Prestasi belajar IPA siswa sekolah dasar masih menunjukkan variasi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan faktor eksternal peserta didik. Selain kemampuan kognitif, kecerdasan emosional dan ketahanmalangan dipandang berperan dalam membantu siswa mengelola emosi, menghadapi kesulitan belajar, serta mempertahankan motivasi selama proses pembelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kecerdasan emosional dan ketahanmalangan sebagai faktor pendukung prestasi belajar IPA siswa kelas IV sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Subjek penelitian melibatkan 73 siswa kelas IV SD Gugus VII Kecamatan Buleleng yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Metode pengumpulan data yaitu metode kuesioner dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu kuesioner. Hubungan kecerdasan emosional dan prestasi belajar IPA diperoleh nilai r hitung sebesar 0,360 dengan persentase kontribusi kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar IPA siswa sebesar 11,7%. Hubungan ketahanmalangan dan prestasi belajar IPA diperoleh nilai r hitung sebesar 0,269 dengan persentase kontribusi ketahanmalangan terhadap prestasi belajar IPA siswa sebesar 5,9%. Hubungan kecerdasan emosional dan ketahanmalangan dengan prestasi belajar IPA diperoleh nilai F hitung sebesar 0,136 dengan persentase kontribusi kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar IPA siswa sebesar 13,6%. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penguatan kecerdasan emosional dan ketahanmalangan penting untuk mendukung peningkatan prestasi belajar IPA. Secara praktis, temuan penelitian ini memberikan implikasi bahwa upaya peningkatan prestasi belajar IPA tidak dapat hanya bertumpu pada aspek kognitif semata, tetapi juga perlu mempertimbangkan penguatan kecerdasan emosional dan ketahanmalangan siswa. Guru dan sekolah diharapkan dapat merancang strategi pembelajaran yang tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga membangun kemampuan siswa dalam mengelola emosi, menjalin hubungan sosial, serta menumbuhkan daya juang dalam menghadapi kesulitan belajar