Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN MEKANISME KOPING STRES PADA REMAJA DI PONDOK PESANTREN KH SYAMSUDDIN DURISAWO PONOROGO Alfiah Ni’matul Masruroh; Laily Isroin; Siti Munawaroh
Health Sciences Journal Vol 4, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.311 KB) | DOI: 10.24269/hsj.v4i2.516

Abstract

Peran teman sebaya bagi remaja santri sangat berpengaruh dalam memberikan dukungan sosial bagi sesamanya. Santri yang mengalami stres diharapkan mampu membangun strategi koping yang tepat sebagai upaya untuk menyesuaikan diri atau beradaptasi terhadap masalah dan tekanan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan sosial teman sebaya dengan mekanisme koping stres pada remaja di Pondok Pesantren KH. Syamsuddin Durisawo. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan studi korelasional. Desain penelitian yang akan dilakukan menggunakan pendekatan Cross Sectional. jumlah sampel 95 responden dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner atau google form secara online. Penelitian menggunakan analisis uji chi-squere dengan  P value0,05. Hasil penelitian ini didapatkan responden yang mendapat dukungan sosial yang positif sebanyak 51 responden (53,7%) dan mekanisme koping stress yang di dapatkan data 53 (55,8%) responden memiliki mekanisme koping stres yang adaptif. Berdasarkan hasil analisa pada penelitian ini adalah p value (0,000) α (0,05) yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti ada hubungan pada keeratan hubungan dengan nilai Contingency Coefficient = 0,409 kategori sedang. Hasil penelitian ini tidak semua santri mendapat dukungan sosial dari teman sebaya dan melakukan mekanisme koping yang maladaptif. Maka peneliti menyarankan pada santri untuk memiliki mekanisme koping yang adaptif sesuai dengan dirinya dan pentingnya dukungan sosial teman sebaya yang dapat membantu memecahkan masalah dan mengurangi stres yang dialami.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN POST PARTUM DENGAN MASALAH KEPERAWATAN MENYUSUI TIDAK EFEKTIF Studi Kasus Di Ruang Melati RSUD Dr. Harjono Ponorogo Nike Vijayanti; Laily Isro'in; Siti Munawaroh
Health Sciences Journal Vol 6, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v6i2.1544

Abstract

Ibu post partum dan bayi dapat mengalami masalah kesehatan seperti kurangnya pengetahuan ibu tentang menyusui, payudara bengkak, ASI tidak keluar, kelelahan, hisapan bayi tidak adekuat, dan lain sebagainya. Hal tersebut dapat menyebabkan pelekatan bayi pada ibu kurang efektif dan mengakibatkan masalah menyusui tidak efektif. Menyusui tidak efektif adalah kondisi dimana ibu dan bayi mengalami ketidakpuasan dan kesukaran pada proses menyusui. Tujuan pengambilan studi kasus ini untuk mengetahui asuhan keperawatan menyusui tidak efektif. Asuhan keperawatan pada pasien post partum dengan masalah keperawatan menyusui tidak efektif di ruang Melati RSUD Dr. Harjono Ponorogo pada tanggal 11-15 Juni 2022 yang dilakukan selama 3 hari perawatan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Hasil pengkajian didapatkan bahwa Ny.P dengan post Sectio Caesarea (SC) hari ke 2 mengalami lemas, ASI belum keluar, dan payudara terasa lembek. berdasarkan analisis tersebut dilakukan intervensi yaitu edukasi tentang pengetahuan menyusui, observasi nutrisi, dan pijat oksitosin. Hasil evaluasi yang didapatkan dari asuhan keperawatan pada Ny. P meliputi suplai ASI adekuat meningkat, kelelahan maternal menurun, perlekatan bayi pada payudara ibu meningkat, dan tetesan/ pancaran ASI meningkat. Dengan ini pasien mampu mengurangi dan mencegah terjadinya masalah menyusui tidak efektif.Kata Kunci: Asuhan Keperawatan, Menyusui Tidak Efektif, Post Partum. 
PENGARUH STRES KERJA, LINGKUNGAN KERJA, DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KEPUASAN KERJA GURU PADA SMK NEGERI 1 PONOROGO Siti Munawaroh; Umi Farida; Sri Hartono
Jurnal AKTUAL Vol 21, No 1 (2023): Jurnal AKTUAL
Publisher : STIE Trisna Negara OKU Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47232/aktual.v21i1.291

Abstract

This study aims to determine the effect of work stress, work environment, and leadership style on teacher job satisfaction at SMK Negeri 1 Ponorogo. The population in this study were all teachers at SMK Negeri 1 Ponorogo, totaling 77 people. and the sample used was 30 respondents. The sampling technique in this study was Nonprobability Sampling using Saturated Sampling. This research uses quantitative research methods. Data collection techniques using observation, interviews/interviews, and questionnaires. To test the instrument using the validity test and reliability test. The data analysis technique uses multiple linear regression analysis and analysis of the coefficient of determination (R2). The results showed that 1) Job Stress has a negative effect on Job Satisfaction with a significance of 0.046. 2) Work environment has a positive effect on job satisfaction with a significance of 0.014. 3) Leadership style has a positive effect on job satisfaction with a significant value of 0.000. 4) Job Stress, Work Environment, and Leadership Style simultaneously influence Job Satisfaction by 49.3% and the remaining 50.7% are influenced by other variables outside the variables in this study.
FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN IBU HAMIL DALAM KUNJUNGAN ANC DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PONOROGO UTARA Umi Nurul Badriyah; Siti Munawaroh; Hery Ernawati
Health Sciences Journal Vol 7, No 1 (2023): Health Science Journal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v7i1.2021

Abstract

ANC merupakan suatu hal yang harus diperhatikan dan dipatuhi oleh ibu hamil. Ibu hamil dikatakan patuh ANC jika melakukan kunjungan minimal 6x (1x trimester 1, 2x trimester 2 serta 3x trimester 3) dan minimal 2x diperiksa oleh dokter spesialis (SpOG). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kepatuhan ibu hamil serta mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu hamil dalam kunjungan ANC.Metode yang digunakan adalah cross sectional dengan teknik sampling purposive sampling dengan jumlah sampel 30 responden ibu hamil trimester 3. Penelitian ini menggunakan instrument kuisioner (untuk variabel usia, pendidikan, pekerjaan dan paritas) serta dokumentasi buku KIA (untuk variabel kepatuhan ANC). Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Ponorogo Utara, pengumpulan data dilakukan pada tanggal 16-29 Januari 2023. Analisa data secara univariat menggunakan tabel frekuensi dan persentase, serta secara bivariat menggunakan Fisher’s Exact Test dengan SPSS.Hasil penelitian menunjukkan 97% ibu hamil (29 orang) di wilayah kerja Puskesmas Ponorogo Utara sudah patuh melakukan kunjungan ANC pada bidan dan dokter. Hasil analisis menunjukkan p-value masing-masing variabel independen yaitu usia (p-value 0,300), pendidikan (p-value 0,067), pekerjaan (p-value 1,000) serta paritas (p-value 1,000) dengan nilai α=0,05. Hal ini berarti usia, pendidikan, pekerjaan dan paritas tidak berhubungan dengan kepatuhan ibu hamil dalam kunjungan ANC di Puskesmas Ponorogo Utara. Faktor lain yang ditemukan dilapangan yang mempengaruhi kepatuhan ibu hamil dalam melakukan kunjungan ANC yaitu adanya dukungan suami maupun keluarga, adanya penyakit penyerta dan memiliki masalah/ gangguan selama hamil,  akses ke pelayanan kesehatan yang mudah, kesadaran serta pengetahuan ibu hamil yang tinggi.Kata Kunci: ibu hamil, kepatuhan ANC, kunjungan ANC
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN TEKANAN DARAH PADA REMAJA DI SMAN 1 NGRAYUN PONOROGO Intan Aprillia Melani; Nurul Sri Wahyuni; Saiful Nurhidayat; Siti Munawaroh; Yayuk Dwi Rahayu
Health Sciences Journal Vol 7, No 1 (2023): Health Science Journal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v7i1.2052

Abstract

Anxiety for adolescents can occur when adolescents are easily threatened or have low self-confidence. Adolescents who experience anxiety have the potential to experience changes in blood pressure due to unstable feelings. This study aims to determine the relationship between anxiety levels and blood pressure in adolescents at SMAN 1 Ngrayun Ponorogo.The method in this study is cross sectional correlation with an observational approach. The sample used was 73 class XII students at SMAN 1 Ngrayun obtained through simple random sampling method. Primary data were obtained by measuring blood pressure using a sphygmomanometer and the HARS questionnaire. The data that has been collected is then analyzed using the Spearman Rank Test correlation.The results showed that respondents who did not experience anxiety were 39 students (53.4%), mild anxiety were 23 students (31.5%), moderate anxiety was 5 students (6.8%), and severe anxiety was 6 students. (8.2%). Furthermore, respondents who had normal blood pressure scores were 47 students (64.4%), hypotension were 17 students (23.3%) and pre-hypertensive were 9 students (12.3%). Based on the results of the statistical analysis using the Spearman rank test, a p-value of 0.004 was obtained where the value was smaller than 0.01, so it was stated that H1 was accepted, there was a relationship between anxiety levels and blood pressure in adolescents at SMAN 1 Ngrayun Ponorogo.This research is expected to increase knowledge about hypertension such as providing regular education so that efforts can be made to reduce the risk of hypertension and control feelings of anxiety that may be faced.
HUBUNGAN SIKAP DENGAN PERILAKU ETIK PERAWAT DAN SEJAWAT DI RSU MUHAMMADIYAH PONOROGO Winda Frisha Permana Putri; Siti Munawaroh; Sugeng Mashudi
Health Sciences Journal Vol 7, No 2 (2023): Health Science Journal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v7i2.2331

Abstract

Perawat membutuhkan kompetensi profesional dan kerangka kerja yang disediakan oleh kode etik sebagai standar pelayanan dan penilaian yang benar selama bekerja dengan sejawat. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya konflik yang terjadi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan sikap dengan perilaku etik perawat dan sejawat di RSU Muhammadiyah Ponorogo. Desain penelitian ini menggunakan metode korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 154 perawat dengan besar sampel sebanyak 61 responden yang di ambil menggunakan metode purposive sampling. Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner dengan analisis chi-square α (0,05). Hasil penelitian dari 61 responden di ketahui bahwa 31 responden (50,8%) memiliki sikap negatif terhadap kode etik keperawatan, dan 34 responden (55,7%) memiliki perilaku etik positif terhadap teman sejawat. Hasil uji statistik didapatkan p value (0,000) (0,05), yang berarti H1 diterima yaitu hubungan sikap dengan perilaku etik perawat dan sejawat di RSU Muhammadiyah Ponorgo. Penelitian ini menujukkan sikap perawat dalam kategori negatif dan perilaku etik perawat dan sejawat dalam kategori positif. Oleh karena itu, diharapkan institusi pendidikan lebih memperhatikan pengajaran etika keperawatan dan dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswa akan pentingnya kode etik keperawatan khususnya pada kode etik perawat dan sejawat
Hubungan Self Awareness dengan Komunikasi Interpersonal Mahasiswa S1 Keperawatan Siti Munawaroh; Sri Susanti; Yayuk Dwirahayu
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 9 No 1 (2024): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Objective:  Interpersonal communication is very important for nurse students.  to do by doing self-awareness beforehand so they can understand other people and not cause misunderstandings and hinder further interpersonal relationships. Before communicating, students should carry out self-awareness first so they can understand other people, not misunderstand and hinder further interpersonal relationships. The ability to self awareness determines the success of interpersonal communication because someone who is sensitive to himself and his emotions will have high sensitivity when communicating. This study aims to determine the relationship between students' ability to do self-awareness with interpersonal communication. Methods: This research is a descriptive correlation research with a cross sectional research design. Samples were taken by simple random sampling of 46 respondents in semester 4 students of Bachelor of Nursing Study Program. The analysis test used the chi square test and a significance level of 5%. Results: Respondents who were not good at self awareness were 20 respondents (43.5%). Respondents who were not good at interpersonal communication were the same as the number of respondents who were good at interpersonal communication, namely 23 respondents (50%) each. The results of the chi-square test obtained a p value of 0.015, which means that Ho was rejected. Conclusion:  There is a relationship between self awareness and interpersonal communication in undergraduate nursing students. It is hoped that the institution will develop a curriculum on communication because communication is very important for the success of nursing care in hospitals