Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : REKAYASA

Analisa Rantai Pasok Komoditas Tembakau Madura Faikul Umam; Ari Basuki; Firmansyah Adiputra
Rekayasa Vol 12, No 1: April 2019
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.002 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v12i1.5298

Abstract

ABSTRAKKomoditas tembakau Madura merupakan salah satu komoditas perkebunan yang yang banyak dibudidayakan oleh petani Madura. Akan tetapi pada kenyataannya, petani tembakau madura masih belum bisa menjual tembakaunya dengan harga yang tinggi. Ini dikarenakan panjangnya rantai pasok penjualan tembakau Madura. Terdapat beberapa interrmediate trader dalam rantai pasok tersebut dan setiap intermediate trader juga mengambil keuntungan penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki mekanisme rantai pasok penjualan tembakau Madura. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisa SWOT dan analisa rantai pasok. Data diperoleh dengan melakukan FGD dan wawancara. Hasil penelitian berupa rekayasa rantai pasok penjualan komoditas tembakau dengan menciptakan marketplace. Diharapkan penelitian ini bisa menjadi input bagi penelitian selanjutnya dalam proses desain dan membangun marketplace.SUPPLY CHAIN ANALYSIS OF MADURA TOBACCO COMMODITIESABSTRACTProduct of Madura tobacco is one of the plantation commodities which is widely cultivated by Madurese farmers. In fact, though Madura tobacco farmers still could not sell their tobacco at a higher price. This is due to the supply chain of Madura tobacco sales which has a long network. There are several intermediate traders in the supply chain network and each intermediate trader takes sales profits as well. This research aims to analyze and remodel the supply chain mechanism for Madura tobacco sales. This study employed a SWOT analysis and supply chain analysis. Data were obtained by conducting FGDs and interviews. The research results from a new model of the sales supply chain for Madura tobacco by creating a marketplace. It is expected that this work can be useful as an input for further study in designing and building a marketplace.Keywords: Madura tobacco, SWOT, supply chain, marketplace
Perancangan Thermoelectric Generator (TEG) sebagai Sumber Energi Terbarukan Faikul Umam; Hairil Budiarto; Sri Wahyuni
Rekayasa Vol 10, No 2: Oktober 2017
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.093 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v10i2.6345

Abstract

Abstrak: Kebutuhan bahan bakar fosil untuk pembangkit listrik semakin meningkat, sehingga cadangan bahan bakar semakin menipis. Energi listrik merupakan energi yang sangat mudah untuk dipergunakan, karena sangat mudah dikonversi menjadi bentuk energi lain dengna mudah dan efisien. Pemerintah telah mencanangkan untuk berhemat energi dan memberikan program program perancangan energi terbarukan melalui perubahan energi matahari, angin, air dan biomassa. Penelitian energi terbarukan pada solar cell, micro hydro dan biomassa telah banyak dilakukan, isu terkini pada energi terbarukan adalah pemanfaatan panas buang (waste heat), pada dunia industri dan permesinan seperti automobiles, boilers dan radiator pada mobil dan kapal banyak menyumbang panas yang terbuang. Thermoelectric generator (TEG) merupakan jenis semikonduktor yang dapat menghasilkan tegangan berdasarkan perbedaan temperatur yang melewati kedua sisi alatnya. Perancangan media ajar energi terbarukan dengan memanfaatkan Thermoelectric generator (TEG) akan menggunakan dua jenis fluida yaitu fluida panas da fluida dingin, untuk membangkitkan fluida panas digunakan heater dan untuk fluida dingin akan menggunakan air es. Metode pada penelitian ini adalah eksperimental dari 5 TEG yang disusun secara seri dan di paralel dengan 5 TEG berikutnya. Data hasil percobaan bahwa media ajar TEG dapat menghasilkan tegangan 9,20 volt pada kondisi fluida panas pada temperatur 64oC dan fluida dingin pada temperatur 11oC, sedangkan perbedaan temperatur (ΔT=53oC).
Kestabilan Kecepatan Mobile Robot pada Lintasan Mendatar, Tanjakan Serta Turunan Faikul Umam; Sri Wahyuni; Hairil Budiarto
Rekayasa Vol 12, No 2: Oktober 2019
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.661 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v12i2.6396

Abstract

Mobile robot merupakan salah satu kategori robot yang memiliki fungsi untuk berpindah tempat. Pengembangan dari mobile robot yaitu implementasi perubahan lintasan mendatar¸ tanjakan serta turunan. Ketika robot berjalan terdapat gangguan tak terukur dari luar yang mempengaruhi respon sistem. Hal ini menyebabkan kecepatan robot berubah-ubah, sehingga dibutuhkan suatu mekanisme yang mampu membuat mobile robot menjaga stabilitas dan kemampuan jelajah untuk kestabilan kecepatan mobile robot. Penelitian ini menerapkan metode PID untuk mengatur servo berdasarkan input dari gyro Z, sehingga membuat mobile robot berjalan tanpa keluar dari lintasannya dengan nilai konstanta Kp = 5, Ki = 0 dan Kd = 1. Respon sistem mencapai stedy state dengan nilai servo 90°, dari detik ke-8 sampai detik ke-13,5. Mobile robot dapat menjaga kestabilan kecepatan ketika melewati lintasan mendatar, tanjakan serta turunan dengan menerapkan metode fuzzy logic controller dan kontrol PID dengan nilai konstanta Kp = 1,5, Ki = 0 dan Kd = 0,2. Respon yang diberikan oleh sistem mencapai steady state nilai kecepatan 0,88 pada detik ke-16,4. Sensor yang digunakan untuk mengetahui kemiringan lintasan yaitu sensor MPU6050 nilai gyro Y dan sensor rotary encoderMobile Robot Speed Stability on Flat Road, Upward and Descend TrajectoriesAbstractMobile robot is a robot that can move to other places. The development of a mobile robot is the implementation of changes in in flat, upward and descending trajectories. When robot runs there are immeasurable interference that affects the system response. This causes robot speed is change, so we need a solution for mobile robot to maintain stability and movement capability for stability the robot speed. This research applies the PID method to set the servo based on the input from the gyro Z, so as to make the mobile robot run without leaving its path with constant values Kp = 5, Ki = 0 and Kd = 1. This research applies PID method to set servo motor based on input from gyro Z, so as to make the mobile robot run on path with constant values Kp = 5, Ki = 0 and Kd = 1. The system response reaches steady state when the servo value is 90 °, from the 8th second to the 13.5th second. Mobile robots can maintain the stability of speed when flat road, upward, and descend trajectories by applying the fuzzy logic controller and PID control methods with constant values of Kp = 1.5, Ki = 0 and Kd = 0.2. The response given by the system reaches a steady state speed value of 0.88 at 16.4 seconds. The sensors used to determine the slope of the track are the MPU6050 Y gyro sensor and rotary encoder sensor.Keyword: mobile robot, MPU6050, rotary encoder sensor, fuzzy logic controller and PID control.
Penerapan Sistem Kontrol Adaptif Proportional Integral Derivative (PID) pada Mesin Penimbang Mie dengan Konveyor Dafid, Ach; Umam, Faikul; Budiarto, Hairil
Rekayasa Vol 18, No 2: Agustus, 2025
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/rekayasa.v18i2.31610

Abstract

Indonesia is the second-largest instant noodle consumer in the world after China, with consumption reaching more than 12 billion packs per year. This high demand drives the need for innovation in the production process, especially in the weighing and cutting aspects, which are still carried out manually in small and medium industries. Manual processes not only require more time and energy, but also result in variations in packaging weight that are not uniform and reduce production efficiency. This study aims to design and implement a Proportional Integral Derivative (PID) adaptive control system on a noodle weighing machine with a conveyor. The system was developed using a load cell sensor to measure the noodle dough weight, a servo motor as a cutting actuator, and a DC motor as a conveyor drive, all of which are controlled by an Arduino ATmega 2560 microcontroller. The research methodology includes mechanical design, electronic design, control system programming, sensor calibration, and performance testing. The test results show that the system is able to produce noodle portions with a target weight of 50 grams consistently. The prototype has conveyor dimensions of 100×20×8 cm with a speed of 26 cm/ms, controlled using tuned PID parameters (Kp=1.5; Ki=1; Kd=1.7). From 20 trials, the system produced an average error of 0.75% and a success rate of 99.25%. Thus, the application of the PID adaptive control system has been proven to improve weighing precision, conveyor speed stability, and production efficiency. This innovation is expected to be a simple and affordable solution to support the automation of small and medium industries in Indonesia in facing increasingly fierce food market competition.
Presensi Wireless Otomatis menggunakan Face Recognition Adiputra, Firmansyah; Umam, Faikul
Rekayasa Vol 15, No 3: Desember 2022
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/rekayasa.v15i3.19762

Abstract

Presensi adalah sebuah daftar yang digunakan untuk mencatat kehadiran seseorang serta tingkat kedisplinan dari anggota dalam suatu instansi, institusi atau perusahaan. Sistem yang digunakan dalam presensi juga mengalami banyak perkembangan yakni mulai dari sistem presensi yang memakai kertas, sistem mesin check clock, sistem smart cards (RFID), hingga sistem yang paling terbaru ialah sistem presensi biometrik (fingerprint recognition, retina recognition, dan face recognition). Dalam penelitian ini, sistem yang digunakan pada alat presensi adalah salah satu dari sistem biometrik yaitu sistem face recognition. Hal ini, dikarenakan sistem biometrik face recognition dinilai paling efektif dari pada menggunakan sistem presensi lainnya dan juga untuk meminimalisir kecurangan dalam presensi, seperti titip tanda tangan dan titip kartu. Sebelum proses pengenalan wajah dilakukan, terdapat proses deteksi wajah atau face detection yang akan terlebih dahulu mengindikasikan bahwa dalam gambar tersebut terdapat wajah manusia atau tidak. Untuk melakukan hal tersebut face detection memerlukan sebuah metode, yakni Skin Color Segmentation yang dapat memberikan indikasi secara spesifik pada sebuah gambar atau image, dengan cara mengidentifikasi jumlah pixel yang ada dalam persegi saja dan bukan nilai setiap pixel yang ada pada keseluruhan image. Kemudian hasil dari proses face detection ini, akan diolah untuk proses face recognition, yang mana dalam proses ini juga memerlukan metode yakni Principal Component Analysis (PCA).