Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Manajemen Konflik pada Lembaga Pendidikan: Studi Kasus Pada SMP Negeri di Kota Makassar Amin Nurfitra Mattayang; Kamaruddin Hasan; Muhammad Ardiansyah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 No 3 September 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyse the dynamics of conflict and conflict management strategies in educational settings, focusing on interactions between teachers at a public junior high school in Makassar City. The specific objectives of this study are to identify the forms and causes of conflict, and to analyse conflict resolution strategies based on Louis R. Pondy's organisational conflict theory and Thomas–Kilmann's conflict management model. This study uses a qualitative approach with a case study type. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation studies. Data analysis was conducted using Miles and Huberman's interactive model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that conflicts in the school environment were latent and interpersonal, triggered by differences in views between senior and junior teachers, communication styles, and an imbalance in the division of tasks and responsibilities. The most commonly used conflict management strategies are compromise and accommodation, with the aim of maintaining harmony and stability in working relationships. However, these strategies tend to be short-term because they do not address the root causes of the conflict. In conclusion, effective conflict management in educational institutions requires a more participatory, open, and organisation-learning-oriented approach so that conflicts can be managed constructively and contribute to improving teacher performance and overall education quality. Keywords: conflict management, resolution strategies, teachers, educational institutions. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika konflik dan strategi manajemen konflik di lingkungan pendidikan, dengan fokus pada interaksi antar guru di salah satu Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kota Makassar. Tujuan khusus penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk dan faktor penyebab konflik, serta menganalisis strategi penyelesaiannya berdasarkan teori konflik organisasi Louis R. Pondy dan model manajemen konflik Thomas–Kilmann. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik di lingkungan sekolah bersifat laten dan interpersonal, yang dipicu oleh perbedaan pandangan antara guru senior dan junior, gaya komunikasi, serta pembagian tugas dan tanggung jawab yang tidak seimbang. Strategi manajemen konflik yang paling sering digunakan adalah kompromi dan akomodasi, dengan tujuan menjaga keharmonisan dan stabilitas hubungan kerja. Namun, strategi tersebut cenderung bersifat jangka pendek karena belum menyentuh akar permasalahan yang mendasari konflik. Kesimpulannya, manajemen konflik yang efektif di lembaga pendidikan memerlukan pendekatan yang lebih partisipatif, terbuka dan berorientasi pada pembelajaran organisasi agar konflik dapat dikelola secara konstruktif dan berkontribusi terhadap peningkatan kinerja guru serta kualitas pendidikan secara keseluruhan. Kata kunci: Manajemen konflik, strategi penyelesaian, guru, lembaga pendidikan.
Hubungan Kepemimpinan Spiritual Kepala Madrasah Dengan Kepuasan Kerja Guru Nurhayat Nurhayat; Arismunandar Arismunandar; Muhammad Ardiansyah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 No 3 September 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This reaserch aims to determine the relationship between the spiritual leadership of madrasah principals and teachers’ job satisfaction in Karossa District, Mamuju Tengah Regency. The research is grounded in the idea that the principal’s role is not only administrative but also spiritual, inspiring teachers to find meaning and psychological well-being in their work. This study employed a quantitative correlational method involving a population and sample of 66 Madrasah Tsanawiyah (MTs) teachers, selected using a saturated sampling technique (total sampling). Data were collected through a closed-ended questionnaire using a five-point Likert scale, which was tested for validity and reliability. The data were analyzed using the Pearson Product Moment correlation technique with the aid of SPSS version 25.0 for Windows. The results show that the spiritual leadership of madrasah principals is in the good category, and teachers’ job satisfaction is also relatively high. The correlation analysis yielded r = 0.321 with sig. = 0.009 < 0.05, indicating a positive and significant relationship between principals’ spiritual leadership and teachers’ job satisfaction. This implies that the stronger the application of spiritual leadership values by the principal, the higher the level of teachers’ job satisfaction. Although the correlation level is classified as low to moderate, it is statistically significant. Keywords: Spiritual Leadership, Madrasah Principal, Job Satisfaction Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepemimpinan spiritual kepala madrasah dengan kepuasan kerja guru di Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya peran kepala madrasah sebagai pemimpin yang tidak hanya berorientasi pada manajemen administratif, tetapi juga pada nilai-nilai spiritual yang dapat menumbuhkan makna kerja dan kesejahteraan psikologis guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional, dengan populasi sekaligus sampel sebanyak 66 guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang diambil secara sampling jenuh (total sampling). Pengumpulan data dilakukan melalui angket tertutup dengan skala Likert lima poin yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan program SPSS versi 25.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan spiritual kepala madrasah berada pada kategori baik, dan kepuasan kerja guru juga tergolong tinggi. Hasil analisis korelasi menunjukkan nilai r = 0.321 dengan sig. = 0.009 < 0.05, yang berarti terdapat hubungan positif dan signifikan antara kepemimpinan spiritual kepala madrasah dengan kepuasan kerja guru. Semakin tinggi penerapan nilai-nilai kepemimpinan spiritual oleh kepala madrasah, semakin tinggi pula tingkat kepuasan kerja guru. Hubungan ini tergolong rendah menuju sedang, namun memiliki makna yang signifikan secara empiris. Kata kunci: Kepemimpinan Spiritual, Kepala Madrasah, Kepuasan Kerja
Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah dalam Mengelola Perubahan Kurikulum (Studi Multi Kasus Pada Smp Negeri 1 Bajo Dan Smpn 1 Tabang Satu Atap Kabupaten Luwu) Roshanita Syarif; Arismunandar Arismunandar; Muhammad Ardiansyah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyse in depth the learning leadership strategies of school principals in the implementation of the Merdeka Curriculum at SMP Negeri 1 Bajo and SMPN 1 Tabang Satu Atap in Luwu Regency. The focus of the study is on how school principals formulate a learning vision, manage instructional programmes, build a collaborative culture, and face the challenges of changing learning and assessment paradigms. This study uses a qualitative approach with a case study design in two educational units, namely SMP Negeri 1 Bajo and SMP Negeri 1 Tabang Satu Atap. Data were collected through in-depth interviews with the principal, vice principal for curriculum, and teachers, and reinforced with observation and documentation. Data analysis was conducted using Miles and Huberman's interactive model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing, accompanied by triangulation of sources to ensure the validity of the findings: (1) collaborative and participatory formulation of a learning vision based on the Merdeka Curriculum; (2) management of instructional programmes through structured academic supervision, authentic assessment training, strengthening of differentiated learning, and ongoing mentoring; (3) developing learning communities as spaces for professional reflection and sharing good practices; and (4) data-based evaluation and monitoring of assessment results and teachers' reflective journals. The main challenges faced include the paradigm shift from conventional assessment to authentic assessment, teachers' time constraints and administrative burdens, and differences in the capacity and readiness of resources in each school. The results of the study indicate that an effective leadership model in the implementation of the Merdeka Curriculum is a synthesis of a structural instructional leadership approach that emphasises systems, vision, and instructional management, with an orientation towards improving the quality of teaching that has a direct impact on classroom Keywords: learning leadership, Independent Curriculum, academic supervision, authentic assessment, learning community Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam strategi kepemimpinan pembelajaran kepala sekolah dalam implementasi Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 1 Bajo dan SMPN 1 Tabang Satu Atap Kabupaten Luwu. Fokus penelitian bagaimana kepala sekolah merumuskan visi pembelajaran, mengelola program instruksional, membangun budaya kolaboratif, serta menghadapi tantangan perubahan paradigma pembelajaran dan asesmen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada dua satuan pendidikan, yaitu SMP Negeri 1 Bajo dan SMP Negeri 1 Tabang Satu Atap. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan guru, serta diperkuat dengan observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, disertai triangulasi sumber untuk menjamin keabsahan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepemimpinan pembelajaran dalam implementasi Kurikulum Merdeka mencakup empat aspek utama, yaitu: (1) perumusan visi pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka secara kolaboratif dan partisipatif; (2) pengelolaan program instruksional melalui supervisi akademik terstruktur, pelatihan asesmen autentik, penguatan pembelajaran berdiferensiasi, serta pendampingan berkelanjutan; (3) pengembangan komunitas belajar sebagai ruang refleksi profesional dan berbagi praktik baik; serta (4) evaluasi dan monitoring berbasis data hasil asesmen dan jurnal reflektif guru. Tantangan utama yang dihadapi meliputi perubahan paradigma penilaian konvensional menuju asesmen autentik, keterbatasan waktu dan beban administratif guru, serta perbedaan kapasitas dan kesiapan sumber daya di masing-masing sekolah. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa model kepemimpinan yang efektif dalam implementasi Kurikulum Merdeka merupakan sintesis antara pendekatan struktural instructional leadership yang menekankan sistem, visi, dan pengelolaan instruksional, dengan orientasi peningkatan kualitas pengajaran yang berdampak langsung pada praktik pembelajaran di kelas. Kata kunci: kepemimpinan pembelajaran, Kurikulum Merdeka, supervisi akademik, asesmen autentik, komunitas belajar
Manajemen Kurikulum Berbasis Digital Pada Salah Satu Jenjang Menengah Atas dan Kejuruan di Kabupaten Bulukumba (Studi Multi Kasus Pada SMA Negeri dan SMK Negeri) Lia Nurmala; Ansar Ansar; Muhammad Ardiansyah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 September 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the implementation of digital-based curriculum management and the factors influencing its effectiveness in a senior high school and a vocational high school in Bulukumba Regency. A qualitative multi-case study design was employed to gain an in-depth understanding of digital curriculum management practices in two different educational contexts. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, and analyzed using Miles and Huberman’s (2014) interactive model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing in a cyclical process. The findings reveal that digital-based curriculum management in both schools has been implemented through four key stages: planning, implementation, evaluation, and supervision. School A demonstrates a more comprehensive and integrated digitalization process, while School B applies it primarily within specific vocational programs. The success of digital curriculum management is influenced by four main factors: transformational school leadership, teachers’ digital literacy and competence, the availability of technological infrastructure, and supportive school policies and culture. The study concludes that effective digital curriculum management depends not only on technological aspects but also on the synergy among leadership, human resources, institutional policies, and an adaptive school culture responsive to educational change. Keywords: curriculum management, digital education, education management Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran manajemen kurikulum berbasis digital dan faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas penerapannya pada salah satu sekolah menengah atas dan kejuruan di Kabupaten Bulukumba. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multi kasus agar memperoleh pemahaman mendalam mengenai implementasi manajemen kurikulum digital di dua konteks berbeda. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles & Huberman (2014) yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara siklik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kurikulum berbasis digital di kedua sekolah telah diimplementasikan melalui empat tahapan utama: perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan supervisi. Sekolah A menampilkan penerapan yang lebih komprehensif dan terintegrasi, sementara Sekolah B menerapkan digitalisasi terbatas pada bidang kejuruan tertentu. Faktorfaktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan manajemen kurikulum digital meliputi kepemimpinan transformasional kepala sekolah, kompetensi dan literasi digital guru, ketersediaan sarana-prasarana teknologi, serta dukungan kebijakan dan budaya organisasi sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan manajemen kurikulum digital tidak hanya bergantung pada aspek teknologi, tetapi juga pada sinergi kepemimpinan, sumber daya manusia, kebijakan, dan budaya sekolah yang adaptif terhadap perubahan. Kata kunci: manajemen kurikulum, digitalisasi pendidikan, manajemen pendidikan
Manajemen Konflik pada Lembaga Pendidikan: Studi Kasus Pada SMP Negeri di Kota Makassar Amin Nurfitra Mattayang; Kamaruddin Hasan; Muhammad Ardiansyah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 No 3 September 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyse the dynamics of conflict and conflict management strategies in educational settings, focusing on interactions between teachers at a public junior high school in Makassar City. The specific objectives of this study are to identify the forms and causes of conflict, and to analyse conflict resolution strategies based on Louis R. Pondy's organisational conflict theory and Thomas–Kilmann's conflict management model. This study uses a qualitative approach with a case study type. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation studies. Data analysis was conducted using Miles and Huberman's interactive model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that conflicts in the school environment were latent and interpersonal, triggered by differences in views between senior and junior teachers, communication styles, and an imbalance in the division of tasks and responsibilities. The most commonly used conflict management strategies are compromise and accommodation, with the aim of maintaining harmony and stability in working relationships. However, these strategies tend to be short-term because they do not address the root causes of the conflict. In conclusion, effective conflict management in educational institutions requires a more participatory, open, and organisation-learning-oriented approach so that conflicts can be managed constructively and contribute to improving teacher performance and overall education quality. Keywords: conflict management, resolution strategies, teachers, educational institutions. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika konflik dan strategi manajemen konflik di lingkungan pendidikan, dengan fokus pada interaksi antar guru di salah satu Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kota Makassar. Tujuan khusus penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk dan faktor penyebab konflik, serta menganalisis strategi penyelesaiannya berdasarkan teori konflik organisasi Louis R. Pondy dan model manajemen konflik Thomas–Kilmann. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik di lingkungan sekolah bersifat laten dan interpersonal, yang dipicu oleh perbedaan pandangan antara guru senior dan junior, gaya komunikasi, serta pembagian tugas dan tanggung jawab yang tidak seimbang. Strategi manajemen konflik yang paling sering digunakan adalah kompromi dan akomodasi, dengan tujuan menjaga keharmonisan dan stabilitas hubungan kerja. Namun, strategi tersebut cenderung bersifat jangka pendek karena belum menyentuh akar permasalahan yang mendasari konflik. Kesimpulannya, manajemen konflik yang efektif di lembaga pendidikan memerlukan pendekatan yang lebih partisipatif, terbuka dan berorientasi pada pembelajaran organisasi agar konflik dapat dikelola secara konstruktif dan berkontribusi terhadap peningkatan kinerja guru serta kualitas pendidikan secara keseluruhan. Kata kunci: Manajemen konflik, strategi penyelesaian, guru, lembaga pendidikan.
Pengaruh Budaya Sekolah Terhadap Pembentukan Karakter Siswa di SDIT Wahdah Islamiyah 01 Makassar Ilsa Oktaviani; Sitti Habibah; Muhammad Ardiansyah
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 2 (2026): Februari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian menelaah terkait Pengaruh Budaya Sekolah Terhadap Karakter Siswa di SDIT Wahdah Islamiyah 01 Makassar. Permasalahan dikaji didalam penelitian meliputi; (1) Bagaimana gambaran budaya sekolah di SDIT Wahdah Islamiyah 01 Makassar; (2) Bagaimana gambaran karakter siswa di SDIT Wahdah Islamiyah 01 Makassar; (3) Apakah ada pengaruh antara budaya sekolah terhadap karakter siswa di SDIT Wahdah Islamiyah 01 Makassar. Sejalan dengan permasalahn yang dikaji, penelitian ini bertujuan; (1) Untuk mengetahui gambaran budaya sekolah di SDIT Wahdah Islamiyah 01 Makassar; (2) Untuk mengetahui gambaran karakter siswa di SDIT Wahdah Islamiyah 01 Makassar; (3) Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kuantitatif untuk mengetahui apakah budaya sekolah memengaruhi perkembangan karakter siswa di SDIT Wahdah Islamiyah 01 Makassar. Dengan menggunakan teknik pemilihan acak, 73 siswa dipilih dari populasi 276 siswa. Kuesioner merupakan pendekatan utama yang digunakan dalam proses pengumpulan data. Analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial dengan menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistics dan persamaan regresi linier sederhana adalah metode yang digunakan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menggunakan analisis deskriptif menunjukkan hasil (1) Gambaran Budaya Sekolah di SDIT Wahdah Islamiyah 01 Makassar berada dalam kategori baik. ; (2) Gambaran karakter siswa di SDIT Wahdah Islamiyah 01 Makassar berada dalam kategori baik, (3) Teerdapat pengaruh positif dan signifikan antara budaya sekolah terhadap pembentukan karakter siswa di SDIT Wahdah Islamiyah 01 Makassar.
Peran Pengawas Sekolah Sebagai Pendamping dalam Peningkatan Kinerja Sekolah di UPT SPF SD Negeri Panaikang 2 Kota Makassar Nur Ismi; Wahira; Muh. Ardiansyah
(JPAP) Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2026): JULI
Publisher : Postgraduate University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpap.v10i2.1351

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjelaskan secara komprehensif peran pengawas sekolah sebagai pendamping dalam meningkatkan kinerja sekolah, khususnya dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan pendampingan di UPT SPF SD Negeri Panaikang 2 Kota Makassar. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawas menjalankan peran strategis sebagai fasilitator, pembimbing, konsultan, dan evaluator melalui siklus pendampingan yang terstruktur. Perencanaan pendampingan dilakukan melalui refleksi kebutuhan sekolah, pemetaan komitmen kepala sekolah, dan analisis data Rapor Pendidikan. Pada tahap pelaksanaan, pengawas memberikan pembinaan teknis terhadap kepala sekolah dan guru, memfasilitasi komunitas belajar, serta menguatkan implementasi kurikulum dan manajemen satuan pendidikan. Pelaporan pendampingan menjadi dasar evaluasi dan tindak lanjut yang memperkuat keberlanjutan program sekolah. Faktor pendukung meliputi komitmen warga sekolah dan dukungan kebijakan, sedangkan hambatan utama meliputi keterbatasan waktu dan kendala digital. Penelitian ini menegaskan bahwa pendampingan pengawas yang berbasis data, reflektif, dan kolaboratif berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kinerja sekolah.
Analisis Beban Kerja Guru (Studi kasus UPT SPF SD Inpres Tidung II Kota Makassar) Putri Ariandini; Muh. Ardiansyah; Sumarlin Mus
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9781

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif beban kerja guru di UPT SPF SD Inpres Tidung II Kota Makassar berdasarkan lima dimensi utama, yaitu: beban kerja pembelajaran, beban tugas tambahan, beban tugas administratif, beban pengembangan diri dan keprofesian, serta keterlibatan dalam kegiatan ekstrakurikuler dan layanan siswa. Kelima dimensi tersebut dipilih berdasarkan kajian literatur mendalam dan regulasi yang berlaku sebagai representasi menyeluruh tanggung jawab profesional guru sekolah dasar di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan populasi sebanyak 24 guru. Melalui teknik sampling jenuh, seluruh anggota populasi dijadikan sampel penelitian. Data dikumpulkan menggunakan instrumen angket yang valid dan reliabel, serta diperkuat teknik dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif melalui distribusi frekuensi dan persentase guna menggambarkan kondisi aktual secara objektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan beban kerja guru berada dalam kategori sesuai standar. Pada dimensi pembelajaran, mayoritas guru mengajar sesuai rentang waktu ketentuan Permendikdasmen Nomor 11 Tahun 2025. Dimensi tugas tambahan (wali kelas dan kepanitiaan) serta tugas administratif (pengelolaan Dapodik dan e-Rapor) berjalan efisien tanpa mengganggu peran utama. Guru juga berpartisipasi baik dalam pengembangan keprofesian. Namun, keterlibatan dalam ekstrakurikuler dan layanan siswa memberikan hasil yang relatif lebih rendah. Penelitian menyimpulkan bahwa beban kerja telah dikelola secara efektif dan proporsional, meski perlu peningkatan pada aspek ekstrakurikuler demi pengembangan siswa yang holistik.
Pengaruh Kompetensi Supervisi Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru SD di Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang Nur Fidiyah; Syamsurijal Basri; Muhammad Ardiansyah
Irfani Vol. 22 No. 2 (2026): Irfani
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/irfani.v22i2.7659

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the effect of principals’ supervisory competence on the performance of elementary school teachers in Anggeraja District, Enrekang Regency. The research employed a quantitative approach with a descriptive correlational design. The population consisted of 111 teachers, and 52 teachers were selected as the sample using purposive sampling. Data were collected through a validated and reliable questionnaire and analyzed using simple linear regression with SPSS version 26. Descriptive analysis indicated that principals’ supervisory competence was categorized as good, and teacher performance was also in the good category. Regression results revealed that supervisory competence had a positive and significant effect on teacher performance (t = 5.350 > t table = 2.008; p < 0.05). The coefficient of determination (R² = 0.364) indicates that 36.4% of the variance in teacher performance is explained by principals’ supervisory competence, while the remaining 63.6% is influenced by other factors beyond the research model.