Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Transformasi Digital Untuk Pemasaran Online Melalui Penyuluhan ibrahim, Helda; M.Zain, Majdah; Sulfiana, Sulfiana; Hasmirati, Hasmirati; Husain, Fahrisal; Asrib, Ahmad Rifqi Asrib
JOURNAL OF TRAINING AND COMMUNITY SERVICE ADPERTISI (JTCSA) Vol. 5 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : ADPERTISI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62728/jtcsa.v5i2.651

Abstract

The outreach and digital transformation activities for online marketing in Aeng Batu-Batu Village, South Sulawesi, aim to enhance the community's understanding and skills in utilizing digital technology. In the context of economic empowerment, this initiative focuses on developing the marketing of agricultural products through digital platforms, which is expected to improve the competitiveness of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). The methods employed include lectures, discussions, and hands-on practices, involving various local stakeholders, including farmers and housewives.The results of these activities indicate an increased awareness among the community regarding agribusiness digitalization and the importance of digital literacy. With this training, it is hoped that the community can optimize local potential, increase income, and reduce reliance on conventional marketing methods. This initiative serves as an initial step in facilitating the community's adaptation to the digital era, while also supporting local economic sustainability.
Menggali Potensi Gula Aren dalam Peningkatan Pendapatan Berbasis Agribisnis (Studi Kasus KTH Liku Pancing Desa Parigi Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa) Pratiwi, Herini; M.Zain, Majdah; Ibrahim, Helda; Sumange, La
Jurnal Eboni Vol. 7 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : Program Studi Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/eboni.v7i1.2801

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi komoditas gula aren dalam meningkatkan pendapatan petani melalui pendekatan agribisnis di Kelompok Tani Hutan (KTH) Liku Pancing, Desa Parigi, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus dan teknik sensus terhadap 25 orang petani sebagai responden. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara statistik deskriptif dan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pemanfaatan pohon aren masih rendah (20,53%), namun memiliki potensi produksi yang tinggi, yaitu rata-rata 23,2 kg/pohon/bulan. Pendapatan petani saat ini berkisar Rp 4.470.000 per bulan, dan dapat meningkat hingga Rp 21.808.000 per bulan jika seluruh pohon disadap secara optimal. Strategi pengembangan berbasis agribisnis yang meliputi pelatihan teknis, penguatan kelembagaan, diversifikasi produk, dan akses pemasaran digital sangat diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan nilai tambah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan pendapatan petani gula aren dapat dicapai secara signifikan melalui optimalisasi produksi dan penerapan strategi agribisnis secara terpadu.
Respon Petani Terhadap Bantuan Pompanisasi Program PAT Terhadap Produktivitas Usaha Tani Padi Di Kecamatan Lappariaja Titin Nuryadin; Syamsinar Syamsinar; Majdah M. Zain; Helda Ibrahim
Jurnal Sains Agribisnis Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jsa.v6i1.2379

Abstract

Ketahanan pangan merupakan isu strategis nasional yang memerlukan dukungan kebijakan dan inovasi teknologi pertanian. Salah satu upaya yang ditempuh pemerintah adalah Program Perluasan Areal Tanam (PAT) melalui bantuan pompanisasi untuk lahan sawah tadah hujan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon petani terhadap bantuan pompanisasi Program PAT di Kecamatan Lappariaja, yang meliputi tingkat pemanfaatan, kepuasan, kemudahan penggunaan, manfaat, dan penerimaan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan 145 responden, ditentukan menggunakan rumus Slovin, dan data dianalisis dengan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai indeks keseluruhan sebesar 90,9% dengan kategori sangat baik. Dimensi penerimaan (94%), kepuasan (93%), dan manfaat (92%) menjadi yang tertinggi, sedangkan kemudahan penggunaan (87%) relatif lebih rendah karena keterbatasan pemahaman teknis perawatan pompa (82%) yang menjadi bottleneck utama. Secara umum, program dianggap efektif meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Secara kebijakan, diperlukan penguatan pelatihan perawatan, kelembagaan pengguna pompa, serta dukungan pembiayaan operasional dan teknis berkelanjutan agar keberlanjutan program terjamin dan dapat direplikasi di wilayah tadah hujan lainnya.
Strategi Pengembangan Agro Eduwisata Agribisnis Dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Maros (Studi Kasus Di Kebun Raya Pucak Kabupaten Maros) Andi Tenri Angka; Majdah M. Zain; Helda Ibrahim; Syamsul Rahman
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 2 (2025): AGROVITAL VOLUME 10, NOMOR 2, NOVEMBER 2025
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v10i2.6398

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model pengembangan agro eduwisata agribisnis sebagai strategi dalam pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Maros, dengan fokus studi kasus di Kebun Raya Pucak. Agro eduwisata merupakan konsep integratif antara kegiatan pertanian, pendidikan, dan pariwisata yang diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan menciptakan peluang kerja berbasis potensi daerah.Penelitian ini menggunakan 2 (dua) metode yaitu pada rumusan masalah pertama menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam serta dokumentasi dan studi literatur. Kemudian, untuk rumusan masalah kedua menggunakan Analisis SWOT.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kebun Raya Pucak memiliki potensi agro eduwisata yang sangat besar karena didukung oleh kekayaan hayati, kondisi geografis yang mendukung serta minat masyarakat dan pengunjung terhadap wisata edukatif dan agribisnis.Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa strategi Strength-Opportunity (SO) merupakan pendekatan yang paling efektif untuk pengembangan model agro eduwisata.  Strategi ini memungkinkan pemanfaatan kekuatan internal seperti keanekaragaman koleksi tanaman endemik, ketersediaan lahan, dan dukungan manajemen dengan memaksimalkan peluang eksternal seperti tren wisata edukatif, dukungan kebijakan dan potensi Kerjasama multi pihak.Model pengembangan agro eduwisata yang dirancang dapat berkontribusi pada pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas, penyediaan lapangan kerja dan keterlibatan dalam kegiatan wisata berbasis agribisnis seperti pelatihan, pendampingan usaha tani dan kegiatan edukatif untuk pengunjung.Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa dengan penerapan model ini secara berkelanjutan akan mendorong sinergi antara konservasi, edukasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar Kebun Raya Pucak Kabupaten Maros.
Pengaruh Peranan dan Kegiatan Kelompok Tani terhadap Keberlanjutan Padi Varietas Lokal di Kabupaten Tana Toraja Fani Lande Pakiding; Majdah M. Zain; Musdalifah M.; Helda Ibrahim
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 12 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i12.5160

Abstract

This study aims to analyze the influence of farmer group roles and activities on the sustainability of local rice varieties in Tana Toraja Regency. The research is motivated by various challenges that threaten the preservation of local rice varieties, including agricultural modernization, climate change, and weak institutional support, all of which contribute to the degradation of local rice germplasm that holds ecological, socio-cultural, and economic significance. A descriptive quantitative approach supported by qualitative insights was employed in this study. A total of 71 respondents were selected through a saturated sampling technique, representing active members of three farmer groups: Burau Tarra in South Sangalla District, as well as Bokko and Tagari in North Sangalla District. Data were collected through Likert-scale questionnaires, interviews, observations, and documentation. The analysis was conducted using descriptive statistics and Pearson correlation tests. The findings indicate that the role of farmer groups is categorized as high, reflecting institutional effectiveness in enhancing member capacity, strengthening group solidarity, and fostering awareness of local variety conservation. Farmer group activities—including local seed conservation, technical training, institutional deliberation, socio-cultural agricultural activities, and productive economic initiatives—also fall within the high category. Pearson correlation analysis revealed a very strong and significant relationship between farmer group activities and the sustainability of local rice varieties (r = 0.771; p < 0.01). Overall, the sustainability of local rice varieties in Tana Toraja is classified as high, encompassing ecological, socio-cultural, and economic dimensions.
STUDI POTENSI AGRO EDUWISATA KEBUN RAYA PUCAK KABUPATEN MAROS Andi Tenri Angka; Majdah M. Zain; Helda Ibrahim; Syamsul Rahman
Jurnal Sains Agribisnis Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jsa.v5i2.2197

Abstract

Penelitian ini bertujuan merumuskan model pengembangan agro eduwisata agribisnis sebagai strategi pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Maros dengan studi kasus di Kebun Raya Pucak. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data primer (observasi, wawancara, dokumentasi) dan sekunder (literatur), serta teknik purposive sampling terhadap 45 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kebun Raya Pucak memiliki potensi keanekaragaman hayati, lahan pertanian produktif, dan daya tarik lanskap alam, namun pengembangannya masih terkendala infrastruktur, partisipasi masyarakat, dan tata kelola kelembagaan. Model pengembangan yang diusulkan berbasis kolaborasi multi pihak, penguatan potensi lokal, transformasi digital, dan pemberdayaan masyarakat. Implikasi kebijakan penelitian ini menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam penyediaan infrastruktur, penguatan kelembagaan, dan fasilitasi kemitraan antara pengelola, masyarakat, dan pihak swasta. Kesimpulan utama penelitian ini adalah bahwa agro eduwisata agribisnis di Kebun Raya Pucak berpotensi menjadi instrumen efektif dalam pemberdayaan masyarakat apabila dikelola secara kolaboratif, berbasis potensi lokal, dan didukung kebijakan yang tepat.
PERAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DALAM PENGEMBANGAN EKOWISATA DI KEBUN RAYA PUCAK KABUPATEN MAROS Fransiska Pakolo; Majdah M. Zain; Helda Ibrahim; La Sumange
Jurnal Sains Agribisnis Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jsa.v5i2.2200

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Corporate Social Responsibility (CSR) dalam pengembangan Ekowisata di Kebun Raya Pucak, Kabupaten Maros. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan mendeskripsikan peran CSR dalam pengembangan ekowisata di Kebun Raya Pucak. Penelitian ini menggunakan metode skala Likert yaitu metode dimana digunakan untuk mengukur sikap, pendapat atau persepsi seseorang terhadap suatu pernyataan. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 10 orang masyarakat yang tingal di sekitar Kebun Raya Pucak sebagai responden, 10 orang pengelola Kebun Raya Pucak dan 4 orang karyawan perusahaan pelaksana program CSR sebagai informan. Hasil penelitian berdasarkan pengisian instrumen skala Likert menunjukkan bahwa program CSR sangat berperan dalam pengembangan ekowisata di Kebun Raya Pucak. Pelaksanaan program CSR tersebut memiliki peran penting yaitu meningkatkan kualitas fasilitas dan kenyamanan pengunjung yang mana hal ini dapat berimbas dalam meningkatnya nilai ekonomi masyarakat termasuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah di Provinsi Sulawesi Selatan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membuktikan sejauh mana pelaksanaan CSR di Kebun Raya Pucak memiliki dampak nyata dalam pembangunan berkelanjutan dan dapat menjadi acuan kebijakan pelaksanaan program CSR yang lebih baik, khususnya di sektor ekowisata.
Aktivitas Kelompok Tani Hutan berbasis Agroforestry Helda Ibrahim; Muhammad Junan; Sulfiana; Majdah M. Zain
Jurnal Kehutanan dan Lingkungan Vol. 1 No. 2 (2024): November
Publisher : Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ecoforest.v1i2.48

Abstract

Kegiatan Kelompok Tani Hutan dilakukan melalui kegiatan Pemberdayaan masyarakat yang merupakan salah satu program pemerintah khususnya di bidang kehutanan menitik beratkan pada Pelibatan Masyarakat sekitar hutan dalam pengelolaan dan pemanfaatan hutan dalam rangka peningkatan pendapatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktifitas kelompok tani hutan dan menganalisis pemberdayaan kelompok Tani Hutan Cahaya Tala-tala. Responden pada peneltian ini anggota kelompok tani cahaya tala-tala sebanyak 25 orang dengan menggunakan analisis deskriftif kualitatif untuk mementukan aktifitas anggota Kelompok tani hutan Desa Bonto manai Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aktivitas Kelompok Tani Hutan Cahaya Tala-tala di Desa Bontomanai Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros terdiri dari 1) Penyadapan Aren (72 %), 2) Pembuatan Gula Aren (72 %), 3) Pengumpulan Madu (60 %), 4) Pembersihan Lokasi Penanaman (92 %), 5) Pemasangan Pagar (92 %), 6) Pengisian Polybag (100 %),7) Penanaman (100 %). Kegiatan Pemberdayaan Kelompok Tani Hutan Cahaya Tala-tala di Desa Bontomanai Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros yaitu 1) Sosialisasi (81 %), 2) Bimbingan Teknis (78,33 %), 3) Bantuan Bibit (86,67 %), 4) Bantuan Sarana dan Prasarana (78,33 %), 5) Kerjasama dengan AFoCo dalam penanaman demplot (79,33 %).
Resiliensi UMKM kuliner tradisional berbasis budaya dalam menghadapi modernisasi: Studi mixed methods pada pedagang pisang epe di Pantai Losari Muhammad Ilman; Andi Majdah M. Zain; Helda Ibrahim; Awaluddin Yunus
Journal of Agribusiness Science and Rural Development Vol. 5 No. 2 (2026): JASRD
Publisher : LP3M Universitas Putra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32639/aya9qe39

Abstract

This study aims to analyze the resilience of pisang epe vendors in sustaining their businesses amid modernization in the Pantai Losari area. Previous studies have predominantly emphasized economic aspects in examining MSME resilience, while the integration of cultural and social dimensions remains limited. Therefore, this study addresses this gap by providing a more comprehensive analysis of resilience. The study employs a mixed methods approach, combining qualitative data from in-depth interviews and quantitative data from 152 respondents. The analysis includes validity and reliability tests, as well as multiple linear regression to examine the influence of product quality, price, and service on customer satisfaction and purchase intention. The results indicate that all research instruments are valid and reliable. Empirically, product quality, price, and service have a positive effect on customer satisfaction, with product quality as the most dominant factor. The authenticity of taste serves as the primary competitive advantage in shaping consumers’ perceived value, while price stability creates a perception of fairness, and socially based service strengthens customer loyalty. However, the utilization of digital technology remains limited, indicating that the existing resilience pattern is still traditionally adaptive strong in cultural and social aspects but not yet optimal in digital adoption. The novelty of this study lies in integrating economic, social, and cultural aspects to explain the resilience of traditional culinary MSMEs. This study concludes that business resilience is not solely determined by economic capability but is also influenced by cultural identity and social capital. The findings highlight the importance of strengthening digitalization without undermining traditional values as a strategy for sustaining business competitiveness in the modern era.