Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENGENALAN BUNGA KRISAN POTONG DI DESA SUNGAI LANGKA KAB. PESAWARAN SEBAGAI KOMODITAS BARU DI DESA AGROWISATA Agustiansyah, Agustiansyah; Rugayah, Rugayah; Karyanto, Agus; Manik, Tumiar Katarina
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v1i2.6266

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengenalkan komoditas baru yaitu bunga krisan potong kepada kelompok tani dan kelompok wanita tani di Desa Sungai Langka, Kec. Gedong Tataan, Pesawaran, Lampung yang mengelola agrowisata. Bunga krisan potong ini diharapkan menjadi komoditas baru agrowisata yang dapat diandalkan, mengingat agrowisata di Sungai Langka mengandalkan komoditas tahunan seperti durian, jeruk, dan kopi. Metode kegiatan pengabdian ini adalah pembuatan demplot budidaya bunga krisan potong dalam rumah pelindung yang terbuat dari bambu dan atap plastik UV. Selain itu dilakukan juga ceramah dan diskusi tentang budidaya bunga krisan potong. Hasil akhir dari kegiatan ini adalah petani mulai mengenal teknik budidaya krisan potong. Hasil penting lainnya adalah seluruh peserta setuju (100%) perlu adanya komoditas baru untuk dikembangkan dan setuju  (100%) bunga krisan potong dikembangkan di Desa Sungai Langka sebagai komoditas pendukung agrowisata.
PENGENALAN BUNGA KRISAN POTONG DI DESA SUNGAI LANGKA KAB. PESAWARAN SEBAGAI KOMODITAS BARU DI DESA AGROWISATA Agustiansyah, Agustiansyah; Rugayah, Rugayah; Karyanto, Agus; Manik, Tumiar Katarina
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2 No 1, Maret 2023
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v2i1.6507

Abstract

Tujuan Kegiatan ini adalah untuk mengenalkan komoditas baru yaitu bunga krisan potong kepada kelompok tani dan kelompok  wanita tani di Desa Sungai  Langka, Kec. Gedong Tatan, Kab. Pesawaran Lampung. Bunga krisan potong diharapkan dapat menjadi komoditas baru yang dapat diandalakan mengingat selama ini agrowisata di Sungai Langka mengandalkan komoditas tanaman tahunan seperti jeruk dan kopi. Metode kegiatan pengabdian ini adalah pembuatan demplot budidaya krisan potong di dalam rumah pelindung berukuran 5 m x 8 m yang terbuat dari rangka bambu dan atap plastik UV. Hasil akhir kegiatan ini adalah petani mulai mengenal budidaya krisan potong. Hasil penting lainnya adalah 100% anggota kelompok setuju bunga krisan dikembangkan sebagai komoditas baru di Desa Sungai Langka. 
PENGGUNAAN APLIKASI AGROPED DALAM MENINGKATKAN PEMASARAN HASIL PERTANIAN DAN SARANA KONSULTASI BAGI PETANI KOTA BANDAR LAMPUNG Manik, Tumiar Katarina; Timotiwu, Paul Benyamin; Agustiansyah, Agustiansyah; Ginting, Yohanes Cahya
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2 No 1, Maret 2023
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v2i1.6687

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Bandar Lampung. Petani dan kelompok tani mempunyai produk unggulan, tetapi mempunyai persoalan dalam hal pemasaran. Masalah lainnya adalah petani dan penyuluh pertanian memerlukan bimbingan dan informasi dalam mengatasi permasalahan di lapang. Suatu aplikasi yang diberi nama AGROPED berbasis mobile dibuat sebagai alternatif bagi para petani untuk memasarkan hasil pertanian, mendapatkan konsultasi pertanian dan informasi terkait pertanian. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan, dan mempraktekkan aplikasi AGROPED fitur konsultasi sebagai alternatif komunikasi antar petani dan dosen dosen Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Kegiatan meliputi : menjalankan komunikasi dengan kelompok tani, survey potensi dan permasalahan petani mitra, pelatihan penggunaan AGROPED. Waktu pelaksanaan Bulan Juni – September 2022. Jumlah petani yang terdaftar dalam AGROPED pada pencatatan terakhir adalah 126 sedangkan jumlah petani yang aktif menggunakan AGROPED sebagai media konsultasi tercatat 51 petani. Sebagai langkah awal hasil yang dicapai sesuai target tetapi kelanjutan kegiatan ini masih memerlukan banyak usaha dan dukungan.
PETAK PERCONTOHAN TUMPANGSARI KEDELAI (Glycine max [L.] Merrill) DENGAN SINGKONG (Manihot esculenta Crantz) DI DATARAN TINGGI SEKINCAU LAMPUNG BARAT Pramono, Eko; Handayani, Tundjung Tripeni; Manik, Tumiar Katarina; Hadi, Muhammad Syamsoel
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2 No 1, Maret 2023
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v2i1.6786

Abstract

Para petani di Kecamatan Sekincau Kabupaten Lampung Barat memiliki keterampilan yang tinggi dalam budidaya tanaman untuk produksi berbagai tanaman hortikultura sayuran. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk memperkenalkan suatu teknik produksi tanaman pangan dengan pertanaman tumpangsari antara kedelai dan singkong. Kegiatan dilaksanakan di Desa Sekincau, Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat pada Juni- Oktober 2022, yaitu di lahan Balai Benih Induk Tanaman Sayuran. Kegiatan penyuluhan ini menggunakan metode petak percontohan atau demontrasi yang disertai dengan ceramah, diskusi dan partisipasi peserta. Khalayak sasarannya adalah para petani, para penyuluh pertanian lapangan, para siswa sekolah kejuruan pertanian, dan para sarjana pertanian. Ada empat pola tumpangsari akan ditunjukkan dalam petak percontohan tersebut. Target luaran pertama yang dicapai adalah semua peserta 39 orang (100%) penyuluhan melihat langsung pertanaman tumpangsari kedelai[1]singkong dari yang semula hanya 28,5%. Setelah melihat langsung pertanaman tumpangsari kedelai-singkong ini, semua peserta (100%) faham dan yakin bahwa tanaman kedelai maupun singkong pada tumpangsari kedelai-singkong tidak saling terganggu pertumbuhannya dan perkembangannya. Perubahan respon psikomotorik yang terjadi pada semua peserta (100%) menyatakan mampu dan bisa bercocok tanam tumpangsari kedelai-singkong, dan sebagian besar peserta (75%) di masa depan mau bercocok tanam tumpangsari kedelai singkong. Sebagian peserta (25%) menyatakan belum tahu di masa depan akan melakukan budidaya tumpangsari tersebut dengan alasan tidak memiliki lahan yang baik.
Pembuatan Bahan Organik Berbasis Limbah Ternak Di Desa Argopeni, Sumberejo, Tanggamus, Propinsi Lampung Untuk Mengatasi Pencemaran Lingkungan dan Sebagai Sumber Pemasukan Bagi Petani Manik, Tumiar Katarina; Pramono, Eko; Timotiwu, Paul Benyamin; Agustiansyah, Agustiansyah
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2 No 2, September
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v2i2.7916

Abstract

Desa Argopeni, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Tanggamus berpotensi untuk pengembangan hewan ternak. Sejauh ini limbah kotoran ternak belum dimanfaatkan dan mengganggu lingkungan, sementara petani memerlukan bahan organik untuk kesehatan tanah yang akan mengefisienkan penggunaan pupuk kimia yang mahal tetapi diperlukan.  Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengajarkan pemecahan masalah yang tepat dengan memperkenalkan metode pembuatan pupuk organik kotoran sapi yang cepat dan peluang keberhasilan yang tinggi dengan harapan dapat digunakan oleh petani sendiri dan kedepan dapat menjadi industri pupuk organik.  Hasil kegiatan ini menunjukkan petani Desa Argopeni belum memahami cara pengelolaan limbah ternak menjadi bahan organik yang bermanfaat.  Tiga kelompok tani mencoba mempraktekkan pengetahuan dari kegiatan penyuluhan yang diadakan dan berhasil.  Namun pupuk organik tersebut belum digunakan karena sedang musim kemarau.  Hasil analisa sebuah penelitian menunjukkan usaha produksi pupuk organik memberikan keuntungan yang tinggi. Dengan demikian dimungkinkan untuk meneruskan kegiatan ini sampai menjadi industri pembuatan pupuk organik berbahan limbah kotoran ternak.
MENGENALKAN JAGUNG PANGAN FUNGSIONAL DI DESA ARGOPENI KECAMATAN SUMBEREJO KABUPATEN TANGGAMUS Agustiansyah, Agustiansyah; Timotiwu, Paul B; Manik, Tumiar Katarina; Pramono, Eko
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3 No 1, Maret 2024
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v3i1.8565

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengenalkan jagung pangan fungsional yang dapat diolah menjadi produk pangan yang bermanfaat untuk kesehatan dan menunjang diversifikasi pangan. Varietas jagung pangan fungsional diantaranya srikandi ungu dan putih. Produk pangan yang dapat dibuat dari jagung pangan funsgsional antara lain es krim, brownies, jus jagung ungu, pia jagung, stick, keripik dan lain-lain.  Target dan sasaran yang akan dituju adalah petani dan warga agar mengenal jenis jagung yang cocok untuk diolah menjadi produk pangan selain jagung biasa yang ditanam untuk pakan ternak. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan membuat demplot percobaan budidaya jagung pangan fungsional di lahan petani/kelompok tani. Pemeliharaan tanaman dilakukan oleh petani sehingga memahami karakter jagung pangan fungsional varietas Srikandi ungu dan Srikandi putih. Tim pengabdi dari Unila akan memberikan penyuluhan tentang budidaya dan manfaat dan jenis-jenis produk olahan pangan dari jagung pangan fungsional serta demonstrasi pembuatan salah satu produk pangan berbahan baku jagung pangan fungsional yang ditanam oleh petani. Dari kegiatan pengabdian ini diharapkan petani dan warga mulai mengenal jagung pangan fungsional dapat membuat produk olahannya yang bermanfaat dan mengembangkan menjadi kegiatan bisnis. Dari hasil kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa petani di Desa Argopeni Kec. Sumberejo, Kab. Tanggamus belum mengenal jagung pangan fungsional.  Melalui kegiatan ini petani mengenal jenis jagung lain disamping jagung untuk pakan ternak.  Petani bersedia mencoba menanam jagung varietas Srikandi Ungu yang merupakan jagung pangan fungsional.
Sosialisasi Pembuatan Tas Ramah Lingkungan Ecoprint di Desa Mulyo Harjo, Kecamatan Bumi Agung, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung Manik, Tumiar Katarina; Setiawan, Wawan A; Setiawan, Kukuh; Ardian, Ardian; Sanjaya, Purba
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3 No 1, Maret 2024
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v3i1.8913

Abstract

Ecoprint adalah teknik pencetakan dengan menggunakan pewarna alami dari bahan organik, seperti daun, bunga, atau kulit buah. Ecoprint sering kali digunakan dalam pembuatan kain untuk produk-produk ramah lingkungan dan berkelanjutan karena menggunakan bahan-bahan alami dan mengurangi penggunaan pewarna kimia. Teknik ini juga dianggap sebagai cara yang kreatif dan indah untuk menghasilkan desain tekstil yang unik dan organik. Artikel ini berusaha memaparkan dan memberi sosialisasi pembuatan tas ramah lingkungan, meliputi bahan dan alat, metode (pemahaman mendalam tentang prinsip-prinsip dasar ecoprint, termasuk pemilihan bahan organik, teknik pencetakan, dan proses fiksasi warna), hasil, dan manfaatnya terhadap Ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Mulyo Harjo. Artikel ini ditulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan model deskriptif-eksplanatif untuk menjelaskan sosialisasi pembuatan tas ramah lingkungan ecoprint di Desa Mulyo Harjo. Hasil dari sosialisasi ini adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK dalam menggunakan teknik ecoprint untuk menghasilkan tas yang unik dan berkelanjutan secara lingkungan. Selain itu, pelatihan ini juga memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya praktik berkelanjutan dan pelestarian lingkungan. Artikel ini juga berkontribusi dalam pengimplementasian poin-poin Sustainable Development Goals (SDGs).
Sosialisasi Dampak Perubahan Iklim Bagi Masyarakat Pesisir: Desa Kelawi dan Desa Maja, Kabupaten Lampung Selatan Manik, Tumiar Katarina; Timotiwu, Paul Benyamin
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3 No 2, September
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v3i2.8966

Abstract

Perubahan iklim mengacu pada perubahan kondisi iklim rata-rata di suatu lokasi, atau perubahannya yang signifikan secara statistik, selama periode waktu yang lama. Propinsi Lampung termasuk wilayah yang memiliki daerah pesisir yang kuas.  Panjang garis pantai Provinsi Lampung lebih kurang 1.105 km, yang membentuk 4 (empat) wilayah pesisir. Perubahan iklim telah menyebabkan kehidupan masyarakat pesisir, yang terdiri dari nelayan, petambak ikan, dan pekerja menjadi tidak stabil secara ekonomi; karena itu di perlukan sisialisasi agar masyarakat dan pemerintah setempat memahami dampak perubahan iklim bagi wilayah mereka.  Sosialisasi berisi paparan kondisi iklim setempat sekarang dan dalam tahun 2040 sesuai skenario perubahan iklim.  Peserta memahami gejala perubahan iklim yang dirasakan terlihat dari berbedanya nilai dalam pre test dan post test tapi belum sepenuhnya memahami.  Diperlukan kajian lanjutan untuk menilai apakah masyarakat desa ini tahan atau rentan terhadap bencana yang mungkin timbul akibat perubahan iklim
Land Surface Evaluation Using Unit Hydrograph Methods at Way Besai Watershed, Sumberjaya, West Lampung, Indonesia Manik, Tumiar Katarina
JOURNAL OF TROPICAL SOILS Vol. 16 No. 1: January 2011
Publisher : UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5400/jts.2011.v16i1.69-76

Abstract

Sumber Jaya is an important water resource area for Lampung Province; therefore the local government protects this area, especially from clearing the forest for coffee plantation. However, the efforts in protecting the forest area had created conflict with the local farmers. The objective of this research was to evaluate catchments hydrological function from different land cover condition. The method using for this purpose was by investigating the unit hydrograph of each land cover which were observed from several rain events. The results showed that soil cover on each sub-catchment were relatively able to hold the input water. When rain falls, water was infiltrated into the soil before flow to the streams and water level increased slowly. When rain stops, water still flowed from the soil surface that water level did not decrease quickly. It can be concluded that the watershed surface was still in a good condition; however, watershed managements to prevent it from future destruction was necessary. The rest of forest area (12%) should be protected and no further coffee plantation in this area was allowed.Keywords: Unit hydrograph, water level, watershed
UTILIZATION OF ARDUINO MICROCONTROLLER FOR PRECISE WATER SUPPLY MANAGEMENT TO ENHANCE WATER SPINACH (Ipomoea reptans Poir) GROWTH Sanjaya, Purba; Widyastuti, R.A Diana; Manik, Tumiar Katarina; Pusvika, Niluh D.
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i3.9620

Abstract

In Indonesia, agricultural practices remain largely dependent on traditional methods, particularly in plant care and irrigation management. Such reliance often results in inefficient water use and inconsistent crop yields, underscoring the urgent need for technological innovation in precision agriculture. The integration of affordable microcontroller-based systems offers a practical solution for smallholder farmers to enhance crop productivity and resource efficiency. This study investigates the application of an Arduino UNO microcontroller integrated with a soil moisture sensor for the cultivation of water spinach (Ipomoea reptans Poir) under controlled irrigation conditions. Four soil moisture ranges were tested: 80–100%, 60–80%, 40–60%, and 20–40% of field capacity. The research objectives were to: (i) optimize the operation of the Arduino microcontroller for automated irrigation, (ii) evaluate the effects of different soil moisture levels on water spinach growth, and (iii) determine the optimal moisture range for maximizing growth and yield. The results demonstrate that the Arduino-based system reliably regulated soil moisture according to programmed parameters, enabling precise, automated irrigation aligned with crop water requirements. Growth performance varied significantly across treatments, with plants maintained at 80–100% of field capacity showing the highest growth rate and yield. Notably, water spinach cultivated at 40–60% of field capacity still produced marketable crops, indicating potential water-saving benefits. This research highlights the contribution of low-cost microcontroller technology in advancing precision agriculture for leafy vegetables. It provides practical insights for sustainable irrigation management, offering farmers a feasible pathway to improve productivity while conserving water resources.