Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH MODEL RECIPROCAL TEACHING DIPADUKAN DENGAN THINK PAIR SHARE TERHADAP KEMAMPUAN METAKOGNISI MAHASISWA MK MIKROBIOLOGI IKIP BUDI UTOMO Lestari, Purwaning Budi; Wijayanti, Titik
JEMS Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran mikrobiologi perlu lebih ditingkatkan harapannya mahasiswa dapat membentuk kepribadian mandiri, kreatif, dan objektif yang memiliki karakter (softskill) dalam penampilan, sikap, dan tingkat laku. Hasil observasi dilokasi penelitian diperoleh data sebagai berikut nilai rata-rata  hasil belajar mikrobiologi yang diperoleh dari mahasiswa angkatan 2012 sebesar 48 dan data nilai rata-rata metakognisi yang diperoleh sebesar 46. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah design dengan factor 4x2. Teknik analisis data hasil penelitian dilakukan dengan menggunakan analisis kovarian (Anacova). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai terkoreksi dari yang paling rendah  adalah control dengan pendekatan konvensional sebesar 63.102 kemudian disusul TPS sebesar  68.923, selanjutnya Reciprocal Teaching sebesar 71.587 dan TPS+RT sebesar 81.644.  Uji homogenitas varian antar kelompok data tidak berbeda atau homogen. Rata-rata nilai kemampuan metakognisi terkoreksi pada masing-masing model dari yang paling rendah  adalah control dengan pendekatan konvensional sebesar 53.546 kemudian disusul TPS sebesar 64.001, selanjutnya Reciprocal Teaching sebesar  71.479 dan TPS+RT sebesar 84.351.  Rata-rata terkoreksi dari 4 model diatas yang menunjukkan signifikan yaitu: integrasi TPS+RT berbeda nyata RT, berbeda nyata terhadap TPS dan berbeda nyata terhadap konvensional (control). Namun untuk model TPS dan RT tidak  berbeda nyata.
PEMBERDAYAAN HASIL BELAJAR AFEKTIF MAHASISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN SEARCH, SOLVE, CREATE, AND SHARE (SSCS) BERBANTUAN MEDIA VIDEO Widyaningrum, Diyah Ayu; Wijayanti, Titik
DIDAKTIKA BIOLOGI: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol 1, No 2 (2017): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Sikap peserta didik dikenal dengan kemampuan afektif. Selain sikap, kemampuan afektif berhubungan dengan minat dan nilai-nilai. Berdasarkan observasi di IKIP Budi Utomo Malang pada matakuliah Biokimia menunjukkan bahwa kemampuan afektif siswa belum diberdayakan. Pembelajaran yang dilakukan hanya menilai kemampuan kognitif peserta didik. Hasil belajar afektif peserta didik dapat diketahui dengan penerapan model pembelajaran Search, Solve, Create and Share (SSCS). Model pembelajaran SSCS dapat dilengkapi dengan media video. Tujuan penelitian adalah menjelaskan pemberdayaan hasil belajar afektif mahasiswa melalui model pembelajaran SSCS dengan media video. Rancangan penelitian yang digunakan ialah eksperimen semu (quasi) dengan Pretest-Postest Nonequivalent Control Group Design. Variabel bebas adalah model pembelajaran SSCS. Variabel terikat adalah hasil belajar afektif. Hasil belajar afektif diukur dengan tes dan angket yang berisi pernyataan negatif dan positif. Data diperoleh berdasarkan hasil pretest dan postest. Uji hipotesis menggunakan anakova dengan taraf signifikansi 0,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar afektif dapat diberdayakan menggunakan model pembelajaran SSCS dengan media video. Saran berdasarkan hasil penelitian adalah model pembelajaran SSCS dengan media video sebaiknya diaplikasikan dalam pembelajaran.Learning was an aid provided by educators in order to occur the acquiring knowledge and science, the mastery of skills, and the formation of students attitude and confidence. The attitude of students was known as affective ability. In addition to attitude, the affective ability was related to interests and values. Based on the observation in IKIP Budi Utomo Malang on Biochemistry material showed that students affective ability has not been empowered. The learning done only assessed students cognitive ability. Students affective learning outcome could be known by the application of Search, Solve, Create and Share (SSCS) learning model. SSCS learning model could be equipped with video media. The purpose of this research was to explain the empowerment of students affective learning outcome through SSCS learning model with video media. The research design used was quasi experiment with Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group Design. The independent variable was SSCS learning model. The dependent variable was students affective learning outcome that measured by the affective learning outcome test and a questionnaire contained negative and positive statements. The data were obtained based on results of pretest and posttest. The hypothesis test used anakova with significance at 5%. The result showed that the affective learning outcome could be empowered using the SSCS learning model with video media. The suggestion based on research result was SSCS learning model with video media should be applied in learning.
Developing of guided inquiry-based biochemistry practicum guidebook Widyaningrum, Diyah Ayu; Wijayanti, Titik
Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia Vol 4, No 3 (2018): NOVEMBER
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (924.891 KB) | DOI: 10.22219/jpbi.v4i3.6857

Abstract

There were no practicum guidebook in Biochemistry hands-on activity at IKIP Budi Utomo, Malang city, East Java-Indonesia. The purposeof this study was to develop a guided inquiry-based biochemistry practicum guidebook for students of IKIP Budi Utomo. The development of guidebook followed the 4D-Thiagajaran model which has 4 stages, namely define, design, develop, and disseminate. The types of the data in this study were qualitative and quantitative. The qualitative data was obtained from the validator suggestions. The quantitative data was obtained through validator assessment scores and legibility tests. The instruments used to collect data included validation sheets and questionnaires. The results showed that the practicum guidebook validation percentages were 93.48% (material experts), 100% (learning media expert), and 81.5% (teacher) which were categorized as very feasible. It can be concluded that the biochemistry practicum guidebook is highly suitable to be implemented.
PEMBERDAYAAN HASIL BELAJAR AFEKTIF MAHASISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN SEARCH, SOLVE, CREATE, AND SHARE (SSCS) BERBANTUAN MEDIA VIDEO Widyaningrum, Diyah Ayu; Wijayanti, Titik
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol 1, No 2 (2017): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/dikbio.v1i2.679

Abstract

Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Sikap peserta didik dikenal dengan kemampuan afektif. Selain sikap, kemampuan afektif berhubungan dengan minat dan nilai-nilai. Berdasarkan observasi di IKIP Budi Utomo Malang pada matakuliah Biokimia menunjukkan bahwa kemampuan afektif siswa belum diberdayakan. Pembelajaran yang dilakukan hanya menilai kemampuan kognitif peserta didik. Hasil belajar afektif peserta didik dapat diketahui dengan penerapan model pembelajaran Search, Solve, Create and Share (SSCS). Model pembelajaran SSCS dapat dilengkapi dengan media video. Tujuan penelitian adalah menjelaskan pemberdayaan hasil belajar afektif mahasiswa melalui model pembelajaran SSCS dengan media video. Rancangan penelitian yang digunakan ialah eksperimen semu (quasi) dengan Pretest-Postest Nonequivalent Control Group Design. Variabel bebas adalah model pembelajaran SSCS. Variabel terikat adalah hasil belajar afektif. Hasil belajar afektif diukur dengan tes dan angket yang berisi pernyataan negatif dan positif. Data diperoleh berdasarkan hasil pretest dan postest. Uji hipotesis menggunakan anakova dengan taraf signifikansi 0,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar afektif dapat diberdayakan menggunakan model pembelajaran SSCS dengan media video. Saran berdasarkan hasil penelitian adalah model pembelajaran SSCS dengan media video sebaiknya diaplikasikan dalam pembelajaran.Learning was an aid provided by educators in order to occur the acquiring knowledge and science, the mastery of skills, and the formation of students' attitude and confidence. The attitude of students was known as affective ability. In addition to attitude, the affective ability was related to interests and values. Based on the observation in IKIP Budi Utomo Malang on Biochemistry material showed that students' affective ability has not been empowered. The learning done only assessed students' cognitive ability. Students' affective learning outcome could be known by the application of Search, Solve, Create and Share (SSCS) learning model. SSCS learning model could be equipped with video media. The purpose of this research was to explain the empowerment of students' affective learning outcome through SSCS learning model with video media. The research design used was quasi experiment with Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group Design. The independent variable was SSCS learning model. The dependent variable was students' affective learning outcome that measured by the affective learning outcome test and a questionnaire contained negative and positive statements. The data were obtained based on results of pretest and posttest. The hypothesis test used anakova with significance at 5%. The result showed that the affective learning outcome could be empowered using the SSCS learning model with video media. The suggestion based on research result was SSCS learning model with video media should be applied in learning.
PENGARUH BUDAYA DAN KOMITMEN ORGANISASI SERTA HUBUNGANNYA ANTARA PARTISIPASI PENGANGGARAN DAN KINERJA MANAJERIAL PERUSAHAAN AMDK DI PASURUAN Wijayanti, Titik
Manajemen Bisnis Vol 2, No 1 (2012): April
Publisher : Department of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.163 KB) | DOI: 10.22219/jmb.v2i1.1480

Abstract

PENGARUH BUDAYA DAN KOMITMEN ORGANISASI SERTAHUBUNGANNYA ANTARA PARTISIPASI PENGANGGARAN DANKINERJA MANAJERIAL PERUSAHAAN AMDK DI PASURUANTitik WijayantiMagister Manajemen Universitas Muhammadiyah MalangE-mail: titikwijayanti98@yahoo.comABSTRACKThis study examines the effects of 1) budgetary participation on the managerial performance and 2)organizational culture on moderating relationship between budgetary participation and managerialperformance. This study also examine organizational commitment on moderating the relationshipbetween budgetary participation and managerial performance. This study use data obtained fromAMDK companies in Pasuruan through proportional stratified sampling. This studies? respondentsare middle and lower managers in 20 AMDK companies in Pasuruan, East Java, Indonesia. From120 questionnaires distribute to respondents, only 68 questionnaires were returned and were useablefor analysis a response rate of 56,67 %. The method to analyze data is a moderating regressionanalysis. The results show that budgetary participation has no influence on managerial performance.Organizational culture as moderating variable has no influence on relationship between budgetaryparticipation and managerial performance. Organizational commitment as moderating variable hasa negative influence and significant relationship between budgetary participation and managerialperformance.Keywords: organizational culture, organizational commitment, budgetary participation and managerialperformance
Techniques and Quality of Ironic, Cynical, and Sarcastic Expressions in Ahmad Tohari’s Ronggeng Dukuh Paruk Trilogy Indonesian – English Translation Wijayanti, Titik; Astuti, Puji; Hartono, Rudi
English Education Journal Vol 11 No 2 (2021): June 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eej.v11i1.43844

Abstract

Many ironic, cynical, and sarcastic expressions are found in Ronggeng Dukuh Paruk trilogy. Because of the differences of situational context and cultural background, it is not easy for the target readers to grab the information and mission or messages delivered by Ahmad Tohari in the source text. Some techniques might be chosen by the translator. The accuracy, acceptability or naturalness, and readability of the ironic, cynical, and sarcastic expressions should also be considered. The aims of the study were first to identify the translation techniques of ironic, cynical, and sarcastic expression in Ronggeng Dukuh Paruk trilogy from Indonesian into English, and the second, to explore the translation accuracy, acceptability, and readability of translating ironic, cynical, and sarcastic expression in Ronggeng Dukuh Paruk trilogy from Indonesian into English. The object of this study was Ronggeng Dukuh Paruk trilogy written by Ahmad Tohari translated by Rene T.A. Lysloff. This study employed embedded research design. It combined or integrated qualitative and quantitative data. The data analysis was deductively built from particular to general. The result of the translation techniques analysis shows that the most dominant translation techniques are established equivalent, reduction, and modulation. Based on the analysis, it reveals that the translation quality of ironic expression translation possesses the highest score compared with cynic and sarcastic expressions translation. It can be concluded that translation techniques influence the translation quality. It might be suggested for the future researchers to investigate how translation technique influences the translation quality.
HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI PUSKESMAS NGEMPLAK Setiyaningsih, Atik; Widyaning, Herdini; Wijayanti, Titik; Sri Ningsih, Magdalena
Jurnal Komunikasi Kesehatan Vol 14 No 1 (2023): JKK-Jurnal Komunikasi Kesehatan
Publisher : Lembaga Riset Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Ilmiah Institut Teknologi Bhakti Putra Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56772/jkk.v14i1.317

Abstract

One factor that can influence the occurrence of stunting in toddlers is the nutritional status of pregnant women. Nutrition for pregnant women is not only needed to meet the mother's own needs, but is also needed for the growth and development of the fetus in her womb. The nutritional problem that often occurs in pregnant women is anemia. The aim of this research is to analyze the relationship between Hb levels of pregnant women and the incidence of stunting in toddlers.The design of this research is correlation analytic with a cross sectional approach. The sampling technique used was total sampling with a sample size of 82 respondents. The results of data analysis using Chi-Square obtained a result of 0.000, p < 0.05, so the hypothesis was accepted, so there was a relationship between maternal Hb levels and the incidence of stunting at the Ngemplak Community Health Center. The Odds Ratio (OR) value is 8.337, meaning OR > 1 shows that the factor studied is a risk factor, so it can be concluded that anemia is a risk factor for stunting. Keywords: anemia, stunting, pregnancy, toddlers
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MELALUI MEDIA LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN PERSONAL HYGIENE MASA MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI SMP N 3 MOJOSONGO BOYOLALI Putri, Heldalia Faiza; Sulistiani, Ardiani; Wijayanti, Titik
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35638

Abstract

Pravelensi infeksi genital akibat kurang nya tindakan kebersihan genitalia masih sangat tinggi di indonesia, dimana angka kejadian infeksi genital di indonesia adalah 90-100 kasus per 100.000 penduduk per tahun atau sekitar 180.000 kasus pertahun. Berdasarkan permasalahan di SMP N 3 Mojosongo, 7 dari 10 siswi kurang melakukan personal hygiene saat menstruasi dengan benar. 3 siswi tidak mengeringkan vagina dengan benar, 2 siswi mengganti pembalut 2 kali sehari, dan 2 siswi mengganti pembalut ketika darahnya penuh. 7 siswi tersebut mengeluh sering gatal-gatal pada saat menstruasi. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, Desain Penelitian yang digunakan adalah pre-experimen dengan pretest-postest one group design, Populasi pada penelitian ini adalah siswi SMP N 3 Mojosongo sebanyak 102 siswi. Jumlah sampel 83. Tekhnik sampling yang digunakan Accidental Sampling. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon.Hasil penelitian remaja putri di SMP N 3 Mojosongo, kabupaten Boyolali mayoritas memiliki usia 14 tahun (63,9%). Hasil uji wilcoxon test pengetahuan personal hygiene masa menstruasi diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 karena nilai p-value<0,05, maka kesimpulan uji terdapat perbedaan pretest dan post test pengetahuan personal hygiene masa menstruasi. Ada pengaruh pendidikan kesehatan melalui media leaflet terhadap  pengetahuan personal hygiene masa menstruasi pada remaja putri di SMP N 3 Mojosongo Boyolali.
Pendekatan Berdiferensiasi Dalam Matematika: Meningkatkan Hasil Belajar Luas Persegi Dan Persegi Panjang Kelas IV SD Mintohari; Wandik; Nawa, Rizkiyah Khoirin; Ainurrohmah, Silfia; Sholikhah, Siti Mar'atush; Basuki, Swenogi Hussen; Wijayanti, Titik
Elementary School: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran ke-SD-an Vol. 12 No. 2 (2025): ELEMENTARY SCHOOL (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ke-SD-an)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/esjurnal.v12i2.4492

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi adalah proses belajar yang menyesuaikan keperluan belajar peserta didik. Guru memberi fasilitas kepada peserta didik sesuai dengan keperluannya, karena setiap peserta didik memiliki karakteristik yang berbeda-beda sehingga peserta didik tidak dapat diperlakukan dengan cara yang serupa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana peningkatan hasil belajar peserta didik melalui penerapan pendekatan berdiferensiasi dalam proses pembelajaran matematika, khususnya pada materi luas. Materi yang dimaksud meliputi luas bangun datar, yaitu persegi dan persegi panjang.Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh guru di kelasnya untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran. PTK melibatkan proses perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi secara berulang dalam siklus untuk memecahkan masalah pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, yaitu menganalisis data dengan perhitungan untuk menghasilkan persentase Penelitian ini dilaksanakan di SDN Manukan Kulon II dan kelas IVB menjadi subjek penelitian yang terdiri dari 34 siswa. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan pembelajaran berdiferensiasi terbukti mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika, khususnya materi menghitung luas persegi dan persegi panjang
Studi Etnosains Transformasi Budaya Wiwitan dalam Konteks Sains Modern Nisak, Choirun; Diyah Ayu Widyaningrum; Wijayanti, Titik; Iza, Nikmatul
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 6 No 2 (2025): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v6i2.589

Abstract

One form of local culture that contains scientific wisdom is the wiwitan tradition related to ecology, astronomy, and natural management that is still relevant to modern scientific concepts. However, not all elements of society know about the wiwitan tradition, especially the younger generation. The wiwitan tradition, which is local wisdom, is an ancestral heritage that must be preserved, one of which is through an ethnoscience approach. The wiwitan tradition has undergone transformation along with globalization. The study of the transformation of wiwitan culture in the context of modern science has never been studied. This study aims to study the transformation of wiwitan culture in the context of modern science, using an ethnoscience approach. This study uses a qualitative descriptive method using interview techniques with farmers who have knowledge of the wiwitan tradition. Data analysis uses techniques of grouping, describing, classifying, and interpreting data. The results of the study indicate that ethnoscience studies on the wiwitan tradition are found in the types of offering plants related to biodiversity, implementation before harvest time related to the natural cycle and astronomy, values ??contained in the tradition related to sustainable agriculture. This study emphasizes the importance of integrating local knowledge in the context of modern science to maintain local wisdom and enrich science. This research is expected to continue in other ethnoscience studies of local wisdom.