Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Fungsi Partai Politik Dalam Menyelenggarakan Pendidikan Politik Pada DPD II Partai Golkar Kabupaten Tebo Margiyanti, Iis; Anderson, Irzal; Usmanto, Heri
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 4, No 1 (2025): March 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v4i1.3636

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Partai Golkar dalam menyelenggarakan pendidikan politik kepada masyarakat di Kabupaten Tebo serta untuk mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambat Partai Golkar dalam menyelenggarakan pendidikan politik kapada masyarakat di Kabupaten Tebo. Rumusan masalah dalam penelitian ini mencakup dua hal utama: (1) Bagaimana peran Partai Golkar dalam menyelenggarakan pendidikan politik kepada masyarakat di Kabupaten Tebo? dan (2) Apa saja faktor pendukung dan penghambat Partai Golkar dalam menyelenggarakan pendidikan politik kepada masyarakat di Kabupaten Tebo? Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Tebo khususnya di DPD II Partai Golkar Kabupaten Tebo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan informan, serta dokumentasi kegiatan pada saat melakukan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Partai Golkar Kabupaten Tebo telah melakukan perannya sesuai Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang partai politik yaitu menyelenggarakan pendidikan politik bagi anggota dan masyarakat luas agar menjadi warga negara Indonesia yang sadar akan hak dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Partai Golkar Kabupaten Tebo telah berperan aktif dalam menyelenggarakan pendidikan politik, meskipun pendidikan politik yang dilakukan masih lebih banyak kepada internal Partai Golkar. Sedangkan pendidikan politik kepada masyarakat umum masih terbatas dan lebih sering dilakukan pada momen-momen pemilu. Faktor pendukung utama dalam pelaksanaan pendidikan politik ini adalah antusiasme kader partai, struktur kelembagaan yang kuat, serta dukungan dari generasi muda yang aktif. Namun, terdapat beberapa faktor penghambat seperti kurangnya jangkauan pendidikan politik kepada masyarakat luas, rendahnya minat masyarakat terhadap politik, serta ketergantungan partai pada momen pemilu. Hal ini menjadi tantangan dalam upaya Partai Golkar Kabupaten Tebo untuk menyelenggarakan pendidikan politik secara berkelanjutan. Berdasarkan hasil penelitian, Partai Golkar Kabupaten Tebo diharapkan dapat memperluas jangkauan pendidikan politik ke masyarakat luas. memanfaatkan teknologi digital, dan mengurangi ketergantungan pada momen pemilu dengan program berkelanjutan setiap tahun.
Implementasi Model Jurisprudential Inquiry untuk Meningkatkan Kemampuan Berargumentasi Mahasiswa di Mata Kuliah Kewarganegaraan Hendra, Hendra; Firman, Firman; Usmanto, Heri
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 2 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i2.1401

Abstract

This study aims to improve students' argumentative ability through a jurisprudential inquiry model in Citizenship courses. The research method used is classroom action research which is carried out in three cycles. Each cycle consists of planning, action, observation, and reflection stages. Data were collected through observation, documentation, and tests. The results of the study showed an increase in students' argumentative ability from cycle I by 64.1%, cycle II by 71.79%, to cycle III reaching 79.49%. Based on the results of the study, it can be concluded that the jurisprudential inquiry model is effective in improving students' argumentative ability.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berargumentasi mahasiswa melalui model jurisprudential inquiry dalam mata kuliah Kewarganegaraan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan berargumentasi mahasiswa dari siklus I sebesar 64,1%, siklus II sebesar 71,79%, hingga siklus III mencapai 79,49%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa model jurisprudential inquiry efektif dalam meningkatkan kemampuan berargumentasi mahasiswa.
Pemberdayaan Masyarakat Suku Anak Dalam (SAD) Jambi Melalui Pemenuhan Hak-Hak Pendidikan di Desa Pauh Menang (SPA) Kabupaten Merangin Provinsi Jambi Kumala, Reziska Maya; Simaremare, Tohap Pandapotan; Usmanto, Heri
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.5483

Abstract

Latar belakang pada penelitian ini menunjukkan masalah bahwa  terapat anak-anak  Suku anak Dalam (SAD) yang  belum  mendapatkan hak di dalam pemenuhan hak pendidikan terhadap anak-anak Suku anak Dalam (SAD). Ha itu di sebabkan karena beberapa faktor  di dalam pemenuhan hak pendidikkan tersebut.. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis dan mengetahui  bagaimana pemenuhan hak penididikan untuk anak-anak Suku anak Dalam (SAD) yang berada di daerah Pamnang tepatnya di  Desa Pauh Menang (SPA). Penelitian ini dilakukan di kawasan Suku Anak Dalam (SPA) yang berada di Desa Pauh menang (SPA), Kabupaten Merangin. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif. Informan yang di dapat melaui informasi yang di dapat melalui Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa di dalam pemenuhan hak Pendidikan terhadap anak-anak Suku Anak Dalam (SAD) masih belum maksimal hal tersebut dibuktikan dengan adanya anak-anak yang belum mengakses Pendidikan itu sendiri, selain itu juga banyak anak-anak yang putus sekolah dan memilih untuk membantu orang tua-nya bekerja di kebun. Kemudian  kendala dalam pemenuhan hak Pendidikan itu terhadap anak-anak Suku Anak Dalam (SAD) yang berada di Desa Pauh Menang (SPA) yakni : 1) dari penelitian tersebut, ditemukan bahwa anak-anak yang putus sekolah kebanyakan terkendala pada ekonomi keluarga yang kurang mencukupi, 2) banyak orang tua yang belum sadar akan pentingnya Pendidikan untuk anak-anak mereka sehingga banyak orang tua yang melarang anak nya untuk sekolah, 3) kurangnya tindak lanjut oleh pemerintah di dalam melaksanakan pemenuhan hak Pendidikan. Kesimpulanya yaitu anak-anak Suku anak Dalam (SAD) yang berada di Desa Pauh Menang (SPA) masih banyak yang belum mendaptkan hak pendidikan bahkan ada yang telah bersekolah akan tetapi memilih untuk tidak melanjutkan pendidikan tersebut di karenakan ada beberapa faktor yang menjadi penghambat atau kenadala. Ekonomi, infrastruktur serta orag tua merupakan faktor yang menjadi penghambat di dalam pelaksanaa pemenuhan hak pendidikan itu sendiri.
Pemberdayaan Masyarakat Suku Anak Dalam (SAD) Jambi Melalui Pemenuhan Hak-Hak Pendidikan di Desa Pauh Menang (SPA) Kabupaten Merangin Provinsi Jambi Kumala, Reziska Maya; Simaremare, Tohap Pandapotan; Usmanto, Heri
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.5483

Abstract

Latar belakang pada penelitian ini menunjukkan masalah bahwa  terapat anak-anak  Suku anak Dalam (SAD) yang  belum  mendapatkan hak di dalam pemenuhan hak pendidikan terhadap anak-anak Suku anak Dalam (SAD). Ha itu di sebabkan karena beberapa faktor  di dalam pemenuhan hak pendidikkan tersebut.. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis dan mengetahui  bagaimana pemenuhan hak penididikan untuk anak-anak Suku anak Dalam (SAD) yang berada di daerah Pamnang tepatnya di  Desa Pauh Menang (SPA). Penelitian ini dilakukan di kawasan Suku Anak Dalam (SPA) yang berada di Desa Pauh menang (SPA), Kabupaten Merangin. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif. Informan yang di dapat melaui informasi yang di dapat melalui Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa di dalam pemenuhan hak Pendidikan terhadap anak-anak Suku Anak Dalam (SAD) masih belum maksimal hal tersebut dibuktikan dengan adanya anak-anak yang belum mengakses Pendidikan itu sendiri, selain itu juga banyak anak-anak yang putus sekolah dan memilih untuk membantu orang tua-nya bekerja di kebun. Kemudian  kendala dalam pemenuhan hak Pendidikan itu terhadap anak-anak Suku Anak Dalam (SAD) yang berada di Desa Pauh Menang (SPA) yakni : 1) dari penelitian tersebut, ditemukan bahwa anak-anak yang putus sekolah kebanyakan terkendala pada ekonomi keluarga yang kurang mencukupi, 2) banyak orang tua yang belum sadar akan pentingnya Pendidikan untuk anak-anak mereka sehingga banyak orang tua yang melarang anak nya untuk sekolah, 3) kurangnya tindak lanjut oleh pemerintah di dalam melaksanakan pemenuhan hak Pendidikan. Kesimpulanya yaitu anak-anak Suku anak Dalam (SAD) yang berada di Desa Pauh Menang (SPA) masih banyak yang belum mendaptkan hak pendidikan bahkan ada yang telah bersekolah akan tetapi memilih untuk tidak melanjutkan pendidikan tersebut di karenakan ada beberapa faktor yang menjadi penghambat atau kenadala. Ekonomi, infrastruktur serta orag tua merupakan faktor yang menjadi penghambat di dalam pelaksanaa pemenuhan hak pendidikan itu sendiri.
Perbedaan Motivasi Kerja Guru Sertifikasi Dan Nonsertifikasi Di Madrasah Aliyah Negeri Di Kota Jambi: Indonesia Irham, Irham; Irwan, Irwan; Simaremare, Tohap Pandapotan; Usmanto, Heri
Edu Sosial Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Jurusan Pendidikan IPS FKIP UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.695 KB) | DOI: 10.22437/jeso.v1i1.15557

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah untuk mengatahui bagaimana perbedaan motivasi guru yang tersertifkiasi dan guru yang belum tersertifikasi. Penelitian ini mengunakan metodelogi penelitian komparatif, menurut Soentoro (2015:14) metodologi penelitian komparatif merupakan metodologi penelitian yang digunakan untuk membandingkan dua kejadian/dua kelompok data atau lebih (sampel maupun populasi) apakah kedua kelompok data tersebut sama atau berbeda secara signifikan. Penelitian ini melihat perbedaan/membandingkan antara dua variabel atau lebih variabel bebas dengan variabel terikat untuk mencari perbedaan antara motivasi kerja guru sertifikasi dan nonsertifikasi di Madrasah Aliyah Negeri di Kota Jambi. Berdasarkan output di atas, pada “Equal Variances” diketahui bahwa nilai sig.(2-tailed) sebesar 0,023 < 0,05, maka dasar pengambilan keputusan/kriteria penerimaan hipotesis dalam uji Independent Sample T-Test dapat disimpulkan bahwa H0 di tolak dan Ha diterima. Maka dapat disimpulkan adanya terdapat perbedaan motivasi kerja antara guru sertifikasi dengan nonsertifikasi.
Analisis Strategi Guru PPKN dalam Mengembangkan Kecerdasan Moral untuk Menciptakan Generasi Bermoral Pada SMP Negeri Se-Kabupaten Muaro Jambi Usmanto, Heri; Sariani, Dona; Syarifuddin , Amir; Seprina, Reka
Prosiding Seminar Nasional Humaniora Vol. 4 (2025): Prosiding Seminar Nasional Humaniora
Publisher : Jurusan Sejarah, Seni, dan Arkeologi, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dalam mengembangkan kecerdasan moral guna membentuk generasi bermoral di SMP Negeri se-Kabupaten Muaro Jambi. Subjek penelitian meliputi guru PPKn, siswa, serta kepala sekolah sebagai informan tambahan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PPKn telah mengintegrasikan nilai-nilai moral ke dalam pembelajaran melalui pembiasaan, diskusi, studi kasus, penggunaan media kreatif, serta keterkaitan materi dengan kehidupan sehari-hari siswa. Strategi yang digunakan meliputi pembiasaan perilaku positif, pembelajaran kolaboratif, serta keteladanan guru yang konsisten dalam menanamkan nilai Pancasila. Temuan ini menegaskan bahwa peran guru PPKn sangat sentral dalam membentuk karakter siswa sehingga tercipta generasi yang bermoral dan berintegritas. Rekomendasi penelitian ini adalah perlunya inovasi berkelanjutan dalam metode pembelajaran berbasis digital serta penguatan kapasitas guru PPKn sebagai teladan moral di sekolah  Abstract This research aims to analyze the strategies of Civic Education (PPKn) teachers in developing moral intelligence to shape a morally upright generation in public junior high schools across Muaro Jambi Regency. The subjects of this study include PPKn teachers, students, and principals as additional informants. This study employed a qualitative method with a phenomenological approach. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The findings reveal that PPKn teachers have integrated moral values into learning through habituation, discussions, case studies, creative media use, and linking lessons to students’ daily lives. The strategies applied include fostering positive behavior, collaborative learning, and consistent teacher role-modeling in instilling Pancasila values. These results highlight the central role of PPKn teachers in shaping students’ character, thereby fostering a generation with morality and integrity. The study recommends continuous innovation in digital-based learning methods and strengthening the capacity of PPKn teachers as moral role models in schools.
PERAN SEKOLAH DALAM MENANAMKAN KARAKTER DISIPLIN UNTUK MENGURANGI KENAKALAN REMAJA PADA SISWA SMA NEGERI 2 BAYUNG LENCIR Antika, Maya Nur; Usmanto, Heri; Hendra
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Order
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.33438

Abstract

Instilling discipline in schools is a strategic effort to reduce juvenile delinquency. Discipline as a character value needs to be instilled through various aspects, including punctuality, adherence to rules, accuracy in submitting assignments, and the use of good written language. However, in practice, students are still found to lack discipline, indicating that the school's role is not yet fully optimized. This study aims to describe the school's role in instilling discipline in students and identify the inhibiting factors faced at SMA Negeri 2 Bayung Lencir. The study used a descriptive qualitative approach with a purposive sampling technique. Informants consisted of the Vice Principal for Curriculum and the Pancasila Education teacher as the main informants, as well as several students selected according to the research needs. Data were obtained through observation, interviews, and documentation, then analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that the school's role in instilling discipline to reduce juvenile delinquency at SMA Negeri 2 Bayung Lencir has been implemented, but not optimally. The school has made various efforts through socialization of discipline, teacher supervision, sanctions, and integration of discipline values ​​in learning.  In conclusion, the role of schools in instilling discipline is not yet fully optimal, as the values ​​instilled through regulations, teacher role models, and supervision are not fully reflected in student behavior. Therefore, discipline still needs to be strengthened to foster an orderly school culture and contribute to reducing juvenile delinquency.
ANALISIS PERSEPSI MAHASISWA MENGENAI SUPREMASI HUKUM DI INDONESIA STUDI: KASUS AMNESTI HASTO KRISTIYANTO Saputra, Al Amin; Usmanto, Heri; Santoso, Ridwan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.47005

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keputusan Presiden dalam pemberian amnesti Hasto Kristiyanto tentang apakah mahasiswa PPKn 2023 FKIP Universitas Jambi melek akan kejadian hukum yang terjadi di tanah air. Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui perspektif  mahasiswa mengenai supremasi hukum di Indonesia: studi kasus amnesti Hasto Kristiyanto. Tempat dilakukannya penelitian oleh penulis yaitu di Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Jambi. Adapun yang menjadi informan dalam penelitian ini yaitu dosen Prodi PPKn, BPH Imadipwakra bidang riset dan teknologi  dan mahasiswa aktif Prodi PPKn angkatan 2023. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian yaitu pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, penyajian data, reduksi data dan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini didapatkan sebagian besar informan dari mahasiswa PPKn  2023 melek akan kejadian hukum yang terjadi dan tidak setuju dengan keputusan tersebut. Kemudian ada beberapa dari mahasiswa PPKn yang mempunyai persepsi bahwa keputusan presiden dalam pemberian amnesti Hasto Kristiyanto tersebut seperti ada unsur politiknya. Faktor yang membuat mereka tidak setuju adalah karena dianggap keputusan tersebut seperti dipaksakan dengan komunikasi atau unsur politik. Penulis berharap kepada kepala negara adan lembaga legislatif (DPR) agar benar-benar menanamkan nilai-nilai bijaksana didalam setiap individunya dan semoga yang menjadi kepala negara adan lembaga legislatif (DPR) berikutnya memang benar-benar bersih dari hubungan lingkaran kekuasaan sehingga menjadi lembaga eksekutif lembaga yudikatif yang bersih dari intervensi.
EVALUASI PERUBAHAN KURIKULUM 2013 KE KURIKULUM MERDEKA TERHADAP PRAKTIK PEMBELAJARAN PPKN DI SEKOLAH SMA NEGERI 1 MUARO JAMBI Sitanggang, Putri; Heri Usmanto; Dona Sariani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.47420

Abstract

The curriculum change from the 2013 Curriculum to the Independent Curriculum is one of the government's efforts to improve the quality of education in Indonesia. This study aims to assess these changes in the learning practices of Pancasila and Citizenship Education (PPKn) at SMA Negeri 1 Muaro Jambi. This curriculum change impacts the role of teachers, learning strategies, and student engagement in the learning process. This study used a qualitative approach with the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. The research subjects consisted of PPKn teachers, the vice principal for curriculum, and students. Data analysis was conducted descriptively qualitatively through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that, from a contextual perspective, the implementation of the Independent Curriculum is in line with the needs of 21st-century learning. From an input perspective, teacher readiness and facilities still need to be improved. In terms of process, learning has become more flexible and student-focused, although there are still problems in developing open modules. Meanwhile, in terms of product, there has been an increase in student participation and critical thinking skills. Thus, the curriculum changes have a positive impact on PPKn learning, but there is still a need for improvement in its implementation.
PENGEMBANGAN MEDIA MONOPOLI BERBASIS KONTEKSTUAL PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI KELAS VIII SMPN 7 MUARO JAMBI Asep Riyadi; Heri Usmanto; Yuslistia Opeska
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.44598

Abstract

This research was motivated by the lack of engaging learning media in the subject of Pancasila Education in class VIII at SMPN 7 Muaro Jambi. Learning that is still dominated by textbooks causes students to be less active, easily bored, and experience difficulties in understanding the material on cultural preservation in their region. Therefore, innovative, interesting, and student-characteristic-based learning media are needed. This study aims to determine the development process as well as the validity and practicality level of contextual-based monopoly learning media in Pancasila Education for class VIII students at SMPN 7 Muaro Jambi. This research employed the Research and Development (R&D) method using the Suparman MPI model, which consists of six stages: instructional analysis, identification of student characteristics, formulation of instructional objectives, development of instructional strategies, development of instructional materials, and formative evaluation. The research subjects were class VIII students of SMPN 7 Muaro Jambi. Data collection techniques used validation questionnaires from material experts, media experts, and language experts, as well as practicality questionnaires for teachers and students using a Likert scale. The results of the study showed that the contextual-based monopoly media was categorized as very valid and very practical. The material expert validation obtained a score of 4.8, media expert 4.2, and language expert 4.2, all categorized as very valid. The practicality test conducted by students obtained a score of 4.4 and by the teacher 4.2, categorized as very practical. Therefore, the contextual-based monopoly learning media is feasible to be used in Pancasila Education learning on the topic of cultural preservation in their region.