Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Lentora Nursing Journal

Public Knowledge and Attitudes in Preparedness for Earthquake and Tsunami Disasters in Temporary Shelters in Palu and Sigi Cities : Pengetahuan dan Sikap Masyarakat Dalam Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami di Huntara Kota Palu dan Sigi Ismunandar, Ismunandar; Nurlailah Umar; Metrys Ndama; Amyadin
Lentora Nursing Journal Vol. 2 No. 1 (2021): Oktober
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/lnj.v2i1.833

Abstract

Seluruh wilayah Indonesia merupakan daerah yang rawan bencana termasuk Palu, Sigi dan Donggala. Tanggal 28 September 2018 telah terjadi gempa bumi, tsunami dan likuifaksi yang menelan banyak korban jiwa serta membuat sebagian dari masyarakat harus menjadi pengungsi dan tinggal di huntara. Banyaknya korban jiwa pada peristiwa tersebut karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang kesiapsiagaan bencana termasuk persiapan pra bencana, saat bencana dan pasca bencana. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengetahuan dan sikap masyarakat dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami pada pengungsi di Huntara Palu dan Sigi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Cara pengambilan sampel adalah purposive sampling. Sampel penelitian berjumlah 96 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan masyarakat menghadapi bencana bumi yang baik 28 orang (58,3%), kurang baik 20 orang (41,7%). Pengetahuan pada pasca bencana 100% kurang baik. Pengetahuan menghadapi bencana tsunami yang baik 34 orang (70,8%), kurang baik 14 orang (29,2%). Sikap masyarakat menghadapi bencana gempa bumi yang baik dan kurang baik sama yaitu 24 orang (50%), sikap mengahadapi bencana tsunami yang baik 26 orang (54,2%), kurang baik 22 orang (45,8%). Kesimpulan penelitian ini pengetahuan dan sikap masyarakat dalam menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami lebih banyak yang baik. Jika dilihat pengetahuan tentang pasca bencana gempa bumi semuanya kurang baik. Disarankan kepada Pemda Kota Palu dan Pemda Kabupaten Sigi untuk secara rutin memberikan penyuluhan dan simulasi tentang kesiapsiagaan bencana gempa bumi dan tsunami.
Penerapan Mirror Therapy untuk Mengatasi Gangguan Mobilitas Fisik pada Lansia dengan Kasus Stroke Non-Hemoragik : Application of Mirror Therapy to Overcome Physical Mobility Disorders in the Elderly with Non-Hemorrhagic Stroke Cases Yuwono, Dian Kurniasari; Sandagang, Windy Syafitri; Dg.Mangemba; Nurarifah, Nurarifah; Sukmawati, Sukmawati; Galenso, Nitro; Hasan, Sri Musriniawati; Mangundap, Selvi Alfrida; Umar, Nurlailah
Lentora Nursing Journal Vol. 5 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/lnj.v5i2.4144

Abstract

Background: According to the Indonesian Health Survey, 35.4% of people between the ages of 65 and 74 had a stroke. A non-pharmacological technique called "mirror therapy" uses the cerebral cortex's mirror neuron system to assist stroke victims recover. Purpose: This study aims to investigate the use of mirror therapy in older adults who have had non-hemorrhagic stroke. Method: A case study design of a single elderly patient in the Simpong Health Center area who suffered a non-hemorrhagic stroke in February 2025. Physical examinations, interviews, and observation were used to gather data, which were then processed and presented using a nursing care method. Results: The patient experienced headaches, dizziness when walking 8 meters, trouble sleeping, and frequent awakenings. He also had trouble using his left limbs. blood pressure 173/97 mmHg, rotational movement ability 90 degrees, and upper left extremity’s muscle strength is 3. Ineffective cerebral perfusion, decreased physical mobility, and irregular sleep patterns are among the nursing diagnosis. Vital sign monitoring, medication instruction, mobilization help using mirror therapy twice daily for 30 minutes for five days, and sleep support were among the therapies offered. Upper left extremity’s muscle strength increased by 4 with 180-degree rotating movements on the sixth day of examination. In conclusion, older adults who have had a non-hemorrhagic stroke may benefit from using mirror therapy to strengthen their muscles. Further research is needed to explore the effectiveness of this method on a wider scale