Claim Missing Document
Check
Articles

Victim Blaming Korban Pelecehan Seksual secara Verbal di Media Sosial Instagram Romi Saputra; Chazizah Gusnita
Anomie Vol. 3 No. 2 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya pengguna internet di Indonesia diyakini selaras dengan meningkatnya aktivitas di media sosial khususnya Instagram, di tahun 2019 indonesia menjadi peringkat 4 menjadi pengguna Instagram terbesar di dunia. Namun permasalahan yang harus dihadapi pada era tersebut juga semakin besar di mana kasus pelecehan seksual secara verbal di media sosial khususnya Instagram kian marak terjadi pada akhir-akhir ini. Data dari komnas perlindungan perempuan atau komnas perempuan menjelaskan kekerasan berbasis gender siber atau bisa disebut pelecehan seksual secara verbal di media sosial menunjukan angka pengaduan naik di tahun 2020 dari tahun sebelumnya sebesar 40%, yang bisa menjadi sebuah peringatan akan maraknya pelecehan seksual secara verbal di media sosial, dan berbagai kalangan umur bermain media sosial. Dalam penelitian ini memiliki tujuan untuk menunjukan fenomena baru dalam pelecehan seksual yang dimana pelecehan seksual ini terjadi secara verbal dan di media sosial serta korban mengalami victim blaming dalam kasus pelecehan seksual secara verbal di media sosial yang menimpanya. Penelitian ini dibangun berdasarkan data-data yang diperoleh melalui wawancara langsung terhadap korban pelecehan seksual secara verbal di media sosial khususnya Instagram dan dominasi oleh kaum perempuan serta ditunjang bersama bahan-bahan literatur yang dianalisis melalui teori victim blaming.
Labelling terhadap Fenomena Remaja Perempuan Married by Accident Iriyanto, Dini Putri; Gusnita, Chazizah
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 6 No. 5 (2024): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (Juli 20
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/rrj.v6i5.982

Abstract

Married by Accident merujuk pada situasi pernikahan oleh pasangan laki-laki dan perempuan yang diselenggarakan akibat pihak perempuan telah mengalami kehamilan diluar nikah dengan status belum resmi sebagai suam-istri sah. Fenomena ini menjadi marak di lingkungan remaja Indonesia, salah satunya akibat dampak dari rasa ingin tahu remaja dalam mengeksplorasi berbagai informasi di internet tanpa adanya pendampingan orang dewasa sehingga para remaja belum bisa memilah mana informasi yang baik ataupun buruk. Adanya bentuk penyimpangan yang tidak sesuai dengan nilai dan norma masyarakat Indonesia tentu akan memberikan cap negatif kepada para pelaku menyimpang tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif serta analisis menggunakan teori labelling oleh E. Lemert. Pengumpulan data penelitian dengan cara studi pustaka, wawancara serta observasi. Subjek yang dipilih dalam penelitian ini sebanyak 3 orang perempuan yang pernah terlibat dalam kehamilan diluar nikah dan married by accident. Hasil penelitian menunjukkan bahwa individu perempuan yang mengalami kehamilan diluar nikah dikategorikan sebagai pelaku menyimpang primer (primary deviation) karena melanggar nilai dan norma yang berlaku di masyarakat. Dampak dari pelanggaran ini yaitu pemberian cap berkonotasi negatif kepada pelaku menyimpang oleh masyarakat. Dan saat mereka mengambil keputusan untuk melangsungkan pernikahan sebagai bentuk pertanggung jawaban dan menutup aib keluarga, terutama bagi Subjek MR, ia menjadi pelaku menyimpang sekunder (secondary deviation) karena melangsungkan pernikahan di umur dini. Setelah ketiga subjek melangsungkan pernikahan, label negatif dari masyarakat masih belum bisa lepas dan justru makin memperburuk pandangan masyarakat terhadap ketiga subjek penelitian.
ANALISIS KRIMINOLOGI KULTURAL: PANDANGAN PEMBACA CERITA FIKSI (ALTERNATIVE UNIVERSE) IDOL KPOP BERTEMA BOYS LOVE Amalia Putri Zalfia Ahmad; Chazizah Gusnita
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 12 No. 1 (2025): 2025 September
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v12i1.468

Abstract

Alternative Universe (AU) with a boys love theme has become one of the choices for Kpop fans who read AU as a sought-after work of fiction. The unusual theme of depicting romantic relationships between males is certainly very taboo and not accepted within societal norms. Nevertheless, fans who read consider that fictional works with this theme to be commonplace in fictional stories that are not real. This research will analyze the form of normalization of sexual deviation found in the depiction of alternative universe stories with a boys love theme from the perspective of Kpop fans who read these fiction. This research will use a qualitative method in a descriptive form. This study will involve preliminary observations of twenty-two readers and will take three samples for further information. This research shows that readers justify the boys love theme in an alternative universe because this theme is only present in fictional works and does not occur in the real world, allowing readers or authors to rationalize the deviations in such fiction.
WARISAN KEKERASAN DALAM PERNIKAHAN DINI: TINJAUAN TEORI CYCLE OF VIOLENCE Ruth Stevany Luise Silitonga; Chazizah Gusnita
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 12 No. 1 (2025): 2025 September
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v12i1.469

Abstract

The practice of early marriage is still a social issue that needs attention today. The occurrence of early marriage itself is caused by various encouragement around with the assumption that it can handle problems. In reality, early marriage is a gate to lead to new problems that are even more complex, one of which is domestic violence. Domestic violence is a long-term risk due to early marriage. The unpreparedness of couples in various aspects creates conflicts that spark acts of violence. In fact, in the field, this practice is considered normal so that it is allowed to continue to occur. Because of this form of omission, in the end the pattern of early marriage is passed down to the latest generation. This study aims to examine the background that perpetuates the practice of early marriage and becomes recurrent violence with Walker's cycle of violence theory. The research method uses descriptive qualitative and primary data collection is done by in-depth interviews with family resource persons and expert resource persons from Child Protection Agency Indonesia (LPAI). The research shows that early marriage becomes a space for violence, and the omission by the family strengthens the cycle of violence into a cross-generational legacy.
Fenomena Penyimpangan Aktivitas Seksual Lesbian, Gay, Bisexual dan Transgender (LGBT) pada Club X dan Y di Jakarta Selatan Djawa, Ivandi Manu; Gusnita, Chazizah
Anomie Vol. 7 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan analisis kriminologis berkaitan dengan aktivitas penyimpangan seksual lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) di klub X dan klub Y di Jakarta Selatan. Teori Asosiasi Diferensial dan Teori Subkultur Kejahatan digunakan sebagai pisau analisis dalam penelitian ini. Kedua teori tersebut melihat bagaimana pemberian stigma pada individu atau kelompok serta menjelaskan proses mereka mempelajari kejahatan dan kemudian menjadi penjahat di lingkungannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klub X dan Y merupakan pelarian bagi kelompok berperilaku menyimpang namun belum berani untuk mengekspresikan diri mereka yang sebenarnya. Namun, stigma negatif dari lingkungan masyarakat telah memotivasi pelaku untuk mengekspresikan diri mereka yang sebenarnya dan perlakuan masyarakat telah mendorong mereka untuk berani melakukan hubungan seksual dengan sesama jenis
SOSIALISASI ANTI KEKERASAN DAN PEMBENTUKAN KELURAHAN RAMAH PEREMPUAN DAN LAYAK ANAK DI KECAMATAN PESANGGRAHAN JAKARTA SELATAN Wahid, Umaimah; Sumardi, Eko; Lydiani, Saskia; Aminudin, Amin; Mulyati, Mulyati; Kusumawardhany, Nidya; Rosita, Reni; Suwarno, Suwarno; Andini, Prita; Gusnita, Chazizah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 12 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i12.5049-5063

Abstract

Menurut Laporan Tahunan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) 2020, DKI Jakarta mencatat angka tertinggi kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan di Indonesia. Kekekerasan yang sering terjadi meliputi kekerasan fisik, psikologis, seksual, serta pengabaian. Diperlukan langkah-langkah preventif yang keras untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan di kota atau desanya. Namun, belum semua kabupaten atau kota di Indonesia bersahabat untuk anak-anak.  Sebuah sistem kesejahteraan sosial yang berhasil bagi anak-anak dan keluarga dan dukungan mekanisme sangatlah penting untuk mendorong perilaku positif dalam masyarakat ini. Diperlukan juga landasan hukum dan kebijakan yang mendukung serta sistem data dan informasi yang memadai untuk melindungi anak-anak. Penyuluhan tentang komunikasi yang efektif dan penggunaan media sosial serta upaya membentuk lingkungan masyarakat yang ramah terhadap perempuan dan aman bagi anak-anak (tanpa kekerasan seksual) di Kecamatan Pesanggrahan di Jakarta Selatan sangatlah penting untuk memberikan informasi penting serta pengetahuan yang diperlukan kepada masyarakat guna melindungi perempuan dan anak-anak sebagai kelompok yang rentan terhadap tindakan kekerasan. Program pembentukan lingkungan masyarakat yang ramah terhadap perempuan dan layak bagi anak-anak tanpa pelecehan dan kekerasan adalah tanggung jawab hukum sekaligus kemanusiaan agar dapat memperkuat hubungan keluarga dan membangun masyarakat yang damai.
Patterns of Child Grooming and Sexual Harassment in Online Games Gusnita, chazizah; Nurhadiyanto, Lucky; Ladiqi, Suyatno
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/martabat.2023.7.2.205-220

Abstract

The purpose of this study is to discuss patterns of child sexual abuse that occur in the online games Minecraft and Hago. The crime of child sexual abuse with the "Online Child Grooming" mode in online games is regarded as an effective method for child predators to lure potential victims. Grooming is a process in which a perpetrator approaches a person or organization gradually through communication relationships with the intent of sexually harassing them. Victims are typically children, adolescents, or adults who are at risk of becoming harassed. This study employs activity routine theory, which assesses the absence of capable guardian factors, motivated actors, and the presence of suitable targets, all of which, if they occur at the same time and place, make child grooming possible. The research was conducted descriptively and qualitatively.
Pemenuhan Kebutuhan Ekonomi dan Gaya Hidup dalam Prostitusi Online: Analisis Feminisme Radikal pada Kasus Istri yang Dijual oleh Suami Alhaya Darmasari; Chazizah Gusnita
UNES Law Review Vol. 6 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v6i4.1988

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang mendorong keterlibatan dalam prostitusi online, khususnya terkait pemenuhan kebutuhan ekonomi dan gaya hidup mewah, serta menganalisisnya melalui perspektif feminisme radikal pada kasus istri yang dijual oleh suami. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan ekonomi yang mendesak, seperti kemiskinan dan tanggung jawab keluarga, merupakan faktor utama yang mendorong individu terlibat dalam prostitusi online. Selain itu, keinginan untuk mempertahankan atau meningkatkan gaya hidup mewah juga menjadi motivasi signifikan. Analisis feminisme radikal mengungkapkan bahwa prostitusi online merupakan bentuk eksploitasi dan penindasan patriarki, di mana perempuan dieksploitasi untuk keuntungan ekonomi laki-laki. Kasus istri yang dijual oleh suami mencerminkan bentuk ekstrem dari kontrol patriarkal dan kekerasan berbasis gender. Temuan ini menunjukkan perlunya upaya peningkatan akses pendidikan dan pekerjaan layak bagi perempuan, penegakan hukum yang lebih tegas terhadap pelaku eksploitasi, serta penyediaan dukungan psikologis dan sosial bagi korban prostitusi. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih mendalam tentang dinamika prostitusi online dan eksploitasi gender serta menawarkan rekomendasi kebijakan untuk mengatasi masalah ini.
SOSIALISASI PENERAPAN APLIKASI PELAPORAN TINDAK KEKERASAN SEKSUAL DAN PERUNDUNGAN DI SMA BUDI LUHUR Wahid, Umaimah; Gusnita, Chazizah; Pramusinto, Wahyu; Sari Dewi, Novianti; Hazmi Abdullah, Muhammad
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 12 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i12.4598-4612

Abstract

Pemerintah telah mengupayakan pencegahan dan penanganan sebagai implementasi Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan. Sepanjang tahun 2021-2023  jenjang SMP, SMA dan SMK sebanyak 22 kasus, perundungan 50 kasus, dan intoleransi 25 kasus. Kekerasan terdiri dari dapat terjadi secara fisik, verbal, perundungan, intoleransi, kekerasan seksual, kebijakan yang mengandung diskriminasi. Tingginya angka kekerasan di sekolah menjadi alasan utama pengabdian kepada masyarakat dilakukan di SMA Budi Luhur sebagai sekolah dengan jumlah murid SMA budi luhur adalah 276 orang dengan murid laki-laki 147 dan perempuan sejumlah 120 orang yang berpeluang terjadi tindakan kekerasan. Upaya pencegahan seperti sosialisasi dan edukasi mengenai berbagai bentuk kekerasan, dan tindakan penanganan terhadap korban kekerasan baik dalam bentuk kekerasan fisik, psikis, perundungan, intoleransi, kekerasan seksual dan kebijakan yang mengandung diskriminasi. Langkah strategis pencegahan dan penanganan dilakukan dengan merancang aplikasi website pelaporan kekerasan sehingga memudahkan guru, siswa-siswi, dan warga sekolah lainnya untuk melaporkan kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah. Aplikasi sekaligus menjamin kerahasiaan pelapor dan penanganan kekerasan yang terukur prosesnya.  Sosialisasi dan edukasi dilakukan di SMA dan SMK Budi Luhur  untuk memperoleh pengetahuan mengenai bentuk-bentuk, bahaya kekerasan dan dampak kekerasan bagi warga sekolah. Sekolah juga membentuk Tim Satgas Penanganan dan Pencegahan Kekerasan (TPPK), merancang aplikasi website pelaporan kekerasan, menyusun panduan penggunaan aplikasi, SOP, poster, flyer dan infografis guna mendukung kampanye melawan kekerasan. Sekolah harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi semua warga sekolah dan proses belajar mengajar berlangsung menggembirakan bagi semua
Patterns of Handling Victims of Sexual Violence on Women with Disabilities Bokiesula Syarifah Yactum Latuconsina; Chazizah Gusnita
Dinasti International Journal of Education Management And Social Science Vol. 5 No. 4 (2024): Dinasti International Journal of Education Management and Social Science (April
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dijemss.v5i4.2586

Abstract

Research on the pattern of handling cases of sexual violence against women with disabilities involved several agencies such as National Commission On Violence Against Women, National Commission for Disabilities, HWDI and the PPAPP Office regarding the forms of handling carried out in handling cases of sexual violence. This research uses qualitative methods with data collection techniques through structured interviews with related parties and literature studies. Because of their vulnerability, this research aims to explore patterns of handling sexual violence cases against women with disabilities, focusing on prevention, protection and rehabilitation efforts. The data collected was analyzed using social learning theory in the hope that patterns of handling sexual violence cases can be improved to ensure effective and inclusive protection for all individuals. The results show that the handling of sexual violence cases against women with disabilities still faces various challenges, including lack of awareness, access to services, and discrimination. This research makes an important contribution to understanding the dynamics of handling sexual violence cases against women with disabilities and provides a basis for developing more effective policies and intervention practices to protect their rights.