Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Peran Studi Etnofarmasi Dalam Pencarian Tumbuhan Obat Yang Berpotensi Dikembangkan Sebagai Antidiabetes Indah Yulia Ningsih
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 12 No. 01 Juli 2015
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Prevalensi penyakit diabetes mellitus mengalami peningkatan di seluruh dunia dan kini disebut sebagai salah satu penyakit utama yang berpengaruh pada kesehatan manusia. Banyak dokter meresepkan politerapi dengan dua atau lebih agen hipoglikemik untuk mengontrol kadar glukosa darah. Pasien juga harus meminum obat dalam jangka panjang, sehingga terjadi peningkatan efek samping, biaya, dan ketidakpatuhan. Hal ini mendorong pasien mencari alternatif pengobatan lain seperti obat herbal. Dalam rangka pencarian tumbuhan obat yang berpotensi dikembangkan sebagai antidiabetes, dapat dilakukan studi etnofarmasi. Pendekatan ini telah diterapkan dalam beberapa penelitian mengenai penggunaan tumbuhan obat untuk mengontrol diabetes mellitus pada sistem pengobatan tradisional di berbagai budaya. Kata kunci: etnofarmasi, diabetes mellitus, tumbuhan obat. ABSTRACT The prevalence of diabetes mellitus has been increasing worldwide and it becomes one of the main diseases which affect human health. Many clinicians prescribe polytheraphy with two or more hypoglycemic agents to achieve better glucose control as a common practice. Patients also have to take drugs for long-term therapy with their attendant side effects in addition to their high costs. It may increase non-adherence therapy of diabetic patients. As a result, patients choose alternative treatment by using herbal medicines. To search new antidiabetic medicinal plants, we can use ethnopharmacy study as an option. This approach has been used to search locally important plant species to control diabetes mellitus in traditional medicinal systems of different cultures. Key words: ethnopharmacy, diabetes mellitus, medicinal plants.
Pencarian Tumbuhan Obat yang Berpotensi sebagai Antimalaria Berdasarkan Pengetahuan Etnomedisin Indah Yulia Ningsih
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 01 Juli 2017
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.928 KB)

Abstract

Malaria merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh beberapa parasit Plasmodium dan menjadi salah satu penyakit infeksi utama di beberapa daerah tropis seperti negara-negara Asia dan Afrika. Masalah utama dalam mengatasi malaria adalah adanya peningkatan resistensi vektor terhadap insektisida dan peningkatan resistensi parasit terhadap obat malaria, seperti klorokuin dan artemisinin. Masyarakat, khususnya para pengobat tradisional di berbagai daerah endemik tersebut telah menggunakan tumbuhan sebagai pengobatan turun-temurun untuk mengatasi demam dan gejala malaria lainnya. Fakta ini mendorong para peneliti untuk menemukan agen antimalaria baru yang terjangkau, mudah diperoleh, dan diterima secara budaya berdasarkan pengetahuan etnomedisin.
Penyuluhan Dan Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring Dari Kulit Terong Ungu Di Desa Dawuhan Indah Yulia Ningsih; Ema Desia Prajitiasari
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol 5, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v5i2.1325

Abstract

Abstract: Eggplant is one of the most widely cultivated food commodities in Indonesia. One of them was carried out by "Dawuhan Jaya", the eggplant farmer group in Dawuhan Village, Tenggarang District, Bondowoso Regency, in which the majority of its members cultivated purple eggplant varieties. All the time, eggplant peel is usually thrown away when the vegetable is consumed. It only becomes unutilized waste. However, it is known that purple eggplant peel has many health benefits, including antibacterial and antioxidant. Therefore, in this service activity, product diversification of eggplant peel was carried out to process it into dish soap, a product that is widely used in households. The method used in the implementation of the activity was the participatory rural appraisal. The service activity aimed to empower the community, especially eggplant farmer group partners. The stages of activities carried out included counseling and training to increase the partner’s knowledge and skills regarding processing purple eggplant peel into high-value products. The next stage was mentoring carried out to determine and ensure the partner’s ability in production and marketing activities independently. This program was expected to be able to utilize purple eggplant by-products and increase people's income.            Keywords: dish soap; product diversification; purple eggplant peel  Abstrak: Terong merupakan salah satu komoditas pangan yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Salah satunya dilakukan oleh kelompok petani terong “Dawuhan Jaya” di desa Dawuhan, kecamatan Tenggarang, kabupaten Bondowoso yang mayoritas anggotanya membudidayakan varietas terong ungu. Selama ini biasanya kulit terong selalu dibuang bila akan dikonsumsi, sehingga hanya menjadi sampah yang tak termanfaatkan. Namun, diketahui bahwa kulit terong ungu memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, diantaranya sebagai antibakteri dan antioksidan. Oleh karena itu, dalam kegiatan pengabdian ini dilakukan upaya diversifikasi produk kulit terong menjadi produk yang banyak digunakan dalam rumah tangga, seperti sabun cuci piring. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan adalah participatory rural appraisal. Tahapan kegiatan yang dilakukan mencakup penyuluhan dan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra mengenai pengolahan kulit terong ungu menjadi produk yang bernilai jual tinggi. Tahapan selanjutnya adalah pendampingan yang dilaksanakan untuk mengetahui dan memastikan kemampuan mitra dalam kegiatan produksi dan pemasaran secara mandiri. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat, khususnya mitra kelompok petani terong. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat memanfaatkan produk sampingan terong ungu sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.Kata kunci: diversifikasi produk; kulit terong ungu; sabun cuci piring
Pelatihan Pengolahan Jagung Sebagai Upaya Pemberdayaan Ibu-Ibu di Desa Maskuning Kulon, Bondowoso Indah Yulia Ningsih; Dewi Dianasari; Nuri Nuri; Ika Barokah Suryaningsih
Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2022): Juni
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KADIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1911.144 KB) | DOI: 10.32503/cendekia.v4i1.2347

Abstract

Desa Maskuning Kulon merupakan salah satu desa di Kabupaten Bondowoso yang tingkat perekonomiannya tidak merata. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat adalah melalui pemberdayaan perempuan. Para ibu di desa tersebut diberikan pengetahuan dan dilatih untuk mengolah jagung dan mengemasnya menjadi stik jagung aneka rasa. Berdasarkan hasil pretest dan postest diketahui bahwa terjadi peningkatan pengetahuan para ibu terkait diversifikasi produk olahan jagung. Kegiatan pendampingan dilakukan untuk memastikan bahwa kegiatan produksi dan pemasaran dapat berjalan lancar. Adanya program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Maskuning Kulon.
Pemberdayaan Kelompok Petani Terong di Desa Dawuhan, Bondowoso melalui Pengolahan Kulit Terong Indah Yulia Ningsih; Ika Barokah Suryaningsih
Jurnal PkM Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 4 (2022): Jurnal PkM: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jurnalpkm.v5i4.7804

Abstract

Dalam rangka pencegahan penularan berbagai penyakit seperti penyebaran virus COVID-19, perlu dilakukan berbagai upaya seperti menggunakan hand sanitizer dan mengkonsumsi berbagai produk suplemen yang dapat meningkatkan imunitas. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan bahan baku yang kerapkali dianggap sebagai sampah seperti kulit terong, terutama terong ungu. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok petani terong “Dawuhan Jaya” di Desa Dawuhan-Bondowoso dalam pengolahan kulit terong menjadi bahan baku produk hand sanitizer dan minuman kaya antioksidan. Metode yang dilakukan meliputi sosialisasi program, penyuluhan, pelatihan, pendampingan dan evaluasi kegiatan. Dengan adanya program ini diharapkan dapat membantu mengurangi kerugian dan meningkatkan pendapatan para petani terong, serta mendukung upaya pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran COVID-19 di Indonesia.
Pengembangan Sensor Kimia Berbasis Kertas Untuk Penetapan Kadar Kafein Sampel Kopi Mochammad Amrun Hidayat; Noviani Tri Wahyuning; Indah Yulia Ningsih; Bambang Kuswandi
Jurnal Riset Kimia Vol. 14 No. 1 (2023): March
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrk.v14i1.589

Abstract

The caffeine chemical sensor was developed by co-immobilizing sodium periodate (NaIO4), 3-methyl-2-benzothiazolinone hydrazone (MBTH), and acetic acid (CH3COOH) onto paper by using an adsorption technique. The addition of caffeine solution could change the color of the sensor from white to pale blue which can be then captured by using a flatbed scanner and quantified by the ImageJ program, known as a scanometric technique. Method validation such as linearity, LOD, LOQ, precision, and accuracy of the sensor was done by using caffeine standards. The result of caffeine analysis using the developed chemical sensor-scanometric method agreed with that of the spectrophotometric method, suggesting that the developed sensor with scanometric technique can be used as an alternative method for caffeine assay in coffee samples.