Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal of Community Health Development (JCHD)

OPTIMALISASI PERAN KONSELOR SEBAYA UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU ASERTIF REMAJA DALAM MENCEGAH PERILAKU BERISIKO SEKSUAL Triyanto, Endang; Pratama, Koernia Nanda; Rahayu, Eva
Jurnal of Community Health Development Vol 2 No 2 (2021): Journal Of Community Health Development terbitan bulan Juli 2021
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.524 KB) | DOI: 10.20884/1.jchd.2021.2.2.3329

Abstract

Perilaku berisiko seksual remaja berpotensi terjadinya kehamilan remaja, aborsi, penyakit menular seksual. Temuan studi menunjukkan bahwa teman sebaya merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap perilaku remaja. Perilaku berisiko seksual dapat dicegah dengan kemampuan asertif. Dalam rangka meningkatkan kemampuan asertif diperlukan peran konselor sebaya. Saat ini, peran konselor sebaya tidak berjalan efektif. Oleh karena itu diperlukan serangkaian kegiatan pelatihan konselor sebaya yang kemudian dipraktikan kepada remaja high risk. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan peran konselor sebaya dan meningkatkan kemampuan asertif remaja high risk. Metode yang digunakan melalui pelatihan kesehatan remaja, perilaku seksual, konseling dan kemampuan asertif kepada konselor sebaya. Selanjutnya, konselor sebaya melakukan perannya kepada remaja high risk untuk meningkatkan kemampuan asertif. Kegiatan dilaksanakan sejak Maret 2020 baik secara daring maupun tatap muka. Hasil pengukuran pengetahuan, skill dan sikap konselor sebaya yang diukur sebelum dan setelah pelatihan selama 2 bulan menunjukkan terjadi peningkatan sebesar 80%.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN ORANGTUA DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN REPRODUKSI ANAK REMAJA Triyanto, Endang; Pratama, Koernia Nanda; Kusumawardani, Lita Heni
Jurnal of Community Health Development Vol 3 No 1 (2022): Journal Of Community Health Development terbitan bulan Januari 2022
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.902 KB) | DOI: 10.20884/1.jchd.2022.3.1.4798

Abstract

Keluarga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kesehatan reproduksi anak remaja. Peran orangtua sangat dibutuhkan agar anak terhindar dari dampak negative perilaku seksual berisiko. Sebagian besar orangtua mengalami kebingungan dalam memberikan peran kepada anak remajanya. Hasil studi pendahuluan diketahui sebanyak 31% peran orangtua terhadap kesehatan reproduksi anak remaja termasuk kategori kurang. Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orangtua dalam memberikan perannya terhadap kesehatan reproduksi anak remaja. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan roleplay melalui pelatihan kepada orangtua yang memiliki anak remaja. Sebanyak 20 orangtua siswa SMK X di Purwokerto mengikuti kegiatan ini yang dimulai sejak bulan Mei-September 2021. Pengetahuan orangtua diukur sebelum dan setelah pelatihan. Keterampilan diukur setelah perlakuan selama 2 bulan. Analisis data dengan membandingkan rata-rata nilai sebelum dan setelah perlakuan. Hasil kegiatan terdapat kenaikan nilai pengetahuan setiap peserta setelah diberikan pelatihan dari rata-rata 59 menjadi 68. Beberapa orangtua menyampaikan adanya kendala dalam berkomunikasi dengan anak remaja, karena kesibukan dan ketidaktahuan. Rata-rata keterampilan orangtua dalam menasehati anak remaja agar menjaga kesehatan reproduksi juga meningkat sebesar 11 poin setelah perlakuan 2 bulan. Setelah mengikuti pelatihan, terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan orangtua dalam meningkatkan kesehatan reproduksi anak remaja.
PEMBERDAYAAN KELUARGA, TEMAN SEBAYA DAN GURU BIMBINGAN KONSELING SECARA TERINTEGRASI UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU ASERTIF REMAJA Triyanto, Endang; Kusumawardani, Lita Heni; Pratama, Koernia Nanda
Jurnal of Community Health Development Vol 4 No 1 (2023): Vol 4 No 1 (2023): Journal Of Community Health Development terbitan bulan Januari
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.542 KB) | DOI: 10.20884/1.jchd.2023.4.1.7938

Abstract

Perilaku berisiko seksual remaja masih belum menunjukkan penurunan. Dampak perilaku ini berupa kehamilan remaja yang meningkat di Banyumas dalam 3 tahun terakhir. Peer counselor akan dapat berperan secara optimal, jika dilakukan bersama guru bimbingan dan konseling dan peran orangtua. Kegiatan dimulai dengan pelatihan selama 3 tahap kepada 20 peer counselor dan 6 guru bimbingan konseling pada bulan April-Mei 2022. Selanjutnya dilakukan praktik integrasi peer counselor, guru bimgingan konseling dan orangtua guna meningkatkan perilaku asertif remaja yang berjumlah 38 orang. Peningkatan pengetahuan peserta pelatihan diukur menggunakan instrumen berupa kuisioner mulai dari pre test dan pos test. Peningkatan kemampuan asertif remaja yang menjadi responden diukur menggunakan kuisioner perilaku asertif. Terdapat kenaikan rata-rata nilai peserta pelatihan yaitu dari 5,9 menjadi 8,5. Sebanyak 38 remaja yang menjadi responden mengalami peningkatan perilaku asertif sebesar 30 poin (dari 91 menjadi 121) setelah mendapat perlakuan pemberdayaan peer counselor, guru bimbingan konseling dan optimalisasi dukungan keluarga
Upaya Optimalisasi Penatalaksanaan Stunting berbasis Masyarakat Triyanto, Endang; Iskndar, Asep; Kartikasari, April; Kusumawardani, Lita Heni
Jurnal of Community Health Development Vol 5 No 2 (2024): Journal Of Community Health Development
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jchd.2024.5.2.10847

Abstract

Stunting merupakan salah satu indikator derajat kesehatan dan tingkat perekonomian suatu bangsa. Penyebab stunting diantaranya adalah kemiskinan, pendidikan dan pengetahuan, penelantaran, dan budaya. Praktik integrasi antara kader, tokoh masyarakat, keluarga dan tenaga kesehatan merupakan terobosan baru, namun pengetahuan keluarga masih rendah, sehingga diperlukan pendidikan kesehatan secara intens. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan keluarga dalam penanganan stunting. Solusi yang dilakukan adalah pelatihan dengan metode ceramah dan diskusi. Kegiatan dilaksanakan di Desa Gununglurah Cilongok pada bulan September 2023. Peserta hadir adalah 42 orang yang terdiri dari 10 kader, 30 orangtua dan 5 petugas kesehatan. Materi pelatihan yang diajarkan, diantaranya adalah pengertian stunting, penyebab, dampak, dan penanganannya. Sebelum kegiatan pelatihan, dilakukan pretest terlebih dahulu dengan hasil rata-rata nilai sebesar 60,5. Selama pelatihan terlihat antusias dengan banyaknya pertanyaan yang disampaikan serta tidak ada satupun peserta yang pulang sebelum acara selesai. Hasil postest diketahui rata-rata nilainya adalah 85. Aplikasi berbasis android “Denmas Slamet” dapat digunakan untuk memudahkan pendampingan, konsultasi dan pemantauan program penatalaksanaan stunting. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan keluarga tentang penanganan stunting dengan didukung aplikasi yang murah dan mudah digunakan oleh masyarakat dan kader kesehatan.
Pengaruh Foot Massage dan Terapi Musik Gamelan terhadap Tekanan Darah, Denyut Jantung, dan Kualitas Tidur Pasien Hipertensi Sashikirana, Amalda; Upoyo, Arif Setyo; Triyanto, Endang
Jurnal of Community Health Development Vol 5 No 2 (2024): Journal Of Community Health Development
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jchd.2024.5.2.12935

Abstract

Hipertensi sebagai salah satu Penyakit Tidak Menular dengan jumlah penderita terbanyak di Indonesia, seringkali menimbulkan keluhan pada penderitanya seperti tekanan darah yang tidak kunjung turun meskipun sudah mengonsumsi obat, jantung berdebar-debar menyebabkan kesulitan pada tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh foot massage dan terapi musik gamelan terhadap penurunan tekanan darah dan frekuensi denyut jantung, serta peningkatan kualitas tidur pada pasien dengan hipertensi. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan studi kasus kepada satu orang responden perempuan berusia 61 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perubahan pada tekanan darah dengan rata-rata penurunan 10,3 mmHg per hari pada tekanan darah sistolik dan 4,3 mmHg pada tekanan diastolic. Sementara itu, rata-rata penurunan frekuensi denyut jantung setelah intervensi adalah 2,3 x/menit per hari dan skor PSQI mengalami penurunan rata-rata 1,3 per hari. Kesimpulan: foot massage dan terapi musik gamelan dapat digunakan sebagai terapi komplementer pendamping obat untuk menurunkan tekanan darah dan frekuensi denyut jantung, serta meningkatkan kualitas tidur. Kata kunci: denyut jantung, foot massage, kualitas tidur, tekanan darah, terapi musik gamelan
PENCEGAHAN STUNTING BERBASIS KOMUNITAS MELALUI PEMBERDAYAAN KADER Triyanto, Endang; Dewanti, Kinantika Nur; Khanifah, Febi; Arsita, Nurul; Dewinta, Prestistya Crystal; Setiawati, Lusi; Fatah, Najib; Saputri, Fefinda Dian; Damayanti, Magista Ade; Muliyani, Anna; Murianti, Titin; Hotimah, Oti Nurul; Zaenudin, Arif
Jurnal of Community Health Development Vol 6 No 1 (2025): Vol 6 No 1 (2025): Journal Of Community Health Development terbitan bulan Januari
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jchd.2025.6.1.15828

Abstract

Background: Stunting remains a significant public health issue in Indonesia, with a national prevalence of 21.6% in 2022, far exceeding the WHO threshold of 20%. Preventing stunting requires a more holistic approach, including community empowerment, particularly involving health cadres. One potential intervention for children at risk of stunting is acupressure therapy, which is believed to enhance appetite, improve digestion, and strengthen immunity. Rationale for Topic Selection: This socialization program is crucial due to the relatively high number of toddlers at risk of stunting in Karangturi Village. Educating the community, particularly health cadres, about acupressure therapy as a method to improve appetite and digestion is important for stunting prevention. Methods: The methods employed in this outreach activity included health education, discussions, and live demonstrations. Objective: The primary objective of this activity was to empower health cadres in Karangturi Village through education and training in acupressure therapy as a community-based strategy for stunting prevention. Results: The evaluation showed a significant improvement in the cadres' knowledge of stunting prevention and acupressure therapy, as reflected in the post-test scores, which increased from 80% to 100%. Moreover, the cadres were able to successfully demonstrate the acupressure techniques they had been taught. Conclusion: This program effectively strengthened the cadres' capacity to deliver non-pharmacological interventions to prevent stunting within the community. It also fostered greater community involvement, especially among pregnant women and mothers of toddlers, in stunting prevention efforts. Despite challenges such as low participant attendance, the program proved to be effective and has the potential to be implemented sustainably in other villages as a model for community-based stunting prevention.