Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Penerapan Praktik Yoga Dalam Mengoptimalkan Kecerdasan Kinestetik Pada Anak Usia Dini Barokah, Liberty; Ayuningtyas, Ika Fitria; Anggraini, Tyas Ning Yuni Astuti; Zolekhah, Dewi; Setyawati, Anik
JMM - Jurnal Masyarakat Merdeka Vol 8, No 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jmm.v8i2.190

Abstract

Kecerdasan kinestetik berkaitan dengan perkembangan motorik anak. Permasalahan yang sering terjadi adalah anak masih canggung dalam bergerak, malu – malu dan tidak percaya diri dalam menggerakkan tubuhnya. Salah satu cara untuk meningkatkan kecerdasan kinestetik adalah yoga. Stimulasi dengan yoga merupakan kegiatan merangsang kemampuan semua aspek perkembangan dasar anak yang meliputi stimulasi sentuh, gerak, urut, pendengaran dan penglihatan dengan mengutamakan rasa nyaman, aman, menunjukkan perhatian dan kasih sayang sehingga perkembangannya akan berlangsung secara optimal. Tujuan pengabdian ini agar anak dapat mengikuti yoga untuk menstimulasi kecerdasan kinestetik. Pengabdian ini  terintegrasi dalam mata kuliah Pelayanan Komplementer Pada Ibu dan Anak. Target pengabdian ini anak umur 4-6 tahun. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan tahap akhir. Tahapan persiapan meliputi pengkajian masalah dan penyusunan proposal. Tahapan pelaksanaan adalah melakukan yoga anak. Hasil dari kegiatan ini anak antusias dan semangat dalam melakukan yoga. Hal ini terlihat dari awal kegiatan sampai akhir, siswa mengikuti semua gerakan yoga serta saat evaluasi, siswa dapat melakukan sendiri gerakan yoga sesuai dengan yang diperintahkan. Kegiatan ini diharapkan dapat dilakukan secara berkesinambungan dan memberikan manfaat untuk menstimulasi kecerdasan kinestetik pada anak.
PENGETAHUAN GURU SD TENTANG YOGA ANAK Ika Fitria Ayuningtyas; Eniyati Eniyati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 13, No 2 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v13i2.1428

Abstract

Latar belakang: Anak SD (6-11 tahun) merupakan fase laten yaitu anak sudah memahami kenikmatan ketika organ intimnya mendapat rangsangan. Yoga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan apalagi anak anak. Selain melatih motorik, yoga dapat meningkatkan focus dan konsentrasi anak. Sesi yoga anak dibuat seperti suasana bermain sekaligus dapat memasukkan materi tentang kesehatan reproduksi sesuai umurnya.Tujuan: Mengetahui pengetahuan guru tentang yoga anakMetode: jenis penelitian deskriptif dengan jumlah sampel 39 orang guru SD dilakukan secara random sampling dan dianalisis menggunakan persentase.Hasil: Sebagian besar pengetahuan guru tentang yoga anak dalam kategori baik.Kesimpulan: Meskipun pengetahuan guru tentang yoga anak dalam kategori baik namun disarankan agar dalam masa pandemi ini kegiatan pembelajaran khususnya olah raga dapat diberikan beberapa gerakan yoga agar anak tidak mudah bosan dengan pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas maupun secara online.Kata kunci: pengetahuan, guru, yoga anak
PKM Berbasis Mindfullness-Based Cognitive Program untuk Menurunkan Parental Burnout dan Postpartum Blues Menuju Generasi Emas Pada Ibu dengan Balita di Posyandu Kalurahan Bener Yogyakarta Ayuningtyas, Ika Fitria; Nursanti, Ida; Ferianto; Erwan Syah, Muhammad
Gotong Royong: Jurnal Pengabdian, Pemberdayaan Dan Penyuluhan Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Gotong Royong (JP3KM) Desember 2025
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/jp3km.v5i1.87

Abstract

Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan kesadaran dan penerimaan diri serta menumbuhkan kualitas hidup yang jauh lebih baik. Selain itu, untuk mengurangi stres, depresi, dan kecemasan pada ibu dengan balita. Oleh karena itu, program ini akan memberi dampak tidak hanya pada ibu dengan balita, tetapi juga pada kualitas pengasuhan, tumbuh kembang anak, komunikasi pada keluarga dan kader posyanduKegiatan yang dilakukan diantaranya pelatihan dan pendampingan terhadap ibu dengan balita pada mitra dengan kegiatan untuk mentransfer pengetahuan yaitu Membantu mitra melengkapi sarana dan prasarana kegiatan pelatihan dan pendampingan implementasi MBCP, Mendampingi mitra melaksanakan persiapan ruang pelatihan dan pendampingan, Menyiapkan instrument pendukung MBCP, Menyiapkan alat dan bahan pelatihan MBCP dan pendampingan implementasi kepada ibu dengan balita; Pelatihan MBCP bagi ibu dengan balita; Pendampingan implementasi MBCP bagi ibu dengan balita; dan Psikoedukasi kepada ibu dengan balita. Kegiatan PKM Berbasis Mindfullness-Based Cognitive Program (MBCP) untuk Menurunkan Parental Burnout dan Postpartum Blues Menuju Generasi Emas Pada Ibu dengan Balita di Posyandu Kalurahan Bener Yogyakarta dapat berjalan efektif dan berkesinambungan, menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan Sejahtera. Selain itu bagi masyarakat lebih peduli terhadap kesadaran dan penerimaan diri serta menumbuhkan kualitas hidup yang jauh lebih baik khususnya bagi para Ibu dengan Balita di Posyandu Kalurahan Bener Yogyakarta
PENGARUH OLAH NAFAS BELLY BREATHING UNTUK MENGURANGI NYERI PERSALINAN KALA 1 FASE AKTIF DI KLINIK DHIAULHAQ MAGELANG Eniyati .; Ika Fitria Ayuningtyas; Lily Yulaikah
Jurnal Kebidanan VOLUME 13. NO.02, DESEMBER 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v13i02.476

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Banyak ibu sangat takut mengalami rasa sakit saat persalinan melalui vagina sehingga lebih memilih persalinan Caesar. Rasa takut akan semakin mencekam ketika tanggal persalinan semakin dekat. Penelitian menunjukkan, faktor mengurangi rasa takut adalah mendapat dukungan positif dari keluarga dan memilih beberapa metode penghilang rasa sakit (Danuatmadja, 2008). Untuk mengurangi efek stres fisiologis maupun psikologis akibat nyeri persalinan dapat dilakukan melalui penanganan non farmakologi.Salah satu terapi tersebut adalah olah nafas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Olah Nafas Belly Breathing Terhadap Nyeri Persalinan Kala 1 Fase Aktif Di Klinik Dhiaulhaq Magelang Jawa Tengah. Metode: Desain penelitian ini adalah Quasy Eksperimental dengan pendekatan one group Pre-Post test Design. Populasi penelitian adalah ibu bersalin di klinik Dhiaulhaq Magelang Jawa Tengah dengan jumlah sampel 38 dan menggunakan teknik accidental sampling. Analisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Terdapat perbedaan antara nyeri sebelum diberikan terapi olah nafas dengan nyeri pasca pemberian olah nafas pada kala 1 fase aktif dengan nilai P= 0,000 < 0,05. Terdapat perbedaan rasa nyeri yang bermakan antara sebelum diterapkan dan sesudah diterapkan. Kesimpulan: Terdapat 29 responden (76,32%)  setelah diterapkan olah nafas belly breathing, nyeri berkurang, 1 responden (2,63%) nyeri bertambah, dan terdapat 8 responden (21,1 %) dengan nyeri tetap. Kata Kunci : Belly Breating, Nyeri PersalinanTHE EFFECT OF BELLY BREATHING TO REDUCE LABOR PAIN DURING 1 ACTIVE PHASE AT DHIAULHAQ MAGELANG CLINICABSTRACTBackground: Many women are frightened of the pain during vaginal delivery so they prefer a caesarian delivery. The fear will be more gripping as the due date draws near. Research shows the factors that reduce fear are getting positive support from family and choosing several methods of pain relief (Danuatmadja, 2008). To reduce the effects of physiological and psychological stress due to labor pain can be done through non-pharmacological treatmen. One the therapies is breathing exercise. Objective: This study is aimed to determine the Influence of Belly Breathing to Pain of Labor Kala 1 Phase Active In Dhiaulhaq Clinic Magelang, Central Java. Methods: The design of this research is Quasy Experimental with a one group Pre- Posttest Design approach. The population of the study was maternal birth in Dhiaulhaq Clinic Magelang, Central Java with 38 samples and using accidental sampling technique. The analysis was using Wilcoxon test. Results: There is a difference between pain before brathing therapy and after having breathing therapy in kala I active phase p=0.000<0.05. There is significant difference of pain level between before and after the tharapy was applied. Conclusion: After applying the Belly Breathing exercise there were 29 respondents (76.32 %) experienced reducing pain, one respondent (2.63 %) experienced increasing pain, and 8 respondents (21.1%) increasing pain constantly.Keyword: Belly Breathing, Labor Pain
Model Intervensi Mindfulness-Based Cognitive Program untuk Optimalisasi Pola Asuh Gizi dan Pencegahan Stunting Eniyati Eniyati; Tika Sari Dewi; Ika Fitria Ayuningtyas; Muhammad Erwan Syah
Jurnal Diversita Vol. 12 No. 1 (2026): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v12i1.18528

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas mindfulness-based cognitive program dalam optimalisasi pola asuh gizi dan pencegahan stunting. Selain itu, penelitian sejalan dengan prioritas riset nasional dalam bidang kesehatan serta mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yaitu Teknologi Pangan dan Kesehatan. Metode yang digunakan adalah kuasi-eksperimen pre dan post-test. Intervensi yang digunakan adalah Mindfulness-Based Cognitive Program (MBCP) yang menggabungkan prinsip mindfulness dengan strategi kognitif untuk memperbaiki pola asuh gizi, suatu pendekatan yang relatif baru dalam konteks pencegahan stunting di Posyandu. Alat ukur tingkat Pola Asuh Gizi yaitu Kuesioner Pola Asuh Gizi (KPG). Subjek penelitian ini berjumlah 130 yaitu ibu dengan balita yang terlibat langsung dalam pemberian makan dan pengasuhan balita. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Model Intervensi Mindfulness-Based Cognitive Program terbukti efektif dalam mengoptimalkan pola asuh gizi sebagai upaya pencegahan stunting. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan skor pola asuh gizi yang signifikan pada kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol setelah intervensi (p < 0,05). Dengan melibatkan 130 partisipan (65 kelompok eksperimen dan 65 kelompok kontrol), temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis mindfulness dan cognitive program mampu meningkatkan kesadaran orang tua dalam praktik pengasuhan, pengambilan keputusan terkait pemenuhan gizi anak, serta perilaku pencegahan stunting. Model ini berpotensi menjadi alternatif intervensi promotif dan preventif yang dapat diimplementasikan pada layanan Posyandu.
Application of Oxytocin Massage as an Effort to Create a Healthy and Happy Postpartum Ika Fitria Ayuningtyas; Lutfi Hidiyaningtyas; Dwi Kartika Rukmi
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 7 No 2 (2025): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v7i2.1496

Abstract

Awareness of the importance of exclusive breastfeeding has increased among parents. However, several challenges remain, one of which is the inability of mothers to breastfeed until their babies are six months old. This is often attributed to mothers' lack of understanding of proper breastfeeding techniques, including methods to support optimal breast milk production. The purpose of the community service program is to increase breast milk production through oxytocin massage. The method used is divided into three stages: a pretest, providing material on oxytocin massage, followed by an oxytocin massage demonstration, and finally a posttest. The results obtained were 36 respondents, 100% of whom had good knowledge. The posttest results showed a 16.66% increase in knowledge scores compared to the pretest. Husbands/family members were willing to simulate oxytocin massage after being given a demonstration by the midwife. The community service program hopes that husbands/family members will continue to provide oxytocin massage at home for 2-3 minutes every day