Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : PRoMEDIA

Efektivitas Pemanfaatan Aplikasi Whatsapp Sebagai Media Komunikasi Penunjang Kinerja pada Karyawan PT. Flexindo Supriyanto Supriyanto; Danang Trijayanto
PRoMEDIA Vol 7, No 1 (2021): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v7i1.4568

Abstract

AbstractThe research objective was to determine the effectiveness of using the WhatsApp aplication in thw work environment, especially in the work of PT. Flexindo. In this research, there are variables studied, namely the independent variable (X), namely the WhatsApp aolication and the dependent variable (Y), namely the performance of the employees of PT.Flexindo, with the following variable details: Intensity, Communication and Satisfaction. Data collection methods used Survey methods and Census technique on 50 respondent. The result of the analysis is that effectiveness of using the WhatsApp aplication as a communication medium to support performance among employees of PT.Flexindo is very effective.Keywords: Whatsapp, Performance, Employees, Flexindo.AbstraksiTujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas pemanfaatan aplikasi whatsapp di dunia kerja khususnya di lingkungan kerja PT. Flexindo. Pada penelitian yang dilakukan ini, terdapat variabel yang diteliti yaitu variabel bebas (X) yaitu aplikasi whatsapp dan variabel terikat (Y) yaitu kinerja karyawan PT. Flexindo., dengan rincian variabel sebagai berikut: Intensitas, Komunikasi dan Kepuasan.  Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan metode survei dan teknik sensus pada 50 Karyawan Flexindo. Hasii analisis bahwa Efektivitas pemanfaatan aplikasi whatsapp sebagai media komunikasi penunjang kinerja di kalangan karyawan PT. Flexindo adalah Sangat Efektif.Kata Kunci: Whatsapp, Kinerja, Karyawan, Flexindo
Media Baru dan Ekonomi Baru (Lahirnya Sistem Ekonomi Baru dalam Game Online Zynga Poker) danang trijayanto
PRoMEDIA Vol 4, No 1 (2018): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.967 KB) | DOI: 10.52447/promedia.v4i1.1150

Abstract

Perkembangan teknologi Informasi mencakupi kemajuan perangkat dan juga software yang memiliki kegunaan bagi masyarakat. Perkembangan kedua unsur tersebut dengan keterpaduannya pada jaringan internet, menimbulkan dampak pada tatanan kehidupan masyarakat dalam berbagai sisi kehidupan. Keterpaduan yang disebut dengan new media itu memiliki peran dalam kehidupan politik, ekonomi, social mapun budaya. Lebih focus, paper ini akan membahas tentang hadirnya teknologi komunikasi dan informasi terhadap implikasinya dalam kehidupan masyarakat dalam bidang ekonomi. Melalui teknologi game online Zynga Poker, kehidupan dunia dari para pemain menggambarkan bentuk perubahan system ekonomi lama menjadi ekonomi baru, serta menjelaskan bahwa new media menghadirkan new economy dalam tatanan suatu kehidupan masyarakat. Kata Kunci: Media Baru, Ekonomi Baru, Game Online
Implikasi Konvergensi Media Terhadap Industri “Premateur Industri Penyiaran Televisi Digital pada Teknologi Layanan Mobile Television di Indonesia” danang trijayanto
PRoMEDIA Vol 1, No 1 (2015): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.825 KB) | DOI: 10.52447/promedia.v1i1.97

Abstract

Media lahir dan berpengaruh pada aspek kehidupan masyarakat.  Media baru telah menembus industri, berkembang dengan konvergensi media. Ada konvergensi teknologi dan konvergensi industri. Ponsel Televisi (Mobile TV) adalah layanan televise dengan perangkat mobile. Makalah ini menjelaskan dinamisisasi mobile TV di dunia, khususnya di Indonesia. Industri penyiaran televisi dan industry telekomunikasi yang terintegrasi dalam sebuah konvergensi industri pada layanan mobile TV. Akhirnya, industri mobile TV tergantung pada penerimaan publik.   Kata kunci: Mobile TV, Penyiaran, Industri,Telekomunikasi, konvergensi Media.
Motif Eksistensi melalui Penggunaan Hashtag (#OOTD) di Media Sosial Instagram nofi permatasari; danang trijayanto
PRoMEDIA Vol 3, No 2 (2017): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.864 KB) | DOI: 10.52447/promedia.v3i2.952

Abstract

Perkembangan teknologi saat ini berkembang semakin pesat. Salah satu aplikasi media sosial yang sangat menyita perhatian masyarakat adalah Instagram. Dalam media sosial tersebut kita dapat memposting photo dan video serta memberikan caption dan hastag didalamnya. Hastag dalam Instagram biasanya digunakan untuk pengelompokan dan juga pembuat trending topic. Banyak pengguna Instagram menggunakan aplikasi tersebut sebagai ajang eksistensi diri mereka. Eksistensi sendiri merupakan bentuk dari dari sebuah keberadaan atau suatu bentuk dari pengakuan bahwa kita ada. Sementara OOTD sendiri merupakan sebuah singkatan dari Outfit Of The Day yang merupakan bentuk dari suatu konsep fashion atau style yang dipakai pada hari itu. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui tetang hastag yang saat ini sedang banyak digunakan di Instagram yaitu #OOTD yangdikatakan sebagai symbol dari eksistensi.   Kata Kunci: Instagram, Hastag, Eksistensi.
Ekonomi Politik Media Dalam New Media (Studi Deskriptif Praktik Spasialisasi pada Channel Youtube Atta Halilintar) Khairanisa Rabbani; Danang Trijayanto
PRoMEDIA Vol 5, No 1 (2019): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.085 KB) | DOI: 10.52447/promedia.v5i1.1697

Abstract

Penelitian ini mendalami mengenai ekonomi politik media yang terfokus dengan spasialisasi. Peneliti menjadi tertarik untuk melakukan penelitian mengenai Ekonomi Politik Media Dalam new media dengan metode Studi Deskriptif yang fokus pada Praktik Spasialisasi pada Channel Youtube Atta Halilintar. Praktik Spasialisasi yang ditemukan adalah: Media youtube Atta Halilintar diintegrasikan dengan media sosial, integrasi dengan lini corporation dan kolaborasi dengan youtuber Indonesia lainnya.Kata Kunci: Spasialisasi, Media baru, New media, YoutubeAbstractThis study explores the political economy of media that is focused on spatialization. Researchers become interested in conducting research on the Political Economy of Media in the new media with the Descriptive Study method that focuses on the practice of Spatialization on Atta Halilintar's Youtube Channel. Spatialization practices found are: Atta Halilintar's youtube media is integrated with social media, integration with corporation lines and collaboration with other Indonesian YouTubers.Keywords: Spatialalization , New media, Youtube
Relasi Antara Opini Publik dan Media Massa (Pembentukan Opini Publik melalui Iklan Politik di MNC dan Metro TV) danang trijayanto
PRoMEDIA Vol 1, No 2 (2015): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.798 KB) | DOI: 10.52447/promedia.v1i2.107

Abstract

Opini publik merupakan suara dari sekelompok orang yang bersifat umum menjadi permasalahan bersama. Permasalahan-permasalahan tersebut menjadi perhatian bersama ketika sebagian besar masyarakat merasakan hal yang sama atau apa yang menjadi masalah sekelompok orang juga harus menjadi tanggung jawab yang perlu untuk diatasi dan ditemukan solusinya. Orang-orang yang berkedudukan sebagai elit politik dan memiliki kepentingan pada kekuasaan tentu membutuhkan massa yang menjadi unsur penting dalam mencapai tujuannya. Tujuan tersebut dicapai tentu dengan cara yang efektif dapat memberikan efek pada sejumlah kelompok masyarakat. Efek yang diharapkan adalah respon positif masyarakat sehingga respon tersebut menjadi dukungan bagi elit politik. Cara yang efektif tersebut adalah dengan dengan kampanye model media massa, yaitu menyampaikan gagasan-gagasan baik yang dianggap sebagai opini publik melalui iklan politik. Melalui paper ini, dijelaskan hubungan antara opini publik dan media massa, yang berfokus pada perkembangan kampanye melalui iklan politik melalui televisi. Kata Kunci: Opini Publik, Media Massa, Iklan, Politik
Penerimaan dalam E-Government (Studi Fenomenologi pada Pengguna Layanan Terpadu Satu Pintu di BPTSP DKI Jakarta Firman Firman; Restu Rahmawati; danang trijayanto
PRoMEDIA Vol 3, No 2 (2017): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.575 KB) | DOI: 10.52447/promedia.v3i2.1055

Abstract

Penelitian ini membahas impementasi e-government pada badan pelayanan terpadu satu pintu (BPTSP) DKI Jakarta yang berfokus pada objeknya adalah pengguna layanan di badan tersebut. Bagaimanakah Penerimaan e-governmentnya di badan tersebut merupakan rumusan masalah dari penelitian ini. Lahirnya Lembaga ini berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 12 tahun 2013 tentang penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, hanya saja berfokus pada pengguna pelayanan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk melihat pengalaman dari para pengguna sistem layanan berbasis elektronik atau e-government yang sedang menjadi kewajiban setiap badan pemerintah untuk menerapkannya. Objek penelitian berjumlah lima orang. Hasil dari penelitian Penerimaan dari Implementasi e-government di Badan Pelayanan Terpadu satu Pintu, mencakup dua permasalahan. Pertama, permasalahan pada pengelola, dan yang kedua permasalahan pada penerimaan masyarakat. Permasalahan pada pengelolaan, yaitu masalah pada teknis atau dukungan pada sistem dan infrastruktur serta sumber daya manusia yaitu teknisi. Permasalahan pada penerimaan masyarakat, merupakan dampak dari sistem yang diberlakukan dalam pelayanan. Sistem dengan double mekanisme, membuat masyarakat merasa tidak efisien. Kata kunci: Penerimaan, e-government, layanan, masyarakat, pengguna, BPTSP  
“Penanganan Kasus Tindak Pidana Korupsi melalui Penyadapan Berdasarkan Regulasi Media” danang trijayanto
PRoMEDIA Vol 2, No 1 (2016): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.522 KB) | DOI: 10.52447/promedia.v2i1.363

Abstract

Penggunaan teknologi komunikasi atau telekomunikasi, membuat semua masyarakat yang pola komunikasinya secara langsung menjadi tidak langsung. Semua harus dimediasi oleh perangkat. Hal ini tentu memberikan manfaat bagi manusia dalam melakukan komunikasi dimanapun berada, namun banyak juga tindak kriminal yang muncul akibat dari adanya teknologi ini. Ada banyak akibat yang merupakan dampak negatif, tetapi kebalikannya juga ada, yaitu positifnya untuk mengungkapkan tindak pidana kejahatan seperti korupsi. Hal tersebut dapat dilakukan melalui penyadapan (lawfull interception), yaitu rekaman atas interaksi komunikasi yang dilakukan melalui media, dalam hal ini media yang digunakan untuk bertelepon seperti telepon seluler.
Pola Komunikasi Virtual Pembelajaran Daring dalam Program MBKM (Studi Deskriptif pada Mahasiswa Peserta MBKM FISIP UTA’45 Jakarta) Firman Firman; Danang Trijayanto; Indrawati .
PRoMEDIA Vol 7, No 2 (2021): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v7i2.5535

Abstract

AbstractThe current pattern of communication and interaction relies on new media-based communication or the internet. The government through the Ministry of Education and Culture, Research and Technology in its efforts to develop the quality of student education has established the MBKM program. Various kinds of programs that are actually effectively run with this face-to-face learning method, must be run online due to the covid-19 pandemic. This study aims to determine the communication patterns that students make in their efforts to achieve success in completing the MBKM program they are participating in. This study uses quantitative and qualitative methods with the object being students of the social and political science faculty of UTA'45 Jakarta who participate in the MBKM program. The results showed that vertical communication between mentors and students went well, as well as communication between students and other students with the communication media used mostly via whatsapp. Communication barriers in participating in the MBKM program are socio-cultural, namely intercultural communication caused by the diverse cultural backgrounds of participants.Keywords: Pattern, Communication, MBKM, OnlineAbstraksiPola komunikasi dan interaksi saat ini bergantung pada komunikasi berbasis media baru atau internet. Pemerintah melalui kemendikbudristekdikti dalam upayanya mengembengkan kualitas pendidikan mahasiswa membentuk program MBKM. Berbagai macam program yang sejatinya efektif dijalankan dengan metode pembelajaran secara tatap muka ini, harus dijalankan dengan daring karena adanya pandemic covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi yang dilakukan mahasiswa dalam upayanya mencapai keberhasilan menyelesaikan program MBKM yang diikuti. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif dengan objeknya adalah mahasiswa fakultas ilmu social dan ilmu politik UTA’45 Jakarta yang mengikuti program MBKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komunikasi vertikal antar mentor dan mahasiswa berjalan dengan baik, begitu juga komunikasi antar mahasiswa dan mahasiswa lainnya dengan media komunikasi yang digunakan paling banyak melalui whatsapp. Hambatan komunikasi dalam mengikuti program MBKM adalah secara social budaya, yaitu komunikasi antarbudaya yang disebabkan oleh beragamnya latar belakang budaya peserta dengan Upaya untuk mengatasi hal tersebut tentunya proses adaptasi.Kata Kunci: Pola, Komunikasi, MBKM, Online
Perencanaan dan Evaluasi Program Komunikasi Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kebutuhan Khusus di London School Beyond Academy Jakarta Trijayanto, Danang; Irwandy, Deddy; Muku, Oktavianus Mbaku
PRoMEDIA Vol 9, No 2 (2023): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v9i2.7311

Abstract

AbstractPeople with Autism need post-secondary or tertiary-equivalent post-secondary education services that are more accommodating, complete, with the facilities and infrastructure needed, such as in inclusive schools. In inclusive education institutions, autistic children can learn independently and develop their ability to communicate and develop social interaction skills. The role of educational institutions is very necessary in terms of handling, facilities and infrastructure in an effort to develop the growth and development and independence of autistic children. This manuscript uses a qualitative approach with the theoretical reference used, namely the CIPP (context, input, process, product) program evaluation theory by Stufflebeam. Overall, the skills and training program continues to develop and be continued because it has met its goals in meeting the needs of children with autism.Keywords: School, Education, Autism, LSBA, Institution             Abstraksi Penyandang Autisme membutuhkan layanan pendidikan lanjutan paska sekolah menengah atau setara perguruan tinggi yang lebih mengakomodasi, melengkapi, sarana dan prasarana yang dibutuhkan seperti di sekolah inklusi. Di lembaga pendidikan inklusi, anak autis dapat belajar mandiri serta mengembangkan kemampuan mereka dalam berkomunikasi dan mengembangkan kemampuan interaksi social. Sangat diperlukan peran lembaga pendidikan dengan cara menangani, sarana dan prasarana dalam upaya mengembangkan tumbuh kembang serta kemandirian anak autis. Naskah ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan acuan teori yang digunakan yaitu teori evaluasi program CIPP (context, input, process, product) oleh Stufflebeam. Secara keseluruhan, program keterampilan dan pelatihan terus berkembang dan dilanjutkan karena telah memenuhi tujuan-tujuan dalam memenuhi kebutuhan anak berkebutuhan khusus yang mengikuti program keterampilan.Kata Kunci: Sekolah, Edukasi, Autisme, LSBA, Institusi