Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN METODE PEMBAYARAN QRIS DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA COFFEE SHOP DIMANA? KOPI KISARAN, SUMATERA UTARA Fauzi Armila; Maisyura Maisyura; Sufi Sufi; Cut Sukmawati; Nanda Ameliany
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 04 (2026): AGUSTUS - SEPTEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan metode pembayaran qris dan kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian pada coffee shop dimana?kopi kisaran, Sumatera Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis survei. Sampel penelitian berjumlah 100 konsumen yang ditentukan melalui teknik non-probability sampling dengan pendekatan convenience sampling berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembayaran qris berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dengan koefisien regresi 0,390, nilai t hitung 3,683, dan signifikansi 0,000. Kualitas pelayanan juga berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi 0,543, nilai t hitung 5,948, dan signifikansi 0,000. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dengan F hitung 31,437 dan signifikansi 0,000. Nilai R Square sebesar 0,363 menunjukkan bahwa metode pembayaran qris dan kualitas pelayanan mampu menjelaskan 36,3% variasi keputusan pembelian, sedangkan 63,7% dipengaruhi faktor lain di luar model. Temuan ini menunjukkan bahwa kemudahan transaksi digital dan pelayanan yang konsisten merupakan faktor penting dalam mendorong keputusan pembelian konsumen.
Implementasi Program Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam Mengatasi Bencana Banjir di Kecamatan Medan Marelan Widya Fatimah; Teuku Alfiady; Sufi Sufi; Nur Hafni; Nazaruddin Nazaruddin
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2026): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/z4vzbg06

Abstract

Banjir merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang paling sering terjadi di Indonesia, dan Kecamatan Medan Marelan Kota Medan menjadi salah satu wilayah yang paling sering terdampak akibat kondisi topografi yang rendah, dilalui beberapa sungai, serta pertumbuhan permukiman yang pesat dan kurang terencana. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Program Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan dalam mengatasi bencana banjir di Kecamatan Medan Marelan, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi terhadap informan yang dipilih secara purposive, meliputi petugas BPBD, aparat kecamatan, tokoh masyarakat, dan masyarakat terdampak banjir, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman (2014) berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan mengacu pada kerangka teori implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn (1975). Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPBD telah melaksanakan tahap prabencana, tanggap darurat, dan pascabencana sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 2 Tahun 2018, berupa sosialisasi dan edukasi, pemantauan, evakuasi, serta penyaluran bantuan, namun banjir masih terus berulang karena keterbatasan personel dan peralatan ketika banjir terjadi serentak di beberapa wilayah, penyampaian informasi program yang belum merata, kondisi drainase yang belum memadai, serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Faktor pendukung meliputi kejelasan standar dan sasaran kebijakan, koordinasi yang baik antara BPBD dengan kecamatan, kelurahan, dan instansi teknis, kesiapsiagaan serta kemampuan petugas, dan ketersediaan sarana evakuasi. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas sumber daya manusia dan logistik BPBD, perluasan jangkauan komunikasi program, serta penguatan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan agar penanggulangan banjir di Kecamatan Medan Marelan berjalan lebih efektif.