Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

ANALISIS MOTIVASI IBU HAMIL MELAKUKAN VAKSINASI COVID-19 BERDASAKAN KARAKTERISTIK IBU Sab’ngatun, Sab’ngatun; Rahma W, Nova; Murni, Dewi; Sulistiani, Ardiani; Nur Anisa, Herlina
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 13, No 2 (2022): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v13i2.636

Abstract

Analisis Tren Pemanfaatan Pelayanan Keluarga Berencana oleh Pasangan Usia Subur di Fasilitas Kesehatan: Studi Berbasis Data Rekam Medis di Puskesmas Musuk Boyolali Sulistiani, Ardiani; Dwihestie, Luluk Khusnul; Dewi, Ratih Kumala
Jurnal Rekam Medis & Manajemen Infomasi Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/jurmik.v5i1.357

Abstract

Program Keluarga Berencana (KB) merupakan strategi penting pemerintah Indonesia untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk. Namun, pemanfaatan layanan KB oleh Pasangan Usia Subur (PUS) masih menghadapi tantangan, terutama dalam penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik PUS dan tren pemanfaatan metode kontrasepsi di Puskesmas Musuk selama periode Januari 2022 hingga Desember 2024. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif retrospektif dengan analisis data rekam medis. Sampel terdiri dari 356 PUS yang tercatat menggunakan layanan KB. Hasil menunjukkan mayoritas PUS berusia ≤35 tahun (73,3%), multipara (56,7%), dan tidak bekerja tetap (59,8%). Metode kontrasepsi Non-MKJP masih dominan (67,1%), namun terdapat tren peningkatan penggunaan MKJP dari 28,2% pada 2022 menjadi 37,8% pada 2024. Temuan ini mengindikasikan adanya pengaruh positif dari upaya edukasi terkait manfaat MKJP, meskipun preferensi terhadap metode Non-MKJP tetap tinggi. Disarankan agar edukasi kepada PUS tentang efektivitas dan keamanan MKJP terus ditingkatkan, serta pelatihan bagi tenaga kesehatan dan pelibatan tokoh masyarakat diperkuat untuk mendukung pencapaian tujuan program KB secara lebih optimal.
HUBUNGAN UMUR DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN DI PUSKESMAS TENGARAN KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2022 Sulistiani, Ardiani; Azizah, Zida
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27625

Abstract

Hpertensi atau tekanan darah tinggi pada kehamilan adalah kondisi dimana tekanan darah sistolik >140 mmhg atau tekanan darah diastolik >90. Studi pendahuluan  berdasarkan dari Rekam Medik Puskesmas Tengaran tahun 2023 Bulan Februari-April tahun 2023 terdapat 24 ibu hamil hipertensi ringan, dan 5 ibu hamil hipertensi berat. Untuk umur ibu hamil yang di bawah 20 tahun 3 orang, umur antara 20-35 tahun 21, dan umur ibu diatas 35 tahun 5 orang . Pada paritas, primipara sebanyak 7, multipara sebanyak 22.Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui hubungan umur dan paritas dengan kejadian hipertensi dalam kehamilan di Puskesmas Tengaran. Desain penelitian ini adalah case control dengan pendekatan retrospektif . Populasi penelitian ini adalah Ibu hamil, jumlah sampel 140. Tehnik sampling yang digunakan total sampling. Analisa data menggunakan uji Chi-Square dengan Odd Ratio. Hasil penelitian Faktor umur Ibu dengan kejadian hipertensi dalam kehamilan dengan nilai p-value (0,207) dan faktor paritas Ibu dengan kejadian hipertensi dalam kehamilan dengan nilai p-value (0,786) lebih besar dari nilai alpha 0,05 maka tidak ada hubungan antara umur dan paritas dengan kejadian hipertensi dalam kehamilan. Faktor resiko umur ibu hamil berisiko akan mengalami hipertensi berat 0,5 x lebih besar dibanding pada umur ibu hamil tidak berisiko dengan nilai OR 0,542 pada Convidence Interval 95% (0,254-1,188). Faktor resiko ibu hamil dengan primipara akan mengalami hipertensi berat 0,9 x lebih besar dibanding pada ibu tidak berisiko (multipara) dengan nilai OR 1,125 pada Convidence Interval 95% (0,560-1,766). Penelitian ini Tidak ada hubungan antara umur dan paritas terhadap kejadian hipertensi dalam kehamilan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG PERENCANAAN KEHAMILAN PADA MASA PRAKONSEPSI DENGAN KEJADIAN KEHAMILAN RISIKO DI PUSKESMAS KARANGGEDE rismawati, rismawati; Hanung PSN, Allania; Sulistiani, Ardiani; Dwihestie, Luluk Khusnul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37137

Abstract

Proses kehamilan perlu dipersiapkan sejak masa prakonsepsi atau sebelum hamil. Kehamilan risiko tinggi dapat dicegah dengan melakukan persiapan prakonsepsi. Faktor yang berperan dalam pencegahan kehamilan risiko tinggi pada ibu hamil adalah pengetahuan ibu. Data ibu hamil resiko tinggi di Kecamatan Karanggede Kabupaten Boyolali tercatat dari 530 ibu hamil, terdapat 240 (45,3%) ibu hamil resiko tinggi, dimana 3 ibu grandemultipara dan 70 (29,1%) ibu dengan KEK. Berdasarkan laporan di Puskesmas Karanggede pada tahun 2023 faktor yang mempengaruhi kehamilan risiko tinggi adalah faktor usia (63%), jarak kehamilan (12,8%) dan preeklamsi (6,2%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang perencanaan kehamilan pada masa prakonsepsi dengan kejadian kehamilan risiko tinggi di Puskesmas Karanggede. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah 97 ibu hamil di Puskesmas Karanggede. Tehnik sampling menggunakan tehnik total sampling. Sampel penelitian ini sejumlah 97 responden. Penelitian ini menggunakan data primer dengan instrumen penelitian berupa kuesioner. Analisa data univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang perencanaan kehamilan pada masa prakonsepsi dengan kejadian kehamilan risiko tinggi di Puskesmas Karanggede dengan nilai p-value 0,007 (p<0,05). Disimpulkan bahwa pengetahuan memiliki hubungan dengan kehamilan risiko tinggi dikarenakan pengetahuan menjadi landasan seseorang untuk memahami informasi dan membentuk perilaku.
Factors Influencing Exclusive Breastfeeding Practices In Rural Indonesia: Evidence From Lampung Province Ningrum, Allania Hanung Putri Sekar; Kartikasari, M. Nur Dewi; Sulistiani, Ardiani
Women, Midwives and Midwifery Vol. 5 No. 3 (2025): Women, Midwives and Midwifery journal
Publisher : Asosiasi Pendidikan Kebidanan Indonesia (AIPKIND)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36749/wmm.5.3.81-92.2025

Abstract

Background: Breast milk is an ideal food for babies. Breast milk has benefits not only for the baby but also for the mother and the environment. However, the exclusive breastfeeding rate in Indonesia and the world is still low. Purpose: This study aims to find the factors that cause low exclusive breastfeeding in rural areas in Indonesia. Methods: this study is quantitative research with a cross-sectional approach. The sample involved in this study was 164 mothers who had children aged 0-6 months in 6 villages. The analysis used in this study is bivariate and multivariate. Results: There was no statistically significant association between mothers' work and exclusive breastfeeding in rural areas. The mother's age and parity are also unrelated to exclusive breastfeeding. Income, education, infant age, first breastfeeding opportunities, delivery methods, and delivery aides contributed 20.1% to exclusive breastfeeding of infants aged 0-6 months in rural areas. Conclusion: This study is useful to find out the factors related to exclusive breastfeeding in rural areas in Lampung.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Melalui Whatsapp Group  terhadap Pengetahuan Remaja Putri tentang Pernikahan Dini di Kecamatan Babakan Madang Kabupaten Bogor Maftuhah, Siti Ulfah; Ardiani Sulistiani
Journal of Golden Generation Multidisciplinary Vol. 2 No. 2 (2026): April 2026: Journal of Golden Generation Multidisciplinary
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggm.v2i2.703

Abstract

Pernikahan dini masih menjadi masalah kesehatan dan sosial yang signifikan di Indonesia, termasuk di Kecamatan Babakan Madang Kabupaten Bogor. Kurangnya pengetahuan remaja putri tentang risiko pernikahan dini menjadi salah satu faktor penyebab praktik ini terus berlangsung. Penggunaan WhatsApp Group (WAG) sebagai media edukasi menawarkan alternatif metode penyampaian informasi yang praktis dan sesuai dengan gaya komunikasi remaja saat ini. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan melalui WAG terhadap pengetahuan remaja putri mengenai pernikahan dini di Kecamatan Babakan Madang Kabupaten Bogor. Penelitian menggunakan  quasi eksperimental dengan pretest-posttest design tanpa kelompok kontrol. Sampel sebagian remaja putri sebanyak 32 orang . Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu Accidental Sampling. Data pengetahuan dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur sebelum dan sesudah intervensi, analisis menggunakan uji statistik Wilcoxon. Penelitian sebelum intervensi 32 responden (100%) memiliki tingkat pengetahuan yang "Kurang", setelah intervensi 28 responden (87,5%) menunjukkan tingkat pengetahuan "Baik". Hasil uji menunjukkan 0,001 (< 0,05) bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan melalui WhatsApp Group terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang pernikahan dini di Kecamatan Babakan Madang Kabupaten Bogor. Ada pengaruh pendidikan kesehatan melalui WhatsApp Group terhdap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang pernikahan dini di Kecamatan Babakan Madang Kabupaten Bogor. Disarankan agar dinas kesehatan dan institusi terkait mengembangkan dan mengimplementasikan program edukasi kesehatan berbasis media digital seperti WAG secara berkelanjutan untuk menjangkau remaja lebih luas. Selain itu, perlu pendampingan dan support dari keluarga serta lingkungan untuk memperkuat perubahan perilaku pencegahan pernikahan dini.
DAUN MELATI SEBAGAI ALTERNATIF UNTUK MENGATASI BENDUNGAN ASI Yuli Suryanti; Ardiani Sulistiani; Ani Syafriati
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.39676

Abstract

Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat untuk memanfaatkan daun melati sebagai alternative untuk mengatasi payudara bengkak. Biasanya terjadi pembengkakan payudara pada hari ke 2 – 10 setelah melahirkan dengan tanda gejala nyeri, warnanya kemerahan, bengkak dan panas pada suhu tubuh yang menjadi salah satu tanda inflamasi. Tanda tersebut ditunjukan dengan meningkatknya jumlah leukosit darah. Daun melati digunakan untuk mengatasi bendungan ASI dengan cara mengompres payudara menggunakan daun melati sebanyak 3-4 lembar selama kurang lebih 1 jam atau sampai daunnya layu. Edukasi yang diberikan menggunakan bahasa yang mudah di mengerti dan dipahami dalam penyampaian materi. Kesimpulan dalam kegiatan ini tentang edukasi daun melati sebagai alternative untuk mengatasi bendungan ASI.
HUBUNGAN FREKUENSI SENAM YOGA DENGAN LAMA PERSALINAN KALA I FASE AKTIF Rima Pujianti Pujianti; Dwi Anita Apriastuti; Ardiani Sulistiani
Jurnal Kebidanan VOLUME 10. No. 02, DESEMBER 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v10i02.292

Abstract

Rima Pujianti 1), Dwi Anita Apriastuti2), Ardiani Sulistiani3)1) , 2), 3)Prodi D3 Kebidanan STIKES Estu Utomo BoyolaliE-mail: ardianisulistyani@gmail.com ABSTRAKLatar Belakang Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia pada Tahun 2012 meningkat yaitu 359/100.000 kelahiran hidup.Salah satu penyebab kematian  ibu diantaranya adalah partus lama. Adapun salah satu penyebab terjadinya partus lama adalah ketidak seimbangan antara kekuatandalam mengejan dan his yang tidak adekuat.Dapat pula disebabkan karena faktor janin dan jalan lahir seperti malpresentasi atau malposisi janin, dan janin terlalu besar. Jalan lahir akan lentur pada perempuan yang rajin melakukan olahraga. Salah satu olah raga yang dapat dilakukan ibu hamil adalah senam yoga. Tujuan : mengetahui hubungan senam yoga dengan lama persalinan kala I fase aktif. Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini ibu bersalin normal di Aura Cantika pada bulan April - Mei 2014, dengan teknik accidental sampling diperoleh sampel 30. Analisa data dengan menggunakan uji statistik chi square. Hasil penelitian menunjukan dari 15 responden yang rutin melakukan senam yoga, 14 responden diantaranya (46.7%) lama persalinannya cepat, sedangkan dari 15 responden yang tidak rutin melakukan senam yoga, didapatkan 11 responden (36,7 %) mengalami persalinan cepat. Hasil uji chi square dengan SPSS 16.0 nilai p value = 0,032 yang menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara senam yoga dengan lama persalinan kala I fase aktif. Kesimpulan : Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara senam yoga dengan lama  persalinan kala I fase aktifKata Kunci :Senam yoga, lama persalinan kala I fase aktif.YOGA EXERCISES INFLUENCEON THE OHASE 1 STAGE OF LABOR LONGER ACTIVE ON MATERNATALABSTRACTBackground : maternal mortality rate in indonesia in 2012 live births increased that is 359/100.000 .one of the causes of marenal mortality include prolonged labor. As for one of the causesof prolonged labor is imbalance between the push and his strength is inadequate.can also be caused by factors such as the fetus and birth canal malpresentation or malposition, and the fetus is too large. Birth canal will be flexible in women who exercise diligently. One sport do pregnant women is yoga exercises. Research purposes : knowing the relationshif between yoga gymnesties and the longth of labor during the active phase. Research methods : A descriptive correlational study using cross-sectional approach. The population of this research is all normal maternal aura cantika in april-may 2014, with accidental sampling techniques samples obtained 30, sample taken with purposive sampling techniques and analyzed using chi square test statistic. Research result : Showed that of the 15 respondents, 14 respondents (46.7%) doing yoga exercise routine, long second stage of labor more quickly. Respondents who did not yoga exercise routine was 15 respondents ,11 respondents( 36,7 % )  long second stage of labor more quickly. The result of the chi square test with SPSS 16.0 p value = 0.032 showed that there was a significant relationship between yoga gymnastics and the length of labor during the active phase I. Knot : from this study it can be concluded that there is a relationship between yoga gymnastics and the length of labor during the active phase.Keyword : yoga exercise, duration of labor 1 when the active phase.
EFEKTIFITAS PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP KETRAMPILAN IBU DALAM MELAKUKAN PIJAT BAYI Ardiani Sulistiani; Titik Wijayanti
Jurnal Kebidanan VOLUME 12. No.01, JUNI 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v12i01.368

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Pijat bayi merupakan salah satu bentuk perawatan yang baik  untuk perkembangan bayi. Di Indonesia pelaksanaan pijat bayi di masyarakat desa masih dipegang perannya oleh dukun bayi yang tidak sesuai dengan cara medis. Teknik pemijatan yang tidak benar pada bayi justru membahayakan bayi (Sujarwo, 2014). Pijat bayi yang terbaik adalah dilakukan oleh ibu. Wawancara kepada ibu balita umur 0-1 tahun di Dzaky SPA didapatkan keterangan bahwa belum pernah ada pendidikan kesehatan tentang pijat bayi dan kebanyakan warga belum bisa memijat bayinya sendiri. Tujuan: Mengetahui efektifitas pendidikan kesehatan terhadap ketrampilan ibu dalam melakukan pijat bayi. Metode: Penelitian pra eksperimen, desain one group pretest postest. Populasi semua ibu yang memiliki bayi 0-1 tahun di Dzaky SPA pada bulan Januari-Februari 2019 sejumlah 27 responden. Teknik sampling dengan purposive sampling, jumlah responden yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi sejumlah 22 responden. Instrument penelitian pendidikan kesehatan menggunakan SOP dan ketrampilan ibu dalam melakukan pijat bayi menggunakan cheklist yang diukur sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan. Analisis bivariat menggunakan mc nemar karena data berbentuk kategorik, dengan bantuan aplikasi program SPSS. Hasil:. Ketrampilan dalam melakukan pijat bayi sebelum diberikan pendidikan kesehatan sebagian besar dalam kategori tidak terampil yaitu 81,8%. Ketrampilan dalam melakukan pijat bayi sesudah diberikan pendidikan kesehatan sebagian besar dalam kategori terampil yaitu 63,6%. Terdapat perbedaan ketrampilan ibu dalam melakukan pijat bayi sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan (0,002<0,05). Kesimpulan: Pendidikan kesehatan efektif terhadap peningkatan ketrampilan ibu dalam melakukan pijat bayi.  Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi bidan untuk melakukan pendidikan kesehatan pada ibu tentang pijat bayi agar ibu mampu melakukan pijat bayi secara mandiri .                                                                                                                   Kata Kunci: Pendidikan kesehatan, Ketrampilan ibu, Pijat bayi EFFECTIVENESS OF HEALTH EDUCATION ON THE MOTHER'S SKILLS IN PERFORMING BABY MASSAGEABSTRACTBackground: Baby massage is a good form of treatment for infant development. In Indonesia the implementation of baby massage in the village community is still held by the role of the traditional birth attendant who is not in accordance with medical methods. Improper massage techniques in infants actually endanger the baby (Sujarwo, 2014). Baby massage is best done by the mother. Interviews with mothers of toddlers aged 0-1 years at Dzaky SPA obtained information that there had never been health education about baby massage and most residents had not been able to massage their own babies. Objective: To find out the effectiveness of health education on mother's skills in doing baby massage. Method: Pre-experimental research, design one group pretest postest. The population of all mothers who have 0-1 year old babies in Dzaky SPA in January-February 2019 is 27 respondents. Sampling technique with purposive sampling, the number of respondents who fit the inclusion and exclusion criteria was 22 respondents. The health education research instrument uses SOP and the mother's skills in conducting infant massage using a checklist that is measured before and after health education. Bivariate analysis uses mc nemar because the data is categorical, with the help of the SPSS program application. Results: The skills in doing baby massage before being given health education were mostly in the unskilled category at 81.8%. The skills in doing baby massage after being given health education are mostly in the skilled category that is 63.6%. There are differences in maternal skills in performing infant massage before and after being given health education (0.002 <0.05). Conclusion: Health education is effective in increasing maternal skills in performing infant massage. The results of this study can be input for midwives to do health education to mothers about infant massage so that mothers are able to do baby massage independently. Keywords: Health education, Mother's skills, Baby massage
HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU DENGAN PIJAT TUINA PADA BALITA USIA 1 – 2 TAHUN Titik Wijayanti; Ardiani Sulistiani
Jurnal Kebidanan VOLUME 12. NO.02, DESEMBER 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v12i02.397

Abstract

ABSTRAKMasa tumbuh kembang di usia balita merupakan masa yang berlangsung cepat dan tidak akan pernah terulang, karena itu sering disebut golden age atau masa keemasan. Setiap orang tua menginginkan anaknya tumbuh dengan normal. Salah satu upaya untuk menaikkan berat badan adalah dengan pijat Tuina. Sebagai metode baru belum banyak ibu balita yang tahu tentang pijat Tuina dan mau anaknya dilakukan pijat Tuina. Beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku kesehatan seseorang antara lain umur, pendidikan, pengalaman dan sosial ekonomi (Green dalam Notoatmodjo, 2012). Penelitian ini menggunakan desain analitik  kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu balita yang datang ke BPM Ardiani S pada bulan Mei sampai Juni 2019 sejumlah 42 ibu. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu balita sejumlah 42 ibu. Adapun tehnik sampling yang digunakan adalah total sampling. Dari hasil penelitian di ketahui 73,80% ibu berusia ? 20 tahun, 59,50% memiliki pendidikan menengah (SMA), 73,80% memiliki paritas multipara, 76, 20% ibu memberikan pijat Tuina, Ada hubungan antara umur ibu dengan pijat Tuina ( ? = 0,000 < 0,05), Ada hubungan antara pendidikan ibu dengan pijat Tuina (? = 0,001 < 0,05), ada hubungan anatara paritas ibu dengan pijat Tuina (? = 0,037 < 0,05), ada hubungan secara simultan (bersama-sama) antara umur, pendidikan dan paritas ibu dengan pijat Tuina (? = 0,000 < 0,05), faktor umur memiliki hubungan yang paling kuat dengan pijat Tuina (? = 0,000 < 0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan baik parsial dan bersama antara umur, pendidikan dan paritas ibu dengan pijat Tuina, faktor yang paling kuat hubungannya dengan pijat Tuina adalah faktor Umur.Kata Kunci : Pijat Tuina, Umur, Pendidikan, Paritas.MOM CHARACTERISTIC RELATIONSHIP WITH TUINA MASSAGE IN CHILDREN 1 - 2 YEARS OLDABSTRACTThe period of growing up at the age of toddlers is a time that lasts quickly and will never be repeated, because it is often called the golden age. Every parent wants their child to grow normally. One of the efforts to gain weight is by using Tuina massage. As a new method, not many mothers of toddlers know about Tuina and want to do Tuina massage and want to do Tuina massage . Several factors that influence a person's health behavior include age, education, experience and socio-economy (Green in Notoatmodjo, 2012). This research uses a quantitative analytic design. The population in this study is mothers of children under five who came to BPM Ardiani S from May to June 2019 with a total of 42 mothers. The sample in this study were all mothers with a total of 42 mothers. The sampling technique used was total sampling. From the results of the study, it is known that 73.80% of mothers aged ? 20 years, 59.50% have secondary education (SMA), 73.80% have multiparity parity, 76, 20% of mothers give Tuina massage, There is a relationship between maternal age and Tuina massage (? = 0,000 <0.05), There is a relationship between maternal education and Tuina massage (? = 0.001 <0.05), there is a relationship between maternal parity and Tuina massage (? = 0.037 <0.05), there is a relationship Simultaneously (together) between age, education and parity of mothers with Tuina (? = 0,000 <0.05), the age factor had the strongest relationship with Tuina massage (? = 0,000 <0.05). Thus it can be denied that there is a partial and shared relationship between age, education and parity of massage mothers with Tuina and the strongest factor with Tuina massage is the age factor.Keywords: Tuina Massage, Age, Education, Parity