Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Mediation and mediatization in agrarian conflict in Indonesia on the Instagram accounts @wadas_ melawan and @rempang_melawan Iskandar, Dudi; Sumardi, Eko; Azizah, Hesti Nur; Raharjo, Didik Hariyadi; Mukhlis, Khairani
Bricolage : Jurnal Magister Ilmu Komunikasi Vol 12, No 1 (2026): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No.152/E/KPT/2023
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/bricolage.v12i1.7105

Abstract

The agrarian conflict in Indonesia was nothing new. In fact, it was rooted back to the Dutch colonial era hundreds of years ago. This meant that rural conflict in Indonesia had gone on for a very long time. However, the various solutions offered by stakeholders never satisfied all parties. There were always some who benefited, on the one hand, and others who were disadvantaged, on the other. Initially, rural conflict was limited to landowners, companies, and the state. In the era of social media, the conflict has lengthened. Instead of resolving the conflict, social media added to the long series of agrarian conflicts in Indonesia. When agrarian conflict was uploaded to social media, it became public consumption regardless of space and time. This research was a qualitative study that combined social media text analysis (Critical Discourse Analysis), particularly on Instagram, and field research. The initial focus of the research was on two Instagram accounts, @wadas melawan and @rempang melawan. The results of the study showed that social media, as a digital space, became an arena for conflicting parties to fight. As a virtual public space, social media was utilized by those in conflict over agricultural issues. Secondly, the best alternative for resolving agrarian conflicts was dialogic communication involving all interested parties. Lastly, the farm reform that the government had always echoed needed to be carried out by involving all interested parties.
Is It Possible for the Media and Government to Collaborate in Journalism? Dudi Iskandar; Ratna Nuraini; Didik Hariyadi Raharjo; liliyana
Mediator: Jurnal Komunikasi Vol. 19 No. 1 (2026): Mediator: Jurnal Komunikasi (Sinta 2)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v19i1.9341

Abstract

The fact is that government performance must be monitored. The media is one of the supervisors, and journalism is a form of such supervision. This phenomenon is evident in the Merdeka Barat Forum 9 (FMB9) of the Indonesian Ministry of Communications and Digital. In FMB9, the media and government public relations collaborated to form a newsroom and carry out journalism in general. This study aimed to describe, analyze, and criticize the construction of collaborative journalism between the media and government public relations that had occurred in the FMB9. This study found several points using participant observation, interviews, and library research. In the digital era, government public relations must be able to produce news similarly to mainstream media. There is a high demand for media news production and dissemination in this era. Collaboration between the media and government public relations represents a new practice of journalism. The collaboration of media with government public relations in journalism is a relatively new phenomenon in Indonesia. The implications of this study show the emergence a new type of collaborative journalism called government public relations journalism.
Analisis Spasial Bahaya Bencana Angin Puting Beliung Sebagai Dasar Mitigasi Berbasis SIG di Kabupaten Sidoarjo Ahmad Aldizar Akbar; Didik Hariyadi Raharjo
Jagratara: Journal of Disaster Research Vol. 4 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/jjdr.v4i1.367

Abstract

Indonesia termasuk salah satu negara yang dilintasi garis khatulistiwa, sehingga memiliki iklim tropis dengan curah hujan tinggi, kelembapan udara besar, serta paparan sinar matahari sepanjang tahun. Selain itu, posisi Indonesia sebagai benua maritim berbentuk kepulauan yang berada tepat di garis khatulistiwa turut memengaruhi dinamika atmosfer. Dampaknya antara lain penerimaan radiasi matahari harian yang tinggi, gaya Coriolis yang lemah sehingga meningkatkan daya apung, serta terbentuknya awan konvektif (Cumulus dan Cumulonimbus) yang cukup kuat. Faktor-faktor tersebut berkontribusi terhadap tingginya intensitas kejadian cuaca ekstrem di wilayah Indonesia. Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu wilayah yang berkontribusi terhadap kejadian bencana di Indonesia, berdasarkan kondisi keruangan, wilayah ini tidak termasuk dalam zona bahaya bencana geologi, melainkan lebih bahaya terhadap bencana hidrometeorologi, seperti cuaca ekstrem, angin puting beliung, dan banjir, khususnya pada periode musim hujan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi bahaya bencana angin puting beliung pada wilayah kabupaten Sidoarjo dan memberikan rekomendasi upaya mitigasi yang dapat diterapkan. Penyusunan indeks bahaya dalam penelitian ini dilakukan melalui pendekatan multi-parameter dengan mempertimbangkan empat variabel utama, yaitu curah hujan, suhu permukaan, kemiringan lereng, dan tutupan lahan.
Role Play Untuk Membangun Kepercayaan Diri dan Profesionalisme Sekretaris: Studi pada Mahasiswa Universitas Budi Luhur Didik Hariyadi Raharjo; Fenti Sofiani; Ratna Ujian Dari
Jurnal Serasi Vol 23, No 2 (2025): Jurnal Serasi Vol 23 No 2 Oktober 2025
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/js.v23i2.4181

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman mahasiswa Program Studi Sekretari dalam mengembangkan kemampuan berbicara (speaking skill) melalui penerapan metode role play dalam pembelajaran bahasa Inggris. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan fokus pada eksplorasi pengalaman belajar secara mendalam. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada semester gasal tahun akademik 2025/2026 dengan melibatkan 11 mahasiswa sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi kelas, dan dokumentasi aktivitas pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa role play berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kepercayaan diri mahasiswa, penggunaan kosakata secara lebih kontekstual, serta penguatan kemampuan komunikasi profesional yang relevan dengan tugas sekretaris. Suasana belajar yang kolaboratif dan interaktif membuat mahasiswa lebih berani mengambil risiko berbicara dan termotivasi untuk mempraktikkan bahasa Inggris. Meski demikian, beberapa mahasiswa masih menghadapi kendala berupa keterbatasan kosakata formal dan kesulitan pengucapan, sehingga menghambat kelancaran komunikasi pada beberapa sesi bermain peran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa role play merupakan strategi pembelajaran berbasis pengalaman yang efektif untuk mengembangkan kemampuan berbicara mahasiswa vokasi. Implikasi praktisnya, dosen disarankan mengintegrasikan role play secara berjenjang melalui skenario kerja sekretaris, serta menyediakan dukungan materi berupa paket kosakata dan latihan pelafalan. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah partisipan yang kecil dan cakupan satu program studi, sehingga penelitian selanjutnya perlu melibatkan sampel lebih luas dan instrumen penilaian berbicara yang lebih terstandar. Kata-kata Kunci: Sekretaris; Role Play; Kemampuan Bicara; Kepercayaan Diri; Profesionalisme
Kompetensi Komunikasi Bahasa Inggris dalam Mendukung Tugas Sekretaris di Era Kerja Digital: Analisis Tematik Literatur Fenti Sofiani; Ratna Ujian Dari; Didik Hariyadi Raharjo
Jurnal Serasi Vol 24, No 1 (2026): Jurnal Serasi Vol 24 No 1 April 2026
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/js.v24i1.4719

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan kompetensi komunikasi bahasa Inggris yang dibutuhkan dalam mendukung tugas sekretaris di era kerja digital. Penelitian menggunakan metode studi pustaka deskriptif kualitatif dengan analisis tematik. Data diperoleh dari artikel-artikel jurnal terpilih yang diterbitkan pada periode tahun 2019 hingga tahun 2026 dan membahas komunikasi bahasa Inggris, pekerjaan sekretaris, administrasi perkantoran, komunikasi profesional, serta komunikasi digital. Artikel dianalisis melalui tahap pengenalan data, pengodean, pengelompokan, pengembangan tema, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi komunikasi bahasa Inggris bagi sekretaris mencakup beberapa aspek yang saling berkaitan, yaitu komunikasi lisan, komunikasi tertulis, pemahaman informasi dan dokumen bisnis, kesantunan profesional, serta komunikasi digital. Kompetensi tersebut digunakan dalam berbagai tugas sekretaris, seperti menangani panggilan telepon, menerima tamu, menyampaikan pesan, menyusun korespondensi bisnis, mengelola dokumen, mengatur rapat, serta berkomunikasi melalui surat elektronik, konferensi video, dan platform kolaborasi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa penguasaan tata bahasa dan kosakata umum saja belum cukup untuk memenuhi tuntutan profesional. Sekretaris perlu mampu menggunakan bahasa Inggris secara tepat, jelas, santun, dan sesuai dengan tujuan, konteks, media komunikasi, serta pihak yang terlibat. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa Inggris bagi mahasiswa Sekretari dan Administrasi Perkantoran perlu dirancang berdasarkan tugas-tugas autentik di tempat kerja serta diintegrasikan dengan praktik komunikasi profesional dan literasi digital. Penelitian ini memberikan kerangka konseptual bagi pengembangan pembelajaran bahasa Inggris yang lebih kontekstual dan berorientasi pada kebutuhan kerja sekretaris. Kata-kata Kunci: kompetensi komunikasi bahasa Inggris, tugas sekretaris, era kerja digital, komunikasi profesional, analisis tematik literatur