Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Analisis Kepuasan Pengguna Mobile JKN Di Kantor Cabang BPJS Kesehatan Kabupaten Grobogan Dena Nur Rahmatika; Rani Tiara Desty; Lindra Anggorowati
Indonesian Journal of Health Community Vol 5 No 2 (2024): Volume 5 No 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/ijheco.v5i2.3022

Abstract

Grobogan residents feel burdened by the registration procedure which takes a long time. The research aims to determine the relationship between the success of the information system and the satisfaction of Mobile JKN users at the Grobogan Regency BPJS Health Branch Office. The method uses a cross-sectional quantitative approach. Data analysis used the Chi-square test. The success of the Mobile JKN system, the result of the system quality variable, is that there is no relationship because the p-value is 0.262. The result of the information quality variable is that there is no relationship because the p-value is 0.361. The result of the service quality variable is that there is no relationship because the p-value is 0.771. The result of the variable system use is that there is no relationship because the p-value is 0.57. The result of the user profit variable is that there is no relationship because the p-value is 0.57. The five information system success variables have no relationship with Mobile JKN user satisfaction at the BPJS Health Branch Office because the p-value is <0.05. Suggestions from BPJS Health Grobogan Regency Branch can improve the JKN Mobile application services.
Persepsi Mahasiswa Mengenai Dampak Undang-Undang Kesehatan No. 17 Tahun 2023 Terhadap Profesi Tenaga Vokasi Farmasi Rani Tiara Desty; Dwi Subarti; Dessy Ratna Sari
Indonesian Journal of Health Community Vol 7 No 1 (2026): Volume 7 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/ijheco.v7i1.4376

Abstract

Health Law No. 17 of 2023 brought significant changes to the health system in Indonesia, particularly regarding the health care profession. The purpose of this study to determine the perceptions of pharmacy students regarding the impact of Health Law No. 17 of 2023 on the health care profession. This type of research was quantitative descriptive research with a cross-sectional approach. The population in this study were all Pharmacy Diploma III Study Program Students, Class of 2024. The sample taken in this study was a total sampling of 148 students. The variable studied was students perceptions regarding the impact of Health Law No. 17 of 2023 on the health care profession. The instrument used was a questionnaire with a Google form. The results showed that the majority of respondents were female (91.1%). More than half (55.5%) of respondents were 19 years old. More than half of the students (98.6%) have heard/read Law No. 17 of 2023. Half of the students (50%) have a good perception of Law No. 17 of 2023. Education for students regarding Law No. 17 of 2023 is necessary, so that they can understand, have good readiness and motivation for the dynamics of the profession in the future.
THE EFFECT OF VIDEO MEDIA EDUCATION ON STUDENTS KNOWLEDGE SCORES AT SMAN 1 JOGONALAN REGARDING TRADITIONAL MEDICINE IN HANDLING DYSMENORRHEA Farah Nilasheli Basri; Nur Atikah; Rani Tiara Desty
Jurnal Jamu Kusuma Vol. 6 No. 1 (2026): JURNAL JAMU KUSUMA
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jurnaljamukusuma.v6i1.156

Abstract

Dysmenorrhea is a common problem experienced by young women and can disrupt daily activities. Increasing knowledge about non-pharmacological management of dysmenorrhea can be achieved through educational animated videos. This study aims to determine the effect of educational video media on knowledge scores regarding the use of traditional herbal remedies for the management of dysmenorrhea at SMAN 1 Jogonalan. The respondents in this study are 68 female students in grade XI. This study used a pre-experimental one-group pretest–posttest design, with questionnaires distributed through Google Forms as the research instrument. Questionnaire validity testing was conducted using Pearson’s Product-Moment correlation test, which showed that 16 out of 26 questionnaire items were valid, with significance values ranging from 0.000 to 0.045, with a reliability of 0.770 (reliable), and the video media had a validity of 0.869. Data analysis was carried out using the Wilcoxon test to assess differences in knowledge scores before and after the provision of educational video media. The results of this study show an average pre-test score of 10.97 and an average post-test score of 12.47, resulting in a 1.5-point increase. A significant difference in students' knowledge between the pretest and the posttest, with a Sig. (2-tailed) value of 0.001 ≤ 0.05, indicating that video media influence students' knowledge of using traditional herbal remedies to treat dysmenorrhea. Based on these results, it can be concluded that video media as an educational support tool helps increase students' knowledge of the use of traditional herbal remedies for treating dysmenorrhea.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Beyond Use Date (BUD) pada Obat Rani Tiara Desty; Dessy Ratna Sari; Dwi Subarti
Manggali Vol 6 No 2 (2026): Manggali
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/manggali.v6i2.4481

Abstract

Beyond Use Date (BUD) merupakan batas waktu penggunaan obat setelah obat tersebut dibuka, diracik, atau mengalami perubahan dari kondisi awal kemasan pabrik, yang berbeda dengan tanggal kedaluwarsa (expired date) yang berlaku selama obat masih tersegel dan disimpan sesuai ketentuan pabrik. Pada praktik di masyarakat, masih banyak individu yang belum memahami perbedaan antara BUD dan tanggal kedaluwarsa, sehingga obat sering digunakan kembali tanpa memperhatikan lama waktu sejak obat dibuka atau diracik. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan pengetahuan masyarakat terkait penggunaan obat yang aman, terutama pada sediaan cair, obat tetes, dan obat racikan yang memiliki risiko penurunan mutu lebih cepat setelah dibuka. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan cara memberikan informasi kepada masyarakat tentang BUD pada obat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan Masyarakat terkait BUD pada obat sehingga masyarakat memahami kapan obat masih layak digunakan dan kapan obat harus dibuang demi menjaga keselamatan pengguna. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan penyuluhan terkait Beyond Use Date (BUD) Obat mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat di Desa Danguran. Diharapkan kegiatan penyuluhan dan pelatihan yang telah disampaikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Desa Danguran.
Pengaruh Edukasi terhadap Pengetahuan Lansia tentang Penggunaan Obat Hipertensi di Kabupaten Klaten Tahun 2024 Riska Pradana; Rani Tiara Desty; Dwi Subarti
Science Techno Health Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Science Techno Health Journal
Publisher : Science Techno Health Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak terjadi pada kelompok usia dewasa dan lanjut usia serta dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, gagal jantung, dan gagal ginjal. Penggunaan obat antihipertensi secara tepat, teratur, dan berkelanjutan merupakan bagian penting dalam pengendalian hipertensi. Namun, pengetahuan lansia mengenai penggunaan obat hipertensi masih belum optimal, terutama terkait aturan penggunaan, dosis, waktu konsumsi, manfaat, dan pentingnya kepatuhan terhadap pengobatan. Oleh karena itu, diperlukan edukasi kesehatan untuk meningkatkan pemahaman lansia mengenai penggunaan obat hipertensi secara tepat dan aman.Tujuan: Menganalisis pengaruh edukasi terhadap pengetahuan lansia tentang penggunaan obat hipertensi di Kabupaten Klaten.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimen One-Group Pretest-Posttest. Populasi penelitian berjumlah 134.312 lansia dengan sampel sebanyak 100 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran pengetahuan sebelum intervensi (pretest), pemberian edukasi mengenai penggunaan obat hipertensi, sesi tanya jawab, dan pengukuran pengetahuan setelah intervensi (posttest). Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test dengan tingkat signifikansi 95%.Hasil: Terjadi peningkatan pengetahuan lansia setelah diberikan edukasi. Kategori pengetahuan baik meningkat dari 31 responden (31,0%) pada pretest menjadi 54 responden (54,0%) pada posttest. Sementara itu, kategori pengetahuan rendah menurun dari 31 responden (31,0%) menjadi 14 responden (14,0%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -8,700 dan Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,000 (p < 0,05), sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan lansia sebelum dan sesudah diberikan edukasi.Simpulan: Edukasi kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan lansia mengenai penggunaan obat hipertensi. Edukasi dapat menjadi salah satu strategi promosi kesehatan untuk meningkatkan pemahaman lansia mengenai penggunaan obat antihipertensi secara tepat, aman, dan berkelanjutan.