Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN PADA PEKERJA BURUH ANGKUT DI PASAR BALAI TANGAH KECAMATAN LINTAU BUO UTARA, SUMATERA BARAT Puti Andam Dewi; Daru Lestantyo; Baju Widjasena
Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip) Vol 7, No 1 (2019): JANUARI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.219 KB) | DOI: 10.14710/jkm.v7i1.22999

Abstract

Fatigue means a condition where there is a decreased on someone’s performance because of some factors such as physical workload, length of work, age, and the sleep quality. Carrier in Balai Tangah Market have a complaints or fatigue symptoms like drowsiness, back pain, feeling dizzy and feeling heavy in the head, feeling thirsty, and excessive yawning. The purpose of this study was to analyze the factors (physical workload, length of work, age, sleep quality) related to fatigue at work. This type of research was quantitative with Cross-Sectional design. The population and sample in this study were 32 people. Fatigue at work data collection was carried out using the application of the deary-liewald reaction timer tester, pulse measurement using pulse oximetry, sleep quality measurement instruments using the pittsburgh sleep quality index (PQSI), and other data based on interview with respondents. Data analyzed using chi-square with α = 0,05. The results of the statistical test showed that there was correlation between length of work (p= 0,001) and sleep quality (p= 0,001). Whereas those who were unrelated were physical workload (p= 0,581) and age (p= 0,419).
Kostum sebagai Identitas Budaya dalam Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Puti Andam Dewi; Joko Aswoyo
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 5, No 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v5i1.1770

Abstract

Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck yang disutradarai Sunil Soraya merupakan adaptasi novel yang ditulis oleh Buya Hamka dengan judul yang sama. Kisah tersebut menceritakan mengenai perbedaan budaya yang menghalangi asmara antara Zainuddin (suku Bugis) dan Hayati (suku Minang). Untuk menggambarkan setting tempat dan waktu film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck merepresentasikannya melalui kostum sebagai ciri bahwa cerita terjadi pada masa budaya-budaya pada masyarakat masing-masing daerah masih kental, namun terpengaruh budaya indis. Kostum merupakan penanda yang sangat jelas pada masa tersebut yang dapat membedakan stratifikasi sosial antara bangsawan dengan masyarakat pribumi. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif dan sumber data yang diperoleh dari film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah kostum yang menunjukkan wujud identitas masing-masing budaya yang digambarkan.
Optimalisasi Belajar Menyenangkan di Hari Bermutu pada SD IT BAiturrahim Parik Putuih Iltavia Iltavia; Bambang Trisno; Absharini Kardena; Yulifda Elin Puspita; Puti Andam Dewi; Elviana Elviana; Fathur Rahmi; Hidra Ariza; Fenny Ayu Monia; Wira Wahyuni
Solidaritas: Jurnal Pengabdian Vol. 2 No. 1 (2022): Solidaritas: Jurnal Pengabdian
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/sjp.v2i1.6524

Abstract

Pembelajaran di sekolah mesti menyenangkan baik oleh guru apalagi bagi peserta didiknya. Karena dengan belajar yang menyenangkan peserta didik bisa mengembangkan dirinya dalam proses aktivitas belajar. Peserta didik mengekspresikan diri tanpa terpaksa atau dikendalikan oleh peserta didik lain yang berada disekitarnya. Sehingga prinsip belajar dan bermain yang menyenangkan dapat diwujudkan dan potensi yang ada dalam dirinya dapat dioptimalkan. Sementara dilapangan masih banyak guru yang belum mengoptimalkan kreatifitasnya dalam mengembangkan model pembelajaran yang menyenangkan. Padahal, kreativitas guru di dalam pembelajaran yang menyenangkan sangat diharapkan dan sangat dibutuhkan oleh siswa. Oleh karenanya pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan belajar yang menyenangkan di hari bermutu pada SDIT Baiturrahim Parik Putuih. Hasil dari kegiatan pengabdian ini memperlihatkan peserta didik terlihat sangat antusias mengikuti pembelajaran yang kreatif dan inovatif dari pemateri, seperti integrasi permainan dan teknologi pada proses pembeajaran di sekolah
Kostum sebagai Identitas Budaya dalam Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Puti Andam Dewi; Joko Aswoyo
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 5 No. 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v5i1.1770

Abstract

Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck yang disutradarai Sunil Soraya merupakan adaptasi novel yang ditulis oleh Buya Hamka dengan judul yang sama. Kisah tersebut menceritakan mengenai perbedaan budaya yang menghalangi asmara antara Zainuddin (suku Bugis) dan Hayati (suku Minang). Untuk menggambarkan setting tempat dan waktu film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck merepresentasikannya melalui kostum sebagai ciri bahwa cerita terjadi pada masa budaya-budaya pada masyarakat masing-masing daerah masih kental, namun terpengaruh budaya indis. Kostum merupakan penanda yang sangat jelas pada masa tersebut yang dapat membedakan stratifikasi sosial antara bangsawan dengan masyarakat pribumi. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif dan sumber data yang diperoleh dari film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah kostum yang menunjukkan wujud identitas masing-masing budaya yang digambarkan.
Depiction of Culture in The Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Dewi, Puti Andam; Aswoyo, Joko; Putri, Eggy Triana
Capture : Jurnal Seni Media Rekam Vol. 14 No. 3 (2023)
Publisher : Seni Media Rekam ISI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/capture.v14i3.4126

Abstract

This study aims to examine cultural values portrayed through the mise en scène in the film. One film explored for its cultural background is ‘Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck', which showcases Minangkabau culture. This film is adapted from Buya Hamka's novel of the same title. The mise en scène elements played an important role in shaping the audience's understanding of the story, which was conveyed through the use of cultural elements such as houses, everyday clothes, and property. This study used a qualitative method of media text analysis and utilized a purposive sampling technique. The results show a distinct clothing gap between characters, indicating disparities within the Minang community, including the disadvantaged or lower middle class. This critique highlights the overlap in the depiction of Minangkabau culture in the film ‘Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck’, examining it through the lens of mise-en-scène. Keywords: culture, film, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck  
PENGEMBANGAN KERATIVITAS SISWA/I DAN GURU SDN 32 TIGO SUKU PANINJAUAN, DENGAN MEMANFAATKAN MEDIA KALENG-KALENG BEKAS SEBAGAI APRESIASI DAN KREASI DALAM SENI RUPA Intan Tursina; Puti Andam Dewi; Alfitri Yana Yunita; Della Oktavinoarti
Awal Bros Journal of Community Development Vol 5 No 1 (2024): Awal Bros Journal of Community Development
Publisher : LPPM Universitas Awal Bros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54973/abjcd.v5i1.485

Abstract

Fine arts education in schools is a medium for talent development, thinking development and creativity development, for which students who not only understand what art is but how it is applied. Art education is one of the elements that refine a person's characteristics. Based on this reality, it is important to provide appreciation through art education, especially drawing and coloring for students and teachers by utilizing the media of used cans. The first step taken in the development of creativity painting activities is to explain the meaning of fine arts and their division, then an introduction to techniques in drawing and coloring. This training activity is carried out with several methods including lectures, demonstrations, and questions and answers, exercises, and assignments. The training on the development of painting creativity was given to students and teachers of SDN 32 Tigo Suku Paninjauan by utilizing the media of used cans, students and teachers can do various forms of drawing and coloring works of art such as pencil holders, piggy banks, garbage cans, tissue holders and others. In addition to being a learning medium, this creativity development training, if pursued, is certainly a business opportunity for teachers and students outside of school
ANALYSIS OF MOTIF AND PHILOSOPHICAL MEANING OF KUANTAN SINGINGI BATIK Dewi, Puti Andam; Oktavinoarti, Della; Wulandari, Saftika; Tursina, Intan; Syukri, Apdanil
VCoDe : Visual Communication Design Journal Volume 4, Nomor 2, Juni 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/vcode.v4i2.4900

Abstract

This inquire about analyzes the themes and philosophical meaning of Kuantan Singingi Batik, a social legacy starting from Kuantan Singingi Rule, Riau Territory, Indonesia. Kuantan Singingi Batik is known for its unmistakable and significant themes that reflect the social values and reasoning of the nearby community. This inquire about points to recognize different themes found in Kuantan Singingi Batik and uncover the philosophical meaning contained in that. The inquire about strategy utilized is graphic subjective with an ethnographic approach. Information was gotten through coordinate perception, in-depth interviews with neighborhood batik creators and social figures, as well as writing considers. Perceptions were carried out to watch the batik making prepare and archive the different themes utilized. In-depth interviews point to investigate a profound understanding of the philosophical meaning related with each theme. The inquire about comes about appear that Kuantan Singingi Batik includes a assortment of themes, each of which encompasses a profound philosophical meaning. A few themes that are frequently found incorporate flower, fauna and geometric themes. Botanical themes such as blossoms and clears out regularly symbolize ripeness, life and normal excellence. Faunal themes such as fowls and angle portray opportunity, mettle and nearby intelligence. In the interim, geometric themes reflect adjust, arrange and concordance between people and nature. The philosophical meaning contained in Kuantan Singingi Batik reflects the see of life of the Kuantan Singingi individuals who truly regard nature and the encompassing environment.
Pengaruh Metode Talaqqi terhadap Motivasi Hafalan Al-Qur’an Hadis di MAN 06 Pasaman Barat Rona Afrina; Bambang Trisno; Fajriyani Arsya; Puti Andam Dewi
Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. 3 No. 2 (2024): Juni : Concept: Journal of Social Humanities and Education
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/concept.v3i2.1176

Abstract

Based on the framework behind the problem that the writer put forward, the author focuses on the case of the impact of the talaqqi procedure on the motivation to practice for students in the XI MAN 06 West Pasaman category. The aim of this research is to identify whether or not there are effects of mahfuz using talaqqi procedures to encourage students' practice in learning the Al-Qur'an, the words of the Prophet, category XI at MAN 06 West Pasaman. This research is correlational research with a tendency towards quantitative information. The illustration of this research is students in category XI IPS at MAN 06 West Pasaman, totaling 55 people. There is also a sampling technique used, namely overall sampling considering the number of samples is less than one hundred. Before trying the experiment, it is assumed that the researcher has carried out the required experiments in the form of a normality experiment and a homogeneity experiment. After that, continue with the assumption experiment using a simple linear regression experiment. The research results display analysis and reviews of research information as a result of testing assumptions from the coefficients chart to obtain sig numbers. equal to 0.000 ≤ 0.05, as a result it can be concluded that the elasticity of talaqqi procedures (X) influences students' motivation to practice (Y). it is known that tcount is 3.168 ≥ ttable 2.006, so it can be concluded that the elasticity of talaqqi procedures (X) has a positive and important influence on the elasticity of motivation to practice (Y) Ha is obtained. As a result, it can be concluded that the impact of mahfuz using talaqqi procedures is on encouraging students to practice in learning the Al-Qur'an, the words of the prophet, category XI at MAN 06 West Pasaman.
Musical Existence As An Indicator of The Realization of The Ideal Order of The Kuantan Singingi Community Based on The Canang Tradition Hadi, Randi Restu; Dewi, Puti Andam; Rahmadinata, Melisa Fitri; Budaya, Arga
Musica: Journal of Music Vol 5, No 2 (2025): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v5i2.6090

Abstract

Kebiasaan secara turun-temurun yang disepakati bersama sebagai idiom budaya masyarakat tertentu yang bermuara pada hasil akhir ketentraman dalam kehidupan bermasyarakat. Salah-satu metode perwujudan tatanan sosial tersebut oleh masyarakat kabupaten Kuantan Singingi melalui metode canang. Canang sebagai mediator terwujudnya tatanan ideal masyarakat dalam bentuk mengefektifkan perkabaran yang pada pelaksanaannya melibatkan unsur-unsur musikal. Tujuan dari tulisan ini adalah menemukan unsur-unsur musikal dalam prosesi canang serta memperlihatkan korelasi fungsi dan peran unsur tersebut dalam perwujudan tatanan kehidupan sosial bermasyarakat. Berharap tulisan ini mampu mengisi ruang kognitif pembaca sehingga melahirkan persepsi baru mengenai definisi unsur musikal dan keberagaman budaya tradisi yang ada di Nusantara.
Pembelajaran dan Produksi Karya Sastra Bersama Maestro Gus TF Sakai Dewi, Puti Andam; Irham, Irham
Batoboh Vol 10, No 2 (2025): BATOBOH: JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bt.v10i2.5486

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam pembelajaran serta produksi karya sastra melalui model pembelajaran berbasis maestro. Kegiatan dilaksanakan bersama Maestro Gus TF Sakai di Aia Angek Cottage, Sumatera Barat, dengan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis praktik kreatif. Metode pelaksanaan meliputi diskusi sastra, pemaparan pengalaman kreatif oleh maestro, pendampingan intensif, serta praktik penulisan karya sastra. Peserta kegiatan terdiri atas mahasiswa dan penggiat sastra yang terlibat aktif dalam seluruh tahapan pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap proses kreatif sastra, mulai dari pencarian gagasan, pengolahan bahasa, hingga refleksi pengalaman personal dalam karya. Selain itu, peserta berhasil menghasilkan karya sastra berupa puisi dan prosa pendek sebagai luaran nyata kegiatan pengabdian. Pembelajaran sastra berbasis maestro terbukti efektif dalam mendorong partisipasi aktif, dialog kreatif, serta produktivitas karya sastra. Model pengabdian ini berpotensi untuk dikembangkan dan direplikasi sebagai upaya penguatan literasi sastra dan kapasitas kreatif masyarakat di bidang seni dan budaya.