiskinan terhadap ketimpangan wilayah di daerah tersebut. Data yang digunakan dalam penelitian ini sebagian besar berasal dari data sekunder. Data ini dikumpulkan melalui metode dokumentasi dan diperoleh dari Badan Pusat Statistik Sulsel. Kemudian, data diolah untuk ditafsirkan melalui metode analisis deskriptif atau penelitian penjelasan. Selain itu, kami menggunakan model SPSS seperti Analisis Linear Berganda, Uji Hipotesis, Uji Simultan, dan Koefisien Determinasi (R Square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ada temuan yang menarik. Uji parsial untuk pertumbuhan ekonomi menghasilkan nilai sebesar 0.735, dengan nilai signifikansi (sig.) yang lebih besar dari nilai standar 0.735 lebih besar dari 0.05, yang menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi memiliki dampak yang tidak signifikan terhadap tingkat ketimpangan wilayah di Sulawesi Selatan. Sementara itu, uji parsial untuk kemiskinan menghasilkan nilai sebesar 0.103.
Pengaruh Belanja Daerah Terhadap Pendapatan Asli Daerah dan Pertumbuhan Ekonomi Rahman, Zainuddin; Sumarni, Sumarni
Jesya (Jurnal Ekonomi dan Ekonomi Syariah) Vol 7 No 1 (2024): Article Research Volume 7 Number 1, January 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36778/jesya.v7i1.1575

Abstract

Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Makassar, didorong oleh sejumlah sektor, dengan perdagangan dan industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar. Penelitian ini menyelidiki peran belanja daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Kota Makassar, fokus pada dampaknya terhadap pendapatan asli daerah dan pertumbuhan ekonomi dari 2015 hingga 2022. Metode analisis yang digunakan termasuk regresi linear sederhana, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belanja daerah memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap pendapatan asli daerah dan pertumbuhan ekonomi Kota Makassar. Sehingga berdasarkan hasil penelitian ini, untuk pemerintah kota dapat meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran, fokus pada sektor-sektor potensial, serta memperkuat infrastruktur dan investasi untuk meningkatkan daya saing ekonomi dan diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengambil keputusan dalam merencanakan alokasi anggaran dan kebijakan ekonomi Kota Makassar.
Kontribusi Pajak Daerah, Retribusi Daerah, dan Pendapatan Usaha Milik Daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Maros Rahman, Zainuddin; Amelia, Rezky; Zakaria, Junaidin
Jesya (Jurnal Ekonomi dan Ekonomi Syariah) Vol 7 No 2 (2024): Artikel Periode Research Juli 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36778/jesya.v7i2.1596

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencapai beberapa tujuan, yaitu: (1) Menentukan seberapa besar kontribusi Pajak Daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Maros. (2) Menilai kontribusi Retribusi Daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Maros. (3) Mengevaluasi kontribusi Pendapatan Perusahaan Milik Daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Maros. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah analisis linear berganda dengan sumber data berupa data sekunder. Sumber data ini mencakup realisasi Pendapatan Asli Daerah, Pajak Daerah, Retribusi Daerah, dan Hasil Perusahaan Milik Daerah di Kabupaten Maros dari tahun dua ribu dua belas hingga dua ribu dua puluh satu. Data tersebut diperoleh dari Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Maros. Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda, temuan studi ini menunjukkan bahwa: (1) Pajak Daerah memiliki kontribusi positif namun tidak signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah, dengan persentase kontribusi rata-rata sebesar lima puluh dua koma nol dua persen, yang termasuk dalam kategori sangat baik. (2) Retribusi Daerah menunjukkan kontribusi positif namun tidak signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah, dengan persentase kontribusi rata-rata sebesar dua puluh koma tujuh empat persen, yang mengklasifikasikannya sebagai sedang. (3) Hasil Perusahaan Milik Daerah memberikan kontribusi positif namun tidak signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah, dengan persentase kontribusi rata-rata sebesar empat koma delapan enam persen, yang mengklasifikasikannya sebagai sangat kurang.
Analysis of Leading Sector Basic Sectors and Economic Sector Shifts in the Mamminasata Area Rahman, Zainuddin
Journal of Social Research Vol. 2 No. 10 (2023): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v2i10.1402

Abstract

Economic growth is a crucial and strategic issue in regional and regional development planning. Economic growth is a central issue in regional and regional development, as stated in the Development Nawacita in the United Indonesian government under the leadership of Jokowi and Jusuf Kalla. In the concept of Nawacita, National development is oriented towards the development of villages to achieve equity and balanced regional growth. Nevertheless, a study is needed to find out which economic sectors are superior in the Mamminasata region, considering that the economic sectors in several regions do not yet have competitive advantages. Based on the phenomena faced by the regional government, this study chooses to examine the “Basic Leading Sector Analysis and Economic Sector Shifts in the Mamminasata Region by using descriptive quantitative and qualitative methods. The purpose of this study is to examine the leading sectors of regional development and economic growth (Maminasata) and explain regional development strategies and policies in South Sulawesi. The results of the study show that there are regencies and cities in the Mamminasata Region that have only three leading sectors and Makassar City has 15 leading sectors, which in general have regional competitiveness for themselves and the region or the province of South Sulawesi. In general, the economic sector in the region has low competitiveness and a constant rate of economic growth.
Tingkat Pendidikan, Pengalaman Dan Lingkungan Kerja Serta Pengaruhnya Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Pada PT. PLN (Persero)) Rahman, Zainuddin
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 4 No. 2 (2024): Artikel Periode Juli 2024
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Kharizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v4i2.3822

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak variabel tingkat pendidikan, pengalaman kerja, dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan di PT. PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi Makassar. Dalam konteks yang semakin kompetitif dan dinamis, pemahaman yang mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi kinerja karyawan sangatlah penting. Metode penelitian melibatkan distribusi kuesioner kepada 60 responden di Kantor PT. PLN Unit Transmisi, dengan penggunaan skala Likert untuk pengukuran. Analisis data dilakukan melalui regresi linear berganda dan pengujian hipotesis menggunakan teknik uji t dan uji F dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial maupun simultan, tingkat pendidikan, pengalaman kerja, dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PT. PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi Makassar. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dengan menyoroti peran variabel-variabel tersebut dalam meningkatkan kinerja karyawan di sektor industri energi, khususnya dalam konteks PT. PLN (Persero). Dengan demikian, temuan ini dapat menjadi landasan bagi pengambilan keputusan perusahaan dalam merancang strategi dan kebijakan yang lebih efektif untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi organisasi.