Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN E-MODUL BERBASIS FLIP PDF PROFESSIONAL PADA MATA PELAJARAN KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN SMK NEGERI 11 MALANG Galih Rangga Wijaya; Tri Kuncoro; Muhammad Aris Ichwanto
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol. 9 No. 2 (2023): Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ebjptbs.v9i2.61384

Abstract

Penggunaan teknologi berdampak terhadap kualitas pendidikan. Hal tersebut disebabkan saat proses pembelajaran memerlukan media penunjang untuk meningkatkan pembelajaran, namun proses pembelajaran masih tergolong monoton dan kurangnya bahan ajar yang disediakan dari pihak sekolah. Sehingga dengan berbagai masalah tersebut mengakibatkan siswa kurang aktif dan pembelajaran menjadi kurang efektif. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengembangkan dan menguji coba kelayakan Media Pembelajaran E-Modul berbasis Flip PDF Professional sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode R&D yang menerapkan model Borg & Gall (1983), karena memiliki 10 tahapan yang mudah diikuti langkah-langkahnya dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan peneliti. Hasil akhir produk berupa Media Pembelajaran E- Modul Berbasis Flip PDF Professional Pada Mata Pelajaran Konstruksi Jalan Dan Jembatan yang telah diuji validitas. Didapatkan hasil validasi dari kedua ahli materi sebesar 89,35%, ahli media sebesar 98.7%, uji coba kelompok kecil sebesar 86.46% dan kelompok besar sebesar 84.2%, berdasarkan hasil uji dari beberapa validator tersebut termasuk kategori sangat valid yang ditunjukkan dengan nilai A pada tabel interpretasi kelayakan yang berarti sudah layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran.
ANALISIS EFEKTIFITAS JALAN SEMENTARA SEBAGAI SOLUSI AKSES TRANSPORTASI PASCABENCANA JALAN SENTOLO-NANGGULAN Ratna Paramita Indraiswari; Tri Kuncoro
Journal of Economic, Business and Engineering (JEBE) Vol. 7 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32500/jebe.v7i1.9340

Abstract

Penelitian ini menganalisi efektifitas jalan sementara sebagai solusi akses transportasi pascabencana tanah longsor di Jalan Sentolo-Nanggulan, Kulon Progo. Kondisi geografis Indonesia yang rawan bencana, seperti tanah longsor di Kulon Progo, sering kali merusak infrastruktur jalan, termasuk Jalan Sentolo-Nanggulan yang krusial bagi aktivitas masyarakat setempat. Keruskan ini mengganggu aktivitas ekonomi dan menghambat aksesibilitas, memaksa pengguna jalan menempuh rute yang lebih jauh dan memicu penyusutan aktivitas perekonomian. Pembangunan jalan sementara menjadi solusi cepat untuk memulihkan akses transportasi. Penelitian ini menggunakan metode campuran (Mixed Method) yang merupakan gabungan antara metode kuantitatif dan metode kualitatif. Dengan pendekatan Concurrent Embedded Strategy yang merupakan jenis pendekatan pengumpulan data dan analisis metode kuantitatif dan metode kualitatif yang dilakukan secara bersamaan. Mengintegrasikan data kuantitatif dari survei dan observasi berupa data angka dan statistik, serta data kualitatif berupa narasi deskripsi dari wawancara. Data yang digunakan berupa data primer yang bersumber dari lapangan dengan mengumpulkan data kuesioner yang ditujukan pada pengguna jalan maupun warga sekitar lokasi dan wawancara terhadap pelaku ekonomi dan relawan yang terlibat. Dan data sekunder berupa data statistic frekuensi dan dampak bencana yang bersumber resmi yang memiliki akredibilitas tinggi. Hasil analisis menunjukkan hubungan positif yang kuat anttara aksesibilitas dan efektifitas (koefisien korelasi 0,837), dengan 70,1% variasi ektifitas dapat dijelaskan oleh peningkatan aksesibilitas. Jalan sementara ini berhasil mengurangi waktu tempuh hingga 15-30 menit dan menekan biaya bahan bakar, memberikan dampak positif pada perekonomian local. Persepsi masyarakat umumnya positif, melihat jalan sementara sebagai solusi mobilitas dan wujud kepedulian kolektif, dengan partsipasi aktif warga dan relawan memperkuat rasa kepemilikan.
Teaching Factory Engagement, Entrepreneurial Knowledge, Social Relationships, and Vocational Students' Entrepreneurial Mindset Widoretno, Yustin Setiya; Marji, Marji; Tuwoso, Tuwoso; Kuncoro, Tri
Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmu Pendidikan: e-Saintika Vol. 10 No. 2 (2026): July
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/e-saintika.v10i2.4245

Abstract

This study examined the relationships among student engagement in the Teaching Factory (TEFA), entrepreneurial knowledge, social relationships, self-efficacy, and entrepreneurial mindset among vocational high school students in East Java, Indonesia. A quantitative, cross-sectional ex post facto design was employed. The participants were 210 Grade 12 students enrolled in TEFA classes within Welding Engineering programs at public and private vocational high schools, selected through proportional random sampling. Path analysis based on multiple regression was used to test the proposed relationships. TEFA engagement (β = .360, p < .001), entrepreneurial knowledge (β = .115, p = .023), and social relationships (β = .410, p < .001) were positively associated with self-efficacy and jointly explained 54.4% of its variance. TEFA engagement (β = .162, p = .005), entrepreneurial knowledge (β = .187, p < .001), social relationships (β = .126, p = .037), and self-efficacy (β = .499, p < .001) were positively associated with entrepreneurial mindset and jointly explained 63.6% of its variance. Social relationships were the strongest predictor of self-efficacy, whereas self-efficacy was the strongest predictor of entrepreneurial mindset. These findings indicate that TEFA programs should integrate authentic production activities, practical entrepreneurship instruction, and sustained support from teachers, peers, and industry professionals to strengthen students’ confidence and entrepreneurial orientation. Because indirect effects were not formally tested, the results should not be interpreted as evidence of statistical mediation or definitive causality.